PADA PERNIKAHAN GELAHANG DAN DAMPAK KEJIWAANNYA: TINJAUAN NARATIFPADA PERNIKAHAN GELAHANG DAN DAMPAK KEJIWAANNYA: TINJAUAN NARATIF
DOI:
https://doi.org/10.51878/paedagogy.v5i1.4676Keywords:
Pada Gelahang, Pernikahan Bali, Dampak Psikiatri, Psikodinamik, Kesehatan MentalAbstract
ABSTRACT
Gelahang marriage is a unique marital system in Balinese society that allows couples to maintain responsibilities toward both of their families. While this system offers benefits such as cultural heritage preservation and social support, it also presents significant psychological challenges. This study reviews the psychiatric impact of Pada Gelahang marriage, focusing on dual-role stress, identity conflicts, and the risks of anxiety and depression among couples in this system. Additionally, it explores psychodynamic perspectives and psychological coping strategies to mitigate stress in dual-family dynamics. Findings indicate that while Pada Gelahang marriage enhances cultural and social resilience, appropriate psychological interventions are essential to reduce emerging mental health risks.
ABSTRAK
Pernikahan Pada Gelahang merupakan bentuk perkawinan unik dalam masyarakat Bali yang memungkinkan pasangan untuk tetap memiliki tanggung jawab terhadap keluarga masing-masing. Meskipun sistem ini menawarkan manfaat dalam hal pelestarian warisan budaya dan dukungan sosial, ia juga menimbulkan tantangan psikologis yang signifikan. Studi ini meninjau dampak psikiatri dari pernikahan Pada Gelahang dengan menyoroti tekanan peran ganda, konflik identitas, serta risiko kecemasan dan depresi pada pasangan yang menjalani sistem ini. Selain itu, artikel ini juga mengeksplorasi perspektif psikodinamik dan strategi penanganan psikologis yang dapat diterapkan untuk mengurangi stres dalam dinamika keluarga ganda. Temuan menunjukkan bahwa meskipun pernikahan Pada Gelahang dapat meningkatkan resiliensi budaya dan sosial, intervensi psikologis yang tepat sangat diperlukan untuk mengurangi risiko kesehatan mental yang muncul.
References
Anggani, A.A.S.R., Lesmana, C.B.J. & Ariani, N.K.P. (2024). 'Resiko Gangguan Jiwa pada Pasangan dengan Bentuk Pernikahan Pada Gelahang', HEALTHY: Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan, 3(4), pp.239-240.
Artani, N.K.P. & Sudantra, I.K. (2024). 'Pelaksanaan dan Akibat Hukum Perkawinan Pada Gelahang di Bidang Pewarisan', Jurnal Kertha Desa, 12(1), pp.4073-4086.
Artatik, K. & Sarjana, P. (2024). 'Mental Health Challenges in Dual-Lineage Marriages: A Case Study of Pada Gelahang Couples', Indonesian Journal of Psychiatry, 5(2), pp.12-28.
Arya Paramartha, I.M. & Mahadewi, K.J. (2023). 'Perspektif Hukum Perkawinan Pada Gelahang di Bali', Jurnal Kewarganegaraan, 7(1), pp.964-965.
Diamond, G., Mason, S. & Levy, S., 2019. Psychodynamic principles in attachment-based family therapy. In: Kealy, D. & Ogrodniczuk, J.S. (eds.) Contemporary psychodynamic psychotherapy. Academic Press, pp. 349-360.
Dyatmikawati, P. (2015). 'Kewajiban pada Perkawinan Pada Gelahang dalam Perspektif Hukum Adat Bali', Jurnal Kajian Bali, 5(2), pp.461-480.
Gelgel, I.P., Sarjana, I.P. & Wibawa, I.P.S. (2018). 'Perkawinan Pada Gelahang: Perspektif Hukum Hindu', Universitas Hindu Indonesia.
Levy, K.N., Meehan, K.B., Temes, C.M. & Yeomans, F.E., 2012. Attachment theory and research: Implications for psychodynamic psychotherapy. In: Levy, R., Ablon, J. & Kächele, H. (eds.) Psychodynamic psychotherapy research. Current Clinical Psychiatry. Totowa, NJ: Humana Press.
Paramartha, I.M.A. & Mahadewi, K.J. (2023). 'Legal Aspects of Dual-Lineage Marriage Systems in Bali', Jurnal Hukum Adat, 9(4), pp.431-442.
Pursika, I.N. & Arini, N.W. (2012). 'Pada Gelahang: Suatu Perkawinan Alternatif dalam Mendobrak Kekuatan Budaya Patriarki di Bali', Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora, 1(2), pp.68-69.
Putra, I.K.B.I.P., Suwitra, I.M. & Sudibya, D.G. (2024). 'Kedudukan Anak Tunggal dalam Perceraian bagi Perkawinan Pada Gelahang di Jembrana', Jurnal Preferensi Hukum, 5(1), pp.26-31.
Putra, I.K.B. (2024). 'Legal and Psychiatric Challenges in Dual-Lineage Marriages', Indonesian Journal of Law and Society, 12(1), pp.35-49.
Putu Indra, I.K.B. (2012). 'Perkawinan Pada Gelahang: Suatu Bentuk Alternatif dalam Tradisi Bali', Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora, 1(2), pp.1-8.
Siswadi, G.A. (2022). 'Perkawinan Pada Gelahang di Bali dalam Perspektif Deontologi Immanuel Kant', Vidya Samhita: Jurnal Penelitian Agama, 8(1), pp.1-8.
Sudantra, I.K., Sukerti, N.N. & Dewi, A.A.I.A. (2015). 'Pengaturan Perkawinan Pada Gelahang dalam Awig-Awig Desa Pakraman', Udayana Master Law Journal, 4(3), pp.575-587.
Sukma Devi, I.G.A.M. et al. (2019). 'Kedudukan Anak dalam Perkawinan Pada Gelahang di Desa Depeha, Kecamatan Kubutambahan, Kabupaten Buleleng', e-Journal Komunitas Yustisia, 2(1), pp.34-43.
Scharff, D.E. & Scharff, J.S. (2014). Psychoanalytic Couple Therapy. Karnac.
Taylor & Francis (2023). 'Transgenerational Trauma and Family Enmeshment: Psychodynamic Perspectives'. Available at: https://www.tandfonline.com [Accessed 5 Feb. 2024].
Windia, W.P. (2018). 'Pernikahan Pada Gelahang', Bali Membangun Bali, 1(3), pp.220-230.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.













