ANALISIS PROGRAM PEMBENTUKAN KARAKTER RELIGIUS DI SDN 1 ROWOHARJO
DOI:
https://doi.org/10.51878/elementary.v6i1.8859Keywords:
Budaya Sekolah, Karakter Religius, Pendidikan Karakter, Sekolah DasarAbstract
ABSTRACT
The strengthening of religious character in elementary school students serves as a fundamental pillar for developing personalities oriented toward moral and spiritual values amidst the challenges of social degradation. This study aims to analyze indepth the implementation, dynamics, and impact of a school culturebased religious character-building program at SDN 1 Rowoharjo. Utilizing a qualitative approach with a descriptive design, the research subjects included the principal, teachers, and students. Data were collected through participant observation, semi-structured interviews, and documentation, then analyzed using the Miles and Huberman interactive model, involving data reduction, display, and conclusion drawing. The results indicate that the program is implemented systematically through strategic leadership policies, teacher role modeling, and routine activities such as congregational Dhuha prayer, morning prayers, Asmaul Husna recitation, and weekly tahlil. The implementation has a positive impact on improving students' discipline, responsibility, sincerity, and independent worship awareness. In conclusion, the internalization of religious character is effective when supported by teacher exemplary, program consistency, and a conducive religious school culture. This model at SDN 1 Rowoharjo holds significant potential for replication as a best practice in elementary school character education.
ABSTRAK
Penguatan karakter religius pada siswa sekolah dasar merupakan fondasi utama dalam pembentukan kepribadian yang berorientasi pada nilai moral dan spiritual di tengah tantangan degradasi nilai sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam pelaksanaan, dinamika, dan dampak program pembentukan karakter religius berbasis budaya sekolah di SDN 1 Rowoharjo. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif, subjek penelitian meliputi kepala sekolah, guru, dan siswa. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara semiterstruktur, dan studi dokumentasi, yang dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman melalui reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program dilaksanakan secara sistematis melalui kebijakan strategis kepala sekolah, keteladanan guru, serta pembiasaan rutin seperti sholat Dhuha berjamaah, doa pagi, pembacaan Asmaul Husna, dan tahlil mingguan. Implementasi program ini berdampak positif terhadap peningkatan kedisiplinan, tanggung jawab, keikhlasan, dan kesadaran beribadah peserta didik secara mandiri. Kesimpulannya, internalisasi karakter religius terbukti efektif apabila didukung oleh keteladanan pendidik, konsistensi program, dan lingkungan budaya sekolah yang kondusif. Model pendidikan karakter di SDN 1 Rowoharjo ini berpotensi besar untuk direplikasi sebagai praktik baik di sekolah dasar lainnya.
References
Bandura, A. (2018). Menuju Psikologi Agensi Manusia: Jalur Dan Refleksi. Perspektif Tentang Ilmu Psikologi, 13 (2), 130–136. https://doi.org/10.1177/1745691617699280
Domitrovich, C. E., Durlak, J. A., Staley, K. C., & Weissberg, R. P. (2017). Social-Emotional Learning: Implementation Quality And Implementation Research. American Psychologist, 72(4), 299–311. https://doi.org/10.1037/amp0000125
Duckworth, AL, Gendler, TS, & Gross, JJ (2019). Pengendalian Diri Pada Anak Usia Sekolah. Psychological Science, 30(4), 535–545. https://doi.org/10.1177/0956797619826970
Fitriah, F., Suryani, S., & Rahman, A. (2025). Integrasi Nilai Keagamaan Dalam Budaya Sekolah Terhadap Pembentukan Disiplin Dan Tanggung Jawab Siswa Sekolah Dasar. Jurnal Pendidikan Karakter , 15(1), 45–58. https://journal.uny.ac.id/index.php/jpka
Hardy, SA, Nelson, JM, Moore, JP, & King, PE (2020). Proses Pengaruh Agama Dan Spiritual Pada Masa Remaja: Tinjauan Sistematis. Psikologi Perkembangan, 56 (9), 1651–1666.
