PENERAPAN KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH BERWAWASAN MULTIKULTURAL DALAM PENCEGAHAN KEKERASAN SISWA

Authors

  • Syahril Rizal S Universitas Cenderawasih
  • Petrus Irianto Universitas Cenderawasih
  • Diki Kurniawan Universitas Cenderawasih
  • Kusdianto Kusdianto Universitas Cenderawasih
  • Tanta Tanta Universitas Cenderawasih
  • Robert Masreng Universitas Cenderawasih
  • Yulius Mataputun Universitas Cenderawasih

DOI:

https://doi.org/10.51878/secondary.v6i3.10797

Abstract

Complex sociocultural challenges and ethnic heterogeneity in the vocational high school environment in Papua often trigger the emergence of violence between students. This study aims to analyze in depth the implementation of multicultural leadership of the principal to prevent violence at SMKS YPK TIK Serui, Yapen Islands Regency. The focus of the study includes the development of democratic attitudes, internalization of the diversity paradigm, enforcement of anti-discrimination principles, and development of gender sensitivity. The research method used is a mixed method explanatory sequential design through the distribution of questionnaires to fifty student respondents and interviews with nine key informants. Quantitative findings show that multicultural leadership indicators are in the moderate category, with an anti-discrimination score of 66.91%, diversity paradigm 63.20%, gender sensitivity 62.80%, and democratic attitudes 58.60%. The novelty of this study lies in the integration of Papuan local wisdom, namely Three Stones One Furnace, into the school managerial system. Supporting factors include foundation support, while obstacles include the influence of alcohol. As a result, physical violence was successfully reduced by 62.7%, but a new challenge emerged in the form of digital violence, which increased by 67%. The study's conclusions confirm that multicultural leadership based on restorative justice is highly effective in significantly reducing physical aggression. However, educational institutions need to strengthen systemic multicultural digital literacy strategies to address the increasingly complex dynamics of violence in the digital era and to create sustainable school harmony.

ABSTRAK

Tantangan sosiokultural dan heterogenitas etnis yang kompleks di lingkungan Sekolah Menengah Kejuruan wilayah Papua sering kali memicu munculnya fenomena kekerasan antarsiswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam penerapan kepemimpinan kepala sekolah berwawasan multikultural guna mencegah kekerasan di SMKS YPK TIK Serui, Kabupaten Kepulauan Yapen. Fokus kajian meliputi pembangunan sikap demokratis, internalisasi paradigma keragaman, penegakan prinsip anti-diskriminasi, serta pengembangan sensitivitas gender. Metode penelitian yang digunakan adalah metode campuran desain sekuensial eksplanatori melalui penyebaran angket kepada lima puluh responden siswa dan wawancara sembilan informan kunci. Temuan kuantitatif menunjukkan indikator kepemimpinan multikultural berada pada kategori sedang, dengan skor anti-diskriminasi 66,91%, paradigma keragaman 63,20%, sensitivitas gender 62,80%, serta sikap demokratis 58,60%. Kebaruan penelitian ini terletak pada integrasi kearifan lokal Papua yakni Tiga Batu Satu Tungku ke dalam sistem manajerial sekolah. Faktor pendukung melibatkan dukungan yayasan, sementara hambatan mencakup pengaruh minuman keras. Dampaknya, kekerasan fisik berhasil ditekan hingga tingkat 62,7%, namun muncul tantangan baru berupa kekerasan digital sebesar 67%. Simpulan penelitian menegaskan bahwa kepemimpinan multikultural berbasis keadilan restoratif sangat efektif dalam mereduksi agresi fisik secara signifikan, akan tetapi institusi pendidikan memerlukan penguatan strategi literasi digital multikultural yang sistemik untuk menghadapi dinamika kekerasan di era digital yang semakin kompleks demi terciptanya harmonisasi sekolah secara berkesinambungan.

 

 

Downloads

Download data is not yet available.

