EDUTECH : Jurnal Inovasi Pendidikan Berbantuan Teknologi https://www.jurnalp4i.com/index.php/edutech <p><strong>EDUTECH: Jurnal Inovasi Pendidikan Berbantuan Teknologi</strong> | <a href="https://sinta.kemdiktisaintek.go.id/journals/profile/11945"><strong>Terakreditasi Sinta 4 </strong></a>diterbitkan 4 kali setahun (Februari, Mei, Agustus, dan November) oleh Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I) yang berafiliasi dengan Perguruan Tinggi Indonesia. Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan pendidikan berbantuan teknologi dan Inovasi Pembelajaran Berbasis teknologi<br /><strong>e-ISSN : </strong><strong>2797-0140 </strong><strong>| </strong><strong>p-ISSN :</strong> <strong>2797-0590</strong></p> en-US randi.popo@gmail.com (Randi Pratama Murtikusuma, M.Pd) ardhysmart7@gmail.com (Dr. Muhamad suhardi, M.Pd) Fri, 06 Mar 2026 00:00:00 +0000 OJS 3.2.1.1 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 PENERAPAN PRESENSI DARING BERBASIS WEBASSEMBLY DAN MICROSERVICES UNTUK PENGENALAN WAJAH PADA LEARNING MANAGEMENT SYSTEM https://www.jurnalp4i.com/index.php/edutech/article/view/9474 <p>The demand for reliable, real-time online attendance systems capable of handling large-scale users continues to increase alongside the widespread adoption of Learning Management Systems (LMS) in higher education and online training. Conventional attendance methods based on manual input or simple authentication mechanisms suffer from weaknesses such as susceptibility to fraud, limited automation, and degraded performance under high workloads. Face recognition has emerged as a promising alternative, as it enables automatic and non-intrusive user identity verification. However, most face-based attendance systems still rely on centralized server-side processing, which leads to high latency and limited scalability. This study aims to design and evaluate an online attendance architecture that integrates WebAssembly and Microservices by separating computational workloads between the client and server. The Design Science Research method is employed to develop a web-based face attendance application as the research artifact, in which face detection and feature extraction are executed entirely on the client side using OpenCV.js compiled to WebAssembly, while authentication, attendance recording, and session management are handled by a Microservices-based backend. The evaluation includes face recognition accuracy testing, end-to-end latency measurement, and system throughput analysis. Experimental results demonstrate that the proposed architecture reduces attendance latency by approximately 72 percent compared to a monolithic server-side processing approach, while simultaneously increasing request handling capacity without compromising accuracy. These findings indicate that the integration of WebAssembly and Microservices constitutes an effective architectural solution for real-time biometric attendance systems.</p> <p><strong>ABSTRAK<br /></strong>Kebutuhan akan sistem presensi daring yang andal, real-time, dan mampu menangani skala pengguna besar terus meningkat seiring dengan meluasnya penggunaan Learning Management System (LMS) dalam pendidikan tinggi dan pelatihan daring. Metode presensi konvensional berbasis input manual maupun autentikasi sederhana memiliki kelemahan berupa potensi kecurangan, keterbatasan otomatisasi, serta performa yang menurun pada kondisi beban tinggi. Pengenalan wajah menjadi solusi alternatif yang menjanjikan karena mampu memverifikasi identitas pengguna secara otomatis dan non-intrusif. Namun, sebagian besar sistem presensi berbasis wajah masih bergantung pada pemrosesan terpusat di sisi server, yang mengakibatkan latensi tinggi dan keterbatasan skalabilitas. Penelitian ini bertujuan merancang dan mengevaluasi arsitektur presensi daring berbasis integrasi WebAssembly dan Microservices dengan pendekatan pemisahan beban komputasi antara klien dan server. Metode Design Science Research digunakan untuk mengembangkan artefak berupa aplikasi presensi wajah berbasis web, di mana proses deteksi dan ekstraksi fitur wajah dijalankan sepenuhnya di sisi klien menggunakan OpenCV.js yang dikompilasi