PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA DALAM MENGENAL MALAIKAT DAN TUGASNYA MELALUI METODE MAKE A MATCH DENGAN MENGGUNAKAN KARTU SOAL DI KELAS 1V SEMESTER GENAP SDN 029 BALIKPAPAN TENGAH TAHUN PELAJARAN 2019/2020
DOI:
https://doi.org/10.51878/elementary.v1i3.298Keywords:
Model Pembelajaran, Metode Make A Match,, Penelitian Tindakan KelasAbstract
Model pembelajaran kooperatif terdapat beberapa macam teknik, salah satu teknik tersebut adalah menggunakan kartu soal siswa diajak untuk belajar sambil bermain, dengan cara saling menjodohkan kartu yang dimilikinya sehingga pembelajaran Agama Islam menjadi lebih menarik dan siswa dapat menyukai pembelajaran Agama Islam dan dapat dengan mudah memahami isi materi di sampaikan oleh guru sehingga hasil belajar siswa akan meningkat.Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) bertujuan untuk mengetahui dampak penggunaan metode make a match terhadap hasil belajar siswa dalam mengenal malaikat dan tugasnya di Kelas IV SDN 029 Balikpapan Tengah Tahun pelajaran 2019/2020, Materi dalam penelitian ini adalah Mengenal Malaikat dan Tugasnya menggunakan Metode Make a Match Penelitian ini dilaksanakan sebanyak dua siklus setiap siklus 2 kali pertemuan. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas IV berjumlah 20 siswa dan obyek penelitian ini adalah penggunaan Metode Make a Match.Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik dokumentasi untuk mengetahui nilai dasar dan pengelompokan siswa, observasi untuk mengetahui aktivitas siswa dan guru, teknik tes untuk mengetahui nilai rata-rata dan ketuntasan belajar siswa.Penelitian dilakukan sebanyak dua siklus, siklus I sebanyak 2 kali pertemuan dengan 1 kali tes di akhir pertemuan, dan siklus II terdiri dari 2 kali pertemuan dengan 1 kali tes di akhir pertemuan, teknik analisis data menggunakan statistik deskriptif berupa rata-rata, presentase dan grafik. Yang bertindak sebagai pelaksana dalam pembelajaran adalah peneliti sekaligus menjadi obsevator.Hasil analisis data menunjukkan bahwa Peningkatan tersebut dapat dilihat pada setiap siklusnya, yaitu nilai rata-rata sebelum tindakan perbaikan pembelajaran dengan dengan rata-rata 66,29 meningkat menjadi 76,15 pada siklus I dan pada siklus II meningkat menjadi 78,75 sedangkan peningkatan ketuntasan belajar siswa mengalami peningkatan secara signifikan yaitu ketuntasan sebelum adanya tindakan perbaikan pembelajaran yaitu siswa yang tuntas siswa yang tuntas hanya 38,10 % meningkat menjadi 75 % pada siklus I kemudian pada siklus II meningkat menjadi 90%.
References
Arikunto ( 2003) Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan, edisi revisi, Bumi Aksara, Yogyakarta
Arikunto, Suharsimi., Suhardjono, Supardi. (2006). Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: PT Bumi Aksara
Departemen Pendidikan Nasional. (2003). Undang-Undang Republik Indonesia, Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistim Pendidikan Nasional Depdiknas RI : Jakarta
Depdiknas, (2002b). Pedoman Khusus Sistem Pengujian Hasil KBM Berbasis Kemampuan Dasar.Dirjen Dikdasmen.
Depdiknas. (2004) Kerangka Dasar Kurikulum 2004. Jakarta Departemen Pendidikan Nasional (2006)
Djamarah, Saiful Bahri, 2006. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta : PT Rineka Cipta
Leo Sutrisno (2008:25) Pengembangan Pembelajaran SD. Jakarta : Dirjen Dikti Depdiknas.
Hamalik Oemar (2002) Pendidikan Guru Berdasarkan Pendekatan Kompetensi. Jakarta : Bumi Aksara
Puger, I Gusti Ngurah. (2004). Belajar Kooperatif. Diktat Perkuliahan Mahasiswa Unipas.
Zuhairini, dkk. Metodik Khusus Pendidikan Agama Islam, Surabaya, Usaha Nasional, 1983. hlm:79
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2021 ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.














