EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN QODE (QUESTIONING, ORGANIZING, DOING, EVALUATION) TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS PAI PESERTA DIDIK DI SMK PGRI 4 BANDAR LAMPUNG
DOI:
https://doi.org/10.51878/secondary.v6i3.13464Abstract
ABSTRACT
Critical thinking is an essential competency that should be developed in Islamic Religious Education (PAI). However, previous studies have shown that students' critical thinking skills remain relatively low because classroom instruction is often teacher-centered and emphasizes memorization rather than analysis and problem-solving. This condition highlights the need for learning models that actively engage students in developing critical thinking skills. This study aimed to analyze the effectiveness of the QODE (Questioning, Organizing, Doing, Evaluating) learning model in improving students' critical thinking skills in Islamic Religious Education at SMK PGRI 4 Bandar Lampung. The study employed a quantitative approach using a quasi-experimental method with a Posttest-Only Control Group Design. The sample consisted of 36 students, including 18 students in the experimental class and 18 students in the control class. Data were collected through an essay-based critical thinking test that had met validity and reliability requirements and were analyzed using an independent samples t-test after fulfilling the assumptions of normality and homogeneity. The results indicated that the QODE learning model had no statistically significant effect on students' critical thinking skills, with a significance value of 0.419 (> 0.05). Nevertheless, the mean critical thinking score of the experimental class was higher than that of the control class (insert the actual mean scores, e.g., 78.44 and 74.11). These findings indicate that the QODE learning model has not yet been proven effective in significantly improving students' critical thinking skills in Islamic Religious Education within the context of this study. Therefore, its implementation should be supported by students' readiness, sustained instructional practices, and conducive learning conditions to maximize its potential.
ABSTRAK
Kemampuan berpikir kritis merupakan salah satu kompetensi esensial dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI), namun berbagai penelitian menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kritis peserta didik masih tergolong rendah karena pembelajaran cenderung berpusat pada guru dan lebih menekankan aspek hafalan dibandingkan analisis serta pemecahan masalah. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya penerapan model pembelajaran yang mampu mengoptimalkan keterlibatan peserta didik dalam proses berpikir kritis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas model pembelajaran QODE (Questioning, Organizing, Doing, Evaluating) terhadap kemampuan berpikir kritis peserta didik pada mata pelajaran PAI di SMK PGRI 4 Bandar Lampung. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode quasi experiment dan desain Posttest Only Control Group Design. Sampel penelitian berjumlah 36 peserta didik yang terdiri atas 18 peserta didik pada kelas eksperimen dan 18 peserta didik pada kelas kontrol. Data dikumpulkan melalui tes esai kemampuan berpikir kritis yang telah memenuhi uji validitas dan reliabilitas, kemudian dianalisis menggunakan uji-t setelah memenuhi asumsi normalitas dan homogenitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran QODE tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kemampuan berpikir kritis peserta didik dengan nilai signifikansi sebesar 0,419 (>0,05). Meskipun demikian, rata-rata nilai kemampuan berpikir kritis pada kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol (tambahkan nilai rata-rata sesuai hasil penelitian, misalnya: 78,44 dan 74,11). Temuan ini menunjukkan bahwa model QODE belum memberikan peningkatan yang signifikan secara statistik terhadap kemampuan berpikir kritis peserta didik pada pembelajaran PAI dalam konteks penelitian ini. Oleh karena itu, implementasi model QODE perlu didukung oleh kesiapan peserta didik, penerapan yang berkelanjutan, serta kondisi pembelajaran yang kondusif agar potensi model tersebut dapat dioptimalkan.
Downloads
References
Akhyar, M., Sesmiarni, Z., Febriani, S., & Gusli, R. A. (2024). Penerapan kompetensi profesional guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa. Dirasah: Jurnal Studi Ilmu dan Manajemen Pendidikan Islam, 7(2), 606–618. https://doi.org/10.58401/dirasah.v7i2.1361
Arfian, W. (2024). Implementasi Contextual Teaching and Learning (CTL) untuk meningkatkan critical thinking dalam pembelajaran materi Agama Islam. At-Tarbawi: Jurnal Kajian Kependidikan Islam, 9(1), 55–74.
https://doi.org/10.22515/attarbawi.v9i1.8416
Azzahra, N. T., Ali, S. N. L., & Bakar, M. Y. A. (2025). Teori konstruktivisme dalam dunia pembelajaran. Jurnal Ilmiah Research Student, 2(2), 64–75.
https://doi.org/10.61722/jirs.v2i2.4762
Bakti, R., Saleh, A., & Tannuary, A. (2026). Analisis teori konstruktivisme sosial Vygotsky dalam pembelajaran kolaboratif berbasis teknologi digital. SAKALIMA: Pilar Pemberdayaan Masyarakat Pendidikan, 3(2), 147–160.
https://doi.org/10.70211/sakalima.v3i2.450
Berlian, M., Salsabilla, D., Junaidi, K., & Vebrianto, R. (2023). Pengembangan LKPD IPA untuk meningkatkan keterampilan proses sains: Systematic literature review. Sainsmat: Jurnal Ilmiah Ilmu Pengetahuan Alam, 12(2), 124–140.
https://journal.unm.ac.id/index.php/sainsmat/article/view/7180
Firdaus, A., Sugilar, H., & Aditya, A. H. Z. (2023). Teori konstruktivisme dalam membangun kemampuan berpikir kritis. Gunung Djati Conference Series, 28, 30–38.