ke WebAssembly, sedangkan autentikasi, pencatatan presensi, dan manajemen sesi ditangani oleh backend berbasis Microservices. Evaluasi dilakukan melalui pengujian akurasi pengenalan wajah, pengukuran latensi end-to-end, dan analisis throughput sistem. Hasil pengujian menunjukkan bahwa arsitektur yang diusulkan mampu menurunkan latensi presensi sekitar 72 persen dibandingkan pendekatan monolitik berbasis pemrosesan server, sekaligus meningkatkan kapasitas penanganan permintaan tanpa mengorbankan tingkat akurasi. Temuan ini menunjukkan bahwa integrasi WebAssembly dan Microservices merupakan solusi arsitektural yang efektif untuk sistem presensi biometrik real-time.</p> Wawan Sismadi, Imam Riadi, Murinto Murinto Copyright (c) 2026 EDUTECH : Jurnal Inovasi Pendidikan Berbantuan Teknologi https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://www.jurnalp4i.com/index.php/edutech/article/view/9474 Fri, 06 Mar 2026 00:00:00 +0000 ANALISIS MINAT MAHASISWA DALAM MELAKUKAN PENELITIAN TENTANG MEDIA PEMBELAJARAN PROGRAM STUDI PENDIDIKAN TEKNOLOGI INFORMASI https://www.jurnalp4i.com/index.php/edutech/article/view/9758 <p>This research is motivated by the importance of learning media in the digital transformation of education and the need for prospective educators in the Information Technology Education Study Program to have research competencies in this field. The focus of the problem in this study is to analyze the interest and trends of students in conducting research on learning media and the factors that influence it. The research method used is quantitative with a descriptive approach, where data were collected through an analysis of 64 thesis titles from students and alumni as well as questionnaires. The results showed that student research was dominated by Learning Media topics with 28 titles (43.75%), followed by Information Systems with 12 titles (18.75%), while other categories such as Educational Games and Mobile Applications still had a low proportion. The main conclusion of this study is that there is a strong orientation of students towards the development of technology-based learning products in response to the need for innovation in schools, but academic policies are needed to encourage a balance between developmental research and evaluative research and analysis so that the contribution of student research becomes more comprehensive.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya peran media pembelajaran dalam transformasi digital pendidikan serta perlunya calon pendidik di Program Studi Pendidikan Teknologi Informasi untuk memiliki kompetensi riset di bidang tersebut. Fokus masalah dalam penelitian ini adalah untuk menganalisis minat dan kecenderungan mahasiswa dalam melakukan penelitian tentang media pembelajaran serta faktor-faktor yang mempengaruhinya. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan deskriptif, di mana data dikumpulkan melalui analisis terhadap 64 judul skripsi mahasiswa dan alumni serta penyebaran kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penelitian mahasiswa didominasi oleh topik Media Pembelajaran dengan jumlah 28 judul (43,75%), diikuti oleh Sistem Informasi sebanyak 12 judul (18,75%), sementara kategori lain seperti Game Edukasi dan Aplikasi Mobile masih memiliki proporsi yang rendah. Simpulan utama penelitian ini adalah terdapat orientasi yang kuat dari mahasiswa terhadap pengembangan produk pembelajaran berbasis teknologi sebagai respon terhadap kebutuhan inovasi di sekolah, namun diperlukan kebijakan akademik untuk mendorong keseimbangan antara penelitian pengembangan dengan penelitian evaluatif dan analisis agar kontribusi riset mahasiswa menjadi lebih komprehensif.