HUBUNGAN ANTARA WORK VALUE DENGAN WORK PLACE WELL-BEING PADA WARGA BINAAN YANG BEKERJA DI RUMAH TAHANAN
DOI:
https://doi.org/10.51878/paedagogy.v5i1.4545Keywords:
Work Value, Work Place Well-Being, Warga BinaanAbstract
This study aims to examine the relationship between work values and workplace well-being among inmates working at Class IIB Maumere Detention Center. This phenomenon is particularly interesting to study because, although inmates also engage in work, their level of workplace well-being differs from that of regular employees, such as office workers or corporate partners, due to their status as inmates. The research employs a quantitative correlational method. Out of a total of 179 inmates at Class IIB Maumere Detention Center, 33 participants were selected as research subjects. Data was collected through manual questionnaire distribution and analyzed using Pearson Product-Moment correlation test with the assistance of SPSS 25.0 software. The correlation analysis results showed an r-value of 0.698 with a significance level of 0.000 (p < 0.05). Based on these findings, it can be concluded that there is a positive relationship between work values and workplace well-being. In other words, the more individuals apply work values in carrying out their duties and responsibilities, the higher their level of happiness and well-being in the workplace.
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara nilai kerja (work value) dan kesejahteraan di tempat kerja (workplace well-being) pada warga binaan yang bekerja di Rumah Tahanan Kelas IIB Maumere. Fenomena ini menarik untuk diteliti karena meskipun warga binaan juga bekerja, tingkat kesejahteraan mereka di tempat kerja berbeda dengan karyawan pada umumnya, seperti pekerja di kantor atau mitra perusahaan, mengingat status mereka sebagai warga binaan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif korelasional. Dari total 179 warga binaan di Rumah Tahanan Kelas IIB Maumere, sebanyak 33 peserta dipilih sebagai subjek penelitian. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner secara manual, kemudian dianalisis menggunakan uji korelasi Pearson Product Moment dengan bantuan program SPSS 25.0. Hasil analisis korelasi menunjukkan nilai r = 0,698 dengan tingkat signifikansi sebesar 0,000 (p < 0,05). Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan positif antara nilai kerja dan kesejahteraan di tempat kerja. Artinya, semakin seseorang menerapkan nilai kerja dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya, semakin tinggi pula tingkat kebahagiaan dan kesejahteraannya di lingkungan kerja.
References
Abdullah, N. A., Abu Hassan, N., Juhdi, N. H., & Mat, N. (2020). Pengaruh nilai kerja terhadap tingkah laku kerja inovatif dan kesejahteraan psikologi: Modal psikologi sebagai pengantara. International Journal of Management Studies (IJMS), 27(1), 123-150.
Akhbar, M. N., Harding, D., & Yanuarti, N. (2020). Peran kesejahteraan di tempat kerja terhadap kesiapan untuk berubah. Psikologika: Jurnal pemikiran dan penelitian
Barus, D. A. B., Lubis, M. R., & Hardjo, S. (2019). Work Value, Tingkat Pendidikan Budaya Etnis Batak Toba Pada Anggota Satuan Brigade Mobile Kepolisian Daerah Sumatra Utara (Kajian Indigeneous). Tabularasa: Jurnal Ilmiah Magister Psikologi, 1(1), 10-22.Psikologi, 25(2), 229-244.
Faldesiani, R. (2018). Analisis work values dan kepuasan kerja terhadap work engagement karyawan pt. kimia farma di bandung. Jurnal Manajerial, 20(1), 171-187
Farahtilah, A., Taibe, P., & Minarni, M. (2024). Pengaruh Workplace Well-Being Terhadap Intensi Turnover Pada Karyawan Generasi-Z Di Kota Makassar. Jurnal Psikologi Karakter, 4(1), 45-51.
Fridayanti, F., Kardinah, N., & Fitri, T. J. N. (2019). Peran workplace well-being terhadap mental health: Studi pada karyawan disabilitas. Psympathic: Jurnal Ilmiah Psikologi, 6(2), 191-200.
Hudin, A. M., & Budiani, M. S. (2021). Hubungan antara workplace well-Being dengan kinerja karyawan pada PT. X di Sidoarjo. Jurnal Penelitian Psikologi, 8(4), 1-11.
Hidayat, T., & Sungkono, S. (2023). Pengaruh Kesejahteraan Dan Semangat Kerja Pada Karyawan Pt Karya Asri Mandiri. Jurnal Penelitian Ekonomi Manajemen dan Bisnis, 2(3), 220-228
Kambotoai, M., Pio, R. J., & Sambul, S. A. (2020). Nilai-Nilai Kerja dan Komitmen Organisasional terhadap Self-Efficacy. Productivity, 1(4), 317-321.
Manita, E., Mawarpury, M., Khairani, M., & Sari, K. (2019). Hubungan stres dan kesejahteraan (well-being) dengan moderasi kebersyukuran. Gadjah Mada Journal of Psychology (GamaJoP), 5(2), 178-186.
Putranto, N. H. N. H., & Ingarianti, T. M. (2014). Nilai kerja pada wanita yang bekerja. Jurnal Psikologi Teori Dan Terapan, 4(2), 113-129.
Siu, O. L., Spector, P. E., Cooper, C. L., & Lu, C. Q. (2005). Work stress, self-efficacy, Chinese work values, and work well-being in Hong Kong and Beijing. International Journal of stress management, 12(3), 274.
Tamyiz, I. M., Iftayani, I., & Esterina, M. (2023). Pengaruh Kesejahteraan Psikologis Dan Kepuasan Kerja Terhadap Sters Kerja Pada Pegawai Satuan Polisi Pamong Praja. Jurnal Integrasi Riset Psikologi, 1(1).
Winurini, S. (2023). Workplace Well-Being Dan Psychological Capital Pegawai Negeri Sipil Di Pemerintah Kota Yogyakarta. Kajian, 25(3), 251-268.
Yusdiansyah, M. F., & Sumanto, A. (2022). Pengaruh Kesejahteraan Tenaga Kerja Terhadap Kinerja Pada Industri Marmer UD Surya Onix. Primanomics: Jurnal Ekonomi & Bisnis, 20(3), 104-121.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.













