STRATEGI EDUKATIF DALAM MENINGKATKAN KESADARAN PENGUATAN IDENTITAS BUDAYA MELALUI PELESTARIAN BAHASA SUNDA DI ERA DIGITAL

Authors

  • Kinta Duanty Universitas Tarumanagara
  • Dhaifin Nur Shadrina Universitas Tarumanagara
  • Riri Choirut Nisa Universitas Tarumanagara
  • Dinda Zahra Ningtyas Universitas Tarumanagara
  • Shalika Fatimah Zahra Universitas Tarumanagara
  • Jap Tji Beng Universitas Tarumanagara

DOI:

https://doi.org/10.51878/paedagogy.v5i3.7760

Keywords:

Pelestarian Bahasa Sunda, Era Digital, Identitas Budaya, Meningkatkan Kesadaran, Strategi Edukatif

Abstract

The Sundanese language, as part of Indonesia's cultural identity, has experienced a decline in the number of speakers, especially among the younger generation due to the influence of globalization, the dominance of Indonesian and foreign languages, and changes in communication patterns in the digital age. This study aims to examine the preservation strategies for the Sundanese language through digital technology and to identify the obstacles encountered in the process. This study uses a scoping review method based on the PRISMA framework. The researcher collected six scholarly articles through Google Scholar using the PCC (population, concept, context) criteria, then conducted selection, data extraction, and analysis based on the relevance of the topic of Sundanese language preservation in the digital era. The results show the use of digital technology through social media (Instagram, TikTok, YouTube), learning sites such as learningsundanese.com, voice-based dictionary applications, and augmented reality media. Social media is used to disseminate creative content such as Rebo Nyunda and Sundanese language parodies, while websites and applications provide interactive learning. However, obstacles such as limited ideas, technical issues, low public interest, and the perception that digitization may diminish cultural value are encountered. Several ways to preserve the Sundanese language in the digital age include: (a) developing digital content that is engaging and culturally appropriate for Sundanese, (b) developing user-friendly media for independent use, and (c) using media that makes language learning more enjoyable. Collaboration between the government, educators, and digital creators, along with the promotion of digital literacy and cultural pride among the younger generation, has proven effective in supporting the preservation of regional languages.

ABSTRAK

Bahasa Sunda sebagai bagian dari identitas budaya Indonesia mengalami penurunan jumlah penutur, terutama di kalangan generasi muda akibat pengaruh globalisasi, dominasi bahasa Indonesia dan bahasa asing, serta perubahan pola komunikasi di era digital. Penelitian ini bertujuan mengkaji strategi pelestarian Bahasa Sunda melalui teknologi digital dan mengidentifikasi hambatan yang dihadapi dalam proses tersebut. Penelitian ini menggunakan metode scoping review berdasarkan kerangka PRISMA. Peneliti mengumpulkan enam literatur ilmiah melalui Google Scholar menggunakan kriteria PCC (population, concept, context), kemudian melakukan seleksi, ekstraksi data, dan analisis berdasarkan kesesuaian topik pelestarian Bahasa Sunda di era digital. Hasil penelitian menunjukkan pemanfaatan teknologi digital melalui media sosial (Instagram, TikTok, YouTube), situs pembelajaran seperti learningsundanese.com, aplikasi kamus berbasis suara, serta media augmented reality. Media sosial digunakan untuk menyebarkan konten kreatif seperti Rebo Nyunda dan parodi Bahasa Sunda, sementara situs dan aplikasi menyediakan pembelajaran interaktif. Namun, terdapat hambatan seperti keterbatasan ide, masalah teknis, rendahnya minat masyarakat, dan anggapan bahwa digitalisasi dapat mengurangi nilai budaya. Beberapa cara pelestarian bahasa Sunda di era digital antara lain: (a) pengembangan konten digital yang menarik dan sesuai budaya Sunda, (b) pengembangan media yang mudah digunakan secara mandiri, dan (c) penggunaan media yang menyenangkan dalam pembelajaran bahasa. Kolaborasi antara pemerintah, pendidik, dan kreator digital, serta peningkatan literasi digital dan kebanggaan budaya di kalangan generasi muda terbukti efektif mendukung pelestarian bahasa daerah.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Anindyatri, A. O., & Mufidah, I. (2020). Gambaran kondisi vitalitas Bahasa Indonesia di Indonesia. Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

http://repositori.kemendikdasmen.go.id/id/eprint/22796

Aljamaliah, S. N. M., & Darmadi, D. M. (2021). Penggunaan bahasa daerah (Sunda) di kalangan remaja dalam melestarikan bahasa nasional untuk membangun jati diri bangsa. Jurnal Ilmiah Sarasvati: Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya, 3(2), 123–135. https://doi.org/10.30742/sv.v3i2.1740

