https://www.jurnalp4i.com/index.php/language/issue/feed LANGUAGE : Jurnal Inovasi Pendidikan Bahasa dan Sastra 2026-01-13T07:30:08+00:00 Randi Pratama Murtikusuma, M.Pd randi.popo@gmail.com Open Journal Systems <p><strong>LANGUAGE: Jurnal Inovasi Pendidikan Bahasa dan Sastra</strong> <strong> </strong>diterbitkan 4 kali setahun (Februari, Mei, Agustus dan November) oleh Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I) yang berafiliasi dengan Perguruan Tinggi Indonesia. Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan Pendidikan Bahasa dan Sastra<br /><strong>e-ISSN : 2807-1670 | p-ISSN : 2807-2316</strong></p> https://www.jurnalp4i.com/index.php/language/article/view/8648 PENERAPAN LITERASI DENGAN MEMBACA NYARING UNTUK MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN BAHASA ANAK USIA DINI 2025-12-21T22:04:39+00:00 Nur Kholidah Nasution nurkholidanasution@uinmataram.ac.id <p>This study aims to describe the implementation of literacy through read-aloud activities in developing language skills in early childhood at Aikmel Integrated Islamic Kindergarten, East Lombok, as well as identifying the supporting and inhibiting factors in its implementation. The research method used is descriptive qualitative. Data were collected through observations, interviews with the school principal, teachers, parents, and documentation. Data analysis techniques include data reduction, data presentation, and drawing conclusions, with data validity checked using observer persistence and triangulation. The results show that the read-aloud activity has been carried out effectively. The preparation stages carried out by the teachers include selecting the storybook, understanding its content, and focusing the children's attention. During the read-aloud activity, the teachers pay attention to seating positions, facial expressions, voice intonation, body movements, and involve the children in the story. After the activity, a discussion is held with the children to evaluate their understanding of the story read to them. The supporting factors for this activity include support from the school principal, enthusiasm from the children, teacher creativity, and cooperation between teachers and parents. The inhibiting factors include limited facilities and infrastructure and a lack of self-confidence among some teachers.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan literasi dengan membaca nyaring dalam mengembangkan kemampuan bahasa anak usia dini di Taman Kanak-kanak Islam Terpadu Aikmel, Lombok Timur, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat pelaksanaannya. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dengan kepala sekolah, guru, orang tua, dan dokumentasi. Teknik analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dengan pengecekan keabsahan data menggunakan ketekunan pengamat dan triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan membaca nyaring telah dilaksanakan dengan baik. Tahapan persiapan yang dilakukan guru meliputi pemilihan buku cerita, pemahaman isi cerita, dan memusatkan perhatian anak. Selama kegiatan membaca nyaring, guru memperhatikan posisi duduk, ekspresi wajah, intonasi suara, gerakan tubuh, serta melibatkan anak dalam cerita. Setelah kegiatan membaca, dilakukan diskusi dengan anak untuk mengevaluasi pemahaman mereka terhadap cerita yang dibacakan. Faktor pendukung kegiatan ini antara lain dukungan kepala sekolah, antusiasme anak, kreativitas guru, dan kerjasama antara guru dan orang tua. Faktor penghambat meliputi keterbatasan sarana dan prasarana serta kurangnya rasa percaya diri pada sebagian guru.</p> 2025-12-24T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2025 Nur Kholidah Nasution https://www.jurnalp4i.com/index.php/language/article/view/8455 UPAYA MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERBICARA SISWA MELALUI METODE TANYA JAWAB BERBANTUAN MEDIA GAMBAR PADA PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA 2025-12-27T10:04:58+00:00 Amelia Khairani Selian khairaniamelia60@gmail.com Nursyaidah Nursyaidah nursyaidahh26@gmail.com <p>This study aims to improve the speaking skills of fourth-grade students at SDN 25 Bilah Barat, Labuhanbatu Regency, through the application of the question-and-answer method assisted by picture media in Indonesian