https://www.jurnalp4i.com/index.php/learning/issue/feed LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran 2026-02-28T00:00:00+00:00 Randi Pratama Murtikusuma, M.Pd randi.popo@gmail.com Open Journal Systems <p style="text-align: justify;"><strong>LEARNING : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pembelajaran</strong> | <a href="https://sinta.kemdiktisaintek.go.id/journals/profile/11680"><strong>Terakreditasi Sinta 4 </strong></a>diterbitkan 4 kali setahun (Februari, Mei, Agustus, dan November) oleh Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I) yang berafiliasi dengan Perguruan Tinggi Indonesia. Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan pendidikan dan pembelajaran.<br /><strong>e-ISSN : </strong><strong>2777-0575 </strong><strong>| </strong><strong>p-ISSN :</strong> <strong>2777-0583</strong></p> https://www.jurnalp4i.com/index.php/learning/article/view/8900 ANALISIS PERBANDINGAN KURIKULUM INDONESIA DAN NEGARA MAJU DALAM KONTEKS KUALITAS PEMBELAJARAN 2026-01-09T01:32:43+00:00 Alif Tulusiyah Anggraini aliftulus12@gmail.com Anggi Nur Afiyah aliftulus12@gmail.com Erna Milosopa aliftulus12@gmail.com Ni Gusti Ayu Putu Widiastari aliftulus12@gmail.com Theresia Henlong aliftulus12@gmail.com Salsabila Annisa Fitri aliftulus12@gmail.com <p>Basic education is a crucial foundation for the quality of student learning, but cross-national literature indicates that educational success is determined more by consistent implementation and a teacher support ecosystem than simply by the completeness of curriculum documents. This study aims to compare the characteristics, philosophies, and success factors of basic education curricula in Indonesia, Singapore, and Japan, with a focus on their impact on learning quality. Using the Systematic Literature Review (SLR) method with the PRISMA protocol, this study examined 20 selected journal articles from 2015–2025 that had passed due diligence and quality assessment. Thematic analysis grouped the findings into aspects of curriculum orientation, teacher development, character internalization, and technology integration. The synthesis revealed that Singapore implements curriculum efficiency by reducing content breadth for the sake of conceptual depth, supported by research-based teacher development. Japan maintains quality through the internalization of culturally ingrained moral values ??and the improvement of collaborative teaching through lesson study. Meanwhile, Indonesia has an adaptive curriculum policy design but faces the challenge of inconsistent implementation due to the high administrative burden on teachers and resource gaps. The main conclusion emphasizes that the effectiveness of the curriculum is highly dependent on a support system that is able to maintain the teacher's pedagogical space and regular evaluation of learning experiences at the classroom level, not just on changes to formal documents.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Pendidikan dasar merupakan fondasi krusial bagi mutu pembelajaran siswa, namun literatur lintas negara mengindikasikan bahwa keberhasilan pendidikan lebih ditentukan oleh konsistensi implementasi dan ekosistem pendukung guru daripada sekadar kelengkapan dokumen kurikulum semata. Penelitian ini bertujuan mengkomparasikan karakteristik, filosofi, serta faktor keberhasilan kurikulum pendidikan dasar di Indonesia, Singapura, dan Jepang, dengan fokus pada dampaknya terhadap kualitas pembelajaran. Menggunakan metode <em>Systematic Literature Review</em> (SLR) dengan protokol PRISMA, kajian ini menelaah 20 artikel jurnal terpilih dari rentang tahun 2015–2025 yang telah lolos uji kelayakan dan penilaian kualitas. Analisis tematik mengelompokkan temuan ke dalam aspek orientasi kurikulum, pembinaan guru, internalisasi karakter, dan integrasi teknologi. Hasil sintesis mengungkapkan bahwa Singapura menerapkan efisiensi kurikulum dengan mereduksi keluasan konten demi kedalaman pemahaman konsep, didukung oleh pembinaan guru berbasis riset. Jepang memelihara mutu melalui internalisasi nilai moral yang membudaya serta perbaikan pengajaran kolaboratif melalui <em>lesson study</em>. Sementara itu, Indonesia memiliki desain kebijakan kurikulum yang adaptif namun menghadapi tantangan inkonsistensi implementasi akibat tingginya beban administratif guru dan kesenjangan sumber daya. Simpulan utama menegaskan bahwa efektivitas kurikulum sangat bergantung pada sistem pendukung yang mampu menjaga ruang pedagogis guru serta evaluasi pengalaman belajar secara berkala di tingkat kelas, bukan hanya pada perubahan dokumen formal.</p> <p> </p> 2026-01-16T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran https://www.jurnalp4i.com/index.php/learning/article/view/8901 EDUCATIONAL COMMUNICATION MANAGEMENT IN ADDRESSING ALGORITHMIC BIAS AND PUBLIC TRUST CRISIS: DIGITAL LITERACY AND AI ETHICS STRATEGIES IN INDONESIA’S DIGITAL DEMOCRACY ERA 2026-01-09T01:33:50+00:00 Candra Kusuma candrakusuma@stiab-jinarakkhita.ac.id Widiyanto Widiyanto candrakusuma@stiab-jinarakkhita.ac.id Sidartha Adi Gautama candrakusuma@stiab-jinarakkhita.ac.id Wistina Seneru candrakusuma@stiab-jinarakkhita.ac.id <p>The rapid advancement of artificial intelligence in Indonesia’s digital democracy has precipitated algorithmic bias and a public trust crisis, necessitating robust educational strategies. This study investigates the role of educational communication management, digital literacy, and AI ethics in mitigating these challenges and restoring institutional credibility. Employing an explanatory quantitative approach with Structural Equation Modelling (SEM), the research analyzed data from 100 purposively selected students to test the relationships between communication governance, algorithmic perception, and trust. The results reveal that educational communication management significantly enhances decision-making effectiveness (?= 0.397$), while AI ethics significantly positively influences public trust (?= 0.298). Conversely, algorithmic bias was found to substantially impact decision-making dynamics (? = 0.414). Interestingly, digital literacy demonstrated a positive yet statistically non-significant direct effect on trust variables. The study concludes that educational communication management and AI ethics are pivotal pillars for modern educational governance. To address the trust crisis and algorithmic distortions, educational institutions must implement transparent communication strategies integrated with ethical AI principles, thereby fostering an inclusive and accountable digital information ecosystem.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Kemajuan pesat kecerdasan buatan dalam demokrasi digital Indonesia telah memicu bias algoritmik dan krisis kepercayaan publik, sehingga memerlukan strategi pendidikan yang kuat. Studi ini menyelidiki peran manajemen komunikasi pendidikan, literasi digital, dan etika AI dalam mengurangi tantangan ini dan memulihkan kredibilitas institusional. Dengan menggunakan pendekatan kuantitatif eksploratif dengan Pemodelan Persamaan Struktural (SEM), penelitian ini menganalisis data dari 100 mahasiswa yang dipilih secara purposif untuk menguji hubungan antara tata kelola komunikasi, persepsi algoritmik, dan kepercayaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen komunikasi pendidikan secara signifikan meningkatkan efektivitas pengambilan keputusan (?= 0,397), sedangkan etika AI secara signifikan berpengaruh positif terhadap kepercayaan publik (?= 0,298). Sebaliknya, bias algoritmik ditemukan berdampak substansial pada dinamika pengambilan keputusan (? = 0,414). Menariknya, literasi digital menunjukkan pengaruh langsung yang positif namun secara statistik tidak signifikan terhadap variabel kepercayaan. Studi ini menyimpulkan bahwa manajemen komunikasi pendidikan dan etika AI merupakan pilar penting bagi tata kelola pendidikan modern. Untuk mengatasi krisis kepercayaan dan distorsi algoritmik, lembaga pendidikan harus menerapkan strategi komunikasi transparan yang terintegrasi dengan prinsip-prinsip AI yang etis, sehingga mendorong ekosistem informasi digital yang inklusif dan akuntabel.</p> <p> </p> 2026-01-16T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran https://www.jurnalp4i.com/index.php/learning/article/view/8903 EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN BERDIFERNSIASI PADA MATA PELAJARAN BAHASA JAWA DALAM MATERI SASTRA PIWULANG 2026-01-09T01:35:09+00:00 Fadila Fatikasari fadilafatikasari001@students.unnes.ac.id Agus Yuwono fadilafatikasari001@students.unnes.ac.id Joko Sukoyo fadilafatikasari001@students.unnes.ac.id <p>Problems in learning Javanese, especially Piwulang Literature material, at SMA N 16 Semarang show low student interest and learning achievement, as well as the diversity of learning styles that have not been properly accommodated. This study aims to examine the effectiveness of the differentiated learning model as a solution to these problems. This study uses a quantitative approach with a quasi-experimental Nonequivalent Control Group Design. The sample consisted of 70 grade XI students, who were divided into experimental and control groups through random sampling techniques. The instruments used were multiple-choice tests, closed questionnaires, and observation sheets. Data were analyzed through Aiken’s V validity test, normality test, homogeneity test, paired sample t-test, and N-Gain test. The results showed that differentiated learning was able to increase the average post-test score of students from 64.85 to 85 with an N-Gain value of 59.91 (high category). These findings indicate that the application of differentiated learning is significantly more effective than conventional learning in improving student learning outcomes. The conclusion of this study is that the differentiated learning model is effective in Javanese language learning, particularly in the Piwulang Literature material, because it can improve student understanding, adapt to individual learning needs, and strengthen the internalization of cultural values within the independent curriculum.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Permasalahan dalam pembelajaran bahasa Jawa, khususnya materi Sastra Piwulang, di SMA N 16 Semarang menunjukkan rendahnya minat dan prestasi belajar siswa, serta keberagaman gaya belajar yang belum terakomodasi dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas model pembelajaran berdiferensiasi sebagai solusi permasalahan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan quasi eksperimen Nonequivalent Control Group Design. Sampel penelitian sebanyak 70 siswa kelas XI, yang dibagi menjadi kelompok eksperimen dan kontrol melalui teknik random sampling. Instrumen yang digunakan berupa tes pilihan ganda dan lembar observasi. Data dianalisis melalui uji validitas Aiken’s V, uji normalitas, uji homogenitas, uji t-test berpasangan, dan uji N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran berdiferensiasi mampu meningkatkan rata-rata skor post-test siswa dari 64,85 menjadi 85 dengan nilai N-Gain sebesar 59,91 (kategori tinggi). Temuan ini menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran berdiferensiasi secara signifikan lebih efektif dibandingkan pembelajaran konvensional dalam meningkatkan hasil belajar siswa. Kesimpulan penelitian ini adalah model pembelajaran terdiferensiasi efektif dalam pembelajaran bahasa Jawa, khususnya pada materi Sastra Piwulang, karena dapat meningkatkan pemahaman siswa, menyesuaikan dengan kebutuhan belajar individu, dan memperkuat internalisasi nilai-nilai budaya dalam kurikulum mandiri.