Guntara, R. G., Nuryadin, A., & Hartanto, B. (2021). Pemanfaatan google speech to text untuk aplikasi pembelajaran kamus Bahasa Sunda pada platform mobile android. Justek?: Jurnal Sains dan Teknologi, 4 (1), 10. https://doi.org/10.31764/justek.v4i1.4455

Kaharuddin, K., Kaharuddin, M. N., & Kaharuddin, N. N. (2024). Penetrasi bahasa dan ancaman kepunahan bahasa daerah di era komunikasi digital di Provinsi Sulawesi Selatan (Trans.). Jurnal Idiomatik: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 7(1), 1–14. https://doi.org/10.46918/idiomatik.v7i1.2303

Munn, Z., Peters, M. D. J., Stern, C., Tufanaru, C., McArthur, A., & Aromataris, E. (2018). Systematic review or scoping review? Guidance for authors when choosing between a systematic or scoping review approach. BMC Medical Research Methodology, 18(1), 143. https://doi.org/10.1186/s12874-018-0611-x

Mulyati, D., Khairul, A., & Rahmawati, E. (2019). Perancangan Aplikasi Pengenalan Bahasa Sunda Berbasis Android. Journal of Information Engineering and Educational Technology, 2(2), 101. https://doi.org/10.26740/jieet.v2n2.p101-108

Naibaho, F. R. (2023). The most fundamental education conflict in Indonesia: A systematic literature review. IJIET (International Journal of Indonesian Education and Teaching), 7 (1), 100–113. https://doi.org/10.24071/ijiet.v7i1.4981

Nugraha, H. S., Sutisna, A., Garsela, F., Sari, E. E., & Dzakiah, S. N. (2025). Penerapan media augmented reality dalam pembelajaran tata krama bahasa Sunda pada siswa SMP Alfa Centauri kota Bandung. Diglosia: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya, 8(2), 459–472. https://doi.org/10.30872/diglosia.v8i2.1202

Nurjanah, N., & Srihilmawati, R. (2025). Revitalisasi bahasa, sastra, dan budaya Sunda melalui learningsundanese.com sebagai media digital pelestarian kearifan lokal. LEARNING?: Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran, 5(1), 83–91. https://doi.org/10.51878/learning.v5i1.4436

Pramswari, L. P. (2014). Pembelajaran Bahasa Sunda Di Wilayah Perbatasan: Dilema Implementasi Kurikulum 2013. Mimbar Sekolah Dasar, 1(2). https://doi.org/10.17509/mimbar-sd.v1i2.884

Pun, R. (2024). UNESCO: Setiap Dua Minggu, Satu Bahasa Daerah Punah di Dunia. PORTAL JABARPROVGOID. https://www.jabarprov.go.id/berita/unesco-setiap-dua-minggu-satu-bahasa-daerah-punah-di-dunia-12944

Rahman, A. (2016). Pengaruh bahasa daerah terhadap hasil belajar Bahasa Indonesia peserta didik kelas 1 SD Inpres Maki Kecamatan Lamba-leda Kabupaten Manggarai Timur. AULADUNA: Jurnal Pendidikan Dasar Islam, 3(2), 77–79. https://doi.org/10.24252/auladuna.v3i2a3.2016

Rahmawati, Fasya, M., & Sudana, U. (2022). Vitalitas bahasa ibu di ruang virtual: Studi sosiolinguistik tentang pemertahanan Bahasa Sunda di kanal youtube fiksi. SUAR BETANG, 17(2), 261–278. https://doi.org/10.26499/surbet.v17i2.437

Rahmawati, S. D., & Wibowo, R. A. (2024). Pemertahanan Bahasa Sunda pada konten parodi dalam akun tiktok @iggydzu. ALINEA?: Jurnal Bahasa, Sastra dan Pengajarannya, 4(1), 115–122. https://doi.org/10.58218/alinea.v4i1.615

