KRISIS PERAN SOSIAL: PENGANGGURAN DAN GANGGUAN PSIKOLOGIS DALAM STRUKTUR MASYARAKAT MODERN

Authors

  • Yulenni Bandora Koli Pasca Sarjana Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Makassar
  • Syamsu A Kamaruddin Pasca Sarjana Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Makassar
  • A. Octamaya Tenri Awaru Pasca Sarjana Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Makassar

DOI:

https://doi.org/10.51878/paedagogy.v5i2.5404

Keywords:

Peran Sosial, Pengangguran, Masyarakat Modern

Abstract

This study discusses the crisis of social roles experienced by individuals in modern society due to poverty and unemployment, as well as the psychological impact it causes. In an increasingly competitive and consumptive social context, individuals are required to carry out social roles actively, especially as part of the economic system. When this role fails due to job loss or lack of access to decent work, social dysfunction occurs that impacts an individual's identity, self-esteem, and mental health. Through a qualitative approach with the literature study method, this study found that poverty is not only an economic problem, but also a manifestation of a broader social role crisis. This phenomenon triggers psychological disorders such as stress, anxiety, and depression, which cannot be separated from structural changes in modern society. This article emphasizes the importance of a multidisciplinary and collaborative approach in addressing the crisis of social roles, including the role of states, communities, and social institutions to create systems that are more inclusive and adaptive to changing times.

ABSTRAK
Penelitian ini membahas krisis peran sosial yang dialami individu dalam masyarakat modern akibat kemiskinan dan pengangguran, serta dampak psikologis yang ditimbulkannya. Dalam konteks sosial yang semakin kompetitif dan konsumtif, individu dituntut untuk menjalankan peran sosial secara aktif, terutama sebagai bagian dari sistem ekonomi. Ketika peran ini gagal dijalankan akibat kehilangan pekerjaan atau tidak adanya akses terhadap pekerjaan yang layak terjadi disfungsi sosial yang berdampak pada identitas, harga diri, dan kesehatan mental individu. Melalui pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur, penelitian ini menemukan bahwa kemiskinan tidak hanya merupakan persoalan ekonomi, tetapi juga merupakan manifestasi dari krisis peran sosial yang lebih luas. Fenomena ini memicu gangguan psikologis seperti stres, kecemasan, hingga depresi, yang tidak bisa dipisahkan dari perubahan struktural dalam masyarakat modern. Artikel ini menekankan pentingnya pendekatan multidisipliner dan kolaboratif dalam mengatasi krisis peran sosial, termasuk peran negara, komunitas, dan institusi sosial untuk menciptakan sistem yang lebih inklusif dan adaptif terhadap perubahan zaman.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Amalia, A. D. (2013). Kesepian dan isolasi sosial yang dialami lanjut usia: Tinjauan dari perspektif sosiologis. Sosio Informa, 18(3).

Arif, D. B. (2017). Pengembangan Kebajikan Kewargaan (Civic Virtue) dalam Masyarakat Multikultural Indonesia: Peran Pendidikan Kewarganegaraan. Journal Civics and Social Studies, 1(1), 1-12.

Burlian, P. (2022). Patologi sosial. Bumi Aksara.

Estuningtyas, R. D. (2018). Dampak globalisasi pada politik, ekonomi, cara berfikir dan ideologi serta tantangan dakwahnya. Al-Munzir, 11(2), 195-218.

Harapan, A. P. (2016). Analisis kriminologis terhadap kejahatan tanpa Korban. [Skripsi Sarjana, Universitas Hasanuddin]. Fakultas Hukum, Universitas Hasanuddin.

Hasanah, H. (2024). Peran Aparatur Gampong Dalam Menyediakan Wadah Layanan Bimbingan Vokasional Untuk Mencegah Dekadensi Moral Remaja Putus Sekolah (Studi Deskriptif Analitis di Gampong Lawe Kinge Kec. Lawe Bulan Kab. Aceh Tenggara) (Doctoral dissertation, UIN Ar-Raniry Banda Aceh).

Hidir, A., & Malik, R. (2024). Teori Sosiologi Modern. Yayasan Tri Edukasi Ilmiah.

Juliswara, V., & Muryanto, F. (2022). Indonesia dalam Pusaran Globalisasi, Pengembangan Nilai-nilai Positif Globalisasi bagi Kemajuan Bangsa. Uwais Inspirasi Indonesia.

Kristeno, M. R., & Derung, T. N. (2024). Tinjauan Kritis Terhadap Konsep Agama Sebagai Institusi Sosial dalam Ide Moderasi di Indonesia. Danum Pambelum: Jurnal Teologi Dan Musik Gereja, 4(2), 76-88.

Mahmud, A. (2024). Krisis identitas di kalangan generasi Z dalam perspektif patologi sosial pada era media sosial. Jurnal Ushuluddin: Media Dialog Pemikiran Islam, 26(2).

Maulida, A. R., Wibowo, H., & Rusyidi, B. (2023). Rancang Bangun Model Pengembangan Kegiatan Pendampingan Sosial Pada Remaja Generasi Z Dalam Mengatasi Krisis Identitas. Share: Social Work Journal, 13(1), 92-101.

Nasution, Z. (2014). Pertumbuhan ekonomi dan kemiskinan. ECOBISMA (Jurnal Ekonomi, Bisnis dan Manajemen), 1(2), 1-10.

Ramadhan, M. (2018). Politik Ekonomi Islam Dalam Narasi Pembangunan Nasional. LKiS.

Rustandi, N. (2020). Agama dan perubahan sosial ekonomi. Tsaqofah, 18(02), 185-216.

Saleh, A. (2015). Pengertian, batasan, dan bentuk kelompok. Dinamika Kelompok, 1.

Siswanto, D. (2020). Anak di Persimpangan Perceraian: Menilik Pola Asuh Anak Korban Perceraian. Airlangga University Press.

Sulaiman, U. (2012). Perilaku menyimpang remaja dalam perspektif sosiologi. Alauddin University Press.

Surya, I. B., & Taibe, P. (2022). Transormasi Spasial dan Perubahan Sosial Komunitas Lokal: Perspektif Dinamika Pembangunan Kawasan Kota Baru. Chakti Pustaka Indonesia.

Wiranata, I. M. A. (2022). Pemetaan Teori-Teori Gerakan Sosial-Contoh Kasus di Berbagai Negara. Airlangga University Press.

Wuryandani, D., & Meilani, H. (2013). Peranan kebijakan pemerintah daerah dalam pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Jurnal Ekonomi Dan Kebijakan Publik, 4(1), 103-115.

Zein, M. H. M. (2023). Reformasi birokrasi: Dunia birokrasi dan pemerintahan. Sada Kurnia Pustaka.

Downloads

Published

2025-06-14

How to Cite

Koli, Y. B., Kamaruddin, S. A. ., & Awaru, A. O. T. . (2025). KRISIS PERAN SOSIAL: PENGANGGURAN DAN GANGGUAN PSIKOLOGIS DALAM STRUKTUR MASYARAKAT MODERN. PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan Dan Psikologi, 5(2), 330-338. https://doi.org/10.51878/paedagogy.v5i2.5404

Issue

Section

Articles