</p> <p> </p> 2026-01-16T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran https://www.jurnalp4i.com/index.php/learning/article/view/8915 MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA PERMULAAN MELALUI MEDIA FLASH CARD PADA SISWA KELAS I DI SDN 2 LIMBOTO BARAT KABUPATEN GORONTALO 2026-01-09T01:45:05+00:00 Annisa Septianingrum Hasan annisahasan09@gmail.com Wiwy Triyanty Pulukadang annisahasan09@gmail.com Rusmin Husain annisahasan09@gmail.com Fidyawati Monoarfa annisahasan09@gmail.com Sukri Katili annisahasan09@gmail.com <p>Early reading skills are a crucial foundation in basic education, but problems at SDN 2 Limboto Barat, Gorontalo Regency, indicate the low competency of first-grade students in this aspect due to the lack of varied learning media. Initial observations indicated that out of 13 students, only 2 students (15%) had adequate reading skills. This study focused on efforts to improve these skills through the implementation of flashcard media, which was considered capable of attracting students' visual attention. Using a Classroom Action Research (CAR) design, this study was conducted in two cycles covering the stages of planning, action, observation, and reflection, with data collection through tests and observations. The research findings showed a significant progressive increase; in cycle I, learning completeness moved from 23% in the first meeting to 38% in the second meeting. The positive trend continued optimally in cycle II, where the success percentage jumped from 69% to 85% in the final meeting. This increase proves that flashcard media is effective in helping students recognize letters and syllables more easily and increasing learning enthusiasm. It was concluded that the implementation of flashcard media succeeded in significantly improving students' early reading skills, exceeding the established performance indicators.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Kemampuan membaca permulaan merupakan fondasi krusial dalam pendidikan dasar, namun permasalahan di SDN 2 Limboto Barat, Kabupaten Gorontalo, menunjukkan rendahnya kompetensi siswa kelas I dalam aspek ini akibat kurangnya variasi media pembelajaran. Observasi awal mengindikasikan bahwa dari 13 siswa, hanya 2 siswa (15%) yang memiliki kemampuan membaca memadai. Penelitian ini berfokus pada upaya peningkatan keterampilan tersebut melalui implementasi media <em>flash card</em> yang dinilai mampu menarik perhatian visual siswa. Menggunakan desain Penelitian Tindakan Kelas (PTK), studi ini dilaksanakan dalam dua siklus yang mencakup tahapan perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi , dengan pengumpulan data melalui tes dan observasi. Temuan penelitian memperlihatkan peningkatan progresif yang signifikan; pada siklus I, ketuntasan belajar bergerak dari 23% pada pertemuan pertama menjadi 38% pada pertemuan kedua. Tren positif berlanjut secara optimal pada siklus II, di mana persentase keberhasilan melonjak dari 69% hingga mencapai 85% pada pertemuan terakhir. Peningkatan ini membuktikan bahwa media <em>flash card</em> efektif dalam membantu siswa mengenal huruf dan suku kata dengan lebih mudah serta meningkatkan antusiasme belajar. Disimpulkan bahwa penerapan media <em>flash card</em> berhasil meningkatkan kemampuan membaca permulaan siswa secara signifikan hingga melampaui indikator kinerja yang ditetapkan.</p> <p> </p> 2026-01-16T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran https://www.jurnalp4i.com/index.php/learning/article/view/8912 MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS KALIMAT SEDERHANA MELALUI MEDIA KARTU KATA PADA SISWA KELAS II DI SDN 1 TALAGA JAYA KABUPATEN GORONTALO 2026-01-09T01:43:09+00:00 Anggriani Caru anggrianicaru0509@gmail.com Rusmin Husain anggrianicaru0509@gmail.com Wiwy Triyanty Pulukadang anggrianicaru0509@gmail.com Sukri Katili anggrianicaru0509@gmail.com Fidyawaty Monoarfa anggrianicaru0509@gmail.com <p>Writing is a crucial language skill, but the reality in the second grade of SDN 1 Talaga Jaya shows that the majority of students experience difficulties in constructing simple sentences due to limited vocabulary and understanding of sentence structure. Based on initial observations, only 31% of students met the completion criteria, while the rest still struggled. This study aims to improve this competency through the implementation of word cards media that are considered visual and interactive for students. Using a Classroom Action Research (CAR) design, this study involved 19 students as research subjects and was carried out in two cycles. Data collection was carried out comprehensively through tests, observations, interviews, and documentation. The research findings showed a significant and consistent trend of increasing learning outcomes; learning completion in cycle I moved from 43% in the first meeting to 57% in the second meeting. Optimal improvement occurred in cycle II, where the percentage of success jumped from 79% to 90% in the final meeting. This achievement has significantly exceeded the success indicator set at 75%. Thus, it is concluded that the use of word cards media has proven effective in stimulating student activity and significantly improving the ability to write simple sentences.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Kemampuan menulis merupakan keterampilan berbahasa yang krusial, namun realitas di kelas II SDN 1 Talaga Jaya menunjukkan bahwa mayoritas siswa mengalami kendala dalam menyusun kalimat sederhana akibat keterbatasan kosakata dan pemahaman struktur kalimat. Berdasarkan observasi awal, hanya 31% siswa yang memenuhi kriteria ketuntasan, sementara sisanya masih kesulitan. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi tersebut melalui implementasi media kartu kata yang dinilai visual dan interaktif bagi siswa. Menggunakan desain Penelitian Tindakan Kelas (PTK), studi ini melibatkan 19 siswa sebagai subjek penelitian yang dilaksanakan dalam dua siklus. Pengumpulan data dilakukan secara komprehensif melalui tes, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Temuan penelitian memperlihatkan tren peningkatan hasil belajar yang signifikan dan konsisten; ketuntasan belajar pada siklus I bergerak dari 43% pada pertemuan pertama menjadi 57% pada pertemuan kedua. Peningkatan optimal terjadi pada siklus II, di mana persentase keberhasilan melonjak dari 79% hingga mencapai 90% pada pertemuan akhir. Capaian ini secara nyata telah melampaui indikator keberhasilan yang ditetapkan sebesar 75%. Dengan demikian, disimpulkan bahwa penggunaan media kartu kata terbukti efektif dalam menstimulasi keaktifan siswa serta meningkatkan kemampuan menulis kalimat sederhana secara signifikan.</p> <p> </p> 2026-01-16T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran https://www.jurnalp4i.com/index.php/learning/article/view/7977 IMPLEMENTASI NILAI-NILAI RELIGIUS DALAM MENGUATKAN CIVIC RESPONSIBILTY SISWA SMP MUHAMMADIYAH 2 PONTIANAK 2026-01-09T01:28:09+00:00 Feriyadi Feriyadi f1221221027@student.untan.ac.id Nuraini Asriati f1221221027@student.untan.ac.id Shilmy Purnama f1221221027@student.untan.ac.id Sulistyarini Sulistyarini f1221221027@student.untan.ac.id Tri Utami f1221221027@student.untan.ac.id <p>This study aims to describe the implementation of religious values in strengthening civic responsibility among students at SMP Muhammadiyah 2 Pontianak, focusing on religious program planning, religious activity implementation, evaluation, and supporting and inhibiting factors. This study uses a descriptive qualitative approach with data collection techniques in the form of observation, interviews, and documentation of the principal, civics teachers, Islamic Education teachers, homeroom teachers, and students from each grade level. The results show that religious values are applied through the habit of worship such as the dhuha prayer, tadarus, congregational zuhur prayer, kultum, clean Friday, and the habit of religious attitudes through the example set by teachers. The implementation of these religious values has a significant impact on students' civic responsibility, as reflected in increased discipline, concern for the environment, ability to work together, courage to express opinions, and moral awareness among students. The main supporting factors for the successful implementation of the program are teacher role models, a religious school culture, and the integration of religious values in civic education. The obstacles encountered were the influence of the environment and social media, differences in family backgrounds, and limited facilities. This study concluded that the internalization of religious values is an effective strategy in strengthening students' civic responsibility when applied consistently, comprehensively, and sustainably.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi nilai-nilai religius dalam menguatkan <em>civic responsibility</em> siswa di SMP Muhammadiyah 2 Pontianak, dengan fokus pada perencanaan program religius, pelaksanaan kegiatan keagamaan, evaluasi, serta faktor pendukung dan penghambat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap kepala sekolah, guru PKn, guru Pendidikan Agama Islam, wali kelas, serta siswa dari setiap jenjang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai religius diterapkan melalui pembiasaan ibadah seperti shalat dhuha, tadarus, shalat zuhur berjamaah, kultum, Jumat bersih, serta pembiasaan sikap religius melalui keteladanan guru. Implementasi nilai religius tersebut berdampak signifikan terhadap <em>civic responsibility</em> siswa, tercermin dari meningkatnya kedisiplinan, kepedulian terhadap lingkungan, kemampuan bekerja sama, keberanian menyampaikan pendapat, serta kesadaran moral siswa. Faktor pendukung utama keberhasilan implementasi program adalah keteladanan guru, budaya sekolah religius, dan integrasi nilai religius dalam pembelajaran PKn. Hambatan yang ditemukan yaitu pengaruh lingkungan dan media sosial, perbedaan latar belakang keluarga, serta keterbatasan fasilitas. Penelitian ini menyimpulkan bahwa internalisasi nilai-nilai religius merupakan strategi efektif dalam memperkuat <em>civic responsibility</em> siswa apabila diterapkan secara konsisten, menyeluruh, dan berkelanjutan.