MONETER : Jurnal Ilmu Ekonomi, Bisnis dan Akuntansi https://www.jurnalp4i.com/index.php/moneter <p><strong>MONETER : Jurnal Ilmu Ekonomi, Bisnis dan Akuntansi |</strong>yang diterbitkan 2 kali setahun (Februari dan Agustus) oleh Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I) yang berafiliasi dengan Perguruan Tinggi Indonesia dan Lembaga Kajian ekonomi Indonesia. Jurnal Ilmiah ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam disiplin ilmu yang berkaitan dengan Ekonomi, Bisnis dan Akuntansi<br /><strong>E-ISSN : 3110-1720</strong></p> en-US <p>CC Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0</p> Jurnalp4i@gmail.com (Dr. Muhamad Suhardi, M.Pd) Jurnalp4i@gmail.com (Randi Pratama) Sat, 20 Dec 2025 06:20:57 +0000 OJS 3.2.1.1 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 DISPARITAS PEMBANGUNAN DAN KETIDAKSETARAAN SOSIAL: AKAR MUNCULNYA KRISIS NASIONALISME DI INDONESIA https://www.jurnalp4i.com/index.php/moneter/article/view/8407 <p><strong>ABSTRACT</strong></p> <p>The imbalance in infrastructure development and social inequality in Indonesia, especially in the 3T (Underdeveloped, Frontier, and Outermost) regions such as Papua, Maluku, and Aceh, are factors that trigger a weakening of nationalism, which has the potential to threaten the integrity of the Unitary State of the Republic of Indonesia (NKRI). The main problem faced is the unequal access to infrastructure, education, and economy, which ultimately reinforces the sense of injustice and encourages the emergence of separatist movements at both the national and international levels. The purpose of this study is to analyze the factors causing development inequality in Indonesia and compare them with the development equalization strategies implemented in China, in order to provide relevant recommendations for the Indonesian context. The research method used is a literature study by examining various academic sources, statistical data, and case studies related to the topic. The results of the study show that, although Indonesia has experienced economic growth in a number of regions, the level of inequality between regions is still quite high due to limited infrastructure, low access to education, and weak regional fiscal capacity. In contrast, China has succeeded in reducing regional disparities through the implementation of integrated national strategies, investment incentives, and consistent long-term development planning. Based on these findings, this study recommends the need for reforming development equity policies in Indonesia by adopting best practices from China, particularly in terms of increasing regional fiscal capacity, developing connectivity infrastructure, and harmonizing national and regional planning to strengthen nationalism and prevent national disintegration.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Ketimpangan pembangunan infrastruktur serta kesenjangan sosial di Indonesia, terutama di wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar) seperti Papua, Maluku, dan Aceh, menjadi faktor pemicu melemahnya semangat nasionalisme yang berpotensi mengancam keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Permasalahan utama yang dihadapi adalah ketidakmerataan akses terhadap infrastruktur, pendidikan, dan ekonomi, yang pada akhirnya memperkuat rasa ketidakadilan dan mendorong timbulnya gerakan separatis baik di tingkat nasional maupun internasional. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor-faktor penyebab terjadinya ketimpangan pembangunan di Indonesia dan membandingkannya dengan strategi pemerataan pembangunan yang diterapkan di China, guna memberikan rekomendasi solusi yang relevan bagi konteks Indonesia. Metode penelitian yang digunakan berupa studi literatur dengan menelaah berbagai sumber akademik, data statistik, serta studi kasus yang memiliki keterkaitan dengan topik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, meskipun Indonesia mengalami pertumbuhan ekonomi di sejumlah wilayah, tingkat ketimpangan antarwilayah masih cukup tinggi akibat terbatasnya infrastruktur, rendahnya akses pendidikan, dan lemahnya kapasitas fiskal daerah. Sebaliknya, China berhasil mengurangi kesenjangan antarwilayah melalui penerapan strategi nasional yang terintegrasi, pemberian insentif investasi, serta perencanaan pembangunan jangka panjang yang konsisten. Berdasarkan temuan tersebut, penelitian ini merekomendasikan perlunya reformasi kebijakan pemerataan pembangunan di Indonesia dengan mengadopsi praktik-praktik terbaik dari China, khususnya dalam hal peningkatan kapasitas fiskal daerah, pengembangan infrastruktur konektivitas, serta penyelarasan antara perencanaan nasional dan daerah untuk memperkuat semangat nasionalisme dan mencegah terjadinya disintegrasi bangsa.