References

Anwar, M. (2022). Ketimpangan aksesibilitas pendidikan dalam perspektif pendidikan multikultural. Foundasia, 13(1). https://doi.org/10.21831/foundasia.v13i1.45678

Braun, V., & Clarke, V. (2022). Thematic analysis: A practical guide. SAGE Publications. https://uk.sagepub.com/en-gb/eur/thematic-analysis/book248481

Bukhori, N., Islamiyah, A., Nazifa, S. I., & Kurnia, R. (2025). Peran orang tua, guru dan manajemen sekolah dalam mencegah perilaku bullying. Jurnal Basicedu, 9(6), 1810–1818. https://doi.org/10.31004/basicedu.v9i6.10839

Creswell, J. W., & Creswell, J. D. (2023). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (6th ed.). SAGE Publications.

Daulay, I., Hidayat, R., & Harahap, S. M. (2025). Pendidikan multikultural untuk mencegah bullying etnosentrisme di pondok pesantren. Jurnal Pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, Dan Inovasi, 5(1). https://doi.org/10.59818/jpi.v5i1.1065

de Vicente Abad, A. (2023). Restorative practices in educational settings: A systematic review. Frontiers in Education, 8, 1520137. https://doi.org/10.3389/feduc.2025.1520137

Fuaddah, D., Ambarwati, R., Afidah, M., Rusiana, K. N., Jati, T. I. J. I., & Fathoni, T. (2024). Kepemimpinan inklusif kepala sekolah dalam menjaga kerukunan dan moderasi beragama di sekolah. Social Science Academic, 3(1), 37–52. https://doi.org/10.37680/ssa.v2i2.6299

Gorski, P. C. (2012). Instructional leadership for equity and social justice. Journal of School Leadership, 22(1). https://doi.org/10.1177/105268461202200101

Handyani, N. N. L. (2021). Pengaruh model pembelajaran resolusi konflik terhadap prestasi belajar IPS dengan kovariabel sikap multikultur. Qalam: Jurnal Ilmu Kependidikan, 10(2), 111–123. https://doi.org/10.33751/qalam.v10i2.3456

Harsoyo, R. (2026). Teori kepemimpinan transformasional Bernard M. Bass dan aplikasinya dalam peningkatan mutu pendidikan multikultural di Sorong. Jurnal Kependidikan Islam, 16(1), 15–28. https://jurnalftk.uinsa.ac.id/index.php/JKPI/article/view/5110

Hasfiana, Syarifuddin Ondeng, & Rahman, U. (2026). Population and sample as methodological basis in educational research. INTERDISIPLIN: Journal of Qualitative and Quantitative Research, 3(1), 35–50. https://doi.org/10.61166/interdisiplin.v3i1.145

Hayati, S., Mubin, N., & Gumohung, A. (2023). Implementasi pendidikan multikultural dalam menghadapi globalisasi di era modern. Merdeka: Jurnal Ilmiah Multidisiplin, 1(2), 23–32. https://doi.org/10.62017/merdeka.v3i2.6548

Ifnaldi, I., Sartika, D., & Hadijaya, Y. (2025). Kepemimpinan dalam pendidikan multikultural. TA'LIM: Jurnal Studi Pendidikan Islam, 8(1), 91–106. https://doi.org/10.52166/talim.v8i1.8787

Irianto, P., & Albaiti, A. (2024). Program Kebinekaan Global: Penyuluhan dan penerapan sekolah damai untuk menumbuhkan sikap positif peserta didik. Jurnal Abdi Pendidikan, 5(1), 29–39. https://doi.org/10.33330/jabdi.v5i1.9999

Islakh, A. N., Pujianto, P., & Adibah, I. Z. (2025). Peran kepala sekolah dalam pengembangan kurikulum PAI berbasis multikultural. LEARNING: Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan Dan Pembelajaran, 5(2), 982–992. https://doi.org/10.51878/learning.v5i2.6440

Istianah, A., Darmawan, C., Sundawa, D., & Fitriasari, S. (2024). Peran pendidikan kebinekaan dalam pendidikan kewarganegaraan untuk menciptakan lingkungan sekolah yang damai. Jurnal Moral Kemasyarakatan, 9(1), 15–29. https://doi.org/10.21067/jmk.v9i1.10192

