SKRIPSI DAN SPIRITUALITAS : KETERKAITAN KESEJAHTERAAN SPIRITUAL DENGAN RESILIENSI PADA MAHASISWA AKHIR
DOI:
https://doi.org/10.51878/paedagogy.v5i2.6556Keywords:
Kesejahteraan Spiritual, Resiliensi, Mahasiswa AkhirAbstract
This study aims to examine the relationship between spiritual well-being and resilience in final-year students working on their thesis, a phase often marked by significant academic pressure. Final-year students frequently experience stress and difficulties during the thesis-writing process, which is a graduation requirement. Spiritual well-being is considered a protective factor that contributes to an individual’s ability to remain resilient under academic stress. This study employed a quantitative approach with 134 final-year undergraduate Psychology students as participants. The instruments used were the Spiritual Well-Being Scale (SWBS) and the Connor-Davidson Resilience Scale (CD-RISC). Data were analyzed using Pearson Product Moment correlation, yielding a significance value (p) = 0.000 (< 0.05) and a correlation coefficient (r) = 0.724, indicating a strong positive relationship between the two variables. Specifically, this research distinguishes the correlations of two SWB dimensions religious and existential and finds that the existential dimension has a stronger relationship with resilience than the religious dimension. These findings provide practical implications for student resilience interventions, highlighting the importance of fostering meaning and purpose in life alongside strengthening religious aspects.
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kesejahteraan spiritual dan resiliensi pada mahasiswa akhir yang sedang mengerjakan skripsi, sebuah fase yang penuh tekanan dalam proses perkuliahan. Mahasiswa tingkat akhir kerap mengalami stres dan kesulitan selama menyusun skripsi sebagai syarat kelulusan. Kesejahteraan spiritual dipandang sebagai faktor protektif yang berkontribusi terhadap kemampuan individu untuk tetap tangguh dalam menghadapi tekanan akademik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan subjek sebanyak 134 mahasiswa akhir jurusan S1 Psikologi. Instrumen yang digunakan adalah Spiritual Well-Being Scale (SWBS) dan Connor-Davidson Resilience Scale (CD-RISC). Analisis data dilakukan dengan korelasi Pearson Product Moment, menghasilkan nilai signifikansi (p) = 0,000 (< 0,05) dan koefisien korelasi (r) = 0,724 yang menunjukkan hubungan positif yang kuat antara kedua variabel. Secara khusus, penelitian ini membedakan korelasi antara dua dimensi SWB religi dan eksistensial dan menemukan bahwa dimensi eksistensial memiliki kekuatan hubungan lebih tinggi dibandingkan dimensi religius. Temuan ini memberikan implikasi praktis bagi intervensi peningkatan resiliensi mahasiswa, yakni pentingnya program pengembangan makna dan tujuan hidup di samping penguatan aspek religius.
Downloads
References
Almasyhur, A. H. (2021). Validitas dan reliabilitas Connor-Davidson Resilience Scale (CD-RISC-25) versi Bahasa Indonesia. Jurnal Psikologi Indonesia, 10(2), 120–133.
Anggraini, S., & Yanto, A. R. (2023). Hubungan Kecerdasan Emosional dengan Resiliensi pada Mahasiswa yang Sedang Menyusun Skripsi. Journal on Education, 5(4), 12158–12174. https://doi.org/10.31004/joe.v5i4.2177
Connor, K. M., & Davidson, J. R. T. (2003). Development of a new Resilience scale: The Connor-Davidson Resilience scale (CD-RISC). Depression and Anxiety, 18(2), 76–82. https://doi.org/10.1002/da.10113
Derung, T. N., Mandonza, M., Suyatno, G. A., & Mete, A. (2022). Fungsi Agama terhadap Perilaku Sosial Masyarakat. In Theos?: Jurnal Pendidikan Dan Theologi, 2(11), 373–380. https://doi.org/https://doi.org/10.56393/intheos.v2i11.1279
Fitri, A. N., Rahmawati, D., & Kurniawan, A. (2025). Adaptasi dan validasi Spiritual Well-Being Scale versi Bahasa Indonesia pada mahasiswa. Jurnal Psikologi, 53(1), 45–58
Gomez, R., & Fisher, J. W. (2003). Domains of spiritual well-being and development and validation of the Spiritual Well-Being Questionnaire. Personality and Individual Differences, 35(8), 1975–1991. https://doi.org/10.1016/S0191-8869(03)00045-X
Hilmy, F., Wiyono, N., Hastami, Y., & Munawaroh, S. (2024). Spirituality and Resilience in Medical Students; a Cross Sectional Study. International Journal of Islamic and Complementary Medicine, 5(1), 41–55. https://doi.org/10.55116/ijicm.v5i1.71
Indriati, E. (2023). Menulis Karya Ilmiah: Artikel, Skripsi, Tesis, dan Disertasi. Gramedia Pustaka Utama.
