HUBUNGAN PENGGUNAAN BUKU AJAR SEJARAH BERMUATAN HEGEMONI IDEOLOGI DENGAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS PESERTA DIDIK SMA

Authors

  • Imroatus Sholikhah Universitas Negeri Surabaya
  • Agus Suprijono

DOI:

https://doi.org/10.51878/secondary.v6i3.13297

Abstract

ABSTRACT

Critical thinking is an essential competency in history learning because it enables students to analyze, evaluate, and interpret historical events objectively. However, students' critical thinking skills remain relatively low due to learning practices that are still dominated by memorization and the limited use of learning resources that encourage the analysis of multiple historical perspectives. In addition, history textbooks containing ideological perspectives have the potential to foster critical thinking by presenting diverse viewpoints, yet studies examining their relationship with students' critical thinking skills remain limited. Therefore, this study aimed to analyze the relationship between the use of ideology-based history textbooks and the critical thinking skills of eleventh-grade students at SMA Ta'miriyah Surabaya. This study employed a quantitative approach using an ex post facto design. The sample consisted of 29 students selected through purposive sampling. Data were collected using a questionnaire measuring students' perceptions of ideology-based history textbooks and a critical thinking skills test. The data were analyzed using descriptive statistics, prerequisite tests, correlation analysis, and simple linear regression. The findings indicate that students' positive perceptions of the use of ideology-based history textbooks are associated with better critical thinking skills. The use of these textbooks contributes to students' ability to interpret, analyze, evaluate, draw conclusions, provide explanations, and reflect critically on historical information, although other factors also influence these skills. The study concludes that the use of ideology-based history textbooks has a positive relationship with students' critical thinking skills and can serve as an alternative learning resource to support history instruction that promotes higher-order thinking skills.

ABSTRAK

Kemampuan berpikir kritis merupakan kompetensi esensial dalam pembelajaran sejarah karena memungkinkan peserta didik menganalisis, mengevaluasi, dan menginterpretasikan berbagai peristiwa sejarah secara objektif. Namun, kemampuan berpikir kritis peserta didik masih relatif rendah akibat pembelajaran yang cenderung berorientasi pada hafalan serta belum optimalnya pemanfaatan sumber belajar yang mampu mendorong analisis terhadap berbagai perspektif sejarah. Di sisi lain, penggunaan buku ajar sejarah bermuatan ideologi berpotensi membangun kemampuan berpikir kritis melalui penyajian sudut pandang yang beragam, tetapi kajian mengenai hubungannya dengan kemampuan berpikir kritis peserta didik masih terbatas. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara penggunaan buku ajar sejarah bermuatan ideologi dengan kemampuan berpikir kritis peserta didik kelas XI SMA Ta'miriyah Surabaya. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis ex post facto. Sampel penelitian terdiri atas 29 peserta didik yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui angket persepsi penggunaan buku ajar sejarah bermuatan ideologi dan tes kemampuan berpikir kritis, kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif, uji prasyarat, analisis korelasi, dan regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi positif peserta didik terhadap penggunaan buku ajar sejarah bermuatan ideologi berkaitan dengan kemampuan berpikir kritis yang lebih baik. Penggunaan buku ajar tersebut turut memberikan kontribusi terhadap pengembangan kemampuan peserta didik dalam menginterpretasikan, menganalisis, mengevaluasi, menarik kesimpulan, memberikan penjelasan, serta merefleksikan informasi sejarah secara kritis, meskipun masih terdapat faktor lain yang memengaruhi kemampuan tersebut. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penggunaan buku ajar sejarah bermuatan ideologi memiliki hubungan positif dengan kemampuan berpikir kritis peserta didik sehingga dapat menjadi salah satu alternatif dalam mendukung pembelajaran sejarah yang mendorong terbentuknya kemampuan berpikir tingkat tinggi.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Abidin, R., & Agustina, E. (2025). Membaca masa lalu, menulis masa depan: Pendidikan sejarah sebagai aksi kritis. Danadyaksa Historica, 5(2), 90–103. https://jurnal.um-palembang.ac.id/JDH/article/view/10393

Addina, N., & Hanif, M. (2025). Pendidikan dan kekuasaan: Antara pembebasan dan dominasi perspektif Michel Foucault, Pierre Bourdieu, dan Paulo Freire. Jurnal Inovasi Penelitian Ilmu Pendidikan Indonesia, 196–210.

https://jipipi.org/index.php/jipipi/article/view/64

Anwar, A., Santoso, A., Martutik, M., & Alifian, M. A. (2024). Praktik sosiokultural hegemoni dalam buku teks Bahasa Indonesia SMA kelas XII Kurikulum 2013. Hortatori: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 8(2), 312–321.

https://journal.unindra.ac.id/index.php/hortatori/article/view/3482

Arsyad, M. N., & Amalia, R. (2026). Museum sebagai arena hegemoni kultural: Analisis representasi kekuasaan dan nasionalisme di Museum Brawijaya dalam pembelajaran mata kuliah hegemoni dunia. Maharsi: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi, 8(1), 317–327. https://doi.org/10.33503/maharsi.v8i1.3194

Asnia, A., & Ningsih, T. W. R. (2023). Etnis Tionghoa di Indonesia dalam pandangan sejarah: Studi representasi pada buku teks pelajaran sejarah Indonesia SMA Kurikulum 2013. Historia: Jurnal Pendidik dan Peneliti Sejarah, 6(2), 193–204.