Khabibullah, M., Alimin, & Sholahuddin, G. M. I. (2024). Tahapan dan langkah-langkah penerapan mixed method research (MMR) dalam penelitian pendidikan. Qomaruna: Journal of Multidisciplinary Studies, 2(1), 69–86. https://doi.org/10.62048/qjms.v2i1.55

KPAI. (2024). Laporan prevalensi dan bentuk kekerasan pada satuan pendidikan menengah kejuruan di Indonesia. Komisi Perlindungan Anak Indonesia. https://www.kpai.go.id/publikasi

Kristiyanto, D., & Dhewantoro, H. N. S. (2026). Menjembatani keberagaman: Peran demokrasi dalam mewujudkan multikulturalisme di Indonesia. Journal Governance and Politics (JGP), 5(2), 55-62. https://e-journal.iyb.ac.id/index.php/jgp/article/view/491

Kustomo, Firman, & Prianto, A. (2025). Pengaruh kepemimpinan multikultural kepala sekolah terhadap implementasi kurikulum inklusif di sekolah dasar. Inovasi: Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan, 5(1), 597–606. https://doi.org/10.55606/inovasi.v5i1.5303

Laili, A., & Hidayah, N. (2025). Strategi pendidikan karakter sebagai upaya preventif dan kuratif untuk mencegah bullying terhadap anak usia dini. YASIN, 5(5), 5089–5104. https://doi.org/10.58578/yasin.v5i5.7259

Mamoribo, V. D. A. (2026). Laporan internal kepemimpinan multikultural dan evaluasi sekolah ramah anak SMKS YPK TIK Serui. SMKS YPK TIK Serui. https://smksypktikserui.sch.id/

Mataputun, Y. (2022). Kepemimpinan multikultural di sekolah: Teori dan praktik dalam konteks Papua. UNCEN Press.

Medlama, M. (2026, February 3). Dinas Pendidikan Papua dorong pembinaan mental cegah tawuran pelajar. RRI News Jayapura. https://rri.co.id/jayapura/regional/2155019/

Mudgal, S. K., Sharma, S. K., Gaur, R., et al. (2026). Sample size estimation in mixed methods research: Balancing quantitative power and qualitative saturation. Journal of Medical Evidence, 7, e000036. https://doi.org/10.1136/jmev-2026-000036

Mumthaza, S., Cholily, Y. M., Pantiwati, Y., & Rahardjanto, A. (2026). Character strengthening strategies for Indonesian students in the digital era: Literature review. Tadris: Jurnal Keguruan Dan Ilmu Tarbiyah, 11(1), 1–11. https://doi.org/10.24042/tadris.v11i1.29618

Munawwarah, F., Sa'diyah, H., Timamah, I., & Jannah, F. (2025). Essential components of quantitative research: A guide for beginner researchers. INTERDISIPLIN: Journal of Qualitative and Quantitative Research, 2(1), 53–62. https://doi.org/10.61166/interdisiplin.v2i1.63

Nur Rahayu, R. (2024). Manajemen kepemimpinan kepala sekolah perempuan dalam meningkatkan mutu tenaga pendidik. Jurnal Elemen, 10(2), 423-428. https://doi.org/10.23887/jear.v8i2.67089

Pratama, R. (2023). Multicultural education management strategies to promote tolerance and diversity in the school environment. Journal of Educational Management, 12(1), 45–56. https://www.researchgate.net/publication/399524067

Prayitno. (2024). Kepemimpinan kepala sekolah berwawasan multikultural dalam pencegahan intoleransi: Studi kasus SMAN 1 Tiom, Kabupaten Lanny Jaya. Jurnal Studi Guru dan Pembelajaran, 7(1). https://doi.org/10.30605/jsgp.v7i1.8256

Prayoga, D. A. (2024). Implementasi gaya kepemimpinan demokratis di lembaga swadaya masyarakat (Periode 2021-2025) [Skripsi, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta]. https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/70277/

