BAHASA TRAUMA: PADA KEHIDUPAN MIRIS FAREL PRAYOGA DALAM PODCAST DENNY SUMARGO UNGGAHAN YOUTUBE JULI 2025

Authors

  • Fahrani Almira Rizkya Haryanto Pascasarjana Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Muhammadiyah Purwokerto
  • Eko Suroso Pascasarjana Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

DOI:

https://doi.org/10.51878/paedagogy.v5i3.7585

Keywords:

Psikolinguistik, Bahasa Trauma, Narasi Diri, Cathy Caruth, Farel Prayoga

Abstract

The phenomenon of psychological trauma revealed through language is an important issue in modern psycholinguistic studies. Language not only serves as a means of communication, but also as a container of inner expression that reflects emotional wounds and the process of self-healing. This research is motivated by the phenomenon of Farel Prayoga's speech in the podcast Curhat Bang Denny Sumargo, which shows typical linguistic symptoms of trauma such as interrupted speech, euphemisms, and changes in intonation and facial expressions. This case shows how traumatic experiences can affect language systems and become a form of unconventional emotional communication. This study aims to describe the forms of trauma language that appear in Farel Prayoga's speech, analyze its relationship with the speaker's psychological condition, and interpret the role of language as a means of self-reconstruction and trauma recovery. The method used is qualitative descriptive with a narrative psycholinguistic approach, using Cathy Caruth's narrative trauma theory as an analytical framework. Data were collected through Miles and Huberman's observation, transcription, and interactive analysis, taking into account verbal (sentence structure, word choice, prosody) and nonverbal (facial expressions, gestures, intonation) aspects. The results of the study showed that trauma is manifested through fragmentary linguistic patterns, word repetition, and procedural irregularities that indicate emotional burden. The choice of euphemisms and long pauses becomes a self-defense mechanism, while body gestures and facial expressions reinforce indications of trauma that have not been fully integrated in consciousness. Language in this context not only represents wounds, but also becomes a therapeutic space (healing discourse) in which individuals try to rearrange the meaning of their lives. Theoretically, this research expands the study of psycholinguistics by integrating the concept of narrative trauma in the context of digital communication. Practically, these findings have implications for the development of narrative therapy, language education, and emotional literacy in society. In conclusion, language is not just a cognitive action, but a therapeutic process that allows humans to face, process, and heal trauma through the power of speech.

ABSTRAK

Fenomena trauma psikologis yang diungkap melalui bahasa menjadi isu penting dalam kajian psikolinguistik modern. Bahasa tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi, tetapi juga sebagai wadah ekspresi batin yang mencerminkan luka emosional dan proses penyembuhan diri. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena tuturan Farel Prayoga dalam podcast Curhat Bang Denny Sumargo, yang memperlihatkan gejala linguistik khas trauma seperti tuturan terputus, eufemisme, serta perubahan intonasi dan ekspresi wajah. Kasus ini menunjukkan bagaimana pengalaman traumatik dapat memengaruhi sistem bahasa dan menjadi bentuk komunikasi emosional nonkonvensional. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk bahasa trauma yang muncul dalam tuturan Farel Prayoga, menganalisis kaitannya dengan kondisi psikologis penutur, serta menafsirkan peran bahasa sebagai sarana rekonstruksi diri dan pemulihan trauma. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan psikolinguistik naratif, menggunakan teori trauma naratif Cathy Caruth sebagai kerangka analisis. Data dikumpulkan melalui observasi, transkripsi, dan analisis interaktif Miles dan Huberman, dengan mempertimbangkan aspek verbal (struktur kalimat, pilihan kata, prosodi) dan nonverbal (mimik wajah, gestur, intonasi). Hasil penelitian menunjukkan bahwa trauma terwujud melalui pola linguistik yang fragmentaris, pengulangan kata, serta ketidakteraturan prosodi yang menandakan beban emosional. Pilihan eufemisme dan jeda panjang menjadi mekanisme pertahanan diri, sementara gestur tubuh dan ekspresi wajah memperkuat indikasi trauma yang belum terintegrasi secara utuh dalam kesadaran. Bahasa dalam konteks ini tidak hanya merepresentasikan luka, tetapi juga menjadi ruang terapeutik (healing discourse) di mana individu berusaha menata kembali makna hidupnya. Secara teori, penelitian ini memperluas kajian psikolinguistik dengan mengintegrasikan konsep trauma naratif dalam konteks komunikasi digital. Secara praktis, temuan ini memberikan implikasi bagi pengembangan terapi naratif, pendidikan bahasa, dan literasi emosional di masyarakat. Kesimpulannya, berbahasa bukan sekadar tindakan kognitif, melainkan proses terapeutik yang memungkinkan manusia menghadapi, mengolah, dan menyembuhkan trauma melalui kekuatan tutur.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Caruth, C. (1996). Unclaimed experience: Trauma, narrative, and history. Johns Hopkins University Press.