https://doi.org/10.1037/dev0000932
Kim-Prieto, C., Diener, E., Tamir, M., Scollon, C., & Diener, M. (2017). Mengintegrasikan Beragam Definisi Kebahagiaan: Kerangka Kerja Kesejahteraan Subjektif Berdasarkan Waktu. Journal Of Research In Personality, 68, 1–12. https://doi.org/10.1016/j.jrp.2017.05.003
Kristjánsson, K. (2017). Guru Sebagai Panutan Moral: Perspektif Sosial-Kognitif . Educational Psychology Review, 29 (2), 279–298. https://doi.org/10.1007/s10648-017-9413-7
Malti, M., Ongley, SF, Peplak, J., Chaparro, MP, Buchmann, M., Zuffianò, A., & Cui, L. (2018). Simpati Anak, Emosi Moral, Dan Perilaku Prososial. Frontiers In Psychology, 9, 40. https://doi.org/10.3389/fpsyg.2018.00040
Mccullough, ME, & Willoughby, BLB (2020). Agama, Pengaturan Diri, Dan Pengendalian Diri: Asosiasi, Penjelasan, Dan Implikasi. Frontiers In Psychology, 11, 1786. https://doi.org/10.3389/fpsyg.2020.01786
Mccullough, ME, Willoughby, BLB, & Carter, EC (2016). Agama, Pengaturan Diri, Dan Pengendalian Diri: Asosiasi, Penjelasan, Dan Implikasi. Buletin Psikologi, 142(12), 1200–1235. https://doi.org/10.1037/bul0000044
Meilani, R., & Erna, E. (2024). Budaya Keagamaan Sekolah Dalam Membentuk Perilaku Moral Dan Tanggung Jawab Spiritual Peserta Didik. Jurnal Pendidikan Agama Islam, 21 (1), 89–103. https://journal.uinsgd.ac.id/index.php/jpai
Nasrudin, N., & Fakhruddin, A. (2024). Pengaruh Budaya Religius Sekolah Terhadap Literasi Moral Dan Perilaku Spiritual Siswa. Jurnal Pendidikan Islam, 13(2), 157–170.
https://journal.uinjkt.ac.id/index.php/tarbiya
Putri, AN, Hasanah, U., & Ma'arif, MA (2024). Internalisasi Nilai Keagamaan Melalui Pembiasaan Keagamaan Di Sekolah Dasar. Jurnal Pendidikan Agama Islam Indonesia, 5(1), 1–15. https://journal.iainkudus.ac.id/index.php/jpaii
Sari, DP, & Ma'arif, MA (2021). Implementasi Pembiasaan Keagamaan Dalam Pembentukan Karakter Religius Siswa Sekolah Dasar. Jurnal Pendidikan Agama Islam, 18(2), 173–188.https://scholar.google.com/scholar?q=implementasi+pembiasaan+keagamaan+dalam+pembentukan+karakter+religius+siswa+sekolah+dasar
Saroglou, V. (2017). Agama Dan Moralitas: Apa Yang Membuat Seseorang Yang Bermoral Menjadi Religius? Annual Review Of Psychology, 68, 215–241.
https://doi.org/10.1146/annurev-psych-010416-044022
Saroglou, V. (2017). Agama, Spiritualitas, Dan Prososialitas. Opini Terkini Dalam Psikologi, 13 , 38–42. https://doi.org/10.1016/j.copsyc.2017.07.010
Schunk, DH, & Dibenedetto, MK (2020). Motivasi Dan Teori Kognitif Sosial. Frontiers In Psychology, 11 , 1210. https://doi.org/10.3389/fpsyg.2020.01210
Solihah, S., Kurniawan, D., & Lestari, P. (2024). Keteladanan Guru Dan Metode Pembiasaan Dalam Penguatan Karakter Religius Siswa Sekolah Dasar. Jurnal Pendidikan Moral Dan Karakter , 9(1), 33–47. https://ejournal.upi.edu/index.php/jpmk
Villani, D., Sorgente, A., Iannello, P., & Antonietti, A. (2019). Peran Spiritualitas Dan Religiusitas Dalam Kesejahteraan Subjektif Individu . Frontiers In Psychology, 10, 1564. https://doi.org/10.3389/fpsyg.2019.01564
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.














