ADDRESSING FATHERLESSNESS IN SCHOOLS: CATHOLIC RELIGIOUS EDUCATION TEACHERS AT SMA ST. THOMAS 4 BINJAI

Authors

  • Elisa Br Ginting STP Santo Bonaventura KAM
  • Nirmala Sari Limbong STP Santo Bonaventura KAM

DOI:

https://doi.org/10.51878/secondary.v6i4.14328

Abstract

The phenomenon of fatherlessness has become an important concern in education as it may influence students emotional, social, moral, and spiritual development. In the context of Catholic schools, the role of Catholic Religious Education teachers as pedagogical pastoral companions is essential in providing holistic support for students experiencing the absence of a father figure. However, studies examining the role of religious education teachers in addressing fatherlessness at the Catholic senior high school level remain limited. This study is needed to understand how religious education can serve as a pedagogical pastoral space to support students experiencing the loss of a father figure without generalizing their individual experiences. This research is significant because schools require sensitive and contextual support to address the diverse needs of students experiencing fatherlessness, while empirical evidence regarding the integration of pedagogical-pastoral accompaniment by Catholic Religious Education teachers remains scarce. This study employed a descriptive qualitative approach with a case study design involving ten informants: one Catholic Religious Education teacher, one school principal, and eight students identified as experiencing fatherlessness. Data were collected through interviews, observations, and documentation, and were analyzed through data reduction, thematic data presentation, and conclusion drawing using source and technique triangulation. The findings reveal that teachers perform interconnected roles as educators of faith and morality, spiritual guides, Christian role models, facilitators of religious activities, and developers of contextual learning. The most significant finding indicates that accompaniment becomes more meaningful when prayer and religious activities extend beyond routine practices and are integrated with empathetic personal relationships, role modeling, moral strengthening, and school collaboration. Students’ responses to fatherlessness were heterogeneous; some experienced decreased motivation, emotional regulation difficulties, aggressive behavior, or negative self-perception, while others maintained motivation and self-confidence. This study confirms that Catholic Religious Education can function as a pedagogical-pastoral space that complements school support for students experiencing fatherlessness without viewing them as a homogeneous group.

ABSTRAK

Fenomena fatherlessness menjadi perhatian dalam dunia pendidikan karena dapat memengaruhi perkembangan emosional, sosial, moral, dan spiritual siswa. Dalam konteks sekolah Katolik, peran Guru Pendidikan Agama Katolik sebagai pendamping pedagogis pastoral menjadi penting untuk memberikan dukungan yang holistik bagi siswa yang mengalami ketiadaan figur ayah. Namun, kajian mengenai peran guru agama dalam menangani fatherlessness pada jenjang SMA Katolik masih terbatas. Kajian ini diperlukan untuk memahami bagaimana pendidikan agama dapat menjadi ruang pedagogis pastoral dalam mendukung siswa yang mengalami kehilangan figur ayah tanpa melakukan generalisasi terhadap pengalaman mereka. Penelitian ini penting karena sekolah memerlukan dukungan yang peka terhadap keragaman kebutuhan siswa dengan fatherlessness, sementara bukti empiris tentang integrasi pendampingan pedagogis-pastoral oleh Guru Pendidikan Agama Katolik pada jenjang SMA Katolik masih terbatas. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus dan melibatkan sepuluh informan, yaitu satu Guru Pendidikan Agama Katolik, satu kepala sekolah, dan delapan siswa yang memenuhi kriteria fatherlessness. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data secara tematik, dan penarikan kesimpulan dengan triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menjalankan peran yang saling terhubung sebagai pendidik iman dan moral, pembimbing spiritual, teladan hidup Kristiani, fasilitator kegiatan keagamaan, serta pengembang pembelajaran kontekstual. Temuan yang paling menonjol menunjukkan bahwa pendampingan menjadi lebih bermakna ketika doa dan kegiatan keagamaan tidak berhenti sebagai rutinitas, tetapi dipadukan dengan relasi personal yang empatik, keteladanan, penguatan moral, dan kolaborasi sekolah. Respons siswa juga bersifat heterogen: sebagian mengalami penurunan motivasi, kesulitan regulasi emosi, perilaku agresif, atau persepsi diri negatif, sedangkan sebagian lain tetap termotivasi dan percaya diri. Penelitian ini menegaskan bahwa Pendidikan Agama Katolik dapat berfungsi sebagai ruang pedagogis-pastoral yang melengkapi dukungan sekolah bagi siswa yang mengalami fatherlessness tanpa menganggap mereka sebagai kelompok yang homogen.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Culpin, I., Heuvelman, H. P., Rai, D., Pearson, R. M., Joinson, C. J., Heron, J. E., Evans, J., & Kwong, A. S. F. (2022). Father absence and trajectories of offspring mental health across adolescence and young adulthood: Findings from a UK-birth cohort. Journal of Affective Disorders, 314, 150–159. https://doi.org/10.1016/j.jad.2022.07.016