</p> <p> </p> Agil Muharam, Zila Razilu, Rahmawati Rahmawati Copyright (c) 2026 EDUTECH : Jurnal Inovasi Pendidikan Berbantuan Teknologi https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://www.jurnalp4i.com/index.php/edutech/article/view/9758 Thu, 12 Mar 2026 00:00:00 +0000 PEMBUATAN MODUL INTERAKTIF PADA MATA KULIAH TARIF DAN DOKUMEN PASASI PERJALANAN WISATA https://www.jurnalp4i.com/index.php/edutech/article/view/9759 <p>The course on Fares and Travel Documents is a core course in vocational tourism education that equips students with ticket reservation and travel document management skills in line with the needs of the travel agency industry. However, the conventional learning process has resulted in suboptimal student engagement and understanding of technical material. This study aims to develop an interactive teaching module as a learning innovation to improve the effectiveness of the learning process in the Fare and Passage Documents course. This study uses a teaching material development approach through the stages of needs analysis, Semester Learning Plan analysis, outline design, interactive content development, and validation through discussions with lecturers. The results show that the developed interactive module has a feasibility level of 83% in material expert validation and 83% in module/media expert validation with a feasible category after revision. The interactive module is declared feasible for use as teaching material to support student independent learning, improve material accessibility, and assist lecturers in delivering material in a structured manner.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Mata kuliah Tarif dan Dokumen Pasasi merupakan mata kuliah inti dalam pendidikan vokasi perjalanan wisata yang berperan dalam membekali mahasiswa dengan kompetensi reservasi tiket dan pengelolaan dokumen perjalanan sesuai kebutuhan industri biro perjalanan. Namun, proses pembelajaran yang masih bersifat konvensional menyebabkan keterlibatan mahasiswa dan pemahaman materi teknis belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan modul ajar interaktif sebagai inovasi pembelajaran guna meningkatkan efektivitas proses pembelajaran pada matakulia Tarif dan Dokumen Pasasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan pengembangan bahan ajar melalui tahapan análisis kebutuhan, análisis Rencana Pembelajaran Semester (RPS), perancangan outline, penyusunan konten interaktif, serta validasi melalui diskusi dengan dosen pengampu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modul interaktif yang dikembangkan memiliki tingkat kelayakan sebesar 83% pada validasi ahli materi dan 83% pada validasi ahli modul/media dengan kategori layak setelah revisi. Modul interaktif dinyatakan layak digunakan sebagai bahan ajar untuk mendukung pembelajaran mandiri mahasiswa, meningkatkan aksesibilitas materi, serta membantu dosen dalam menyampaikan materi secara terstruktur.</p> Reski Meidasari, Fitriyah Fitriyah, Ni Made Ayu Windu Kartika, Desmala Sari Copyright (c) 2026 EDUTECH : Jurnal Inovasi Pendidikan Berbantuan Teknologi https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://www.jurnalp4i.com/index.php/edutech/article/view/9759 Thu, 12 Mar 2026 00:00:00 +0000 PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA AUGMENTED REALITY BERBASIS ASSEMBLR EDU TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP SISWA SD KELAS V PADA PEMBELAJARAN IPAS https://www.jurnalp4i.com/index.php/edutech/article/view/9785 <p><strong>ABSTRACT</strong></p> <p>Difficulties among elementary school students in understanding abstract concepts in IPAS learning are still frequently encountered, particularly when instructional practices are predominantly conducted using conventional teaching methods. The integration of Augmented Reality (AR) in learning environments can provide students with more tangible learning experiences through clear visualizations and interactive activities. This study aimed to examine the effect of AR-based learning media developed using the Assemblr EDU platform on improving fifth-grade students’ conceptual understanding in IPAS learning. The research employed a quantitative approach using a quasi-experimental method with a Nonequivalent Control Group Design. The participants consisted of 55 students divided into two groups: an experimental group of 28 students and a control group of 27 students. The research procedure included a pretest, the implementation of learning activities across four instructional sessions according to the treatment given to each group, and a posttest to measure learning outcomes. Data analysis involved prerequisite statistical