</p> Khairul hafizan, Samiuddin Samiuddin, Jubaida F Abdullah Copyright (c) 2025 Khairul hafizan, Samiuddin, Jubaida F Abdullah https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://www.jurnalp4i.com/index.php/moneter/article/view/8407 Sun, 21 Dec 2025 00:00:00 +0000 UKURAN ENTITAS BISNIS SEBAGAI PENENTU KEKUATAN RELASI ANTARA GOOD CORPORATE GOVERNANCE DAN LAPORAN KEBERLANJUTAN TERHADAP OPINI AUDIT GOING CONCERN https://www.jurnalp4i.com/index.php/moneter/article/view/8250 <p><strong>ABSTRACT </strong></p> <p>This study aims to analyze the effect of institutional ownership, managerial ownership, board of commissioners, audit committee, and sustainability report disclosure on going concern audit opinions, with firm size as a moderating variable. The research employed a systematic literature review from various journals and academic articles. The results indicate that institutional and managerial ownership have a significant negative effect on going concern audit opinions by enhancing transparency and managerial oversight. The board of commissioners and audit committee strengthen internal control and reduce agency conflicts. Sustainability report disclosure increases transparency and risk management regarding corporate sustainability. Firm size strengthens the influence of all these variables, as larger companies have more resources to implement effective monitoring and control. These findings highlight that good corporate governance practices and sustainability report disclosures, supported by firm size, can reduce the risk of receiving going concern audit opinions, promote business sustainability, and enhance stakeholder confidence. The study provides important implications for auditors, investors, and corporate management in maintaining corporate continuity.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh kepemilikan institusional, kepemilikan manajerial, dewan komisaris, komite audit, dan pengungkapan sustainability report terhadap opini audit going concern, dengan peran ukuran perusahaan sebagai variabel moderasi. Metode penelitian menggunakan studi literatur sistematis (systematic literature review) dari berbagai jurnal dan artikel ilmiah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemilikan institusional dan manajerial memiliki pengaruh negatif signifikan terhadap opini audit going concern karena meningkatkan transparansi dan pengawasan manajemen. Dewan komisaris dan komite audit memperkuat pengendalian internal dan mengurangi risiko konflik keagenan. Pengungkapan sustainability report meningkatkan transparansi dan manajemen risiko keberlanjutan perusahaan. Ukuran perusahaan memperkuat pengaruh semua variabel tersebut, karena perusahaan besar memiliki sumber daya untuk pengawasan lebih efektif. Temuan ini menegaskan bahwa praktik good corporate governance dan pengungkapan sustainability report yang didukung ukuran perusahaan mampu menekan risiko opini audit going concern, mendukung keberlanjutan usaha, dan memperkuat kepercayaan pemangku kepentingan. Penelitian ini memberikan implikasi penting bagi auditor, investor, dan manajemen perusahaan dalam upaya menjaga keberlangsungan usaha.</p> Maulana Alifia, Ayu Er, Lalu Santosa Copyright (c) 2025 Maulana Alifia, Ayu Er, Lalu Santosa https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://www.jurnalp4i.com/index.php/moneter/article/view/8250 Sat, 20 Dec 2025 00:00:00 +0000 PENDEKATAN EKONOMI ISLAM DALAM MENILAI DAMPAK INFLASI DAN PENDAPATAN TERHADAP KONSUMSI RUMAH TANGGA DI WILAYAH BANDAR LAMPUNG https://www.jurnalp4i.com/index.php/moneter/article/view/8248 <p><strong>ABSTRACT </strong></p> <p>This study aims to analyze the influence of Christian Religious Education teachers as facilitators on the prevention of bullying behavior among students at UPTD SMP Negeri 1 Gunungsitoli Selatan. The study employs a systematic literature review (SLR) approach, focusing on scholarly journals and research articles published in the last ten years. The analysis identifies how teachers’ pedagogical practices in guiding, teaching, and training students can reduce the risk of bullying in schools. The findings indicate that the teacher’s facilitator role is crucial in creating a safe learning environment, instilling character values, and enhancing students’ social awareness. These results emphasize that integrating religious education and character guidance can serve as an effective strategy for bullying prevention. The study has practical implications for educational practice, including teacher training, strengthening Christian Religious Education curricula, and implementing school policies that support character development and prevention of negative behaviors.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh peran guru Pendidikan Agama Kristen sebagai fasilitator terhadap pencegahan perilaku perundungan pada peserta didik di UPTD SMP Negeri 1 Gunungsitoli Selatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi literatur sistematis (Systematic Literature Review/SLR) dengan sumber utama berupa jurnal ilmiah dan artikel penelitian relevan yang diterbitkan dalam 10 tahun terakhir. Analisis dilakukan untuk mengidentifikasi bagaimana praktik pedagogis guru PAK dalam membimbing, mengajar, dan melatih siswa dapat menurunkan risiko perilaku bullying di sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran guru sebagai fasilitator sangat penting dalam membentuk lingkungan belajar yang aman, menanamkan nilai-nilai karakter, dan meningkatkan kesadaran sosial siswa. Temuan ini menegaskan bahwa integrasi pendidikan agama dan bimbingan karakter dapat menjadi strategi efektif dalam pencegahan bullying. Penelitian ini memberikan implikasi bagi praktik pendidikan, termasuk perlunya pelatihan guru, penguatan kurikulum PAK, serta penerapan kebijakan sekolah yang mendukung pembentukan karakter dan pencegahan perilaku negatif.