language learning. The background of this study is based on the low speaking ability of students, which is indicated by a lack of confidence, fluency, and courage in expressing ideas orally. This research employed Classroom Action Research (CAR) using the Kurt Lewin model, which consists of four stages: planning, action, observation, and reflection. The subjects of this study were 22 fourth-grade students. Data were collected through speaking skill tests, observations, and documentation. Data analysis was conducted using descriptive quantitative and qualitative techniques by comparing students’ learning outcomes in each cycle. The results showed a significant improvement in students’ speaking skills. In the pre-cycle stage, the percentage of students who achieved mastery learning was 40.91%, which increased to 63.64% in Cycle I and reached 86.36% in Cycle II. The implementation of the question-and-answer method assisted by picture media proved effective in enhancing students’ activeness, confidence, and ability to express ideas orally. Therefore, this method can be considered an effective alternative strategy for improving elementary school students’ speaking skills in Indonesian language learning.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan berbicara siswa kelas IV SDN 25 Bilah Barat Kabupaten Labuhanbatu melalui penerapan metode tanya jawab berbantuan media gambar pada pembelajaran Bahasa Indonesia. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada rendahnya kemampuan berbicara siswa yang ditandai dengan kurangnya keberanian, kelancaran, serta kepercayaan diri dalam mengungkapkan pendapat secara lisan. Penelitian ini menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model Kurt Lewin yang terdiri atas empat tahap, yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 22 siswa kelas IV. Teknik pengumpulan data meliputi tes keterampilan berbicara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif dengan membandingkan hasil belajar siswa pada setiap siklus. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan keterampilan berbicara siswa secara signifikan. Pada pra-siklus, persentase ketuntasan belajar siswa sebesar 40,91%, meningkat menjadi 63,64% pada siklus I, dan mencapai 86,36% pada siklus II. Penerapan metode tanya jawab berbantuan media gambar terbukti mampu meningkatkan keaktifan, keberanian, serta kemampuan siswa dalam menyampaikan pendapat secara lisan. Dengan demikian, metode ini efektif digunakan sebagai alternatif pembelajaran Bahasa Indonesia untuk meningkatkan keterampilan berbicara siswa sekolah dasar.</p> 2025-12-31T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2025 Amelia Khairani Selian, Nursyaidah Nursyaidah https://www.jurnalp4i.com/index.php/language/article/view/9033 REPOSISI TES SEBAGAI INSTRUMEN EVALUASI REFLEKTIF DALAM PEMBELAJARAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA BERBASIS RESTITUSI DAN MINDFUL LEARNING 2026-01-13T07:30:08+00:00 Bhayu Anggita Subarkah bhayuanggitas@gmail.com Kuntoro Kuntoro bhayuanggitas@gmail.com <p><strong>ABSTRACT</strong></p> <p>Learning evaluation in Indonesian Language and Literature is still dominated by the use of tests oriented toward measuring final learning outcomes, resulting in the underdevelopment of reflective and humanistic evaluation functions. This condition contributes to increased psychological pressure on students and insufficient facilitation of productive language skills development. This article focuses on a theoretical review of repositioning tests as reflective evaluation instruments based on restitution and mindful learning approaches in Indonesian Language and Literature learning. The study employs a qualitative approach with a library research design combined with conceptual-reflective analysis through stages of literature exploration, categorization of key concepts, and theoretical synthesis within the framework of restitution and mindful learning. The findings indicate that tests can be reinterpreted as pedagogical tools that promote self-reflection, learning awareness, emotional regulation, and students’ responsibility for their learning processes. The integration of restitution and mindful learning reframes errors as learning opportunities and reduces the perception of tests as judgmental tools. This approach is relevant for sustainable language assessment practices.