tests, N-Gain calculations, and an independent samples t-test with a significance level of 0.05. The results indicated that the average posttest score of the experimental group reached 83.21, which was higher than that of the control group at 73.02. Furthermore, the N-Gain analysis showed that the improvement in conceptual understanding in the experimental group fell into the moderate category (0.58), while the control group showed an increase ranging from low to moderate (0.34). The hypothesis testing also revealed a statistically significant difference (p = 0.003). Overall, the findings suggest that integrating AR-based learning media through the Assemblr EDU platform can effectively enhance students’ conceptual understanding in IPAS learning at the elementary school level.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Kesulitan siswa sekolah dasar dalam memahami konsep-konsep abstrak pada pembelajaran IPAS masih sering dijumpai, khususnya ketika kegiatan pembelajaran lebih banyak menggunakan metode konvensional. Pengintegrasian <em>Augmented Reality</em> (AR) dalam pembelajaran dapat membantu siswa memperoleh pengalaman belajar yang lebih konkret melalui visualisasi yang jelas dan aktivitas interaktif. Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji pengaruh penggunaan media AR berbasis Assemblr EDU terhadap peningkatan pemahaman konsep siswa kelas V dalam pembelajaran IPAS. Metode penelitian yang digunakan adalah quasi-eksperimen dalam kerangka pendekatan kuantitatif dengan desain <em>Nonequivalent Control Group Design</em>. Subjek penelitian terdiri dari 55 siswa yang dibagi ke dalam dua kelompok penelitian, yaitu kelompok eksperimen berjumlah 28 siswa dan kelompok kontrol berjumlah 27 siswa. Prosedur penelitian meliputi pemberian pretest, pelaksanaan pembelajaran selama empat pertemuan sesuai perlakuan pada masing-masing kelompok, serta posttest untuk mengukur hasil belajar. Analisis data dilakukan melalui uji prasyarat statistik, perhitungan N-Gain, dan uji independent sample t-test dengan taraf signifikansi 0,05. Hasil analisis data memperlihatkan bahwa rata-rata skor posttest siswa pada kelas eksperimen mencapai 83,21, sedangkan pada kelas kontrol hanya sebesar 73,02. Berdasarkan analisis N-Gain, peningkatan pemahaman konsep siswa pada kelompok eksperimen termasuk dalam kategori sedang (0,58), sementara pada kelompok kontrol berada pada kategori rendah sampai sedang (0,34). Uji hipotesis menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan (p = 0,003). Hasil studi ini memperlihatkan bahwa integrasi media AR melalui platform Assemblr EDU mampu mendukung peningkatan pemahaman konsep siswa pada pembelajaran IPAS di jenjang sekolah dasar.</p> Rudolf Abraham Luhukay Copyright (c) 2026 EDUTECH : Jurnal Inovasi Pendidikan Berbantuan Teknologi https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://www.jurnalp4i.com/index.php/edutech/article/view/9785 Tue, 17 Mar 2026 00:00:00 +0000 AN ANALYSIS OF USING YOUTUBE VIDEOS IN TEACHING SPEAKING AT THE ELEVENTH GRADE LEVEL https://www.jurnalp4i.com/index.php/edutech/article/view/9869 <p><strong>ABSTRACT</strong></p> <p>This study aims to analyze the utilization of YouTube videos in English language learning and their impact on the development of students’ speaking skills amid the increasing use of digital media as learning resources. The integration of technology in language learning has become an important strategy to provide authentic materials and enhance students’ engagement in the learning process. This study employed a qualitative approach, with data collected through classroom observations, interviews with teachers and students, and analysis of instructional documents. The data were analyzed descriptively to obtain a comprehensive understanding of the practice of using YouTube videos in English language instruction. The findings indicate that the use of YouTube videos enhances students’ learning motivation and provides more authentic language exposure through examples of pronunciation, intonation, and expressions in real communication contexts. In addition, video-based learning creates greater opportunities for students to actively practice speaking through discussions, imitation activities, and content-based presentations. However, the study also identified several challenges, including limited internet access, variations in content quality, and potential distractions from other features on the digital platform. In synthesis, these findings confirm that YouTube videos are effective in supporting the development of speaking skills when they are integrated in a planned, selective, and pedagogically sound manner within English language teaching strategies.