KORELASI NORMALIZED DIFFERENCE VEGETATION INDEX (NDVI) DAN TUTUPAN KANOPI PADA EKOSISTEM MANGROVE DI TELUK KENDARI
DOI:
https://doi.org/10.51878/cendekia.v6i2.9045Keywords:
ekosistem mangrove, NDVI, tutupan kanopi, Hemispherical Photography, Kota KendariAbstract
Mangrove ecosystems play a crucial role in maintaining coastal environmental stability, requiring accurate spatial information on their distribution, density, and canopy cover conditions. This study aims to assess the extent and spatial distribution of mangrove ecosystems, vegetation density levels, canopy cover conditions, and the relationship between Normalized Difference Vegetation Index (NDVI) values and mangrove canopy cover percentages in the coastal area of Kendari City. Mangrove distribution and density were analyzed using Sentinel-2A imagery through the NDVI approach, while canopy cover was measured using the Hemispherical Photography method processed with ImageJ software. Satellite imagery was obtained from the Copernicus platform, and a total of 33 sampling stations or plots were determined based on mangrove density classification criteria. The results indicate that the total mangrove area along the coast of Kendari City is approximately 275.67 hectares, distributed across eight sub-districts. NDVI analysis classified mangrove vegetation into three density categories: low density covering 30.69 ha, medium density covering 68.28 ha, and high density covering 176.70 ha. Mangrove canopy cover varied in accordance with vegetation density, ranging from 16.56% to a maximum of 88.08%. Correlation analysis revealed a very strong relationship between NDVI values and canopy cover percentage, with a correlation coefficient (r) of 0.93. These findings demonstrate that Sentinel-2A-derived NDVI is a reliable indicator for estimating mangrove canopy cover conditions in coastal environments.
ABSTRAK
Ekosistem mangrove memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekologi pesisir, sehingga diperlukan informasi spasial yang akurat terkait sebaran, kerapatan, dan kondisi tutupan tajuknya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis luas dan distribusi ekosistem mangrove, tingkat kerapatan vegetasi, kondisi tutupan kanopi, serta hubungan antara nilai Normalized Difference Vegetation Index (NDVI) dan persentase tutupan tajuk mangrove di wilayah pesisir Kota Kendari. Analisis kerapatan dan sebaran mangrove dilakukan menggunakan citra Sentinel-2A melalui pendekatan NDVI, sedangkan tutupan kanopi dianalisis menggunakan metode Hemispherical Photography yang diolah dengan perangkat lunak ImageJ. Data citra diperoleh dari laman Copernicus, kemudian ditentukan sebanyak 33 stasiun atau plot sampel berdasarkan klasifikasi tingkat kerapatan mangrove. Hasil penelitian menunjukkan bahwa total luasan mangrove di pesisir Kota Kendari mencapai sekitar 275,67 hektar yang tersebar di delapan kecamatan. Berdasarkan nilai NDVI, ekosistem mangrove diklasifikasikan ke dalam tiga tingkat kerapatan, yaitu kerapatan rendah seluas 30,69 ha, kerapatan sedang 68,28 ha, dan kerapatan tinggi 176,70 ha. Persentase tutupan tajuk mangrove bervariasi mengikuti tingkat kerapatan vegetasi, dengan nilai tertinggi sebesar 88,08% dan terendah 16,56%. Analisis korelasi menunjukkan hubungan yang sangat kuat antara nilai NDVI dan persentase tutupan kanopi dengan koefisien korelasi (r) sebesar 0,93. Temuan ini menegaskan bahwa NDVI citra Sentinel-2A dapat digunakan secara efektif untuk menduga kondisi tutupan kanopi mangrove di wilayah pesisir.
Downloads
References
Alongi, D. M. (2009). The energetics of mangrove forests. Springer.
Badan Pusat Statistik & Dinas Lingkungan Hidup Kota Kendari. (2021). Luas kegiatan reboisasi hutan mangrove (ha) menurut kabupaten/kota, 2019–2021. BPS Kota Kendari.