Rais, R. (2025). Multicultural education management strategies to promote tolerance and diversity in the school environment. Gestion Educativa Journal, 2(2), 9–17. https://doi.org/10.62872/wch9k693

Saleh, M. N. I., Hanum, F., & Rukiyati. (2025). Stakeholders’ perspectives on whole-school approaches to prevent and address bullying and cyberbullying in Indonesian high schools. Social Sciences & Humanities Open, 12, 102336. https://doi.org/10.1016/j.ssaho.2025.102336

Saputra, A. D. (2022). Integrasi nilai kearifan lokal dalam pendidikan multikultural di Tanah Papua (Studi kasus di Sekolah Dasar Inpres I Arso 2 Kabupaten Keerom) [Tesis, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang]. http://etheses.uin-malang.ac.id/40363/

Selian, S. N., & Restya, W. P. D. (2024). Peran kepala sekolah dalam mengatasi bullying di sekolah. Ideguru: Jurnal Karya Ilmiah Guru, 9(2), 531–539. https://doi.org/10.51169/ideguru.v9i2.751

Sinaga, N. S., Aprilinda, D., & Budiman, A. P. (2021). Konsep kepemimpinan transformasional. Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia, 1(7), 840–846. https://doi.org/10.59141/cerdika.v1i7.123

Sugiyono. (2022). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D (Edisi ke-2). Alfabeta.

Sulianti, N. M., Kasdiyanto, D. Y., & Febriyanto. (2023). Peran guru dalam menanamkan sikap toleransi siswa melalui pembelajaran PKn di MTS Raudlatul Hasaniyah. Jurnal Pendidikan Sosial dan Konseling, 1(2), 23–32. https://doi.org/10.51878/educational.v6i2.10066

Suprapto, R. I. T., Hariyati, N., Dewi, U., Khamidi, A., & Amalia, K. (2024). Pengaruh kepemimpinan transformasional kepala sekolah terhadap pendidikan multikultural. Jurnal Ilmiah Global Education, 5(4), 1940–1953. https://doi.org/10.55681/jige.v5i4.3334

Susantyo, B. (2024). Faktor-faktor penyebab perilaku agresi pada budaya perang suku masyarakat tradisional di Papua. Jurnal Diversita, 7(1), 121-132. https://doi.org/10.31289/diversita.v7i1.4856

Together for Girls. (2026). School-related gender-based violence: Achieving systemic, sustainable change with youth. Rise Up Policy Brief. https://www.togetherforgirls.org/en/resources/srgbv-2026

Toyon, M. A. S. (2021). Explanatory sequential design of mixed methods research: Phases and challenges. International Journal of Research in Business and Social Science, 10(5), 253-260. https://doi.org/10.20525/ijrbs.v10i5.1262

UNESCO. (2023). Cultural proficiency and digital education: Bridging social gaps in multicultural classrooms. UNESCO Digital Library. https://unesdoc.unesco.org/ark:/48223/pf000038

Vassallo, B. (2022). Multicultural education leadership: A qualitative study on school leadership praxis in Malta. The Online Journal of New Horizons in Education, 12(4), 31–47. https://tojned.net/journals/tojned/articles/v12i04/v12i04-04.pdf

Yosep, I., Hikmat, R., & Mardhiyah, A. (2023). School-based nursing interventions for preventing bullying and reducing its incidence on students: A scoping review. International Journal of Environmental Research and Public Health, 20(2), 1577. https://doi.org/10.3390/ijerph20021577

Downloads

Published

2026-05-18

How to Cite

S, S. R., Irianto, P., Kurniawan, D., Kusdianto, K., Tanta, T., Masreng, R., & Mataputun, Y. (2026). PENERAPAN KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH BERWAWASAN MULTIKULTURAL DALAM PENCEGAHAN KEKERASAN SISWA. SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah , 6(3), 1186–1202. https://doi.org/10.51878/secondary.v6i3.10797

Issue

Section

Articles