Latif, S., & Amirullah, M. (2020). Students’ Academic Resilience Profiles based on Gender and Cohort. Jurnal Kajian Bimbingan Dan Konseling, 5(4), 175–182. https://doi.org/10.17977/um001v5i42020p175
Lourembam, D., & Ete, L. (2021). Spiritual well-being: A Protective Resource Among Youth of Arunachal Pradesh. Defence Life Science Journal, 6(1), 30–36. https://doi.org/10.14429/dlsj.6.16658
Merida, S. C., Febrieta, D., Husnah, H., Ria, R., & Novianti, R. (2021). Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT) dan Student Well-Being Pada Mahasiswa Semester Akhir. Psikostudia?: Jurnal Psikologi, 10(2), 133–142. https://doi.org/10.30872/psikostudia.v10i2.5695
Moura, A. T. M. S., Coriolano, A. M., Kobayasi, R., Pessanha, S., Cruz, H. L. M. C., Melo, S. M., Pecly, I. M. D., Tempski, P., & Martins, M. A. (2024). Is there an association among spirituality, resilience and empathy in medical students? BMC Medical Education, 24(704), 1–8. https://doi.org/10.1186/s12909-024-05687-6
Nashori, F., & Saputro, I. (2021). Psikologi Resiliensi. In Universitas Islam Indonesia. https://www.researchgate.net/profile/Fuad-Nashori-3/publication/351283333_Psikologi_Resiliensi/links/608fcbf8458515d315f126f8/Psikologi-Resiliensi.pdf
Nenotaek, B., & Sabat, A. O. (2025). Expressive Thesis Writing: Strategi Reflektif untuk Mengatasi Burnout Akademik Mahasiswa Matematika Tingkat Akhir. Mandalika Mathematics and Education Journal, 7(2), 718–729. https://doi.org/10.29303/jm.v7i2.8997
Paliyama, J. K., & Susilowati, E. (2021). Resiliensi Perempuan Dengan Kehamilan Tidak Diinginkan di Kota Bandung. Lindayasos: Jurnal Ilmiah Perlindungan Dan Pemberdayaan Sosial, 3(2), 108–111. https://doi.org/10.31595/lindayasos.v3i02.450
Park, C. L., & George, L. S. (2013). Assessing meaning and meaning making in the context of stressful life events: Measurement tools and approaches. Journal of Positive Psychology, 8(6), 483–504. https://doi.org/10.1080/17439760.2013.830762
Pinasthika, T. D., & Ambarwati, K. D. (2024). Surviving Academic Difficulties?: Spirituality and Its Relationship to Resilience in Migrating Final- Year Students Bertahan dalam Kesulitan Akademik?: Spiritualitas dan Hubungannya dengan Resiliensi pada Mahasiswa Tingkat Akhir yang Merantau. Psikoborneo?: Jurnal Ilmiah Psikologi, 12(3), 398–404. https://doi.org/http://dx.doi.org/10.30872/psikoborneo.v12i3 p-ISSN
Putra, A. A. (2021). Spiritualitas dan Hardiness Sebagai Prekdiktor Resiliensi pada Mahasiswa dengan Peran Ganda: Studi pada Mahasiswa Tingkat Akhir yang Memiliki Pekerjaan Sambilan. Acta Psychologia, 3(2), 127–137. https://doi.org/10.21831/ap.v3i2.45830
Saragih, G. F. B., Arneliwati, & Sabrian, F. (2024). Hubungan Resiliensi Akademik dengan Distres Psikologis pada Mahasiswa Tingkat Akhir. Jurnal Keperawatan Widya Gantari Indonesia, 8(3), 288–296. https://ejournal.upnvj.ac.id/Gantari/article/view/9433
Saraswati, S. D., & Hernawa, T. M. R. (2022). Perfeksionisme dan Stres Mengerjakan Skripsi. Suksma: Jurnal Psikologi Universitas Sanata Dharma, 3(1), 4–20. https://e-journal.usd.ac.id/index.php/suksma/article/view/4508/2793
Sari, S. P., Aryansah, J. E., & Sari, K. (2020). Resiliensi Mahasiswa dalam Menghadapi Pandemi Covid 19 dan Implikas- inya terhadap Proses Pembelajaran. Indonesian Journal of Guidance and Counseling, 9(1), 17–22. https://journal.unnes.ac.id/sju/jbk/article/view/38674
Seligman, M. E. P. (2018). PERMA and the building blocks of well-being. Journal of Positive Psychology, 13(4), 333–335. (versi terbaru yang merangkum kerangka well-being termasuk aspek eudaimonia).
atau
Sugiyono. (2023). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D (Sutopo (ed.); 5th ed.). ALFABETA.
Urrahma, N. S., Wahyuni, S., & Utomo, W. (2022). Hubungan Tingkat Spiritual dengan Kejadian Quarter Life Crisis pada Mahasiswa Tingkat Akhir. Jurnal Kesehatan Komunitas, 8(3), 390–396. https://jurnal.htp.ac.id/index.php/keskom/article/view/1289/471
Utami, L. H. (2020). Bersyukur dan Resiliensi Akademik Mahasiswa. Nathiqiyyah: Jurnal Psikologi Islam, 3(1), 1–21. https://ojs.diniyah.ac.id/index.php/Nathiqiyyah/article/view/69
Vebrian, G., Emiralda, D., & Mei Winarni, L. (2021). Hubungan antara Spiritualitas dengan Tingkat Stres pada Mahasiswa Keperawatan dan Kebidanan yang Mengerjakan Tugas Akhir di Politeknik Kesehatan Banten. Nusantara Hasana Journal, 1(4), 134–141. https://nusantarahasanajournal.com/index.php/nhj/article/view/119
Wijianti, D. K. A., & Purwaningtyas, F. D. (2020). Coping Stres, Resiliensi pada Mahasiswa Tingkat Akhir. PSIKOWIPA (Psikologi Wijaya Putra), 1(2), 11–17. https://doi.org/10.38156/psikowipa.v1i2.35
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.