Rani, I., & Arief Fiddienika. (2024). Ancaman pergeseran bahasa daerah dalam era globalisasi: tinjauan kasus di kabupaten Barru. Jurnal Bastra (Bahasa Dan Sastra), 9(4), 723–732. https://doi.org/10.36709/bastra.v9i4.533

Rhamadona, F., & Zahara, A. (2025). Ancaman kepunahan bahasa daerah di era digital. Jurnal Ilmiah Bahasa dan Sastra, 2(1), 99–102. https://jurnal.inovasipendidikankreatif.com/index.php/BASAYA/article/view/36/40

Rizky, A. M., Simanjuntak, R., & Pane, M. D. (2025). Pengaruh era digital terhadap pelestarian bahasa Indonesia. Jurnal Sains, Inovasi, dan Digitalisasi (SIDU), 4(1), 285–292. https://doi.org/10.58192/sidu.v4i1.3196

Sena, I. G. M. W. (2019). Memberdayakan penggunaan bahasa daerah melalui budaya literasi digital. Prosiding Konferensi Nasional "Sastra, Bahasa, dan Budaya". http://proceedings.penerbit.org/index.php/PN/article/view/346

Salsabilla, Z., & Setiawati, S. D. (2024). Pengelolaan konten Rebo Nyunda sebagai upaya pelestarian Bahasa Sunda (Studi kasus pada media sosial instagram @disbudpar.bdg). INNOVATIVE: Journal of Social Science Research, 4(5). https://j-innovative.org/index.php/Innovative/article/view/15165

Samiaji, M. H. (2024). Rapor merah: Bahasa daerah di Indonesia akan punah! Badan Pengembangan Dan Pembinaan Bahasa. https://bahasa-dev.kemendikdasmen.go.id/artikel-detail/4160/rapor-merah:-bahasa-daerah-di-indonesia-akan-punah

Saptarianto, H., Deviani, S., Anah, S. I., & Noviyanti, I. (2024). Menghadapi tantangan era digital: Strategi integrasi media sosial, literasi digital dan inovasi bisnis. Jurnal Manuhara: Pusat Penelitian Ilmu Manajemen Dan Bisnis, 2(3), 128–139. https://doi.org/10.61132/manuhara.v2i3.955

Tamasyah, B. R. (2018). Kamus Undak Usuk Basa Sunda: Sareng Conto Larapna dina Kalimah (13th ed.). Bandung: CV Geger Sunten.

Wagiati, Darmayanti, N., & Zein, D. (2022). Sikap berbahasa dan peran generasi milensial terhadap pemertahanan Bahasa Sunda di Kabupaten Ciamis, Provinsi Jawa Barat. Metahumaniora, 12(3), 271–279. https://doi.org/10.24198/metahumaniora.v12i3.38650

Widiasih, R., Susanti, R. D., Mambang Sari, C. W., & Hendrawati, S. (2020). Menyusun protokol penelitian dengan pendekatan SETPRO: Scoping review. Journal of Nursing Care, 3(3). https://doi.org/10.24198/jnc.v3i3.28831

Wusqo, S. U., & Maelani, L. (2022). Penggunaan Bahasa Sunda pada mahasiswa PBSI UIN Syarif Hidayatullah Jakarta (Tinjauan sosiolinguistik). Jurnal Bastrindo, 3(1), 43–52. https://doi.org/10.29303/jb.v3i1.378

Yohantho, S. (2025). Masa depan bahasa daerah. Badan Pengembangan Dan Pembinaan Bahasa. https://bahasa-dev.kemendikdasmen.go.id/artikel-detail/4540/masa-depan-bahasa-daerah

Downloads

Published

2025-12-02

How to Cite

Duanty, K., Nur Shadrina, D., Choirut Nisa, R., Zahra Ningtyas, D., Fatimah Zahra, S., & Tji Beng, J. (2025). STRATEGI EDUKATIF DALAM MENINGKATKAN KESADARAN PENGUATAN IDENTITAS BUDAYA MELALUI PELESTARIAN BAHASA SUNDA DI ERA DIGITAL. PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan Dan Psikologi, 5(3), 1389-1399. https://doi.org/10.51878/paedagogy.v5i3.7760

Issue

Section

Articles