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemanfaatan video YouTube dalam pembelajaran bahasa Inggris serta dampaknya terhadap pengembangan keterampilan berbicara siswa di tengah meningkatnya penggunaan media digital sebagai sumber belajar. Integrasi teknologi dalam pembelajaran bahasa menjadi strategi penting untuk menghadirkan materi yang autentik dan meningkatkan keterlibatan siswa dalam proses belajar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi pembelajaran, wawancara dengan guru dan siswa, serta analisis dokumen pembelajaran. Data dianalisis secara deskriptif untuk memperoleh gambaran komprehensif mengenai praktik penggunaan video YouTube dalam pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan video YouTube meningkatkan motivasi belajar serta memberikan paparan bahasa yang lebih autentik melalui contoh pelafalan, intonasi, dan ekspresi dalam konteks komunikasi nyata. Selain itu, penggunaan video membuka peluang bagi siswa untuk berlatih berbicara secara aktif melalui diskusi, imitasi, dan presentasi berbasis konten. Namun, penelitian ini juga mengidentifikasi kendala berupa keterbatasan akses internet, variasi kualitas konten, dan potensi distraksi dari fitur lain pada platform digital. Secara sintesis, temuan ini menegaskan bahwa video YouTube efektif dalam mendukung pengembangan keterampilan berbicara apabila diintegrasikan secara terencana, selektif, dan pedagogis dalam strategi pembelajaran bahasa Inggris.</p> Tri Mulia Damai Hulu, Hidayati Daeli, Adieli Laoli, Yaredi Waruwu Copyright (c) 2026 EDUTECH : Jurnal Inovasi Pendidikan Berbantuan Teknologi https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://www.jurnalp4i.com/index.php/edutech/article/view/9869 Mon, 23 Mar 2026 00:00:00 +0000 PENGEMBANGAN E-LKPD BIOLOGI BERBASIS MODEL PEAS TERINTEGRASI LEARNING MANAGEMENT SYSTEM https://www.jurnalp4i.com/index.php/edutech/article/view/9775 <p>The implementation of virtual practicums through Learning Management Systems (LMS) is often unidirectional and lacks the stimulation needed for students' critical thinking skills. Static worksheets have not been able to serve as interactive cognitive partners. This study aims to describe the development of an-Electronic Student Worksheet (E-LKPD) for Biology based on the AI-assisted PEAS (Prompt, Evaluate, Analyze, Synthesize) framework integrated within an LMS, and to evaluate its feasibility and practicality through a limited trial. This study employed a Research and Development (R&amp;D) method using the ADDIE model, delimited to the Development phase. The limited trial subjects involved two biology subject matter experts, two media experts, and 15 Biology study program students. Data were collected using Likert scale questionnaires and analyzed using descriptive percentage statistics. Expert validation results showed an average feasibility score of 89.37% (Highly Valid), indicating scientific substantive accuracy and reliable media functionality. The practicality test by users obtained a score of 89.68% (Highly Practical), highlighting the ease of interface navigation and cognitive stimulation facilitated by the virtual assistant. In conclusion, the LMS-integrated PEAS-based Biology E-LKPD prototype is highly feasible and practical to be used as an intellectual scaffold in virtual experiments, with future prospects for effectiveness testing on a real class scale.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Pelaksanaan praktikum secara virtual melalui <em>Learning Management System</em> (LMS) sering kali berjalan satu arah dan kurang menstimulasi keterampilan berpikir kritis mahasiswa. Lembar kerja statis belum mampu menjadi mitra kognitif yang interaktif. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengembangan Lembar Kerja Peserta Didik Elektronik (E-LKPD) Biologi berbasis kerangka PEAS (<em>Prompt, Evaluate, Analyze, Synthesize</em>) berbantuan kecerdasan buatan yang terintegrasi di dalam LMS, serta mengevaluasi kelayakan dan kepraktisannya melalui uji terbatas. Penelitian ini menggunakan metode <em>Research and Development</em> (R&amp;D) dengan model ADDIE yang dibatasi hingga tahap Development. Subjek uji terbatas melibatkan dua ahli materi biologi, dua ahli media, serta 15 mahasiswa program studi Biologi. Data dikumpulkan menggunakan angket skala Likert dan dianalisis dengan statistik deskriptif persentase. Hasil validasi ahli menunjukkan rata-rata skor kelayakan sebesar 89,37% (Sangat Valid), yang mengindikasikan akurasi substansi keilmuan dan keandalan fungsionalitas media. Uji kepraktisan oleh pengguna memperoleh skor 89,68% (Sangat Praktis), menyoroti kemudahan navigasi antarmuka dan stimulasi kognitif yang difasilitasi oleh asisten virtual. Kesimpulannya, purwarupa E-LKPD Biologi berbasis PEAS yang terintegrasi LMS ini sangat layak dan praktis digunakan sebagai perancah intelektual dalam eksperimen virtual, dengan prospek lanjutan untuk diuji efektivitasnya pada skala kelas yang riil.</p> Wahyu Maulana Endris, Gigin Ginanjar, Muhammad Rayhan Copyright (c) 2026 EDUTECH : Jurnal Inovasi Pendidikan Berbantuan Teknologi https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://www.jurnalp4i.com/index.php/edutech/article/view/9775 Mon, 23 Mar 2026 00:00:00 +0000 PENGEMBANGAN E-LKPD TERINTEGRASI VIRTUAL LAB PHET INTERACTIVE SIMULATION PADA PEMBELAJARAN IPAS KELAS IV SEKOLAH DASAR https://www.jurnalp4i.com/index.php/edutech/article/view/9945 <p>This study aims to Develop an Electronic Student Worksheet (E-LKPD) built on the Liveworksheets platform and integrated with the PhET Interactive Simulation virtual lab as an instructional medium for Natural and Social Sciences (IPAS) learning on the topic of Energy and Its Transformation for fourth-grade elementary school students. The study was motivated by the limited availability of interactive and contextual digital learning media, which has contributed to low student engagement and insufficient conceptual understanding in IPAS learning. This study employed a Research and Development (R&amp;D) method, which is a research approach used to produce a specific product while simultaneously testing its feasibility and effectiveness. Product Development followed the DDD-E model (Decide, Design, Develop, Evaluate). Data collection instruments included expert validation sheets and student response questionnaires. Validation results showed that the E-LKPD received feasibility scores of 95,45% from the media expert, 87.71% from the subject matter expert, and 98% from the language expert, all of which fall within the "highly feasible" category. The small-group trial yielded a score of 85,20%, while the large-group trial yielded 90,27%, both categorised as "very good". Accordingly, the Liveworksheets-based E-LKPD integrated with the PhET Interactive Simulation virtual lab on the topic of Energy and Its Transformation is deemed feasible and effective for use as an IPAS instructional medium in fourth-grade elementary school classrooms.</p> <p><strong>ABSTRAK<br /></strong>Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan Elektronik Lembar Kerja Peserta Didik (E-LKPD) berbasis website <em>Liveworksheets</em> yang terintegrasi dengan virtual lab <em>PhET Interactive Simulation </em>sebagai media pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) pada materi Energi dan Perubahannya bagi peserta didik kelas IV Sekolah Dasar. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada kurangnya media pembelajaran digital yang interaktif dan kontekstual, sehingga berdampak pada rendahnya keterlibatan dan pemahaman konsep peserta didik dalam pembelajaran IPAS. Penelitian ini menggunakan metode <em>Research and Development</em> (R&amp;D), yakni metode penelitian yang digunakan untuk menghasilkan produk tertentu sekaligus menguji kelayakan dan keefektifan produk tersebut. Pengembangan produk dilakukan menggunakan model DDD-E (<em>Decide, Design, Develop, Evaluate</em>). Instrumen pengumpulan data meliputi lembar validasi ahli dan angket respons peserta didik. Hasil validasi menunjukkan bahwa E-LKPD yang dikembangkan memperoleh skor kelayakan sebesar 95,45% dari ahli media, 85,71% dari ahli materi, dan 98,66% dari ahli bahasa, yang seluruhnya masuk dalam kategori "sangat layak". Hasil uji coba kelompok kecil memperoleh skor sebesar 87,20% dan uji coba kelompok besar sebesar 90,27%, keduanya berada pada kategori "sangat baik". Dengan demikian, E-LKPD berbasis <em>Liveworksheets</em> yang terintegrasi virtual lab <em>PhET Interactive Simulation </em>pada materi Energi dan Perubahannya dinyatakan layak dan efektif digunakan sebagai media pembelajaran IPAS di kelas IV Sekolah Dasar.</p> Bunga Okta Ramadona, Muhammad Sofwan, Risdalina Risdalina Copyright (c) 2026 EDUTECH : Jurnal Inovasi Pendidikan Berbantuan Teknologi https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://www.jurnalp4i.com/index.php/edutech/article/view/9945 Sun, 29 Mar 2026 00:00:00 +0000 PENGEMBANGAN MEDIA INFOGRAFIS INTERAKTIF BERBASIS MODEL CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) PADA MATERI GAYA DAN GERAK SISWA KELAS IV SEKOLAH DASAR https://www.jurnalp4i.com/index.php/edutech/article/view/9977 <p>This study aims to develop an interactive infographic learning media based on the Contextual Teaching and Learning (CTL) model on the topic of force and motion for fourth-grade elementary school students. The background of this study is based on the limited use of engaging and interactive learning media, causing students to have difficulties in understanding abstract concepts of force and motion. This research employed a Research and Development (R&amp;D) method using the ADDIE model, which consists of analysis, design, development, <em>implementation</em>, and evaluation stages. The developed product is an interactive infographic media that integrates text, images, animations, and interactive quizzes accessible through digital devices. The results show that the CTL-based interactive infographic media has a high level of validity based on expert validation and is categorized as very practical based on teacher responses. The media helps students understand the concepts of force and motion through contextual and engaging presentations, while also increasing student participation in the learning process. Therefore, the developed media is feasible to be used as an innovative alternative in elementary science learning.</p> <p><strong>ABSTRAK<br /></strong>Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran berupa infografis interaktif berbasis model <em>Contextual Teaching and Learning</em> <em>(CTL)</em> pada materi gaya dan gerak untuk siswa kelas IV sekolah dasar. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada masih terbatasnya penggunaan media pembelajaran yang menarik dan interaktif, sehingga siswa mengalami kesulitan dalam memahami konsep gaya dan gerak yang bersifat abstrak. Penelitian ini menggunakan metode <em>Research and Development</em> <em>(R&amp;D)</em> dengan model ADDIE yang meliputi tahap analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Produk yang dikembangkan berupa media infografis interaktif yang memadukan teks, gambar, animasi, serta kuis interaktif yang dapat diakses melalui perangkat digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media infografis interaktif berbasis <em>CTL</em> memiliki tingkat validitas yang tinggi berdasarkan penilaian ahli, baik ahli media, ahli bahasa maupun ahli materi serta termasuk dalam kategori sangat praktis berdasarkan respon guru dan siswa. Media ini dinilai mampu membantu siswa dalam memahami konsep gaya dan gerak melalui penyajian yang kontekstual dan menarik, serta meningkatkan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran. Dengan demikian, media yang dikembangkan layak digunakan sebagai alternatif inovatif dalam pembelajaran IPA di sekolah dasar.