PENGEMBANGAN TES HASIL BELAJAR IPAS INKLUSIF PADA SISWA KELAS IV SD

Authors

  • Widya Saharani Universitas Muhammadiyah Palangkaraya
  • Linawatie Linawatie Universitas Muhammadiyah Palangkaraya
  • Bulkani Bulkani Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

DOI:

https://doi.org/10.51878/elementary.v6i1.9175

Keywords:

Hasil Belajar, Pengembangan Tes, Siswa Kelas IV, IPAS Inklusif

Abstract

This research is based on the need to develop learning outcome test instruments that are prepared based on input and teacher needs, especially in the context of IPAS learning which requires the Implementation  of inclusive assessments. This study aims to: (1) determine the level of theoretical validity of the inclusive IPAS learning outcome test instrument in grade IV elementary school students; (2) examine the empirical validity of the instrument through the analysis of question items; (3) Analyze  the reliability, differentiating power, and difficulty level of the test instrument; and (4) assessing the level of practicality of the test instrument based on the teacher's assessment. The type of research used is Development research (R&D) by applying the ADDIE model which includes the stages of Analyze , Design , Develop, Implement, and Evaluate. The research subjects consisted of 32 students in the limited trial stage and 64 students in the expanded trial stage. Data analysis was carried out qualitatively and quantitatively through expert validation, question item analysis, and instrument reliability tests. The results of the study showed that: (1) the test instrument was declared theoretically valid based on the assessment of two expert validators, with an average validity score of 3.41 content aspects, 4.25 construction aspects, and 4.12 language aspects, all of which were in the valid category; (2) the results of the empirical validity test show that 23 questions out of a total of 40 items are declared valid; (3) the reliability test at the expanded trial stage produced a reliability coefficient of 0.78 in the high category, with a differentiating power of 35% in the very good category and a difficulty level of 40% in the very easy category; and (4) based on the assessment of experts and homeroom teachers, the test instrument was declared very practical to be used in inclusive science learning.

ABSTRAK
Penelitian ini dilatar belakangi oleh kebutuhan pengembangan instrumen tes hasil belajar yang disusun berdasarkan masukan serta kebutuhan guru, khususnya dalam konteks pembelajaran IPAS yang menuntut pelaksanaan asesmen secara inklusif. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui tingkat validitas teoretis instrumen tes hasil belajar IPAS inklusif pada siswa kelas IV sekolah dasar; (2) mengkaji validitas empiris instrumen melalui analisis butir soal; (3) menganalisis reliabilitas, daya pembeda, dan tingkat kesukaran instrumen tes; serta (4) menilai tingkat kepraktisan instrumen tes berdasarkan penilaian guru. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian pengembangan (R&D) dengan menerapkan model ADDIE yang meliputi tahapan Analyze , Design , Develop, Implement, dan Evaluate. Subjek penelitian terdiri atas 32 siswa pada tahap uji coba terbatas dan 64 siswa pada tahap uji coba diperluas. Analisis data dilakukan secara kualitatif dan kuantitatif melalui validasi ahli, analisis butir soal, serta uji coba reliabilitas instrumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) instrumen tes dinyatakan valid secara teoretis berdasarkan penilaian dua validator ahli, dengan skor rata-rata validitas aspek isi  3,41, aspek konstruksi 4,25, dan aspek bahasa 4,12, yang seluruhnya berada pada kategori valid; (2) hasil uji validitas empiris menunjukkan bahwa 23 butir soal dari total 40 butir dinyatakan valid; (3) uji reliabilitas pada tahap uji coba diperluas menghasilkan koefisien reliabilitas sebesar 0,78 termasuk dalam kategori tinggi, dengan daya pembeda sebesar 35% berkategori sangat baik serta tingkat kesukaran sebesar 40% berada pada kategori sangat mudah; dan (4) berdasarkan penilaian ahli dan guru wali kelas, instrumen tes dinyatakan sangat praktis untuk digunakan dalam pembelajaran IPAS inklusif.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Almujab, S. (2023). Pembelajaran berdiferensiasi: Pendekatan efektif dalam menjawab kebutuhan diversitas siswa. Jurnal Pendidikan, 8, 148–165.

Aulia, A., Mailani, E., & Siregar, N. A. (2025). Meningkatkan pemahaman matematika dengan pembelajaran kontekstual berbasis digital dan lokal. Jurnal Fisika Indonesia, 3, 10–18. https://jurnal.unimed.ac.id/2012/index.php/JFi/article/view/67986

Bloom, B. S. (1956). Taxonomy of educational objectives: The classification of educational goals. Longman.

Budiyanto. (2018). Pengantar pendidikan inklusif. Prenadamedia Group.

Dilaines, L. E., Astuti, E., & Yusdita, E. E. (2024). Improving student learning outcomes through accurate online modules with the ADDIE model. Journal of Education Technology, 8(2), 275–286. https://doi.org/10.23887/jet.v8i2.67576

Dwijayanti, V. (2019). Kontribusi kepemimpinan kepala sekolah, motivasi kerja, dan pelatihan terhadap keprofesionalan guru dalam peningkatan mutu pendidikan sekolah dasar. Media Manajemen Pendidikan, 2(2), 289–299. https://jurnal.ustjogja.ac.id/index.php/mmp/article/view/5011

Elviya, D. D. (2023). Penerapan pembelajaran berdiferensiasi dalam Kurikulum Merdeka pada pembelajaran Bahasa Indonesia kelas IV sekolah dasar. Jurnal Penelitian Pendidikan Guru Sekolah Dasar, 11(8). https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/jurnal-penelitian-pgsd/article/view/54127

Himawan, V., Sahertian, P., & Pascasarjana, P. (2025). Implementasi Kurikulum Merdeka terhadap pembelajaran IPS di Madrasah Ibtidaiyah. Dinamika Sosial: Jurnal Pendidikan IPS, 4(2), 128–134. https://doi.org/10.18860/dsjpips.v4i2.16228

Irawan, D. (2014). Pengembangan model pembelajaran. An-Nuha, 1, 225–234.

