RESILIENSI PADA KORBAN PELECEHAN SEKSUAL
DOI:
https://doi.org/10.51878/paedagogy.v5i3.6950Keywords:
resiliensi, pelecehan seksual, regulasi emosi, dukungan sosialAbstract
Sexual harassment is a worrying phenomenon that causes long-term psychological impacts on victims, such as profound trauma, depression, and social isolation. Therefore, this study focuses on uncovering and describing the resilience experienced by survivors of sexual harassment, with the aim of understanding their subjective experiences and identifying factors supporting recovery. Using a qualitative method with a phenomenological approach, this study involved four female survivors as subjects. Data were collected through observation and in-depth interviews, then analyzed using Interpretative Phenomenological Analysis (IPA) to explore the meaning of their experiences. The results found that the victims experienced significant psychological impacts in the form of decreased self-esteem and a tendency to self-isolate, but they demonstrated a conscious effort to recover from adversity. It was concluded that this resilience process is supported by two main factors: internal factors in the form of emotional regulation abilities to manage trauma, and external factors in the form of strong social support from family and friends. Resilience in survivors is a dynamic process formed from the synergy between an individual's internal strengths and a supportive social environment.
ABSTRAK
Pelecehan seksual merupakan fenomena mengkhawatirkan yang menyebabkan dampak psikologis jangka panjang bagi korban, seperti trauma mendalam, depresi, dan isolasi sosial, sehingga memunculkan urgensi untuk memahami proses resiliensi mereka. Oleh karena itu, penelitian ini berfokus untuk mengungkap dan mendeskripsikan gambaran resiliensi yang dialami oleh para penyintas pelecehan seksual, dengan tujuan memahami pengalaman subjektif mereka dan mengidentifikasi faktor pendukung pemulihan. Menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi, penelitian ini melibatkan empat orang perempuan penyintas sebagai subjek. Data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara mendalam, kemudian dianalisis menggunakan Interpretative Phenomenological Analysis (IPA) untuk menggali makna dari pengalaman mereka. Hasil penelitian menemukan bahwa para korban mengalami dampak psikologis signifikan berupa penurunan harga diri dan kecenderungan isolasi diri, namun mereka menunjukkan adanya upaya sadar untuk bangkit dari keterpurukan. Disimpulkan bahwa proses resiliensi ini didukung oleh dua faktor utama: faktor internal berupa kemampuan regulasi emosi untuk mengelola trauma, dan faktor eksternal berupa dukungan sosial yang kuat dari keluarga serta teman. Resiliensi pada penyintas merupakan sebuah proses dinamis yang terbentuk dari sinergi antara kekuatan internal individu dan lingkungan sosial yang suportif.
Downloads
References
Afriyani, A., & Saputra, W. N. E. (2025). Beyond the divorce: Membangun strategi koping yang kuat pada remaja melalui CBT. LEARNING Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan Dan Pembelajaran, 5(2), 706. https://doi.org/10.51878/learning.v5i2.4351
Aisyah, S., et al. (2025). Efektivitas pendekatan konseling naratif dalam mengatasi permasalahan identitas diri pada remaja. CENDEKIA Jurnal Ilmu Pengetahuan, 5(2), 747. https://doi.org/10.51878/cendekia.v5i2.5097
Amalia, R. F., & Keliat, B. A. (2018). Terapi kelompok asertif efektif meningkatkan kemampuan asertif dan resiliensi pada remaja di SMPN Padangpanjang. Jurnal Keperawatan Indonesia, 21(1), 60–68.
Bhat, R. H., & Khan, S. M. (2018). Dimensionality and psychometric characteristics of Psychological Resilience Scale. Journal of Research and Analytical Reviews, 5(3), 624–629.