</p> 2026-01-16T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran https://www.jurnalp4i.com/index.php/learning/article/view/8895 MODEL PEMBELAJARAN CIRC (COOPERATIVE INTEGRATED READING AND COMPOSITION) DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA PEMAHAMAN TEKS NARASI SISWA KELAS V DI SEKOLAH DASAR 2026-01-09T01:30:04+00:00 Dhiyaun Nadhira dhiyaunnadhira@upi.edu <p>The low reading literacy of Indonesian students, as reflected in the 2022 PISA rankings and the 2020 Minimum Competency Assessment (AKM) results, demands effective learning interventions, particularly in understanding complex narrative texts. This study aims to evaluate the effectiveness of the Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) learning model in improving fifth-grade elementary school students' narrative reading comprehension skills through the Systematic Literature Review (SLR) method. By analyzing 12 carefully selected articles published between 2020 and 2024, the study's findings consistently demonstrate that the implementation of CIRC contributes significantly to improving students' understanding of narrative elements such as plot, characters, and moral messages. The model's effectiveness is further enhanced when combined with visual media such as picture books and a multimodal approach, and supported by students' reading habits. It is concluded that CIRC is a potential cooperative learning strategy to address literacy deficits by encouraging active interaction and in-depth understanding. Therefore, it is recommended for widespread implementation in the Indonesian language curriculum in elementary schools.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Rendahnya literasi membaca siswa Indonesia, sebagaimana tercermin dalam peringkat PISA 2022 dan hasil Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) 2020, menuntut adanya intervensi pembelajaran yang efektif, khususnya dalam memahami teks narasi yang kompleks. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas model pembelajaran <em>Cooperative Integrated Reading and Composition</em> (CIRC) dalam meningkatkan kemampuan membaca pemahaman teks narasi siswa kelas V sekolah dasar melalui metode <em>Systematic Literature Review</em> (SLR). Dengan menganalisis 12 artikel terbitan 2020–2024 yang telah diseleksi secara ketat, temuan studi ini secara konsisten menunjukkan bahwa penerapan CIRC berkontribusi signifikan terhadap peningkatan pemahaman siswa pada unsur-unsur naratif seperti alur, tokoh, dan pesan moral. Efektivitas model ini semakin optimal ketika dipadukan dengan media visual seperti buku cerita bergambar dan pendekatan multimodal, serta didukung oleh kebiasaan membaca siswa. Disimpulkan bahwa CIRC merupakan strategi pembelajaran kooperatif yang potensial untuk mengatasi defisit literasi dengan mendorong interaksi aktif dan pemahaman mendalam, sehingga direkomendasikan untuk diimplementasikan secara luas dalam kurikulum Bahasa Indonesia di sekolah dasar.</p> <p> </p> 2026-01-16T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran https://www.jurnalp4i.com/index.php/learning/article/view/8909 EVALUASI PROGRAM PENGELOLAAN PERPUSTAKAAN SEBAGAI SUMBER BELAJAR di MADRASAH ALIYAH LABORATORIUM KOTA JAMBI MENGGUNAKAN MODEL CIPP 2026-01-09T01:40:26+00:00 Aris Munandar arismunandar@uinjambi.ac.id Fellina Dwi Kusuminingrum arismunandar@uinjambi.ac.id Muhammad Ferdiansyah arismunandar@uinjambi.ac.id Syahwa Sofia arismunandar@uinjambi.ac.id Ingka Maryani arismunandar@uinjambi.ac.id Zahra Ameilia Putri arismunandar@uinjambi.ac.id Atika Nopriyani arismunandar@uinjambi.ac.id Yeye Muhammad Arif arismunandar@uinjambi.ac.id <p>This study aims to evaluate the effectiveness of library management as a learning resource at Madrasah Aliyah Laboratorium in Jambi City, considering the crucial role of libraries that are still faced with constraints on facilities and resource readiness in the digital era. Using the CIPP (Context, Input, Process, Product) evaluation model with a descriptive qualitative approach, data were collected through in-depth interviews, observations, and questionnaires, then analyzed through the condensation stage until conclusions were drawn. The evaluation results indicate that the program is running quite effectively but has a significant gap in technological vision. In the context aspect, there is full support from the leadership, but the input aspect has major weaknesses due to the lack of digital infrastructure and substandard staff qualifications. In terms of process, circulation services run well although manually and have not been optimally integrated with classroom learning, while the product aspect shows an increase in student reading interest which is still dominated by non-academic fiction collections. It is concluded that the library has not fully functioned as an academic reference center or digital learning, so that thorough strategic planning and technology investment are needed to strengthen the program's effectiveness in the future.</p> <p><strong>ABSTRA</strong><strong>K</strong></p> <p>Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas pengelolaan perpustakaan sebagai sumber belajar di Madrasah Aliyah Laboratorium Kota Jambi, mengingat peran krusial perpustakaan yang masih dihadapkan pada kendala fasilitas dan kesiapan sumber daya di era digital. Menggunakan model evaluasi CIPP (<em>Context, Input, Process, Product</em>) dengan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan kuesioner, lalu dianalisis melalui tahapan kondensasi hingga penarikan kesimpulan. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa program berjalan cukup efektif namun memiliki kesenjangan visi teknologi yang signifikan. Pada aspek <em>context</em>, terdapat dukungan penuh pimpinan, namun aspek <em>input</em> memiliki kelemahan utama akibat ketiadaan infrastruktur digital dan kualifikasi staf yang belum standar. Dari sisi <em>process</em>, layanan sirkulasi berjalan baik meski manual dan belum terintegrasi optimal dengan pembelajaran kelas, sementara aspek <em>product</em> menunjukkan peningkatan minat baca siswa yang masih didominasi koleksi fiksi non-akademik. Disimpulkan bahwa perpustakaan belum sepenuhnya berfungsi sebagai pusat rujukan akademik atau pembelajaran digital, sehingga diperlukan perencanaan strategis yang matang dan investasi teknologi untuk memperkuat efektivitas program di masa depan.</p> 2026-01-16T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran https://www.jurnalp4i.com/index.php/learning/article/view/8902 AI-BASED GAMIFICATION IN LEARNING: AN ANALYSIS OF ITS IMPACT ON STUDENTS’ ENGAGEMENT - A MIXED METHODS STUDY 2026-01-09T01:34:34+00:00 Jiny Dharma Ditha jiny05052002@gmail.com Susanto Susanto jiny05052002@gmail.com Taridi Taridi jiny05052002@gmail.com Ayu Ardiyaningsih jiny05052002@gmail.com <p>Declining student engagement is a crucial challenge in the global education system in the era of digital transformation, demanding innovative interventions such as the integration of artificial intelligence (AI) technology. This study aims to evaluate the impact of implementing AI-based gamification on student learning engagement, given the urgent need for adaptive learning strategies for the digital generation. Using a mixed-methods research design with a sequential explanatory strategy, this study collected data through a quantitative survey of 43 students and qualitative in-depth interviews. Statistical analysis revealed a significant positive correlation (r=0.560), with regression analysis confirming that gamification elements contributed 31.3% to increased student participation. Qualitative findings support this result by demonstrating that features such as points, badges, automated feedback, and content personalization are effective in stimulating intrinsic motivation and learning consistency, although competitive elements such as leaderboards need to be managed judiciously to avoid excessive pressure. Overall, the study concludes that AI-based gamification is an effective strategy for fostering student cognitive and emotional engagement and recommends the development of a varied and adaptive reward system to maintain long-term learning motivation.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Penurunan keterlibatan siswa menjadi tantangan krusial dalam sistem pendidikan global di era transformasi digital, yang menuntut adanya intervensi inovatif seperti integrasi teknologi kecerdasan buatan (AI). Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dampak penerapan gamifikasi berbasis AI terhadap keterlibatan belajar siswa, mengingat urgensi kebutuhan strategi pembelajaran yang adaptif bagi generasi digital. Menggunakan desain penelitian metode campuran (mixed-methods) dengan strategi eksplanatori sekuensial, studi ini mengumpulkan data melalui survei kuantitatif terhadap 43 mahasiswa dan pendalaman kualitatif melalui wawancara. Analisis statistik menunjukkan adanya korelasi positif yang signifikan (r=0,560), di mana analisis regresi mengonfirmasi bahwa elemen gamifikasi berkontribusi sebesar 31,3% terhadap peningkatan partisipasi siswa. Temuan kualitatif memperkuat hasil ini dengan menunjukkan bahwa fitur seperti poin, lencana, umpan balik otomatis, dan personalisasi konten efektif dalam memicu motivasi intrinsik dan konsistensi belajar, meskipun elemen kompetitif seperti leaderboard perlu dikelola dengan bijak agar tidak menimbulkan tekanan berlebih. Secara keseluruhan, penelitian menyimpulkan bahwa gamifikasi berbasis AI merupakan strategi efektif untuk menumbuhkan keterlibatan kognitif dan emosional siswa, serta merekomendasikan pengembangan sistem penghargaan yang variatif dan adaptif guna menjaga motivasi belajar jangka panjang.</p> <p> </p> 2026-01-16T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran https://www.jurnalp4i.com/index.php/learning/article/view/8899 MEASURING THE IMPACT OF JIGSAW TECHNIIQUE FOR COMMUNITY LANGUAGE LEARNING IN DIPLOMA OF MEDICAL EDUCATION: A FUTURE CHALLENGE ENGLISH STUDY 2026-01-09T01:32:09+00:00 Lalu Dwi Satria Ardiansyah laludwisatriaardiansyah@gmail.com Yan Reiza Permana laludwisatriaardiansyah@gmail.com <p>Modern medical education demands a shift from passive to active learning to build professional competence, yet EFL students in Indonesia often face significant barriers to speaking skills, such as limited vocabulary and low self-confidence. This quasi-experimental study aimed to evaluate the impact of implementing the Jigsaw technique in Community Language Learning (CLL) on the speaking skills of Diploma students, focusing on vocabulary, accuracy, fluency, and pronunciation. The study involved 48 Bima International University students who were randomly divided into a control group (N=20) and a Jigsaw experimental group (N=28). The study used a mixed-methods design integrating quantitative testing and classroom observations. The data analysis revealed a statistically significant difference favoring the Jigsaw group, with students in this group demonstrating significantly better speaking performance than the control group across all tested competencies. These findings confirm that the Jigsaw CLL technique is effective in improving oral proficiency, transforming students into active learners, and reducing communication anxiety. Therefore, this method is recommended as an essential pedagogical strategy for improving the quality of English language learning in medical education contexts.