</p> Zaini Ilman, Yofan Juanuari, Restu Ilahi Copyright (c) 2025 Zaini Ilman, Yofan Juanuari, Restu Ilahi https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://www.jurnalp4i.com/index.php/moneter/article/view/8248 Sat, 20 Dec 2025 00:00:00 +0000 INTERAKSI DAN PENGARUH PEMANGKU KEPENTINGAN TERHADAP ARAH KEBIJAKAN KESEHATAN https://www.jurnalp4i.com/index.php/moneter/article/view/8247 <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Kebijakan kesehatan tidak dapat dilepaskan dari keberagaman kepentingan para aktor yang berperan di dalamnya, seperti pemerintah, sektor swasta, tenaga medis profesional, kalangan akademisi, serta masyarakat sipil. Penelitian ini menelaah bagaimana interaksi dan dinamika kepentingan di antara berbagai pihak tersebut memengaruhi proses perumusan serta pelaksanaan kebijakan kesehatan di Indonesia. Dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui kajian literatur yang berfokus pada kebijakan publik dan kesehatan (Walt &amp; Gilson, 1994; Buse et al., 2012), studi ini menekankan pentingnya analisis aktor (actor analysis) untuk memahami hubungan kekuasaan, proses negosiasi kepentingan, serta potensi konflik yang muncul dalam penyusunan kebijakan. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa keterbukaan proses, partisipasi yang bermakna, serta tata kelola yang transparan dan akuntabel merupakan faktor penting dalam menyeimbangkan kepentingan para pihak sehingga kebijakan yang dihasilkan lebih berkeadilan dan berorientasi pada peningkatan kesehatan masyarakat. Studi ini diharapkan dapat menjadi acuan dalam memperkuat tata kelola kebijakan kesehatan yang inklusif dan berbasis pada bukti ilmiah.</p> Meyldha Indah, Jubaida F Abdullah Copyright (c) 2025 Meyldha Indah, Jubaida F Abdullah https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://www.jurnalp4i.com/index.php/moneter/article/view/8247 Sat, 20 Dec 2025 00:00:00 +0000 HUBUNGAN IMPLEMENTASI TANGGUNG JAWAB SOSIAL DENGAN KINERJA NILAI PERUSAHAAN https://www.jurnalp4i.com/index.php/moneter/article/view/8246 <p><strong>ABSTRACT</strong></p> <p>In an era of increasingly competitive business, the measure of a company's success is not only seen from the financial profit side, but also from the extent of social contribution realized through Corporate Social Responsibility (CSR). CSR is understood as a form of corporate responsibility to various stakeholders, including employees, consumers, communities, and the environment. This study uses a literature review method by collecting data from various sources, such as books, journals, proceedings, and other official references, which are then analyzed qualitatively to understand the relationship between CSR and company value. The results of the study show that although CSR has a significant impact on corporate value, its influence tends to be negative. This indicates that an increase in CSR activities does not automatically correlate with an increase in corporate value. These findings contradict stakeholder theory, which assumes that companies need to maintain legitimacy and build good relationships with their social environment. The low effectiveness of CSR communication has caused companies to fail to gain the attention of stakeholders. In addition, many manufacturing companies prioritize financial performance over expanding social responsibility, so that CSR is often considered optional.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Dalam era persaingan bisnis yang semakin kompetitif, ukuran keberhasilan perusahaan tidak hanya dilihat dari sisi keuntungan finansial semata, melainkan juga dari sejauh mana kontribusi sosial yang diwujudkan melalui Corporate Social Responsibility (CSR). CSR dipahami sebagai bentuk tanggung jawab perusahaan terhadap berbagai pemangku kepentingan, meliputi karyawan, konsumen, komunitas, hingga lingkungan. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka dengan mengumpulkan data dari berbagai sumber, seperti buku, jurnal, prosiding, serta referensi resmi lainnya, yang kemudian dianalisis secara kualitatif guna memahami keterkaitan antara CSR dan nilai perusahaan. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa meskipun CSR memiliki dampak signifikan terhadap nilai perusahaan, namun pengaruhnya justru cenderung negatif. Hal ini mengindikasikan bahwa peningkatan kegiatan CSR tidak secara otomatis berbanding lurus dengan peningkatan nilai perusahaan. Temuan tersebut bertolak belakang dengan teori pemangku kepentingan yang berasumsi bahwa perusahaan perlu menjaga legitimasi dan membangun hubungan yang baik dengan lingkungan sosialnya. Rendahnya efektivitas komunikasi CSR membuat perusahaan gagal memperoleh perhatian dari para pemangku kepentingan. Di samping itu, banyak perusahaan manufaktur lebih memprioritaskan kinerja keuangan dibandingkan memperluas tanggung jawab sosial, sehingga keberadaan CSR kerap dianggap sebagai sesuatu yang bersifat opsional.</p> Delfi Dwi, Riswan Hadi, Iqbal Copyright (c) 2025 Delfi Dwi, Riswan Hadi, Iqbal https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://www.jurnalp4i.com/index.php/moneter/article/view/8246 Sat, 20 Dec 2025 00:00:00 +0000