Fajriyanti, A., Safitri, D., & Sujarwo. (2024). Fenomena fatherless di Indonesia. The Indonesian Journal of Social Studies, 7(1), 189–194. https://doi.org/10.26740/ijss.v7n1.p189-194

Firdausiyyah, K. Z. (2025). Resiliensi akademik siswa fatherless: Tinjauan literatur faktor risiko dan faktor protektif di lingkungan sekolah. Jurnal Educazione: Jurnal Pendidikan, Pembelajaran dan Bimbingan dan Konseling, 13(2), 83–94. https://doi.org/10.56013/edu.v13i2.4865

García-Rodríguez, L., Iriarte Redín, C., & Reparaz Abaitua, C. (2023). Teacher-student attachment relationship, variables associated, and measurement: A systematic review. Educational Research Review, 38, 100488. https://doi.org/10.1016/j.edurev.2022.100488

Ginting, P., & Gurning, K. P. (2024). Peran Guru Pendidikan Agama Katolik dalam mengatasi penyimpangan primer pada peserta didik. Edukatif: Jurnal Ilmu Pendidikan, 6(3), 2908–2919. https://doi.org/10.31004/edukatif.v6i3.6837

Igo Lamak, B., & Toron, V. B. (2025). Pendidikan Agama Katolik sebagai sarana pembentukan karakter disiplin: Studi tentang peran keteladanan guru di sekolah. Edukasiana: Jurnal Inovasi Pendidikan, 4(3), 920–931. https://doi.org/10.56916/ejip.v4i3.1605

Ismail, I., Murdiana, S., & Permadi, R. (2024). The influence of fatherless on aggression behavior in adolescents. ARRUS Journal of Social Sciences and Humanities, 4(2), 225–231. https://doi.org/10.35877/soshum2513

Jarman, D. A., Hamam, H. H., & Syarif, N. (2025). Pengaruh fatherless dengan regulasi emosi terhadap resiliensi akademik siswa SMK PGRI 2 Kediri. Jurnal Muria Research Guidance and Counseling, 4(2), 194–204. https://doi.org/10.24176/mrgc.v4i2.15960

Jatiningtyas, K., Rosidin, U., & Yudianto, K. (2024). Overview of fatherless in senior high school adolescents. Indonesian Journal of Global Health Research, 6(5), 2939–2946. https://doi.org/10.37287/ijghr.v6i5.3708

Kause, E. P. P., Siti, S., & Steafany, J. H. (2024). Peran Guru Pendidikan Agama Kristen dalam menangani remaja perempuan yang mengalami fatherless. SESAWI: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen, 5(2), 368–377. https://doi.org/10.53687/sjtpk.v5i2.274

Llistosella, M., Goni-Fuste, B., Martín-Delgado, L., Miranda-Mendizabal, A., Franch Martinez, B., Pérez-Ventana, C., & Castellvi, P. (2023). Effectiveness of resilience-based interventions in schools for adolescents: A systematic review and meta-analysis. Frontiers in Psychology, 14, 1211113. https://doi.org/10.3389/fpsyg.2023.1211113