Fadhilah, S. D., Botifar, M., & Hartati, M. (2025). Analisis Pandangan Cyberpragmatik di Youtube pada Poadcast Akun Sosial Media Deddy Corbuzier (Skripsi, Institud Agama Islam Negeri Curup). http://e-theses.iaincurup.ac.id/id/eprint/7908

Fahruroji, F. (2021). Memahami Wacana Demokrasi Pada Model Buku Teks. Zahir Publishing. https://repository.uninus.ac.id/id/eprint/118

Feka, V. P., Lawa, S. T. N., & Nama, D. Y. (2023). Merunut Makna Kata “Refreshing” dan “Healing”: Kajian Sosiolinguistik. HINEF: Jurnal Rumpun Ilmu Pendidikan, 2(2), 82-92. https://doi.org/10.37792/hinef.v2i2.1016

Gusriani, A., & Yanti, Z. P. (2022). Psikolinguistik (Teori dan analisis). CV. Azka Pustaka.

Harusu, C. F., Qadriani, N., & Suryati, N. (2024). Trauma Pada Tokoh Utama Dalam Novel Naga Kuning Karya Yusiana Basuki (Kajian Psikologi Sastra). Canon: Jurnal Penelitian Bahasa dan Sastra, 2(1), 1-12. https://journal.fib.uho.ac.id/index.php/canon/article/view/2732

Haryani, H., Judijanto, L., Haryono, P., Susandi, N. K. A., Prasetyani, N. Y., & Fatubun, R. R. (2025). Linguistik Terapan. PT. Sonpedia Publishing Indonesia.

Hermawan, N. (2025, July). Pengaruh Interaksi Orang Tua Terhadap Pemerolehan Verba Pada Anak Usia Dini: Kajian Psikologi Linguistik. In Prosiding Seminar Nasional Linguistik dan Sastra. https://e-journal.unmas.ac.id/index.php/semnalisa/article/view/12044

Hikmah, S. N. A., & Mardiyah, A. N. (2022). Kajian Psikolinguistik Terhadap penyandang Stuttering (Studi Kasus: DN). Jurnal PENEROKA: Kajian Ilmu Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 2(1), 1-16. https://doi.org/10.30739/peneroka.v2i1.1351

Islamiah, R. N. (2024). Strategi Komunikasi Pada Podcast “Curhat Bang” Dalam Kanal Youtube Denny Sumargo (Skripsi, Universitas Pgri Adi Buana Surabaya). https://repository.unipasby.ac.id/id/eprint/7435

Iswara, D. M., Zahro, U. A., & Laeli, S. (2024). Perkembangan Emosi dan Bahasa Terhadap Anak Sekolah Dasar. Karimah Tauhid, 3(6), 7179-7191. https://doi.org/10.30997/karimahtauhid.v3i6.13985

Jannah, R., Saputry, D., Zuhroida, E., Sari, F. I. Y., Saputra, F. A., & Pratama, D. A. (2025). Representasi Emosi dalam Lirik Lagu Album Nonfiksi Karya Juicy Luicy: Tinjauan Psikolinguistik. Deiktis: Jurnal Pendidikan Bahasa Dan Sastra, 5(4), 4414–4424. https://doi.org/10.53769/deiktis.v5i4.2357

Marpaung, A. T. A., Manihuruk, I. T., Hutabarat, M. M., & Surip, M. (2025). Reinterpretasi Kata dan Rasa Ilmu Psikolinguistik: Strategi Membangun Ketahanan Mental bagi Generasi Muda. CARONG: Jurnal Pendidikan, Sosial Dan Humaniora, 2(1), 307–316. https://doi.org/10.62710/260yqz19

Mawaddah, N. (2024). Perilaku Komunikasi Konselor Dengan Korban Kekerasan Dalam Rumah Tangga Di Provinsi Jawa Barat (Skripsi, Universitas Komputer Indonesia). http://elibrary.unikom.ac.id/id/eprint/10096

Minza, W. M., & Febriani, A. (Eds.). (2022). Dari Milenial Tentang Milenial: Perspektif Psikologi. PT Kanisius.

Mulyana, A., Mahmudah, S. M., Ikom, S., & Ikom, M. (2024). Katarsis di Era Digital, Rekonstruksi Komunikasi Intrapribadi dan Antarpribadi. PT Rekacipta Proxy Media.