https://doi.org/10.17509/historia.v6i2.59968

Bariyah, E. M., Hidayatullah, I., & Jaenudin, E. (2022). Efektivitas penggunaan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) terhadap kemampuan berpikir kritis peserta didik pada mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam. Jurnal Jendela Pendidikan, 2(2), 284–294. https://doi.org/10.57008/jjp.v2i02.163

Firmansyah, H. (2024). Analisis penerapan pendekatan pembelajaran inkuiri dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis pada mata pelajaran sejarah. Innovative: Journal of Social Science Research, 4(3), 7832–7842.

https://doi.org/10.31004/innovative.v4i3.11189

Hakim, A. N., Kusumawati, A., Sakti, Y. B. H., & Qoimatun, I. (2023). Tingkat stres dan pencapaian kompetensi mahasiswa program profesi dokter: Penelitian kuantitatif dan kualitatif. Jurnal Kedokteran dan Kesehatan, 19(2), 173–186.

https://doi.org/10.24853/jkk.19.2.173-186

Harningsih, A. Z., & Suprijono, A. (2024). Pengaruh pembelajaran berdiferensiasi berbasis Problem Based Learning dan media pembelajaran Lumio terhadap kemampuan berpikir kritis peserta didik dalam pembelajaran sejarah kelas X MAN 1 Jombang. Avatara: Jurnal Pendidikan Sejarah, 15(3).

https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/avatara/article/view/62349

Kollo, N., & Suciptaningsih, O. A. (2024). Keterampilan berpikir kritis siswa melalui penerapan Kurikulum Merdeka. JIIP: Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, 7(2), 1452–1456. https://doi.org/10.54371/jiip.v7i2.3845

Labib, A. L. (2026). Sekolah sebagai ruang hegemoni ideologis: Analisis pendidikan dalam perspektif Antonio Gramsci. JUPEIS: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sosial, 5(1), 202–206. https://doi.org/10.57218/jupeis.Vol5.Iss1.2211

Lestari, C. A., Lestari, A. D., Magfirah, I., & Susilawati, S. (2025). Peran bahan ajar, media, dan sumber belajar: Kunci sukses dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam. At-Thullab: Jurnal Mahasiswa Studi Islam, 7(1), 1–21.

https://journal.uii.ac.id/thullab/article/view/37725

Muliana, G. H., & Arsal, A. F. (2022). Analisis kebutuhan bahan ajar mahasiswa pada mata kuliah ekologi tumbuhan. Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, 8(23), 434–441. https://jurnal.peneliti.net/index.php/JIWP/article/view/3082

Nadhiroh, S., & Anshori, I. (2023). Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar dalam pengembangan kemampuan berpikir kritis pada pembelajaran pendidikan agama Islam. Fitrah: Journal of Islamic Education, 4(1), 56–68. https://jurnal.staisumatera-medan.ac.id/index.php/fitrah/article/view/292

Nuraeni, L. S., Hafsyah, H., & Nurdin, N. (2024). Literatur review: Pengembangan bahan ajar matematika berbasis proyek untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis. JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA, 4(2), 352–365.

https://doi.org/10.53299/jagomipa.v4i2.652

Sahertian, E. A. E., Rikumahu, M. C. E., Manuhutu, V., Sopaheluwakan, J. E., & Huwae, A. (2024). Efikasi diri akademik sebagai mediator pengaruh dukungan sosial terhadap stres akademik pada mahasiswa rantau. Bulletin of Counseling and Psychotherapy, 6(2). https://journal.kurasinstitute.com/index.php/bocp/article/view/961

Shafina, V., & Mukhlis, M. (2025). Persepsi siswa terhadap pembelajaran Bahasa Indonesia berdiferensiasi pada Kurikulum Merdeka di SMAN 11 Pekanbaru. Ideguru: Jurnal Karya Ilmiah Guru, 10(1), 147–157.

https://jurnal-dikpora.jogjaprov.go.id/index.php/jurnalideguru/article/view/1088

Sumargono, S., & Aprilia, T. (2022). Kemampuan berpikir kritis siswa pada mata pelajaran sejarah. Kemampuan Berpikir Kritis Siswa pada Mata Pelajaran Sejarah, 9(3), 141–149. http://repository.lppm.unila.ac.id/48659/

Supriatna, N., & Pageh, I. M. (2022). Living museum sebagai sumber pembelajaran sejarah (Comparative studies in Bali and West Java). Jurnal Teori dan Praksis Pembelajaran IPS, 7(1), 42–58. https://doi.org/10.17977/um022v7i22022p42

Susanto, H., & Purwanta, H. (2022). Analisis pola narasi reflektif buku teks sejarah SMA untuk pencapaian empati sejarah. Yupa: Historical Studies Journal, 6(1), 45–62.

https://jurnal.fkip.unmul.ac.id/index.php/yupa/article/view/1066

Downloads

Published

2026-07-15

How to Cite

Sholikhah, I., & Suprijono, A. (2026). HUBUNGAN PENGGUNAAN BUKU AJAR SEJARAH BERMUATAN HEGEMONI IDEOLOGI DENGAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS PESERTA DIDIK SMA. SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah , 6(3), 1906=1917. https://doi.org/10.51878/secondary.v6i3.13297

Issue

Section

Articles