Badan Standardisasi Nasional. (2011). SNI 7724:2011 tentang pengukuran dan perhitungan cadangan karbon: Pengukuran lapangan untuk penaksiran cadangan karbon hutan (ground based forest carbon accounting). Badan Standardisasi Nasional.
Baksir, A., Mutmainnah, Akbar, N., & Ismail, F. (2018). Penilaian kondisi menggunakan metode hemispherical photography pada ekosistem mangrove di pesisir Desa Minaluli, Kecamatan Mangoli Utara, Kabupaten Kepulauan Sula, Provinsi Maluku Utara. Jurnal Sumberdaya Akuatik Indopasifik, 2(2), 69–80. https://doi.org/10.30862/jsai-fpik-unipa.2018.Vol.2.No.2.52
BPS Sulawesi Tenggara. (2024). Reforested area (ha) in Sulawesi Tenggara 2020–2023. BPS Sulawesi Tenggara.
Chianucci, F., & Cutini, A. (2012). Digital hemispherical photography for estimating forest canopy properties: Current controversies and opportunities. iForest – Biogeosciences and Forestry, 5, 290–295. https://doi.org/10.3832/ifor077-005
Clough, B. F. (1992). Primary productivity and growth of mangrove forests. In A. I. Robertson & D. M. Alongi (Eds.), Tropical mangrove ecosystems (Coastal and Estuarine Studies 41, pp. 225–249). American Geophysical Union. https://doi.org/10.1029/CE041p0225
Departemen Kehutanan. (2005). Pedoman inventarisasi dan identifikasi lahan kritis mangrove. Direktorat Jenderal Rehabilitasi Lahan dan Perhutanan Sosial.
Dewi, A. L., & Suriani, B. T. (2022). Implementation of integrated coastal protection and management policies on the development of the Kendari bay mangrove area based on ecotourism. International Journal of Management and Education in Human Development, 2(01), 085-090. https://ijmehd.com/index.php/ijmehd/article/view/55
Du, J., Shu, J., Yin, J., Yuan, X., Jiaerheng, A., Xiong, S., & Liu, W. (2015). Analysis on spatiotemporal trends and drivers in vegetation growth during recent decades in China. Remote Sensing, 7(12), 17122–17143. https://doi.org/10.3390/rs71215895
Fanela, M. A. P., Silubun, D. T., & Singerin, R. M. (2024). Analisis Hubungan NDVI (Nomalized Deferens Vegetasi Index) dengan Tutupan Kanopi Mangrove di Pulau Dullah Selatan Kota Tual. Innovative: Journal Of Social Science Research, 4(6), 9762-9768. https://doi.org/10.31004/innovative.v4i6.18458
Fariz, T. R., Ihsan, H. M., Lutfiananda, F., Sartohadi, J., Darmajati, Y., & Syahputra, A. (2023). Perbandingan Pengukuran Kerapatan Kanopi Dari Hemispherical Photography Dan UAV Untuk Pemetaan Menggunakan Citra Sentinel-2. Jurnal Hutan Tropis Volume, 11(1), 123-132. https://doi.org/10.20527/jht.v11i1.16000
Hanan, A. F., Pratikto, I., & Soenardjo, N. (2020). Analisa distribusi spasial vegetasi mangrove di Desa Pantai Mekar, Kecamatan Muara Gembong. Journal of Marine Research, 9(3), 271–280. https://doi.org/10.14710/jmr.v9i3.27573
Indonesia. Kementerian Negara Lingkungan Hidup. (2004). Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 201 Tahun 2004 tentang kriteria baku dan pedoman penentuan kerusakan mangrove. https://citramelati.co.id/regulasi/keputusan-menteri-negara-lingkungan-hidup-nomor-201-tahun-2004/
Iswahyudi, I., Kusmana, C., Hidayat, A., & Noorachmat, B. P. (2020). Lingkungan biofisik hutan mangrove di Kota Langsa, Aceh. Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam Dan Lingkungan (Journal of Natural Resources and Environmental Management), 10(1), 98-110. https://doi.org/10.29244/jpsl.10.1.98-110
Jia, K., Li, Y., Liang, S., Wei, X., & Yao, Y. (2017). Combining estimation of green vegetation fraction in an arid region from Landsat 7 ETM+ data. Remote Sensing, 9(11), Article 1121. https://doi.org/10.3390/rs9111121
Jonckheere, I., Fleck, S., Nackaerts, K., Muys, B., Coppin, P., Weiss, M., & Baret, F. (2004). Review of methods for in situ leaf area index determination: Part I. Theories, sensors and hemispherical photography. Agricultural and forest meteorology, 121(1-2), 19-35. https://doi.org/10.1016/j.agrformet.2003.08.027
Jumadil, K., & Hamzah, A. (2015). Penerapan Program Adiwiyata pada Aspek Kognitif, Afektif dan Psikomotor Tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup Sekolah Dasar di Kota Kendari. Jurnal Sains dan Teknologi, 15(2), 115-125. https://doi.org/10.31332/atdb.v0i0.1133
Kawamuna, A., Suprayogi, A., & Wijaya, A. P. (2017). Analisis kesehatan hutan mangrove berdasarkan metode klasifikasi NDVI pada citra Sentinel-2 (Studi kasus: Teluk Pangpang Kabupaten Banyuwangi). Jurnal Geodesi Undip, 6(1), 277-284. https://doi.org/10.14710/jgundip.2017.15439
Khaery, A., Dustan, & Randi, Z. (2023). Upaya pengelolaan ekosistem mangrove berkelanjutan di Teluk Kendari Provinsi Sulawesi Tenggara. Biowallaceae: Jurnal Penelitian Biologi, 10(1), 21–31. https://doi.org/10.33772/biowallacea.v10i1.40407
Korhonen, L., Korhonen, K. T., Rautiainen, M., & Stenberg, P. (2006). Estimation of forest canopy cover: A comparison of field measurement techniques. Silva Fennica, 40(4), 577–588. https://doi.org/10.14214/sf.315
Lo, C. P. (1996). Penginderaan jauh terapan. Universitas Indonesia.
Marlina, D. (2022). Klasifikasi Tutupan Lahan pada Citra Sentinel-2 Kabupaten Kuningan dengan NDVI dan Algoritme Random Forest. STRING (Satuan Tulisan Riset Dan Inovasi Teknologi), 7(1), 41-49. http://dx.doi.org/10.30998/string.v7i1.12948
Nurdiansah, D., & Dharmawan, I. W. E. (2021). Struktur dan kondisi kesehatan komunitas mangrove di Pulau Middleburg–Miossu, Papua Barat. Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis, 13(1), 81–96. https://doi.org/10.29244/jitkt.v13i1.34484
Pramudji. (2019). Mangrove di Indonesia. LIPI.
Purnama, M., Pribadi, R., & Soenardjo, N. (2020). Analisa tutupan kanopi mangrove dengan metode hemispherical photography di Desa Betahwalang, Kabupaten Demak. Journal of Marine Research, 9(3), 317–325. https://doi.org/10.14710/jmr.v9i3.27577
Rich, P. M. (1990). Characterizing plant canopies with hemispherical photographs. Remote sensing reviews, 5(1), 13-29. https://doi.org/10.1080/02757259009532119
Soerianegara, I., & Indrawan, A. (1998). Ekologi hutan Indonesia. Laboratorium Ekologi Hutan, Fakultas Kehutanan IPB.
Sugiyono. (2013). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D (19th ed.). Alfabeta.
Umarhadi, D. A., & Syarif, M. A. (2018). Regression model accuracy comparison on mangrove canopy density mapping. In Proceedings of the 3rd International Conference on Science and Technology (pp. 1–11). https://doi.org/10.29037/digitalpress.11249
Walters, B. B., Rönnbäck, P., Kovacs, J. M., Crona, B., Hussain, S. A., Badola, R., Primavera, J. H., Barbier, E., & Dahdouh-Guebas, F. (2008). Ethnobiology, socio-economics and management of mangrove forests: A review. Aquatic Botany, 89, 220–236. https://doi.org/10.1016/j.aquabot.2008.02.009