</p> Yopi Yopi, Destrinelli Destrinelli, Risdalina Risdalina Copyright (c) 2026 EDUTECH : Jurnal Inovasi Pendidikan Berbantuan Teknologi https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://www.jurnalp4i.com/index.php/edutech/article/view/9977 Sun, 29 Mar 2026 00:00:00 +0000 KEEFEKTIFAN PEMBELAJARAN MENULIS TEKS BERITA MENGGUNAKAN MODEL 5E LEARNING CYCLE DAN THINK TALK WRITE BERBANTUAN MEDIA AUDIOVISUAL https://www.jurnalp4i.com/index.php/edutech/article/view/9976 <p>The learning of news writing has not yet been implemented optimally, resulting in low academic scores for seventh-grade students. This condition is evident from the students' difficulties in independently developing ideas and in the writing process that adheres to the rules of news writing. The application of innovative learning models can encourage the effectiveness of learning to achieve optimal results. This study aims to examine the effectiveness of news writing instruction using the 5E Learning Cycle and Think Talk Write models, supported by the use of video-based audiovisual media, among seventh-grade students at MTs Negeri 1 Pati. This research employs a quantitative approach with a quasi-experimental design in the form of a nonequivalent control group design. Quantitative data was collected from the pre-test and post-test scores of news writing skills. Data analysis used descriptive analysis and a T-test. The results of the paired sample t-test for the experimental class and the control class obtained a sig. (2-tailed) value of 0.000 &lt; 0.05, meaning there is a difference in learning outcomes. The results of the independent sample t-test obtained a sig. (2-tailed) value of 0.780 &gt; table sig. 0.05, so there is no difference in news writing skills between the two groups. These findings indicate that the 5E Learning Cycle and Think Talk Write models, aided by audiovisual media, are effective in optimizing news writing learning because they result in significant differences in learning outcomes. However, the comparison test results of the two learning models show that there is no difference. This confirms that both models are equally effective when applied to teaching news writing.</p> <p><strong>ABSTRAK<br /></strong>Pembelajaran menulis teks berita masih belum terlaksana secara optimal sehingga berdampak pada rendahnya nilai akademik peserta didik kelas VII. Kondisi tersebut terlihat dari kesulitan peserta didik dalam mengembangkan gagasan secara mandiri serta dalam proses penulisan yang sesuai dengan kaidah penulisan teks berita. Penerapan model pembelajaran yang inovatif mampu mendorong keefektifan pembelajaran agar dapat mencapai hasil yang optimal. Penelitian ini bertujuan mengkaji keefektifan pembelajaran menulis teks berita dengan penerapan model <em>5E Learning Cycle</em> dan <em>Think Talk Write </em>yang didukung pemanfaatan media audiovisual berbasis video pada peserta didik kelas VII MTs Negeri 1 Pati. Penelitian ini menerapkan pendekatan kuantitatif dengan desain <em>quasi eksperimental</em> bentuk <em>nonequivalent control group design. </em>Data kuantitatif dikumpulkan dari nilai pretes dan postes keterampilan menulis teks berita. Analisis data menggunakan analisis deskriptif serta uji T. Hasil pengujian <em>paired sample t-test</em> kelas eksperimen dan kelas kontrol diperoleh nilai sig. (2-tailed) 0,000 &lt; 0,05, artinya terdapat perbedaan terhadap hasil belajar. Hasil uji <em>independent sample t-test</em> diperoleh nilai sig. (2-<em>tailed</em>) 0,780 &gt; sig. tabel 0,05, maka tidak terdapat perbedaan keterampilan menulis teks berita pada kedua kelompok. Temuan ini mengindikasikan bahwa model <em>5E Learning Cycle</em> dan <em>Think Talk Write </em>berbantuan media audiovisual efektif dalam mengoptimalkan pembelajaran menulis teks berita karena memberikan perbedaan hasil belajar yang signifikan. Namun, hasil uji perbandingan kedua model pembelajaran menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan. Hal ini menegaskan bahwa kedua model sama-sama efektif diterapkan dalam pembelajaran menulis teks berita.</p> Sherly Anida Fahrina Putri, Wagiran Copyright (c) 2026 EDUTECH : Jurnal Inovasi Pendidikan Berbantuan Teknologi https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 https://www.jurnalp4i.com/index.php/edutech/article/view/9976 Sun, 29 Mar 2026 00:00:00 +0000