PENENTUAN KOMODITAS UNGGULAN DAN PEMETAAN KESESUAIAN LAHAN KOMODITAS PERTANIAN TANAMAN PANGAN DI KECAMATAN KWANDANG
DOI:
https://doi.org/10.51878/cendekia.v6i1.7920Abstract
Kwandang District in North Gorontalo Regency is projected as a strategic agricultural area, but optimizing food crop productivity remains hampered by challenges in determining commodity priorities and land suitability. This study aims to identify superior commodities and evaluate the level of agricultural land suitability through an integration of regional economic analysis and spatial evaluation. The research method applies Location Quotient (LQ) analysis to determine the comparative advantages of rice and corn, as well as Geographic Information System (GIS) analysis using an overlay technique between actual land use and the Spatial Pattern Plan of North Gorontalo Regency for 2011–2031. The analysis results indicate that lowland rice is a basic commodity with an LQ value > 1, supported by a land suitability level of 59% for spatial patterns, thus contributing significantly to the local economic structure. Conversely, corn is identified as a non-basic commodity with an LQ value < 1 and a land suitability level of only 54%, indicating limited biophysical and spatial support. It is concluded that lowland rice deserves to be designated as a top priority for regional agribusiness development due to its economic advantages and stronger ecological support compared to corn. Therefore, these findings can serve as a scientific basis for the formulation of adaptive and sustainable agricultural policies.
ABSTRAK
Kecamatan Kwandang di Kabupaten Gorontalo Utara diproyeksikan sebagai kawasan strategis pertanian, namun optimalisasi produktivitas tanaman pangan masih terkendala oleh tantangan dalam penentuan prioritas komoditas dan kesesuaian lahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi komoditas unggulan serta mengevaluasi tingkat kesesuaian lahan pertanian melalui integrasi analisis ekonomi wilayah dan evaluasi spasial. Metode penelitian menerapkan analisis Location Quotient (LQ) untuk menentukan keunggulan komparatif komoditas padi dan jagung, serta analisis Sistem Informasi Geografis (SIG) melalui teknik tumpang susun (overlay) antara penggunaan lahan aktual dengan rencana Pola Ruang RTRW Kabupaten Gorontalo Utara Tahun 2011–2031. Hasil analisis menunjukkan bahwa padi sawah merupakan komoditas basis dengan nilai LQ > 1 yang didukung oleh tingkat kesesuaian lahan terhadap pola ruang sebesar 59%, sehingga memiliki kontribusi signifikan terhadap struktur ekonomi lokal. Sebaliknya, jagung teridentifikasi sebagai komoditas non-basis dengan nilai LQ < 1 dan tingkat kesesuaian lahan hanya mencapai 54%, yang mengindikasikan adanya keterbatasan dukungan biofisik dan spasial. Disimpulkan bahwa padi sawah layak ditetapkan sebagai prioritas utama pengembangan agribisnis daerah karena memiliki keunggulan ekonomi dan dukungan ekologis yang lebih kuat dibandingkan jagung, sehingga temuan ini dapat menjadi landasan ilmiah bagi perumusan kebijakan pertanian yang adaptif dan berkelanjutan.
References
Ak, A. T., & Novitarini, E. (2020). Kajian usahatani padi di lahan pasang surut dan penerapan teknologi tepat guna di Desa Banyuurip Kecamatan Tanjung Lago Kabupaten Banyuasin. Jurnal Agribis, 13(2), 29–38. https://doi.org/10.36085/agribis.v13i2.835
Dhandy, R., Brillyantina, S., Asmunir, A., Putra, M. E. Y., & Hidayat, T. (2022). Penerapan metode Location Quotient (LQ) dalam penentuan komoditas unggulan tanaman pangan di Kabupaten Sigi. Jurnal Manajemen Agribisnis dan Agroindustri, 2(2), 76–80. https://doi.org/10.25047/jmaa.v2i2.38
Gamaputra, Y., & Nuswantara, B. (2023). Analisis komoditas unggulan pertanian tanaman pangan berdasarkan nilai produksi di Kabupaten Grobogan. Agrotech: Jurnal Ilmiah Teknologi Pertanian, 13(2), 144–149. https://doi.org/10.31970/agrotech.v13i2.133
Gobel, R. T. S., Muhtar, M. H., Hatu, D. R. R., Hatu, R. I. R., & Pautina, M. S. (2024). Environmental policy formulation through the establishment of food reserve regulations: Opportunities and challenges. E3S Web of Conferences, 506, 5002. https://doi.org/10.1051/e3sconf/202450605002
Kastaman, R., & Thoriq, A. (2021). Prioritas strategi pengembangan agroindustri manggis di Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. Agrikultura, 31(3), 228–239. https://doi.org/10.24198/agrikultura.v31i3.30525
Kiriwenno, A. F., Berhitu, P. T., & Aswad, W. O. S. J. (2025). Pengembangan lahan perumahan kecamatan teluk ambon berdasarkan daya dukung. CENDEKIA Jurnal Ilmu Pengetahuan, 5(4), 1478. https://doi.org/10.51878/cendekia.v5i4.7151
Pertami, R. R. D., Eliyatiningsih, E., Salim, A., & Basuki, B. (2022). Optimization of land use based on land suitability class for the development of red chillies in Jember Regency. Jurnal Tanah dan Sumberdaya Lahan, 9(1), 163–170. https://doi.org/10.21776/ub.jtsl.2022.009.1.18
Ridayanti, M., Rayes, M. L., & Agustina, C. (2021). Evaluasi kesesuaian lahan tanaman jagung (Zea mays L.) pada lahan kering di Kecamatan Wagir Kabupaten Malang. Jurnal Tanah dan Sumberdaya Lahan, 8(1), 149–160. https://doi.org/10.21776/ub.jtsl.2021.008.1.18
Saliem, H. P., Suryana, A., Sumedi, S., Suryani, E., & Mardianto, S. (2024). Increasing rice farmers’ income through added value and implementing a circular economy. BIO Web of Conferences, 119, 02011. https://doi.org/10.1051/bioconf/202411902011
Sanhueza-Aros, J., & Peña?Cortés, F. (2022). Uso de la prospectiva estratégica, ordenación territorial y evaluación de impacto como base para la sostenibilidad de los sistemas agrícolas. Revista U D C A Actualidad & Divulgación Científica, 25. https://doi.org/10.31910/rudca.v25.nsupl.1.2022.2148
Suparno, S., Akbar, H., & Rafli, D. M. (2018). Pemetaan dan kesesuaian lahan tanaman pangan di DAS Krueng Pasee Kabupaten Aceh Utara. Jurnal Agrium, 15(2), 115–127. https://doi.org/10.29103/agrium.v15i2.883
Surya, B., Saleh, H., Hamsina, H., Idris, M., & Ahmad, D. N. A. (2020). Rural Agribusiness-Based Agropolitan Area Development And Environmental Management Sustainability: Regional Economic Growth Perspectives. International Journal of Energy Economics and Policy, 11(1), 142. https://doi.org/10.32479/ijeep.10184
Tuju, F., Dewi, M., Hamzah, P., Sari, F. P., Pangestu, R., Maulidya, Y., Lasari, R. M., & Purba, E. A. (2025). Peningkatan pengetahuan dan keterampilan pembuatan olahan semangka pada Kelompok Tani Pelangi Nusantara. Community: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 5(2), 387–394. https://doi.org/10.51878/community.v5i2.7164
Tyo, A. Z. A., Sudarsono, B., & Amarrohman, F. J. (2021). Analisis kesesuaian perubahan penggunaan lahan terhadap Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) di Kecamatan Ngaliyan pasca pembangunan Jalan Tol Semarang-Batang. Jurnal Geodesi Undip, 10(1), 212–221. https://ejournal3.undip.ac.id/index.php/geodesi/article/view/29598
Wahyuni, W., Amaliah, R., Fadhel, M. Y., & Rezki, M. (2022). Kesesuaian penggunaan lahan dengan pola ruang di Daerah Aliran Sungai Tallo. Jurnal Hutan dan Masyarakat, 14(2), 61–72. https://doi.org/10.24259/jhm.v14i2.24080
Wijayanti, S., Santika, Y. E., Rarasti, K. A., Alyodya, D. A., Rahmadana, M. I., Hidayat, A., & Sunarhadi, M. A. (2025). Pemanfaatan GIS dalam analisis kesesuaian rencana tata ruang wilayah dengan penggunaan lahan eksisting di Kecamatan Pasar Kliwon. Enviro: Journal of Tropical Environmental Research, 26(2), 100–111. https://doi.org/10.20961/enviro.v26i2.99831
Yasar, M., Syahrul, S., Fijannah, Z., Idris, N. D. M., & Foo, J. (2022). Evaluasi kesesuaian lahan untuk tanaman padi (Oryza sativa L.) di Kabupaten Aceh Singkil, Indonesia. Rona Teknik Pertanian, 15(2), 33–44. https://doi.org/10.17969/rtp.v15i2.28688