https://conferences.uinsgd.ac.id/index.php/gdcs/article/view/1776
Haffifa, A., & Kosim, A. (2023). Pengelolaan sarana dan prasarana laboratorium IPA Madrasah Aliyah Negeri 2 Karawang. Dirasah: Jurnal Studi Ilmu dan Manajemen Pendidikan Islam, 6(1), 41–53. https://doi.org/10.58401/dirasah.v6i1.592
Husen, A., Rahmat, G., & Chadidjah, S. (2026). Analisis teori konstruktivisme terhadap pengembangan pemikiran kritis pada kurikulum Deep Learning. Jurnal Media Akademik (JMA), 4(2). https://doi.org/10.62281/w00eyp96
Kadang, H., & Amaluddin, A. (2025). Pendidikan Agama Islam dan pengembangan critical thinking pada siswa sekolah menengah. Journal of Humanities, Social Sciences, and Education, 1(1), 79–89. https://doi.org/10.64690/jhuse.v1i1.200
Kusuma, T. C., Boeriswati, E., & Supena, A. (2023). Peran guru dalam meningkatkan berpikir kritis anak usia dini. Aulad: Journal on Early Childhood, 6(3), 413–420.
https://doi.org/10.31004/aulad.v6i3.563
Kusumawati, I. T., Soebagyo, J., & Nuriadin, I. (2022). Studi kepustakaan kemampuan berpikir kritis dengan penerapan model PBL pada pendekatan teori konstruktivisme. JURNAL MathEdu (Mathematic Education Journal), 5(1), 13–18.
https://doi.org/10.37081/mathedu.v5i1.3415
Mandar, Y. (2025). Implementasi teori konstruktivisme dalam PAI: Kajian teori Jean Piaget dan Jerome Bruner. Raudhah Proud To Be Professionals: Jurnal Tarbiyah Islamiyah, 10(1), 223–237. https://doi.org/10.48094/raudhah.v10i1.829
Novia, H. (2026). Profil keterampilan berpikir kritis siswa SMA pada materi usaha dan energi: Analisis berdasarkan indikator Facione. Jurnal Pendidikan, Sains, Geologi, dan Geofisika (GeoScienceEd Journal), 7(2), 1672–1676.
https://doi.org/10.29303/goescienceed.v7i2.1929
Ramadani, N., Karim, A. N., Triyaningsih, W., Rahman, A., Suhadi, A., Fatimah, S., & Trisnawati, O. R. (2025). Penggunaan model QODE berbasis kearifan lokal untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa di SD N 2 Bumirejo Kebumen. Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series, 8(3), 1423–1431. https://jurnal.uns.ac.id/SHES/article/view/107400
Rasyidi, A. (2024). Pendidikan Agama Islam dan peningkatan keterampilan berpikir kritis sebagai pengembang pemahaman serta pengamalan ajaran Islam kehidupan sehari-hari. Islamic Education Review, 1(1), 1–21.
https://barkah-ilmi-fiddunya.my.id/ojs/index.php/ier/article/view/11
Rendi, R., Marni, M., Neonane, T., & Lawalata, M. (2024). Peran logika dalam berfikir kritis untuk membangun kemampuan memahami dan menginterpretasi informasi. Sinar Kasih: Jurnal Pendidikan Agama dan Filsafat, 2(2), 82–98.
https://doi.org/10.55606/sinarkasih.v2i2.313
Rezki, M., Hasibuan, S. A., & Fadli, V. P. (2025). Penerapan model pembelajaran Questioning, Organizing, Doing, and Evaluating (QODE) untuk meningkatkan kemampuan literasi matematis siswa kelas VII-9 MTs Negeri 1 Padang Lawas Tahun Ajaran 2024/2025. MUDABBIR Journal Research and Education Studies, 5(2), 2669–2675.
https://jurnal.permapendis-sumut.org/index.php/mudabbir/article/view/1676
Rizkia, A., Zahrotin, A., & Agnafia, D. N. (2024). Efektivitas model pembelajaran QODE dan discovery learning untuk meningkatkan berpikir kritis siswa SMP dalam pelajaran IPA. Nusantara: Jurnal Pendidikan Indonesia, 4(3), 780–793.
https://doi.org/10.14421/njpi.2024.v4i3-12
Subarjo, M. D. P., Suarni, N. K., & Margunayasa, I. G. (2024). Analisis penerapan pendekatan teori belajar konstruktivisme pada kemampuan berpikir kritis siswa sekolah dasar. Ideguru: Jurnal Karya Ilmiah Guru, 9(1), 313–318.
https://jurnal-dikpora.jogjaprov.go.id/index.php/jurnalideguru/article/view/834
Triwulandari, S., & Supardi, U. S. (2022). Analisis inteligensi dan berpikir kritis. Utile: Jurnal Kependidikan, 8(1), 50–61. https://doi.org/10.37150/jut.v8i1.1618
Wulayalin, K. A., Zamhari, M., Ramadanti, W., & Nurjanah, S. (2025). The effect of PjBL-based QODE model on critical thinking and learning achievement of buffer solution topic. IJCER (International Journal of Chemistry Education Research), 9(2), 199–208. https://doi.org/10.20885/ijcer.vol9.iss2.art9
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
