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Pendidikan medis modern menuntut pergeseran dari pembelajaran pasif ke aktif untuk membangun kompetensi profesional, namun mahasiswa EFL di Indonesia sering menghadapi kendala signifikan dalam keterampilan berbicara, seperti keterbatasan kosa kata dan rendahnya kepercayaan diri. Penelitian kuasi-eksperimental ini bertujuan untuk mengevaluasi dampak penerapan teknik <em>Jigsaw</em> dalam <em>Community Language Learning</em> (CLL) terhadap kemampuan berbicara mahasiswa Diploma, dengan fokus pada aspek kosa kata, akurasi, kelancaran, dan pengucapan. Studi ini melibatkan 48 mahasiswa Universitas Bima Internasional yang dibagi secara acak menjadi kelompok kontrol (N=20) dan kelompok eksperimen <em>Jigsaw</em> (N=28), menggunakan desain metode campuran yang mengintegrasikan tes kuantitatif dan observasi kelas. Hasil analisis data menunjukkan perbedaan statistik yang signifikan yang mengunggulkan kelompok <em>Jigsaw</em>, di mana mahasiswa dalam kelompok ini menunjukkan kinerja berbicara yang jauh lebih baik dibandingkan kelompok kontrol pada seluruh kompetensi yang diuji. Temuan ini mengonfirmasi bahwa teknik <em>Jigsaw</em> CLL efektif dalam meningkatkan kemahiran lisan, mengubah mahasiswa menjadi pembelajar aktif, serta mengurangi kecemasan dalam berkomunikasi. Oleh karena itu, metode ini direkomendasikan sebagai strategi pedagogis esensial untuk meningkatkan kualitas pembelajaran bahasa Inggris dalam konteks pendidikan medis.</p> <p> </p> <p> </p> 2026-01-16T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran https://www.jurnalp4i.com/index.php/learning/article/view/8911 PENGELOLAAN AKUN TIKTOK @DEUTSCHKURSEBILDUNG DALAM EDUKASI BAHASA JERMAN 2026-01-09T01:42:19+00:00 Adinda Azzahra azzahraadinda@apps.ipb.ac.id Guruh Ramdani azzahranafa0@students.unnes.ac.id Fikry Fachrurrizal azzahraadinda@apps.ipb.ac.id <p>This study examines the management strategy of the TikTok account @deutschkursebildung as a German language education medium, with a focus on the implementation of Social Media Management Theory and POAC Theory (Planning, Organizing, Implementing, Monitoring). Using qualitative methods through observation, active participation, interviews, and literature review, the study involved account managers as key informants. The results show that content management is carried out systematically with an educational entertainment approach, incorporating elements of entertainment and education through memes, digital trends, and dynamic visualizations that attract young audiences. The planning process includes content meetings and calendar content for consistency, organization through task allocation, creative implementation with trend adaptation, and TikTok data-based monitoring for performance evaluation. The main challenges are the balance between educational entertainment, idea fluctuations, and platform algorithms, which are addressed through adaptive strategies such as brainstorming and format experimentation. The conclusion confirms that the account's success depends on creativity, team coordination, and data evaluation, providing insights for the development of responsive and innovative digital educational media.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Penelitian ini menelaah strategi pengelolaan akun TikTok @deutschkursebildung sebagai media edukasi Bahasa Jerman, dengan fokus pada implementasi Teori Manajemen Media Sosial dan Teori POAC (Perencanaan, Pengorganisasian, Pelaksanaan, Pengawasan). Penelitian ini menggunakan metode kualitatif melalui observasi, partisipasi aktif, wawancara, dan studi pustaka dengan melibatkan pengelola akun sebagai informan utama. Hasil menunjukkan bahwa pengelolaan konten dilakukan secara sistematis dengan pendekatan hiburan edukatif, memasukan unsur hiburan dan edukasi melalui meme, tren digital, dan visualisasi dinamis yang menarik audiens muda. Proses perencanaan meliputi pertemuan konten, dan konten kalendar untuk konsistensi, pengorganisasian melalui pembagian tugas, pelaksanaan kreatif dengan adaptasi tren, serta pengawasan berbasis data TikTok untuk evaluasi performa. Tantangan utama adalah keseimbangan edukasi hiburan, fluktuasi ide, dan algoritma platform, diatasi dengan strategi adaptif seperti bertukar pikiran dan eksperimen format. Kesimpulan menegaskan bahwa keberhasilan akun bergantung pada kreativitas, koordinasi tim, evaluasi data, memberikan wawasan untuk pengembangan media edukasi digital yang responsif dan inovatif.</p> 2026-01-16T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran https://www.jurnalp4i.com/index.php/learning/article/view/8914 MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA NYARING MELALUI METODE SHARED READING PADA SISWA KELAS III SDN 1 TELAGA JAYA KABUPATEN GORONTALO 2026-01-09T01:44:21+00:00 Nur Afrianti Sawal nurafriantisawal16@email.ac.id Rusmin Husain nurafriantisawal16@email.ac.id Wiwy Triyany Pulukadang nurafriantisawal16@email.ac.id Sukri Katili nurafriantisawal16@email.ac.id Fidyawati Monoarfa nurafriantisawal16@email.ac.id <p>Reading aloud is an essential skill in learning Indonesian, but the reality in grade III of SDN 1 Telaga Jaya shows low student competency in pronunciation, intonation, pauses, and fluency due to monotonous learning methods. This study aims to address this problem by improving reading aloud skills through the application of the Shared Reading method. Using a Classroom Action Research (CAR) design implemented in two cycles, this study involved 20 students as research subjects with stages including planning, implementation, observation, and reflection. The research findings show a significant and consistent trend of increasing learning outcomes. In the initial observation, the student completion rate only reached 25% (5 students). After the action was carried out in cycle I, the percentage of success increased from 30% in the first meeting to 45% in the second meeting. Optimal improvement was achieved in cycle II, where completion jumped from 70% to finally reaching 90% (18 students) in the final meeting. This achievement has clearly exceeded the established success indicators, proving that the Shared Reading method is effective in improving the technical quality of reading, fostering self-confidence, and increasing students' interest in reading in the learning process.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Kemampuan membaca nyaring merupakan keterampilan esensial dalam pembelajaran Bahasa Indonesia, namun realitas di kelas III SDN 1 Telaga Jaya menunjukkan rendahnya kompetensi siswa dalam aspek pelafalan, intonasi, jeda, serta kelancaran akibat metode pembelajaran yang cenderung monoton. Penelitian ini bertujuan untuk mengatasi permasalahan tersebut dengan meningkatkan kemampuan membaca nyaring melalui penerapan metode <em>Shared Reading</em>. Menggunakan desain Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, studi ini melibatkan 20 siswa sebagai subjek penelitian dengan tahapan meliputi perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Temuan penelitian memperlihatkan tren peningkatan hasil belajar yang signifikan dan konsisten. Pada observasi awal, tingkat ketuntasan siswa hanya mencapai 25% (5 siswa). Setelah dilakukan tindakan pada siklus I, persentase keberhasilan meningkat dari 30% pada pertemuan pertama menjadi 45% pada pertemuan kedua. Peningkatan optimal tercapai pada siklus II, di mana ketuntasan melonjak dari 70% hingga akhirnya mencapai 90% (18 siswa) pada pertemuan terakhir. Capaian ini secara nyata telah melampaui indikator keberhasilan yang ditetapkan, membuktikan bahwa metode <em>Shared Reading</em> efektif dalam memperbaiki kualitas teknis membaca, menumbuhkan kepercayaan diri, serta meningkatkan minat baca siswa dalam proses pembelajaran.</p> <p> </p> 2026-01-16T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran https://www.jurnalp4i.com/index.php/learning/article/view/8926 MENINGKATKAN KREATIVITAS KARYA SENI 3 DIMENSI MELALUI MODEL PjBL PADA SISWA KELAS IV 2026-01-09T01:45:42+00:00 Jihan Larasati Budiman jihanlarasatibudiman01@gmail.com Wiwy Triyanty Pulukadang jihanlarasatibudiman01@gmail.com Sukri Katili jihanlarasatibudiman01@gmail.com Mimy Astuty Pulukadang jihanlarasatibudiman01@gmail.com Rustam I Husain jihanlarasatibudiman01@gmail.com <p>Fine arts learning in elementary schools often faces obstacles in fostering student creativity, as found at SDN 7 Tapa, Bone Bolango Regency, which showed the low ability of fourth-grade students in creating 3-dimensional artworks due to the lack of variety in teaching methods and technical understanding. This study aims to address this problem by improving student creativity through the implementation of the Project Based Learning (PjBL) model. Using a Classroom Action Research (CAR) design, this study involved 18 students as research subjects carried out in two cycles, including the stages of planning, implementation, observation, and reflection. Data collection was carried out comprehensively through observation, interviews, performance tests, and documentation. The research findings showed a significant and consistent trend of increasing results; in cycle I, the percentage of students who were able to create increased from 6% in the first meeting to 33% in the second meeting. A more optimal increase was recorded in cycle II, where the success rate moved from 67% to finally reaching 78% in the final meeting. This achievement has clearly exceeded the established success indicators, so it can be concluded that the implementation of the PjBL model has proven effective in facilitating students to explore ideas and improve their technical skills and creativity in producing 3-dimensional works of art.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Pembelajaran seni rupa di sekolah dasar seringkali menghadapi kendala dalam menumbuhkan kreativitas siswa, sebagaimana temuan di SDN 7 Tapa Kabupaten Bone Bolango yang menunjukkan rendahnya kemampuan siswa kelas IV dalam membuat karya seni 3 dimensi akibat minimnya variasi metode pengajaran dan pemahaman teknik. Penelitian ini bertujuan untuk mengatasi permasalahan tersebut dengan meningkatkan kreativitas siswa melalui implementasi model <em>Project Based Learning</em> (PjBL). Menggunakan desain Penelitian Tindakan Kelas (PTK), studi ini melibatkan 18 siswa sebagai subjek penelitian yang dilaksanakan dalam dua siklus, meliputi tahapan perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Pengumpulan data dilakukan secara komprehensif melalui observasi, wawancara, tes kinerja, dan dokumentasi. Temuan penelitian menunjukkan adanya tren peningkatan hasil yang signifikan dan konsisten; pada siklus I, persentase siswa yang mampu berkreasi meningkat dari 6% pada pertemuan pertama menjadi 33% pada pertemuan kedua. Peningkatan yang lebih optimal tercatat pada siklus II, di mana tingkat keberhasilan bergerak dari 67% hingga akhirnya mencapai 78% pada pertemuan terakhir. Capaian ini secara nyata telah melampaui indikator keberhasilan yang ditetapkan, sehingga dapat disimpulkan bahwa penerapan model PjBL terbukti efektif dalam memfasilitasi siswa untuk mengeksplorasi ide dan meningkatkan keterampilan teknis serta kreativitas mereka dalam menghasilkan karya seni 3 dimensi.