Nurani, A. S. (2023). Memaknai Trauma Dalam Perspektif Jung Yeoul pada Buku Beauty of Trauma. (Skripsi, UIN Prof. KH Saifuddin Zuhr). https://repository.uinsaizu.ac.id/id/eprint/20158

Pangestu, M. Y. C. (2021). Kajian Psikolinguistik Bahasa Skizofrenia: Studi Kasus pada Tokoh Utama dalam Film “Fractured”. Deiksis, 13(3), 257-267. http://dx.doi.org/10.30998/deiksis.v13i3.8222

Putri, N. V., Mahbubah, W. R., Riska, E. A., Setyani, A. F., Bahiyah, E. K., Khaerussani, A. F., ... & Habibi, A. F. (2025). Analisis Tindak Tutur Lokusi Podcast Bertema Pengembangan Diri dalam Saluran Spotify Andreass Bordes. Populer: Jurnal Penelitian Mahasiswa, 4(1), 157-181. https://doi.org/10.58192/populer.v4i1.2984

Rahmatunnur, S., & Rahmah, P. (2024). Bahasa Arab dalam Imajinasi Budaya: Kajian Persepsi Masyarakat Indonesia terhadap Bahasa Arab sebagai Bahasa Asing melalui Representasi Sastra”. AL IMTIYAZ: Arabic Linguistics and International Methodology for the Tarbiyah of Arabic Journal, 2(2), 61-67. https://ejournal.iai-almuslimaceh.ac.id/index.php/IMTIYAZ/article/view/216

Romadhoni, R. (2025). Analisis Pemanfaatan Media Sosial X Sebagai Sarana Terapi Spiritualitas Digital Dalam Konteks Self-Harm (Skripsi, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau). http://repository.uin-suska.ac.id/id/eprint/88282

Satigi, I. (2024). Membaca Ulang Mazmur 137: 1-9 Dengan Menggunakan Perspektif Trauma Dan Logoterapi Dari Viktor Emil Frankl Sebagai Lensa, Dalam Upaya Membangun Teologi Pascakonflik Poso (Skripsi, Universitas Kristen Duta Wacana). http://repository.ukdw.ac.id/id/eprint/8327

Sekarsari, A., Chairunnisa, S., Sabilla, D., Subianto, D., & Nasution, S. (2025). Hubungan Psikolinguistik dalam Pemerolehan dan Pembelajaran Bahasa. Journal Sains Student Research, 3(4), 233-238. https://doi.org/10.61722/jssr.v3i4.5259

Suharti, S., Hum, S., Khusnah, W. D., Ningsih, S., Shiddiq, J., Saputra, N., Kuswoyo, H., Jalal, N. M., Dhari, P. W., & Susanti, R. (2021). Kajian Psikolinguistik. Yayasan Penerbit Muhammad Zaini.

Sumargo, D. (2025). Miris, Farel Prayoga Dari Istana Kini Sengsara??Di A-N!4a-Y4 Ibu Tiri, Bapak Dipenjara. Youtube Curhat Bang Denny Sumargo. https://youtu.be/Xul92P-dS34?si=sqk3vWWW7O51dH9d

Toyibah, S. S., & Ariani, F. S. (2025). Urgensi Pembelajaran Psikolinguistik Dalam Mengasah Kemampuan Bahasa Sehari-Hari. JUPENSAL: Jurnal Pendidikan Universal, 2(2), 75-84. https://journalwbl.com/index.php/jupensal/article/view/457

Yuliasari, Y., Hidayah, N., & Mahliatussikah, H. (2024). Pemerolehan Bahasa Ibu dalam Perspektif Psikolinguistik: Proses, Faktor, dan Implikasi. Isolek: Jurnal Pendidikan, Pengajaran, Bahasa, Dan Sastra, 2(2), 327–343. https://doi.org/10.59638/isolek.v2i2.408

Yusni, S. P. (2024). Penguasaan Kosa Kata dan Struktur Kalimat Bahasa Indonesia. CV. Azka Pustaka.

Downloads

Published

2025-11-28

How to Cite

Haryanto, F. A. R., & Suroso, E. (2025). BAHASA TRAUMA: PADA KEHIDUPAN MIRIS FAREL PRAYOGA DALAM PODCAST DENNY SUMARGO UNGGAHAN YOUTUBE JULI 2025. PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan Dan Psikologi, 5(3), 1276-1286. https://doi.org/10.51878/paedagogy.v5i3.7585

Issue

Section

Articles