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Evaluasi pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia masih didominasi oleh penggunaan tes yang berorientasi pada pengukuran hasil akhir belajar sehingga fungsi reflektif dan humanistik evaluasi belum berkembang optimal. Kondisi ini berdampak pada meningkatnya tekanan psikologis peserta didik serta kurang terfasilitasinya pengembangan keterampilan berbahasa produktif. Artikel ini berfokus pada kajian teoretis reposisi tes sebagai instrumen evaluasi reflektif berbasis pendekatan restitusi dan mindful learning dalam pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi pustaka yang dipadukan dengan analisis konseptual reflektif melalui tahapan penelusuran literatur pengelompokan konsep utama dan sintesis teoretis dalam kerangka restitusi dan mindful learning. Hasil kajian menunjukkan bahwa tes dapat dimaknai ulang sebagai sarana pedagogis yang mendorong refleksi diri kesadaran belajar regulasi emosi serta tanggung jawab peserta didik terhadap proses belajarnya. Integrasi pendekatan restitusi dan mindful learning memposisikan kesalahan sebagai peluang belajar dan mengurangi persepsi tes sebagai alat penghakiman. Pendekatan ini relevan bagi praktik penilaian bahasa berkelanjutan.</p> 2026-01-16T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2025 Bhayu Anggita Subarkah, Kuntoro Kuntoro https://www.jurnalp4i.com/index.php/language/article/view/9094 MENUMBUHKAN NALAR EKOLOGIS MELALUI SASTRA: INTEGRASI EKOKRITIK DALAM KURIKULUM SMA 2026-01-13T06:39:08+00:00 D. Sanusi S.H. Murti sanusiwiyono@staff.debritto.sch.id <p>Environmental education in Indonesia faces stagnation due to the dominance of cognitive-reductionist scientific approaches, often failing to engage the deeper dimensions of student consciousness. This study aims to revitalize the role of literature as a pedagogical instrument for cultivating ecological reasoning by developing <em>ecocriticism</em>-infused literary appreciation materials. Employing the ADDIE Research and Development (R&amp;D) model, this study tests the construct validity of literature in bridging the gap between linguistic aesthetics and environmental ethics. Through triangulation validation (material experts, media experts, 15 practitioners) and field testing with 27 students at SMA Kolese De Britto, the research found that integrating <em>ecocriticism</em> across five literary genres achieved exceptionally high acceptability, with material expert validation at 92.08% and user response at 92.50%. These findings demonstrate that the ecocritical approach effectively transforms literary texts from mere rote-learning objects into dialectical spaces capable of training students' reasoning sensitivity and empathy toward the global environmental crisis.</p> <p><strong>ABSTRAK<br /></strong>Pendidikan lingkungan hidup di Indonesia menghadapi tantangan stagnasi akibat dominasi pendekatan saintifik yang cenderung kognitif-reduksionistik, sehingga gagal menyentuh dimensi kesadaran terdalam siswa. Penelitian ini bertujuan untuk merevitalisasi peran sastra sebagai instrumen pedagogis dalam menumbuhkan nalar ekologis (<em>ecological reasoning</em>) melalui pengembangan bahan ajar apresiasi sastra bermuatan ekokritik. Menggunakan desain Research and Development (R&amp;D) model ADDIE (<em>Analysis</em>, <em>Design</em>, <em>Development</em>, <em>Implementation</em>, <em>Evaluation</em>), penelitian ini menguji validitas konstruk materi sastra dalam menjembatani kesenjangan antara estetika bahasa dan etika lingkungan. Melalui validasi triangulasi (ahli materi, ahli media, 15 praktisi pendidikan) dan uji lapangan terhadap 27 siswa SMA Kolese De Britto, penelitian ini menemukan bahwa integrasi ekokritik dalam lima genre sastra memperoleh akseptabilitas sangat tinggi dengan skor validasi ahli materi 92,08% dan respon pengguna 92,50%. Temuan ini membuktikan bahwa pendekatan ekokritik mampu mentransformasi teks sastra dari sekadar objek hafalan menjadi ruang dialektis yang efektif untuk melatih kepekaan nalar dan empati siswa terhadap krisis lingkungan global.</p> 2026-01-22T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2025 D. Sanusi S.H. Murti