Cahyani, W. N., & Triyono, T. (2025). Kesiapsiagaan psikologis dewasa akhir di daerah rawan bencana erupsi Merapi. CENDEKIA Jurnal Ilmu Pengetahuan, 5(2), 622. https://doi.org/10.51878/cendekia.v5i2.4728
Calhoun, C. D., et al. (2022). The role of social support in coping with psychological trauma: An integrated biopsychosocial model for posttraumatic stress recovery. Psychiatric Quarterly, 93(4), 949. https://doi.org/10.1007/s11126-022-10003-w
Claudia, F., & Sudarji, S. (2018). Sumber-sumber resiliensi pada remaja korban perundungan di SMK Negeri X Jakarta. Jurnal Psibernetika, 11(2), 101–114.
Dewanti, A., & Suprapti, V. (2014). Resiliensi remaja putri terhadap problematika pasca orang tua bercerai. Jurnal Psikologi Pendidikan dan Perkembangan, 3(3), 164–171.
Harianja, S. H., et al. (2024). Melukat sebagai ritual penyucian diri dalam budaya Bali: Tinjauan literatur tentang potensi terapeutik dalam kesehatan mental. HEALTHY Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan, 3(2), 171. https://doi.org/10.51878/healthy.v3i2.3440
Izzaturrohmah, I., & Khaerani, N. M. (2018). Peningkatan resiliensi perempuan korban pelecehan seksual melalui pelatihan regulasi emosi. Psikohumaniora: Jurnal Penelitian Psikologi, 3(1), 117–140. https://doi.org/10.21580/pjpp.v3i1.2527
Maevani, H. (2021). Gambaran resiliensi pada bisexual yang pernah mengalami pelecehan seksual. Nusantara: Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial, 8(3), 347–359.
Mastory, B., & Syukur, M. (2025). Filsafat stoisisme dapat melahirkan perasaan skeptis pada hal baik yang akan terjadi. CENDEKIA Jurnal Ilmu Pengetahuan, 5(1), 71. https://doi.org/10.51878/cendekia.v5i1.4075
Noviana, I. (2015). Kekerasan seksual terhadap anak: Dampak dan penanganannya. Sosio Informa, 1(1).
Pasaribu, I. L. M., et al. (2024). Dinamika konflik psikodinamik, pola asuh, dan stresor psikososial pada kasus agorafobia. HEALTHY Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan, 3(4), 246. https://doi.org/10.51878/healthy.v3i4.4354
Rahmah, L., et al. (2025). Analisis faktor-faktor dan strategi pencegahan bullying di MI Nurul Ilmi Kota Bima. SOCIAL Jurnal Inovasi Pendidikan IPS, 5(2), 649. https://doi.org/10.51878/social.v5i2.5642
Sahrani, R., & Hungsie, O. G. (2025). Kebijaksanaan mahasiswa dengan impostor syndrome: Peran resiliensi akademik dan harga diri. CENDEKIA Jurnal Ilmu Pengetahuan, 5(2), 680. https://doi.org/10.51878/cendekia.v5i2.4850
Sari, N., et al. (2025). Upaya meningkatkan kecerdasan sosial emosional anak menggunakan metode dongeng di TK PGRI 02 Ambulu. LEARNING Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan Dan Pembelajaran, 5(3), 1371. https://doi.org/10.51878/learning.v5i3.5906
Shanputra, G. A. A., et al. (2025). Pemberian konseling dengan pendekatan client centered therapy pada kasus pernikahan usia dini di Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak di Kabupaten Sikka. COMMUNITY Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 5(1), 149. https://doi.org/10.51878/community.v5i1.6206
Shia, L., et al. (2019). Recover from the adversity: Functional connectivity basis of psychological resilience. Journal of Neuropsychologia, 20–27.
Ybarra, M. L., & Thompson, R. E. (2018). Predicting the emergence of sexual violence in adolescence. Prevention Science, 19(4), 403–415.
Yudha, I. N. B. D., et al. (2017). Dinamika memaafkan pada korban pelecehan seksual. Jurnal Psikologi Udayana, 4(2), 435–447.
Zega, S., et al. (2024). Pengaruh layanan bimbingan kelompok teknik konseling behavioral terhadap kesehatan mental peserta didik di SMP Negeri 6 Idanogawo. CENDEKIA Jurnal Ilmu Pengetahuan, 4(4), 551. https://doi.org/10.51878/cendekia.v4i4.3844
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.













