SKRINING KESEHATAN MENTAL PADA IBU RUMAH TANGGA DI DESA UBU RAYA KABUPATEN SUMBA BARAT
DOI:
https://doi.org/10.51878/cendekia.v6i1.8862Keywords:
Kesehatan mental, ibu rumah tangga, skrining kesehatan mentalAbstract
Housewives are a group vulnerable to mental health disorders due to the dual burden of domestic work and economic pressures. However, empirical data on this condition in rural areas is limited. This study aimed to conduct mental health screening among housewives in Ubu Raya Village, West Sumba Regency. Using a quantitative approach with a descriptive survey design, the study involved 384 respondents, who were assessed using the WHO Self-Reporting Questionnaire (SRQ-20). Key findings indicated a high prevalence rate, with 77.9% of respondents indicating mental health problems, with depressive symptoms being the most predominant clinical manifestation (96.9%). Factor analysis indicated that financial stress due to low income (below Rp1,000,000) was the primary determinant of these disorders. Furthermore, the highest psychological vulnerability was found among middle-aged (41-60 years old), mothers with dual roles (farmers/employees), and those who were single or divorced. This study concluded that economic instability and the complexity of domestic roles were strongly correlated with high rates of mental disorders in this population, necessitating integrated psychosocial interventions.
ABSTRAK
Ibu rumah tangga merupakan kelompok yang rentan mengalami gangguan kesehatan mental akibat beban ganda domestik dan himpitan ekonomi, namun data empiris mengenai kondisi ini di wilayah pedesaan masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan skrining kesehatan mental pada ibu rumah tangga di Desa Ubu Raya, Kabupaten Sumba Barat. Menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei deskriptif, penelitian melibatkan 384 responden yang diukur menggunakan instrumen Self-Reporting Questionnaire (SRQ-20) dari WHO. Temuan utama menunjukkan angka prevalensi yang tinggi, di mana 77,9% responden terindikasi memiliki masalah kesehatan mental, dengan gejala depresi sebagai manifestasi klinis yang paling dominan (96,9%). Analisis faktor menunjukkan bahwa stres finansial akibat pendapatan rendah (di bawah Rp1.000.000) menjadi determinan utama gangguan tersebut. Selain itu, kerentanan psikologis tertinggi ditemukan pada kelompok usia paruh baya (41-60 tahun), ibu dengan peran ganda (petani/pegawai), serta mereka yang berstatus belum menikah atau bercerai. Penelitian ini menyimpulkan bahwa ketidakstabilan ekonomi dan kompleksitas peran domestik berkorelasi kuat dengan tingginya gangguan mental pada populasi ini, sehingga diperlukan intervensi psikososial yang terintegrasi.
References
Anas, A., & Haedariah, H. (2022). Pencegahan kekerasan terhadap perempuan, anak di Kecamatan Routa Kabupaten Konawe Provinsi Sulawesi Tenggara. Community Development Journal: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 3(2), 710. https://doi.org/10.31004/cdj.v3i2.4553
Anthony, M., Sabri, M. F., Wijekoon, R., Rahim, H. A., Abdullah, H., Othman, M. A., & Yusoff, I. S. M. (2021). The influence of financial socialization, financial behavior, locus of control and financial stress on young adults’ financial vulnerability. International Journal of Academic Research in Business and Social Sciences, 11(19). https://doi.org/10.6007/ijarbss/v11-i19/11738
Asmoro, P. S. (2023). Perceived income adequacy, family support, financial anxiety, and tax non-compliance of Indonesian working women during the Covid-19 pandemic. Verslas: Teorija ir Praktika, 24(1), 123. https://doi.org/10.3846/btp.2023.17306
Ayu, D. M. (2024). Psychological distress among villagers in the Indonesian fishing community: A cross-sectional study. Journal of Liaquat University of Medical & Health Sciences, 32. https://doi.org/10.22442/jlumhs.2024.01122
D., L. P. T., & Setiawan, M. R. (2025). Serial hukum keluarga: Perlindungan perempuan terhadap perkawinan dini dan implikasi harta kekayaan pasca perceraian. Community: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 5(2), 507. https://doi.org/10.51878/community.v5i2.7023
Ehsan, T. A., Jehangir, F., & Najmi, R. (2021). Depression by association? Mental well-being of women in urban slums of Pakistan. Global Journal of Health Science, 13(5), 24. https://doi.org/10.5539/gjhs.v13n5p24
Fansyuri, M. I., & Sokarina, A. (2025). The margaridation of household accounting by patriacial ideology: A phenomenological study. E-Jurnal Akuntansi, 35(6). https://doi.org/10.24843/eja.2025.v35.i06.p09
Fitriani, Y., Gina, F., & Perdhana, T. S. (2021). Gambaran parenting stress pada ibu ditinjau dari status pekerjaan dan ekonomi serta bantuan pengasuhan. Psikostudia: Jurnal Psikologi, 10(2), 98. https://doi.org/10.30872/psikostudia.v10i2.5697