</p> <p> </p> 2026-01-16T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran https://www.jurnalp4i.com/index.php/learning/article/view/8904 PERAN GURU DALAM PENGUATAN LITERASI DIGITAL PESERTA DIDIK SMP RADEN FATAH CIMANGGU 2026-01-09T01:36:12+00:00 Muhamad Aldi aldi33401@gmail.com Muh. Hanif aldi33401@gmail.com <p>The digital era requires students to have strong technological literacy skills for effective and safe participation in the global community. This study aims to analyze the strategic role of teachers in strengthening digital literacy at Raden Fatah Cimanggu Junior High School, including their roles as facilitators, ethical mentors, and role models in technology use. Using a qualitative approach with descriptive methods, data was collected through a series of participant observations, in-depth interviews with educators, and analysis of school policy documents. Data analysis was conducted through comprehensive stages of data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The research findings indicate that teachers have implemented their vital role by integrating technology into the learning process, utilizing collaboration platforms such as Google Classroom, and providing digital-based assignments. In addition to technical aspects, teachers actively instill digital ethical values ??and the ability to evaluate the validity of information, despite still facing challenges of equitable infrastructure and the need for ongoing training. It is concluded that teachers play a significant role in shaping students' character and critical thinking regarding technology, thus synergistic support from all stakeholders is essential to ensure the readiness of the younger generation to face a digitally connected future.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Era digital mengharuskan peserta didik memiliki kecakapan literasi teknologi yang kuat demi partisipasi yang efektif dan aman dalam masyarakat global. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran strategis guru dalam penguatan literasi digital di SMP Raden Fatah Cimanggu, mencakup fungsi sebagai fasilitator, pembimbing etika, dan teladan penggunaan teknologi. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, data dikumpulkan melalui serangkaian observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan para pendidik, serta analisis dokumen kebijakan sekolah. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan secara komprehensif. Temuan penelitian menunjukkan bahwa guru telah mengimplementasikan peran vital dengan mengintegrasikan teknologi dalam proses pembelajaran, memanfaatkan platform kolaborasi seperti Google Classroom, serta memberikan penugasan berbasis digital. Selain aspek teknis, guru aktif menanamkan nilai etika digital dan kemampuan evaluasi validitas informasi, kendati masih dihadapkan pada tantangan pemerataan infrastruktur dan kebutuhan pelatihan berkelanjutan. Disimpulkan bahwa peran guru sangat signifikan dalam membentuk karakter dan daya kritis siswa terhadap teknologi, sehingga dukungan sinergis dari seluruh pemangku kepentingan sangat diperlukan untuk memastikan kesiapan generasi muda menghadapi masa depan yang terhubung secara digital.</p> 2026-01-16T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran https://www.jurnalp4i.com/index.php/learning/article/view/8026 ANALISIS KONTEN DALAM GALERI RASULULLAH di MASJID AL- JABBAR SEBAGAI MATERI AJAR SEJARAH DALAM MATA PELAJARAN PAI 2026-01-09T01:36:50+00:00 Muhammad Wahyu Daffa Dien diendaffa99@upi.edu Udin Supriadi diendaffa99@upi.edu Mohamad Rindu Fajar Islamy diendaffa99@upi.edu <p>This research aims to analyze the content contained in the Rasulullah Gallery at the Al-Jabbar Mosque, one of the well-known mosques in West Java, especially in Gedebage District, Bandung City. This research also examines the relevance of gallery content as history teaching material in Islamic Religious Education (PAI) subjects. Using a qualitative approach and descriptive analysis, the main data was obtained through direct observation at the Rasulullah Gallery, interviews with gallery managers, visitors and education experts. This research is also supported by secondary data in the form of gallery catalog documents, literature on the history of the Prophet, as well as literature reviews from books, journals and articles related to history teaching methods in PAI subjects. The collected data was analyzed through the stages of data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The research results show that the Rasulullah Gallery presents educational content that is relevant to PAI's Basic Competency and Competency Standards (SKKD). Apart from that, this gallery has the potential to become an interactive history learning medium that can increase students' understanding of the history of the Prophet. This research recommends integrating the Rasulullah Gallery into PAI learning to enrich students' learning experiences. Thus, the Rasulullah Gallery can function as an effective learning resource in supporting the learning of Islamic history.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Kajian ini bertujuan untuk menganalisis konten yang terdapat pada Galeri Rasulullah di Masjid Al-Jabbar, sebuah masjid yang cukup dikenal luas di Jawa Barat, tepatnya di Kecamatan Gedebage, Kota Bandung. Penelitian ini juga menilai relevansi konten galeri tersebut sebagai materi ajar sejarah dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan analisis deskriptif, data utama diperoleh melalui observasi langsung di Galeri Rasulullah, wawancara dengan Tim kreatif Pt.Sembilan Matahari, murid dan ahli pendidikan. Penelitian ini juga didukung oleh data sekunder berupa dokumen katalog galeri, literatur tentang sejarah Rasulullah, serta kajian pustaka dari buku, jurnal, dan artikel terkait metode pengajaran sejarah dalam PAI. Data yang terkumpul dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Galeri Rasulullah menyajikan konten edukatif yang relevan dengan Capaian Pembelajaran. Selain itu, galeri ini memiliki potensi sebagai media pembelajaran sejarah interaktif yang mampu meningkatkan pemahaman siswa terhadap sejarah Rasulullah. Penelitian ini merekomendasikan integrasi Galeri Rasulullah ke dalam pembelajaran PAI untuk memperkaya pengalaman belajar siswa. Dengan demikian, Galeri Rasulullah dapat berfungsi sebagai sumber belajar yang efektif dalam mendukung pembelajaran sejarah Islam</p> <p> </p> 2026-01-16T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran https://www.jurnalp4i.com/index.php/learning/article/view/8897 PENGARUH KOMPETENSI GURU DAN LINGKUNGAN BELAJAR TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SISWA SD KELAS VI DI KECAMATAN BAYAN 2026-01-09T01:31:24+00:00 Widiastuti Widiastuti widiastuti.24321@gmail.com Farikah Farikah widiastuti.24321@gmail.com Septian Aji Permana widiastuti.24321@gmail.com <p>Students’ learning motivation is a crucial factor that encourages them to actively participate throughout the learning process; however, this motivation may descrease when teachers’ competence is low and the learning environment lacks sufficient support. The purpose of this study is to test the hypothesis regarding the impact of teacher competence and the learning environment on the learning motivation of sixth-grade elementary school students in Bayan District, Purworejo, both partially and simultaneously. This research employs a quantitative method with a cluster random sampling technique conducted in four elementary schools as research sites. Data were collected through questionnaires and documentation, then analyzed using t-tests, F-tests, and the coefficient of determination with SPSS version 25. The results indicate that: (1) teacher competence has a positive effect on learning motivation, with <em>t</em>-<sub>value</sub> of 6.568 &gt; <em>t</em>-<sub>table</sub> 1.983 and a coefficient of determination of 33.8%; (2) the learning environment has a positive effect on learning motivation, with <em>t</em>-<sub>value</sub> of 6.986 &gt; <em>t</em>-<sub> table</sub> 1.983 and a partial determination coefficient of 36.4%; and (3) teacher competence and the learning environment jointly have a positive effect on learning motivation, with <em>F</em>-<sub> value</sub> of 62.187 &gt; <em>F</em>-<sub> table</sub> 3.09 and a coefficient of determination of 55.7%. Based on these findings, it can be concluded that the higher the influence of teacher competence and the learning environment, either individually or jointly, the higher the learning motivation of sixth-grade elementary school students in Bayan District.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Motivasi belajar siswa merupakan faktor yang dapat mendorong mereka untuk senantiasa berperan aktif selama proses pembelajaran berlangsung, tetapi hal ini dapat menurun apabila kompetensi yang dimiliki guru rendah dan kurangnya dukungan dari lingkungan belajar anak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji hipotesis mengenai pengaruh kompetensi guru dan lingkungan belajar terhadap motivasi belajar siswa SD kelas VI di Kecamatan Bayan, Purworejo, baik secara parsial maupun simultan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan teknik <em>cluster random sampling</em> pada empat sekolah dasar sebagai lokasi penelitian. Data diperoleh melalui penyebaran kuesiner dan dokumentasi, kemudian dianalisis dengan menggunakan uji t, uji F, dan koefisien determinasi pada aplikasi SPSS versi 25. Hasil penelitian ini, yaitu: (1) terdapat pengaruh yang positif antara kompetensi guru terhadap motivasi belajar dengan nilai t<sub>hitung</sub> 6,568 &gt; t<sub>tabel</sub> 1,983 dan nilai koefisien determinasi sebesar 33,8%, (2) terdapat pengaruh yang positif antara lingkungan belajar terhadap motivasi belajar dengan nilai hasil t<sub>hitung</sub> 6,986 &gt; t<sub>tabel</sub> 1,983 dan nilai koefisien determinasi parsial sebesar 36,4%, dan (3) terdapat pengaruh positif antara kompetensi guru dan lingkungan berlajar terhadap motivasi belajar dengan hasil berupa nilai F<sub>hitung</sub> sebesar 62,187 &gt; dari F<sub>tabel</sub> 3,09 dan nilai koefisien determinasi 55,7%. Berdasarkan hasil perhitungan tersebut dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi pengaruh yang diberikan oleh variabel kompetensi guru dan lingkungan belajar, baik secara mandiri maupun secara bersama-sama, maka semakin tinggi juga pengaruh yang diterima oleh motivasi belajar siswa SD kelas VI di Kecamatan Bayan.</p> 2026-01-16T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran https://www.jurnalp4i.com/index.php/learning/article/view/8896 PENGARUH KURIKULUM BERJENJANG TERHADAP KOMPETENSI LULUSAN: STUDI KASUS SPESIALISASI MATA KULIAH PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI UIN RADEN MAS SAID SURAKARTA 2026-01-09T01:30:35+00:00 Yola Aprilia Mushlihah yolaapriliam@gmail.com Khansa Dzikri Aulia Farah yolaapriliam@gmail.com Mahayoni Zaenab Satrianing Khotimah yolaapriliam@gmail.com <p>Higher education in Indonesia faces significant challenges in ensuring its curriculum is relevant to the needs of the workplace, particularly for prospective Islamic Religious Education (PAI) teachers. While the PAI curriculum at State Islamic Religious Colleges (PTKIN) is generally general, UIN Raden Mas Said Surakarta adopts a unique approach with specialized courses based on educational level (MI, MTs, and MA). This study aims to investigate the impact of this tiered curriculum on the professional competence and work readiness of PAI graduates. Using a qualitative case study method, the research involved in-depth interviews with university officials and employed alumni to obtain comprehensive data. The results indicate that the tier-specific curriculum significantly contributes to improving the pedagogical, professional, and personal competencies of graduates. Alumni feel more prepared and confident in teaching material appropriate to their assigned educational level. These findings confirm that innovation in curriculum design, such as that implemented at UIN Raden Mas Said Surakarta, is highly urgent as a model for addressing the gap between higher education and the needs of the workplace. It is recommended that other PTKIN consider implementing a similar curriculum model to improve the quality and relevance of their graduates in the workforce.