Nindhita, V., & Pringgadani, E. A. (2023). Fenomena fatherless dari sudut pandang wellbeing remaja (sebuah studi fenomenologi). Cakrawala - Jurnal Humaniora, 23(2), 46–51. https://doi.org/10.31294/jc.v23i2.16983

Nisam, E., Midun, H., & Harmansi, S. (2026). Peran Guru Pendidikan Agama Katolik dalam meningkatkan karakter disiplin dan solidaritas siswa. CREDENDUM: Jurnal Pendidikan Agama, 8(1), 24–40. https://doi.org/10.34150/credendum.v8i1.1201

Nurmalasari, F., Fitrayani, N., Paramitha, W. D., & Azzahra, F. (2024). Dampak ketiadaan peran ayah (fatherless) terhadap pencapaian akademik remaja: Kajian sistematik. Jurnal Psikologi, 1(4), 14. https://doi.org/10.47134/pjp.v1i4.2567

Ola, E. B., Tinenti, H. G., & Kuslin, T. (2026). Peran Guru Agama Katolik dalam menanamkan nilai-nilai budi pekerti kepada siswa SMA di Kota Kupang. CREDENDUM: Jurnal Pendidikan Agama, 8(1), 69–88. https://doi.org/10.34150/credendum.v8i1.1226

Park, G.-R., & Kim, J. (2024). Parental involvement and academic achievement of adolescents: The mediating roles of school adjustment. School Psychology International, 45(4), 447–462. https://doi.org/10.1177/01430343231207134

Raniti, M., Rakesh, D., Patton, G. C., & Sawyer, S. M. (2022). The role of school connectedness in the prevention of youth depression and anxiety: A systematic review with youth consultation. BMC Public Health, 22, 2152. https://doi.org/10.1186/s12889-022-14364-6

Sarfika, R., Saifudin, I. M. M. Y., Sari, I. M., Murni, D., Malini, H., & Abdullah, K. L. (2023). Investigating associations between emotional and behavioral problems, self-esteem, and parental attachment among adolescents: A cross-sectional study in Indonesia. Heliyon, 9(11), e21459. https://doi.org/10.1016/j.heliyon.2023.e21459

Tibo, P., Situmorang, R. T. M., & Simbolon, E. (2023). Peran Guru Pendidikan Keagamaan Katolik dalam meningkatkan karakter disiplin peserta didik SMA St. Antonius Bangun Mulia Medan. Jurnal Penelitian Pendidikan Agama Katolik, 3(2), 150–169. https://doi.org/10.52110/jppak.v3i2.116

Ulmanen, S., Rautanen, P., Soini, T., Pietarinen, J., & Pyhältö, K. (2023). How do teacher support trajectories influence primary and lower-secondary school students' study well-being. Frontiers in Psychology, 14, 1142469. https://doi.org/10.3389/fpsyg.2023.1142469

Widnall, E., Winstone, L., Plackett, R., Adams, E. A., Haworth, C. M. A., Mars, B., & Kidger, J. (2022). Impact of school and peer connectedness on adolescent mental health and well-being outcomes during the COVID-19 pandemic: A longitudinal panel survey. International Journal of Environmental Research and Public Health, 19(11), 6768. https://doi.org/10.3390/ijerph19116768

Yu, Z., Du, Y., Hu, N., Zhang, Y., & Li, J. (2024). Association between parental absence and depressive symptoms in adolescence: Evidence from a national household longitudinal survey. Child Psychiatry & Human Development, 55(2), 405–414. https://doi.org/10.1007/s10578-022-01415-7

Downloads

Published

2026-09-16

How to Cite

Br Ginting, E., & Limbong, N. S. (2026). ADDRESSING FATHERLESSNESS IN SCHOOLS: CATHOLIC RELIGIOUS EDUCATION TEACHERS AT SMA ST. THOMAS 4 BINJAI. SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah , 6(4), 2956–2964. https://doi.org/10.51878/secondary.v6i4.14328

Issue

Section

Articles