Isnaini, N., Safitri, W. A., & Fitria, Z. I. (2025). Pendidikan inklusif sebagai upaya pemenuhan hak anak berkebutuhan khusus di sekolah reguler. Prosiding Seminar Sosial Humaniora, 24(70). https://doi.org/10.30595/pssh.v24i.1591

Ida, F. F., & Musyarofah, A. (2021). Validitas dan reliabilitas dalam analisis butir soal. Al-Muarrib: Journal of Arabic Education, 1(1), 34–44. https://doi.org/10.32923/al-muarrib.v1i1.2100

Jamal, M., & Alaydrus, A. (2018). Peran dinas pendidikan dalam peningkatan kualitas guru sekolah dasar. Jurnal Administrasi Publik, 6(4), 1389–1400. https://ejournal.ip.fisip-unmul.ac.id/site/?p=2913

Junaedi, D. (2019). Desain pembelajaran model ADDIE. Bersatu: Jurnal Pendidikan, 1, 1–14. https://doi.org/10.51903/bersatu.v2i3.722

Juniawan, E. R., Salsabila, V. H., Prasetya, A. T., & Pita, W. D. (2023). Analisis media pembelajaran IPA untuk meningkatkan literasi sains siswa sekolah dasar: Studi literatur. CJPE: Cokroaminoto Journal of Primary Education, 6, 82–94. https://doi.org/10.30605/cjpe.622023.2608

Kamus Besar Bahasa Indonesia. (2016). KBBI daring. Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa.

Koriati, E. D., Syam, A. R., & Ariyanto, A. (2021). Peningkatan kompetensi profesional guru pendidikan dasar. Al-Asasiyya: Journal of Basic Education, 5(2), 85–95. https://doi.org/10.24269/ajbe.v5i2.4815

Lim, Y., & Park, H. (2022). Educational reform toward differentiated learning opportunities and inequality in South Korea. International Journal of Educational Development, 92, 102599. https://doi.org/10.1016/j.ijedudev.2022.102599

Manik, N. K. K. D. Y., Sudatha, I. G. W., & Parmiti, D. P. (2021). Instrumen tes hasil belajar IPA kelas IV sekolah dasar. Indonesian Journal of Instruction, 2(1), 22–28. https://doi.org/10.23887/iji.v2i1.44507

Mulyana, V. (2023). Validity and practicality of scientific literacy assessment instruments. Jurnal Ilmiah Pendidikan Fisika Al-Biruni, 12(1), 19–29. https://doi.org/10.24042/jipfalbiruni.v12i1.15934

Rahmadayanti, D., & Hartoyo, A. (2022). Potret Kurikulum Merdeka sebagai wujud merdeka belajar di sekolah dasar. Jurnal Basicedu, 6(4), 7174–7187. https://doi.org/10.31004/basicedu.v6i4.3431

Shabir, A. (2022). Analisis kualitas soal try-out bahasa Inggris SMP berdasarkan teori respon butir. https://doi.org/10.31219/osf.io/3vkau

Suharjo, et al. (2020). Pelaksanaan pembelajaran pendidikan agama Islam untuk anak berkebutuhan khusus. Jurnal Pendidikan Agama Islam, 17(2), 217–230. https://doi.org/10.14421/jpai.2020.172-08

Syamsurizal. (2020). Validitas dan reliabilitas alat ukur.

Wangsa, G. N. A. S., Dantes, N., & Suastra, I. W. (2021). Pengembangan instrumen kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar IPA. Jurnal Pendidikan Dasar, 5(1), 139–150. https://doi.org/10.23887/jurnal_pendas.v5i1.267

Widyastuti, E. S. (2019). Using the ADDIE model to develop learning material for actuarial mathematics. Journal of Physics: Conference Series, 1188, 012052. https://doi.org/10.1088/1742-6596/1188/1/012052

Wulandari, P. Z., Putra, H. N., Rohimah, U., & Marhadi, H. (2024). Penilaian hasil belajar bagi anak berkebutuhan khusus dalam praktik pendidikan inklusif. Bersatu: Jurnal Pendidikan, 2(3). https://doi.org/10.51903/bersatu.v2i3.722

Wulandari, R., Mustadi, A., & Rahayuningsih, Y. (2021). Pengaruh project based learning berbantuan lapbook terhadap keaktifan belajar siswa. Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan, 6(2), 300. http://journal.um.ac.id/index.php/jptpp/

Downloads

Published

2026-01-31

How to Cite

Saharani, W. ., Linawatie, L., & Bulkani, B. (2026). PENGEMBANGAN TES HASIL BELAJAR IPAS INKLUSIF PADA SISWA KELAS IV SD. ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar , 6(1), 223-234. https://doi.org/10.51878/elementary.v6i1.9175

Issue

Section

Articles