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Pendidikan tinggi di Indonesia menghadapi tantangan signifikan dalam memastikan kurikulumnya relevan dengan kebutuhan dunia kerja, khususnya bagi calon guru Pendidikan Agama Islam (PAI). Umumnya kurikulum PAI di Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) bersifat umum, namun UIN Raden Mas Said Surakarta mengadopsi pendekatan unik dengan spesialisasi mata kuliah berdasarkan jenjang pendidikan (MI, MTs, dan MA). Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi dampak kurikulum berjenjang tersebut terhadap kompetensi profesional dan kesiapan kerja lulusan PAI. Dengan menggunakan metode kualitatif studi kasus, penelitian ini melibatkan wawancara mendalam dengan pihak kampus dan alumni yang telah bekerja, untuk mendapatkan data komprehensif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kurikulum spesifik perjenjang secara signifikan berkontribusi pada peningkatan kompetensi pedagogik, profesional, dan personal lulusan. Alumni merasa lebih siap dan percaya diri dalam mengajar materi yang sesuai dengan jenjang pendidikan di mana mereka ditempatkan. Temuan ini menegaskan bahwa inovasi dalam desain kurikulum, seperti yang diterapkan di UIN Raden Mas Said Surakarta, memiliki urgensi tinggi untuk menjadi model dalam mengatasi kesenjangan antara pendidikan tinggi dan kebutuhan dunia kerja. Disarankan agar PTKIN lain dapat mempertimbangkan adopsi model kurikulum serupa untuk meningkatkan kualitas dan relevansi lulusan mereka di dunia kerja.</p> <p> </p> 2026-01-16T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran https://www.jurnalp4i.com/index.php/learning/article/view/8447 ANALISIS TANTANGAN DAN STRATEGI E-LEARNING DALAM PEMBELAJARAN (PAI) DI ERA DIGITAL : SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW 2026-01-09T01:41:08+00:00 Zakiyatun Nufus Aulia Rusliana zakiyanar06@gmail.com Koderi Koderi zakiyanar06@gmail.com Fitriani Fitriani zakiyanar06@gmail.com <p>The development of digital technology and the acceleration of online learning in the post-pandemic era have encouraged the implementation of e-learning in Islamic Religious Education (IRE). However, its implementation still faces a gap between pedagogical potential and practical realities in the field. This study aims to identify the main challenges, recommended e-learning strategies, and the impact of e-learning implementation on students’ understanding of learning materials, learning motivation, and the formation of Islamic character. This research employs a <em>Systematic Literature Review</em> (SLR) method guided by PRISMA, with the assistance of the Covidence application. The review process includes the formulation of three research questions, the determination of inclusion and exclusion criteria, literature searches in the Scopus and Publish or Perish databases, duplicate removal, title–abstract and full-text screening, quality assessment (QA1–QA3), and data synthesis. Out of 198 articles published between 2020 and 2025, 16 articles were deemed eligible for analysis. The findings indicate that e-learning has the potential to enhance students’ understanding of Islamic concepts and learning outcomes through the use of videos, interactive quizzes, and digital materials, as well as to increase students’ motivation and engagement through interactivity and gamification. The main challenges identified include technical aspects, such as limited internet access and infrastructure, and non-technical aspects, such as low digital literacy, insufficient teacher training, student motivation, and policy support. This study emphasizes that the effectiveness of e-learning in IRE can be achieved through the utilization of Learning Management Systems (LMS) enriched with interactive media and gamification, accompanied by the strengthening of teachers’ digital competencies and equitable infrastructure development to ensure sustainable implementation and value-oriented learning.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Perkembangan teknologi digital dan percepatan pembelajaran daring pascapandemi mendorong penerapan e-learning dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Namun, implementasinya masih menghadapi kesenjangan antara potensi pedagogis dan realitas di lapangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tantangan utama, strategi e-learning yang direkomendasikan, serta dampak penerapannya terhadap pemahaman materi, motivasi belajar, dan pembentukan karakter Islami peserta didik. Penelitian menggunakan metode <em>Systematic Literature Review</em> (SLR) berpedoman pada PRISMA dengan bantuan aplikasi Covidence. Proses kajian meliputi perumusan tiga <em>research questions</em>, penetapan kriteria inklusi dan eksklusi, penelusuran literatur pada basis data Scopus dan Publish or Perish, penghapusan duplikasi, <em>screening</em> judul–abstrak dan <em>full-text</em>, penilaian kualitas (QA1–QA3), serta sintesis data. Dari 198 artikel publikasi periode 2020–2025, sebanyak 16 artikel dinyatakan layak dianalisis. Hasil kajian menunjukkan bahwa e-learning berpotensi meningkatkan pemahaman konsep keislaman dan hasil belajar melalui pemanfaatan video, kuis interaktif, dan materi digital, serta meningkatkan motivasi dan keterlibatan siswa melalui interaktivitas dan gamifikasi. Adapun tantangan utama yang ditemukan meliputi aspek teknis, seperti keterbatasan akses internet dan infrastruktur, serta aspek non-teknis, seperti rendahnya literasi digital, minimnya pelatihan guru, motivasi siswa, dan dukungan kebijakan. Penelitian ini menegaskan bahwa efektivitas e-learning PAI dapat dicapai melalui pemanfaatan Learning Management System (LMS) yang diperkaya media interaktif dan gamifikasi, disertai penguatan kompetensi guru serta pemerataan infrastruktur agar implementasi pembelajaran tetap berkelanjutan dan berorientasi pada nilai-nilai Islam.</p> <p> </p> 2026-01-16T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran https://www.jurnalp4i.com/index.php/learning/article/view/8894 ANALISIS PENGARUH MEDIA AUDIO VISUAL dALAM MENGATASI TANTANGAN RENDAHNYA KETERAMPILAN MENYIMAK CERITA PADA PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA MELALUI TREN PEMANFAATAN TEKNOLOGI SEBAGAI SOLUSI PEMBELAJARAN SISWA KELAS VIII 2026-01-09T01:29:20+00:00 Sahrul Muzekki sahrul20jeky@gmail.com Linda Ramadhanty Januar sahrul20jeky@gmail.com <p>The use of audiovisual media plays a crucial role in enhancing students' listening skills in Indonesian language learning. SMP Al-Ismailiyah Tambelangan, Sampang, was the location of this quasi-experimental research, focusing on improving the listening skills of 8th-grade students in understanding story content presented through audiovisual media. This study aims to describe the effect of using audiovisual media on listening skills and compare the learning outcomes of students taught using audiovisual media with those taught without it. The research employed a quantitative approach with a pretest-posttest control group design. The subjects were 30 8th-grade students of SMP Al-Ismailiyah Tambelangan Sampang, consisting of 15 students in the experimental class and 15 students in the control class. Data collection techniques used objective multiple-choice tests and documentation. Data analysis was performed statistically using validity, reliability, normality, homogeneity tests, and Paired-Samples T Test with SPSS 26. The results showed that the use of audiovisual media had a significant impact on students' listening skills. The average score of the experimental class increased from 59.5 in the pretest to 75.2 in the posttest, while the control class only increased from 48 to 53.8. This proves that audiovisual media can attract students' attention, create a more interactive learning atmosphere, and make it easier for students to understand story content compared to lecture methods or audio media alone. Therefore, audiovisual media is proven effective in improving students' listening skills in Indonesian language learning.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Penggunaan media audio visual memegang peran penting dalam meningkatkan keterampilan menyimak siswa pada pembelajaran Bahasa Indonesia. SMP Al-Ismailiyah Tambelangan, Sampang, menjadi lokasi penelitian kuasi eksperimen ini dengan fokus pada peningkatan kemampuan siswa kelas VIII dalam memahami isi cerita yang disajikan melalui audio visual. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengaruh penggunaan media audio visual terhadap keterampilan menyimak serta membandingkan hasil belajar siswa yang diajar menggunakan media audio visual dengan yang diajar tanpa media tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pretest-posttest control group design. Subjek penelitian adalah 30 siswa kelas VIII SMP Al-Ismailiyah Tambelangan Sampang, terdiri dari 15 siswa kelas eksperimen dan 15 siswa kelas kontrol. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes objektif pilihan ganda dan dokumentasi. Analisis data dilakukan secara statistik menggunakan uji validitas, reliabilitas, normalitas, homogenitas, serta uji Paired-Samples T Test dengan bantuan program SPSS 26. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media audio visual berpengaruh signifikan terhadap keterampilan menyimak siswa. Rata-rata nilai kelas eksperimen meningkat dari 59,5 pada pretest menjadi 75,2 pada posttest, sedangkan kelas kontrol hanya meningkat dari 48 menjadi 53,8. Hal ini membuktikan bahwa media audio visual mampu menarik perhatian siswa, menciptakan suasana pembelajaran yang lebih interaktif, serta memudahkan siswa memahami isi cerita dibandingkan metode ceramah atau media audio saja. Dengan demikian, media audio visual terbukti efektif dalam meningkatkan keterampilan menyimak siswa pada pembelajaran Bahasa Indonesia.</p> <p> </p> 2026-01-16T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran https://www.jurnalp4i.com/index.php/learning/article/view/8913 MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS KARANGAN NARASI MENGGUNAKAN MEDIA PEMBELAJARAN MYSTERY BOX PADA SISWA KELAS V SDN 2 LIMBOTO BARAT KABUPATEN GORONTALO 2026-01-09T01:43:45+00:00 Shelly Marcelina Gobel shelymarselina141@gmail.com Wiwy Triyanty Pulukadang shelymarselina141@gmail.com Rusmin Husain shelymarselina141@gmail.com Fidyawati Monoarfa shelymarselina141@gmail.com Sukri Katili shelymarselina141@gmail.com <p>The problem statement in this study is: “Can the Mystery Box learning media improve the narrative writing skills of fifth-grade students at SDN 2 Limboto Barat, Gorontalo Regency?” The objective of the this study is to enhance narrative writing skills among fifth-grade students at SDN 2 Limboto Barat, Gorontalo. Regency, using Mystery Box learning media. The data collection techniques used in this study were observation, tests, and documentation. This is a Classroom Action Research Project, involving fifth-grade students from SDN 2 Limboto Barat as subjects. The results of study show that in the initial observation, out of 13 students, only 2 students, or 15% were able to write narrative essays. After the implementation of the action, in Cycle I meeting 1, the number increased to 3 students, or 23% who were able to write narrative essays. In cycle I meeting 2, the number increased to 5 students, representing 38%. In cycle II meeting 1, the number increased to 9 students, representing 69% of the students who were able to write narrative essays, and in cycle II meeting 2, it increased to 11 students, representing 85% of the students who were able to write narrative essays. Based on the study’s results, it can be concluded that the use of Mystery Box learning media can improve the narrative writing skills of fifth-grade students at SDN 2 Limboto Barat, Gorontalo Regency.