Gala, P., Ticku, A., Pawar, T., Sapre, S., Gupta, P., Iyer, K., Kapoor, H., Kalahasthi, R., Kulkarni, S., & Iyer, P. N. (2024). Perspectives and presentation of mental health among women from rural Maharashtra (India): A qualitative study. Cambridge Prisms: Global Mental Health, 11. https://doi.org/10.1017/gmh.2024.28
Gita, G., & Eva, N. (2023). An overview of the impact of teaching careers on mothers’ psychological well-being. KnE Social Sciences. https://doi.org/10.18502/kss.v8i19.14390
Irawati, K., Budi, A. W. S., & Haris, F. (2021). Stress management training for working, elderly, and health cadre women: Rumah Pendamping Emak Sehat Jiwa. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 7(2), 130. https://doi.org/10.22146/jpkm.53612
Jafar, E. S., & NR, R. W. (2023). Efektivitas psikoedukasi online untuk meningkatkan literasi kesehatan mental. Healthy: Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan, 2(1), 23. https://doi.org/10.51878/healthy.v2i1.1963
Khairat, I., Ramanda, P., & Alfiah, F. (2023). Pelatihan dan pendampingan kader posyandu di Kecamatan Ciomas untuk meningkatkan kesadaran kesehatan mental pada ibu muda. Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat, 8(1), 240. https://doi.org/10.30653/jppm.v8i1.331
Kharomah, L. N., Tanjung, L. A., Helmi, B., Rismayanti, R., & Hajari, S. (2024). Peningkatan kesejahteraan keluarga melalui edukasi kesehatan mental orang tua: Perspektif Islam. Smart Humanity, 1(4), 183. https://doi.org/10.70427/sh.v1i4.130
MN, N., & Elizabeth, E. (2023). Generasi sandwich: Penyebab stres dan pengaruhnya terhadap keputusan keuangan. Jurnal Ekonomi, 28(1), 20. https://doi.org/10.24912/je.v28i1.1322
Mulawarman, W. G. (2022). Pendidikan kritis bagi keluarga rentan melalui kegiatan manajemen ketahanan keluarga. Dikmas: Jurnal Pendidikan Masyarakat dan Pengabdian, 2(1), 171. https://doi.org/10.37905/dikmas.2.1.171-182.2022
Nihayah, U., Qolbi, I. M., & Mutamini, N. (2022). Psikologi positif pada konten “Are We Okay” dalam menumbuhkan kesehatan mental. Prophetic Professional Empathy and Islamic Counseling Journal, 5(1), 61. https://doi.org/10.24235/prophetic.v5i1.11172
Nisbeth, K. S. (2022). An exploration of motherhood: Testing pathways of the environmental affordances model on depressive symptoms and allostatic load. Deep Blue (University of Michigan). https://doi.org/10.7302/6101
Nurfa’izah, D. A., & Julyarni, W. (2022). Stres ibu terhadap anak usia sekolah dasar pada pembelajaran daring saat pandemi Covid-19 di Kelurahan Asano. Jurnal Kesehatan Tambusai, 3(2), 175. https://doi.org/10.31004/jkt.v3i2.4527
Nurjannah, S., & Kahija, Y. F. L. (2020). Pengalaman wanita menikah dini yang berakhir dengan perceraian. Jurnal Empati, 7(2), 557. https://doi.org/10.14710/empati.2018.21676
Rahmi, T. A., Rusdi, R., & Yuliawati, R. (2024). Hubungan pengetahuan dan sikap dengan kejadian hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Sebulu 1 Kecamatan Sebulu, Kabupaten Kutai Kartanegara. Cendekia: Jurnal Ilmu Pengetahuan, 4(4), 510. https://doi.org/10.51878/cendekia.v4i4.3755
Sarfika, R., Malini, H., Putri, D. E., Buanasari, A., Abdullah, K. L., & Freska, W. (2021). Factors influencing depression among Indonesians during the Covid-19 outbreak. Nurse Media Journal of Nursing, 11(3), 380. https://doi.org/10.14710/nmjn.v11i3.36783
Shawon, M. S. R., Hossain, F. B., Ahmed, R., Poly, I. J., Hasan, M., & Rahman, M. R. (2024). Role of women empowerment on mental health problems and care-seeking behavior among married women in Nepal: Secondary analysis of nationally representative data. Archives of Women’s Mental Health, 27(4), 527. https://doi.org/10.1007/s00737-024-01433-5
Suwandi, N., Ardani, I. G. A. I., Adnyana, I. G. A. N. S., & Windiani, I. G. A. T. (2024). Cognitive behaviour therapy pada remaja dengan percobaan bunuh diri. Healthy: Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan, 3(2), 85. https://doi.org/10.51878/healthy.v3i2.3153
Yanti, D. A., Karokaro, T. M., Sitepu, K., Pitriani, P., & Purba, W. N. B. (2020). Efektivitas terapi musik klasik terhadap penurunan tingkat halusinasi pada pasien halusinasi pendengaran di Rumah Sakit Jiwa Prof. Dr. M. Ildrem Medan tahun 2020. Jurnal Keperawatan dan Fisioterapi (JKF), 3(1), 125. https://doi.org/10.35451/jkf.v3i1.527
Yunita, T., Wijayaningsih, R., Untari, D. T., & Fikri, A. W. N. (2021). Meningkatkan minat kewirausahaan pada kelompok PKK Kelurahan Bintara Jaya. Jurnal Abdidas, 2(3), 498. https://doi.org/10.31004/abdidas.v2i3.308
Zubair, A. Z. A., & Yassir, M. Y. M. (2025). Analisis perubahan dinamika peran purna pekerja migran Indonesia perempuan dalam keluarga di Desa Dukuh Deompok perspektif hukum Islam. Cendekia: Jurnal Ilmu Pengetahuan, 5(3), 811. https://doi.org/10.51878/cendekia.v5i3.6007