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah “Apakah media <em>Mystery Box</em> Dapat Meningkatkan Kemampuan Menulis Karangan Narasi Pada Siswa Kelas V di SDN 2 Limboto Barat Kabupaten Gorontalo?”. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan menulis karangan narasi menggunakan media <em>Mystery Box</em> pada siswa kelas V SDN 2 Limboto Barat Kabupaten Gorontalo. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu observasi, tes dan dokumentasi. Penelitian ini merupakan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Dengan subjek penelitian adalah siswa kelas V SDN 2 Limboto Barat. Hasil penelitian menunjukkan pada observasi awal yang dilakukan dari jumlah 13 siswa yang mampu menulis karangan narasi hanya 2 siswa atau dengan persentase 15%. Setelah dilakukan tindakan, pada siklus I pertemuan 1 meningkat menjadi 3 siswa atau dengan persentase 23% siswa yang mampu menulis karangan narasi. Pada siklus I pertemuan 2 meningkat menjadi 5 siswa atau dengann persentase 38% siswa yang mampu menulis karangan narasi. Pada siklus II pertemua 1 jumlah siswa yang meningkat menjadi 9 siswa atau dengan persentase 69%, dan pada siklus II pertemuan 2 meningkat menjadi 11 siswa atau dengan persentase 85% siswa yang mampu menulis karangan narasi. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penggunaan media <em>Mystery Box</em> dapat meningkatkan kemampuan menulis karangan narasi pada siswa kelas V SDN 2 Limboto Barat Kabupaten Gorontalo.</p> <p> </p> <p> </p> 2026-01-16T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran https://www.jurnalp4i.com/index.php/learning/article/view/8719 DIGITALISASI PENGEMBANGAN HUMA GANTUNG DAN PEMANFAATAN EQUALIZER DALAM ASESMEN AWAL KESIAPAN BELAJAR SISWA SMKN-2 KASONGAN 2026-01-09T01:28:45+00:00 Ria Martallata ria.martallata@gmail.com Iin Nurbudiyani ria.martallata@gmail.com Ady Ferdian Noor ria.martallata@gmail.com <p>This study aims to address the gap in basic drawing skills among tenth-grade Building Information Modeling and Design (DPIB) students at SMK Negeri 2 Kasongan through the development of a tiered learning strategy, HUMA GANTUNG, and an initial assessment instrument using a digital equalizer. The problem stems from varying student competencies in reading drawings, understanding standard measurements, and using scales, which hinder mastery of essential material. Using a Research and Development (R&amp;D) method with the ADDIE model, this study involved students, teachers, and expert material and media validators. The development process included needs analysis, material design from concrete to abstract, digital-based product development, phased implementation, and evaluation. The findings indicate that HUMA GANTUNG effectively facilitates a systematic learning flow, supported by a digital equalizer that comprehensively maps students' learning readiness profiles. Expert validation results indicated product feasibility with scores of 81–85%, while practicality tests reached 88–95%. The effectiveness test significantly increased the average score from 79 (pre-test) to 95 (post-test) with an N-gain of 0.8367 (high category), as well as a jump in material comprehension from 60% to 100%. It was concluded that the integration of HUMA GANTUNG and a digital equalizer is a feasible, practical, and effective solution for improving the readiness and learning outcomes of vocational students.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengatasi kesenjangan kemampuan dasar menggambar siswa kelas X Desain Pemodelan dan Informasi Bangunan (DPIB) di SMK Negeri 2 Kasongan melalui pengembangan strategi pembelajaran berjenjang HUMA GANTUNG dan instrumen asesmen awal <em>equalizer</em> digital. Latar belakang masalah berakar pada variasi kompetensi siswa dalam membaca gambar, memahami ukuran standar, dan menggunakan skala yang menghambat penguasaan materi esensial. Menggunakan metode <em>Research and Development</em> (R&amp;D) dengan model ADDIE, penelitian ini melibatkan siswa, guru, serta validator ahli materi dan media. Proses pengembangan mencakup analisis kebutuhan, perancangan materi dari konkret ke abstrak, pengembangan produk berbasis digital, implementasi bertahap, dan evaluasi</p> <p>. Temuan menunjukkan bahwa HUMA GANTUNG efektif memfasilitasi alur belajar yang sistematis, didukung oleh <em>equalizer</em> digital yang mampu memetakan profil kesiapan belajar siswa secara komprehensif. Hasil validasi ahli menunjukkan kelayakan produk dengan skor 81–85%, sementara uji kepraktisan mencapai 88–95%. Secara signifikan, uji efektivitas memperlihatkan peningkatan nilai rata-rata dari 79 (pre-test) menjadi 95 (post-test) dengan N-gain 0,8367 (kategori tinggi), serta lonjakan pemahaman materi dari 60% menjadi 100%. Disimpulkan bahwa integrasi HUMA GANTUNG dan <em>equalizer</em> digital merupakan solusi layak, praktis, dan efektif untuk meningkatkan kesiapan serta hasil belajar siswa vokasi.</p> <p> </p> <p> </p> 2026-01-16T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran https://www.jurnalp4i.com/index.php/learning/article/view/8907 PENERAPAN PEMBELAJARAN UNPLUGGED CODING DALAM MENINGKATKAN PROBLEM SOLVING PADA ANAK USIA DINI 2026-01-09T01:38:16+00:00 Wulan Permata Sari wulanpsarii020@gmail.com Kirana Lesmi wulanpsarii020@gmail.com Rd. Kiki Abdul Muluk wulanpsarii020@gmail.com Iim Khotimah wulanpsarii020@gmail.com <p>Early childhood is a fundamental period for cognitive development, but the reality in the field shows that children's problem-solving abilities and concentration in learning are still low. This study aims to improve the problem-solving abilities of early childhood through the implementation of unplugged coding learning at SPS Anugrah, Purwakarta Regency. Using a descriptive qualitative method with a case study design on 18 children in group B, this study explored the use of basic programming concepts without electronic devices. The intervention was carried out for four weeks using worksheet media that integrated visual code elements such as colors and shapes to train logic. The results showed a significant increase in problem-solving skills, where children were able to organize logical steps, recognize patterns, and find solutions to problems independently through physical activities and games. Improvements were seen in aspects of observation, data processing, and communication, as well as the growth of active attitudes and focus in children. It was concluded that unplugged coding is an innovative approach that is effective and fun, because it is able to develop critical and computational thinking in a concrete way according to the characteristics of early childhood without dependence on devices.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Masa usia dini merupakan periode fundamental bagi perkembangan kognitif, namun realitas di lapangan menunjukkan masih rendahnya kemampuan pemecahan masalah dan konsentrasi anak dalam pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan <em>problem solving</em> anak usia dini melalui penerapan pembelajaran <em>unplugged coding</em> di SPS Anugrah Kabupaten Purwakarta. Menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus pada 18 anak kelompok B, penelitian ini mengeksplorasi penggunaan konsep pemrograman dasar tanpa perangkat elektronik. Intervensi dilakukan selama empat minggu menggunakan media <em>worksheet</em> yang mengintegrasikan elemen kode visual seperti warna dan bentuk untuk melatih logika. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan pada keterampilan <em>problem solving</em>, di mana anak mampu menyusun langkah logis, mengenali pola, dan mencari solusi masalah secara mandiri melalui aktivitas fisik dan permainan. Peningkatan terlihat pada aspek observasi, pengolahan data, dan komunikasi, serta tumbuhnya sikap aktif dan fokus pada anak. Disimpulkan bahwa <em>unplugged coding</em> merupakan pendekatan inovatif yang efektif dan menyenangkan, karena mampu mengembangkan berpikir kritis dan komputasional secara konkret sesuai karakteristik anak usia dini tanpa ketergantungan pada gawai.</p> 2026-01-16T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran https://www.jurnalp4i.com/index.php/learning/article/view/8910 PERAN KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN KOMPETENSI GURU MELALUI PLATFORM MERDEKA MENGAJAR (PMM) 2026-01-09T01:41:42+00:00 Riki Zulfikar rikizulfikar05@gmail.com Hidayat Hidayat riskafebrianti@iainpare.ac.id <p>The implementation of the Independent Curriculum requires teachers to adapt to technology, particularly in utilizing the Independent Teaching Platform (PMM) to improve pedagogical competence. This research is motivated by the gap between the status of schools as centers of excellence and the reality on the ground, where there is a disparity in teachers' digital literacy and the suboptimal use of PMM. The focus of this research is to analyze the role and strategies of the principal in overcoming these obstacles at SMK Sahid Jakarta. Using a descriptive qualitative approach, data were collected using in-depth interviews, participant observation, and documentation studies. Data were then analyzed through data reduction, presentation, and verification. Key findings indicate that the principal plays a crucial role as an educator, manager, supervisor, and motivator through strategies such as fostering a culture of routine learning, managing workloads, and conducting data-driven supervision. Despite facing internal challenges such as psychological resistance and time management, this leadership intervention proved effective in increasing teacher participation in independent training and certification. This study concludes that adaptive and participatory instructional leadership from school principals is a determining factor in accelerating teachers' digital competency, which needs to be strengthened with a collaborative approach and intensive mentoring to ensure sustainable educational quality.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Implementasi Kurikulum Merdeka menuntut adaptasi guru terhadap teknologi, khususnya dalam memanfaatkan Platform Merdeka Mengajar (PMM) untuk meningkatkan kompetensi pedagogik. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kesenjangan antara status sekolah pusat keunggulan dengan realitas di lapangan, di mana terdapat disparitas literasi digital guru dan optimalisasi penggunaan PMM yang belum maksimal. Fokus penelitian ini adalah menganalisis peran dan strategi kepala sekolah dalam mengatasi hambatan tersebut di SMK Sahid Jakarta. Melalui pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan menggunakan teknik wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis melalui tahapan reduksi, penyajian, dan verifikasi data. Temuan utama menunjukkan bahwa kepala sekolah menjalankan peran krusial sebagai edukator, manajer, supervisor, dan motivator melalui strategi pembiasaan budaya belajar rutin, pengaturan beban kerja, serta supervisi berbasis data. Meskipun menghadapi tantangan internal berupa resistensi psikologis dan manajemen waktu, intervensi kepemimpinan ini terbukti efektif meningkatkan partisipasi guru dalam pelatihan mandiri dan perolehan sertifikasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kepemimpinan instruksional yang adaptif dan partisipatif dari kepala sekolah merupakan variabel determinan dalam akselerasi kompetensi digital guru, yang perlu diperkuat dengan pendekatan kolaboratif dan pendampingan intensif untuk keberlanjutan kualitas pendidikan.</p> <p> </p> 2026-01-16T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran https://www.jurnalp4i.com/index.php/learning/article/view/7861 INSTITUTIONAL BRANDING STRATEGIES THROUGH INTERNAL ENGLISH CAMP AT ISLAMIC BOARDING SCHOOL 2026-01-09T01:33:15+00:00 Saryati Purwanigara titania55p@gmail.com <p>Speaking proficiency in English is an essential competence in the era of globalization, especially for students in educational environments such as Islamic boarding schools. This study aims to evaluate the effectiveness of the Internal English Camp Program in enhancing students’ English-speaking skills at SMPIT Thariq bin Ziyyad Boarding School, Bekasi. A descriptive qualitative approach was employed, utilizing observation, interviews, and questionnaires involving 30 student participants of the program. The results indicate that the program significantly increased students’ motivation, confidence, and frequency of English usage in daily activities. Communicative and interactive learning methods, supported by experienced instructors from Kampung Inggris Pare, established a conducive and enjoyable learning environment. The majority of respondents rated the program very positively and reported noticeable improvements in their speaking skills and motivation to learn. These findings underscore the importance of language-rich environments and programs such as the Internal English Camp as effective strategies for fostering English-speaking proficiency in Islamic boarding schools and other residential educational settings.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Kemampuan berbicara dalam bahasa Inggris merupakan kompetensi esensial di era globalisasi dan sangat diperlukan bagi siswa di lingkungan pendidikan, termasuk pesantren. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas Program Internal English Camp dalam meningkatkan keterampilan berbicara Bahasa Inggris siswa di SMPIT Thariq bin Ziyyad Boarding School, Bekasi. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik observasi, wawancara, dan kuesioner yang melibatkan 30 siswa peserta program. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program ini secara signifikan meningkatkan motivasi, kepercayaan diri, dan frekuensi penggunaan bahasa Inggris dalam kehidupan sehari-hari siswa. Metode pembelajaran yang komunikatif, interaktif, serta didukung oleh instruktur berpengalaman dari Kampung Inggris Pare, menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dan menyenangkan. Sebagian besar responden memberikan penilaian sangat baik terhadap program, serta melaporkan adanya peningkatan keterampilan berbicara dan motivasi belajar. Temuan ini mempertegas pentingnya penerapan program berbasis lingkungan bahasa yang mendukung, seperti Internal English Camp, sebagai strategi efektif untuk mengembangkan keterampilan berbicara bahasa Inggris di boarding dan sekolah berasrama lainnya.</p> 2026-01-16T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran https://www.jurnalp4i.com/index.php/learning/article/view/8908 MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERBICARA MELALUI MEDIA PEMBELAJARAN RODA BERPUTAR PADA SISWA KELAS IV SD NEGERI 8 SUWAWA KABUPATEN BONE BOLANGO 2026-01-09T01:39:17+00:00 Rizka Rafiastika S. Nur rizkarafiastikasnur02@gmail.com Wiwy Triyanty Pulukadang rizkarafiastikasnur02@gmail.com Rusmin Husain rizkarafiastikasnur02@gmail.com Fidyawati Monoarfa rizkarafiastikasnur02@gmail.com Sukri Katili rizkarafiastikasnur02@gmail.com <p>Speaking ability is a fundamental competency in language learning, but problems in the fourth grade of SD Negeri 8 Suwawa, Bone Bolango Regency indicate a low level of this skill, characterized by students' stuttering speech, lack of self-confidence, and minimal use of concrete media that stimulate interaction. This study focuses on efforts to improve students' speaking ability through the implementation of an interesting and interactive Rotating Wheel learning media. Using a Classroom Action Research (CAR) design, this study involved 18 students as research subjects with procedures that included planning, implementation, observation, and reflection in two cycles. Data collection was carried out through performance tests, activity observations, and documentation. The results of the study showed a significant trend of gradual improvement; in cycle I, learning mastery moved from 22% (4 students) in the first meeting to 50% (9 students) in the second meeting. The positive trend continued consistently in cycle II, where mastery increased from 72% (13 students) to finally reaching 89% (16 students) in the final meeting, exceeding the established success indicators. Thus, it can be concluded that the application of the Spinning Wheel media has proven effective in improving students' fluency, courage, and overall speaking skills in the Indonesian language learning process.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Kemampuan berbicara merupakan kompetensi fundamental dalam pembelajaran bahasa, namun permasalahan di kelas IV SD Negeri 8 Suwawa Kabupaten Bone Bolango menunjukkan rendahnya keterampilan ini, ditandai dengan tuturan siswa yang terbata-bata, kurangnya kepercayaan diri, serta minimnya penggunaan media konkret yang menstimulasi interaksi. Penelitian ini berfokus pada upaya peningkatan kemampuan berbicara siswa melalui implementasi media pembelajaran Roda Berputar yang menarik dan interaktif. Menggunakan desain Penelitian Tindakan Kelas (PTK), studi ini melibatkan 18 siswa sebagai subjek penelitian dengan prosedur yang mencakup perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi dalam dua siklus. Pengumpulan data dilakukan melalui tes kinerja, observasi aktivitas, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan tren peningkatan yang signifikan secara bertahap; pada siklus I, ketuntasan belajar bergerak dari 22% (4 siswa) pada pertemuan pertama menjadi 50% (9 siswa) pada pertemuan kedua. Tren positif berlanjut secara konsisten pada siklus II, di mana ketuntasan meningkat dari 72% (13 siswa) hingga akhirnya mencapai 89% (16 siswa) pada pertemuan terakhir, melampaui indikator keberhasilan yang ditetapkan. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penerapan media Roda Berputar terbukti efektif dalam meningkatkan kelancaran, keberanian, dan keterampilan berbicara siswa secara keseluruhan dalam proses pembelajaran Bahasa Indonesia.</p> 2026-01-16T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran https://www.jurnalp4i.com/index.php/learning/article/view/8906 IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN MULTIMEDIA DALAM MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR MAHASISWA FAKULTAS AGAMA ISLAM UMI MAKASSAR 2026-01-09T01:37:44+00:00 Muh. Azhar muhazhar.burhanuddin@umi.ac.id Aidil Sudarmono R azharidiahfitri@gmail.com Juhri Juhri azharidiahfitri@gmail.com Abdul Wahab azharidiahfitri@gmail.com Nabilatul Khairiah azharidiahfitri@gmail.com Azizah Mutmainnah azharidiahfitri@gmail.com <p>The transformation of education in the digital era requires Islamic higher education institutions to integrate technology to overcome the limitations of conventional methods, which tend to be passive and less engaging. This study aims to analyze the implementation of multimedia learning and its contribution to improving student achievement at the Faculty of Islamic Studies at the Muslim University of Indonesia (UMI) Makassar, reviewed through theological, managerial, and sociological approaches. Using a descriptive qualitative method with a case study design, data were collected through in-depth interviews, participant observation, and documentation studies with lecturers and students, then validated using triangulation techniques. The results revealed that the implementation of multimedia, which includes the use of video, animation, interactive presentations, and digital quizzes, has been effective. From a theological perspective, multimedia helps visualize abstract Islamic concepts; from a managerial perspective, its implementation requires structured planning and facility support; while from a sociological perspective, this method builds a collaborative digital learning culture. Key findings indicate that multimedia integration significantly improves student attention, motivation, and understanding, which leads to improved academic achievement. It is concluded that multimedia learning is a vital strategy in the modernization of Islamic education which is able to change class dynamics to be more active and competitive without eliminating the essence of Islamic values.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong><br />Transformasi pendidikan di era digital menuntut perguruan tinggi Islam untuk mengintegrasikan teknologi guna mengatasi keterbatasan metode konvensional yang cenderung pasif dan kurang memikat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi pembelajaran multimedia dan kontribusinya terhadap peningkatan prestasi belajar mahasiswa Fakultas Agama Islam Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar, ditinjau melalui pendekatan teologis, manajerial, dan sosiologis. Menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus, data dihimpun melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi terhadap dosen serta mahasiswa, kemudian divalidasi menggunakan teknik triangulasi. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa implementasi multimedia, yang meliputi penggunaan video, animasi, presentasi interaktif, dan kuis digital, telah berjalan efektif. Dari perspektif teologis, multimedia membantu visualisasi konsep keislaman yang abstrak; secara manajerial, penerapannya menuntut perencanaan terstruktur dan dukungan fasilitas; sedangkan secara sosiologis, metode ini membangun budaya belajar digital yang kolaboratif. Temuan utama menunjukkan bahwa integrasi multimedia secara signifikan meningkatkan atensi, motivasi, dan pemahaman mahasiswa, yang bermuara pada peningkatan prestasi akademik. Disimpulkan bahwa pembelajaran multimedia merupakan strategi vital dalam modernisasi pendidikan Islam yang mampu mengubah dinamika kelas menjadi lebih aktif dan berdaya saing tanpa menghilangkan esensi nilai-nilai keislaman.</p> <p> </p> 2026-01-20T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran