KONSERVASI AIR TERPADU: KERANGKA HOLISTIK BERBASIS EKOTEOLOGI ISLAM, KEARIFAN LOKAL, DAN SAINS UNTUK KEBERLANJUTAN LINGKUNGAN
DOI:
https://doi.org/10.51878/cendekia.v5i3.6616Keywords:
Islam, Lingkungan, konservasiAbstract
This research is motivated by the environmental crisis that demands a holistic conservation approach, where technocratic solutions often fail due to neglecting ethical, spiritual, and local wisdom dimensions. The focus of this research is to synthesize various literatures to develop a water resource conservation framework that integrates Islamic values, local wisdom, and modern science. As a crucial step, this research employed a literature review method, qualitatively analyzing 15 selected scientific articles to identify and synthesize diverse perspectives. The key findings of this literature synthesis identify three fundamental pillars for sustainable conservation: Islamic ecotheology, which provides an ethical foundation (the mandate as a caliph), local wisdom, which offers community-based practices, and science, which provides innovative solutions. This study confirms that the most effective approach is a synergistic integration of these three pillars. In conclusion, effective environmental conservation can be achieved through an integrated approach that combines the power of religious spirituality, traditional knowledge, and scientific innovation, supported by collaborative policies and comprehensive environmental education.
ABSTRAK
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh krisis lingkungan yang menuntut pendekatan konservasi holistik, di mana solusi teknokratis seringkali gagal karena mengabaikan dimensi etika, spiritual, dan kearifan lokal. Fokus penelitian ini adalah untuk mensintesiskan berbagai literatur guna membangun kerangka kerja konservasi sumber daya air yang mengintegrasikan nilai-nilai Islam, kearifan lokal, dan sains modern. Sebagai langkah penting, penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan, dengan menganalisis secara kualitatif 15 artikel ilmiah terpilih untuk mengidentifikasi dan menyatukan berbagai perspektif. Temuan utama dari sintesis literatur ini mengidentifikasi tiga pilar fundamental untuk konservasi berkelanjutan: ekoteologi Islam yang memberikan landasan etis (amanah sebagai khalifah), kearifan lokal yang menawarkan praktik berbasis komunitas, serta sains yang menyediakan solusi inovatif. Studi ini menegaskan bahwa pendekatan paling efektif adalah integrasi sinergis dari ketiga pilar tersebut. Kesimpulannya, konservasi lingkungan yang efektif dapat terwujud melalui pendekatan terpadu yang memadukan kekuatan spiritualitas agama, pengetahuan tradisional, dan inovasi ilmiah, yang didukung oleh kebijakan kolaboratif dan pendidikan lingkungan komprehensif.
References
Akhir, M., & Siagian, Z. (2025). Sustainability dan manajemen lingkungan di lembaga pendidikan Islam. Edu Society: Jurnal Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Pengabdian kepada Masyarakat, 5(1).
Alvin, M. (2024). Manfaat ekologis air dalam perspektif Al-Qur’an dan sains pada sebuah studi tafsir ekologi. Al Kareem: Jurnal Ilmu Al Qur’an dan Tafsir, 2(2), 52–68.
Apriyani, N., et al. (2025). Hakikat manusia sebagai makhluk pedagogik: Tinjauan filosofis dan implikasinya dalam pendidikan. Learning: Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran, 5(1), 347. https://doi.org/10.51878/learning.v5i1.4520
As'ad, et al. (2024). Konservasi lingkungan berbasis kearifan lokal di Lubuk Beringin dalam perspektif agama, manajemen, dan sains. Kontekstualita, 39(1).
Dhanasekaran, N. C. (2019). Water scarcity- challenging the future. International Journal of Agriculture, Environment and Biotechnology, 12(3). https://doi.org/10.30954/0974-1712.08.2019.2
Erwin, Y. (2024). Perlindungan dan pengelolaan sumber mata air masyarakat Mambalan perspektif kearifan lokal dan hukum transendental. Jatiswara, 39(1), 83–94. https://doi.org/10.29303/jtsw.v39i1.600
Fakhriyah, F., et al. (2021). Integrasi smart water management berbasis kearifan lokal sebagai upaya konservasi sumber daya air di Indonesia. Indonesian Journal of Conservation, 10(1), 41-67.
Ghernaout, D. (2017). Environmental principles in the Holy Koran and the sayings of the Prophet Muhammad. American Journal of Environmental Protection, 6(3), 75. https://doi.org/10.11648/j.ajep.20170603.13
He, C., et al. (2021). Future global urban water scarcity and potential solutions. Nature Communications, 12(1). https://doi.org/10.1038/s41467-021-25026-3
Humaida, N., & Murniningsih. (2022). An overview of key concepts in environmental knowledge: From ecology to sustainable development. Omnicode Journal (Omnicompetence Community Developement Journal), 1(2), 90-96. https://doi.org/10.55756/omnicode.v3i1.170
Kahirunnisa, A. S. D., & Sarjan, M. (2025). Analysis of tree planting policy for prospective brides and grooms in various regions in Indonesia: Systematic literature review. Journal of Multidisciplinary Science and Natural Resource Management, 1(1), 36–43.
Masthura, L., et al. (2023). Keterpaduan lintas sektoral dalam pengembangan kebijakan Integrated Water Resources Management (IWRM) pada wilayah Sungai Aceh Meureudu Provinsi Aceh. Jurnal Daur Lingkungan, 6(1), 40. https://doi.org/10.33087/daurling.v6i1.199
Maulamin, T. (2020). Islamic worldviews on corporate social responsibility: A new paradigm of ethical economics and prosperity. Majalah Ilmiah Bijak, 17(1), 58. https://doi.org/10.31334/bijak.v17i1.826
Mohamad, A. B., & Ismail, N. (2023). Environmental preservation and water pollution from the Islamic perspective. Samarah: Jurnal Hukum Keluarga dan Hukum Islam, 7(2), 997. https://doi.org/10.22373/sjhk.v7i2.16019
Naldi, A., et al. (2024). Ekspresi ekologis: Kontribusi pendidikan agama Islam dalam mempertahankan kelestarian lingkungan di tengah tantangan masyarakat modern di Kota Medan. At-Tazakki: Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan Islam dan Humaniora, 8(2).
Novanda, R. (2023). Religion and environment: Transintegration of science in realizing environmental sustainability. Journal of Applied Transintegration Paradigm, 3(1).
Ondrasik, F., et al. (2021). Intensification of water management during climate change. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, 900(1), 12029. https://doi.org/10.1088/1755-1315/900/1/012029
Putra, M. A. H., et al. (2021). Ecological awareness based on religious activities. Proceedings of the 3rd International Conference on Social Sciences, Laws, Arts and Humanities (ICOLASH 2021). https://doi.org/10.2991/assehr.k.210222.051
Rahman, N. A., & Jalil, M. H. (2021). Awareness of the role of “religious people” in environmental conservation from the perspective of Islamic Studies students. Creative Education, 12(8), 1755. https://doi.org/10.4236/ce.2021.128133
Rini, R. (2019). Pengelolaan keuangan masjid di Jabodetabek. Jurnal Akuntansi dan Keuangan Islam, 6(2). https://doi.org/10.35836/jakis.v6i2.1
Romarina, A. (2016). Economic resilience pada industri kreatif guna menghadapi globalisasi dalam rangka ketahanan nasional. Jurnal Pertahanan & Bela Negara, 6(1).
Sari, W. (2024). Hadis dan etika lingkungan: Perspektif ekologi dalam tradisi Islam. Future Academia: The Journal of Multidisciplinary Research on Scientific and Advanced, 2(3), 218–229. https://doi.org/10.61579/future.v2i3.137
Sheriffdeen, M., & Amal, S. (2020). Religious based water management campaigns for sustainable development: Prospects and challenges. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, 477(1), 12018. https://doi.org/10.1088/1755-1315/477/1/012018
Shrivastava, P., & Zsolnai, L. (2022). Wellbeing?oriented organizations: Connecting human flourishing with ecological regeneration. Business Ethics, the Environment & Responsibility, 31(2), 386. https://doi.org/10.1111/beer.12421
Subhani, A., et al. (2024). Eksplorasi nilai-nilai edukasi konservasi mata air pada tradisi Ngalun Aik di Lombok Timur. Jurnal Humanitas: Katalisator Perubahan dan Inovator Pendidikan, 10(2), 297–312. https://doi.org/10.29408/jhm.v10i2.25803
Triastianti, A., et al. (2018). Konservasi sumber daya air dan lingkungan melalui kearifan lokal di Desa Margodadi Kecamatan Seyegan Kabupaten Sleman Yogyakarta. Jurnal Kawistara, 8(1), 1.
Widiastuty, H., & Anwar, K. (2025). Ekoteologi Islam: Prinsip konservasi lingkungan dalam Al-Qur’an dan hadits serta implikasi kebijakannya. Risâlah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam, 11(1), 465–480. https://doi.org/10.31943/jurnal_risalah.v11i1.2149
Wusono, S. T., & Matusin, A. R. (2019). Pengaruh eko-efisiensi terhadap nilai perusahaan yang dimoderasi dengan profitabilitas dan leverage pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Media Riset Bisnis & Manajemen, 19(2), 74. https://doi.org/10.25105/mrbm.v19i2.5367
Yamin, M., et al. (2022). Konsep pendidikan berwawasan lingkungan dalam perspektif Islam. Edukatif: Jurnal Ilmu Pendidikan, 4(4), 5852. https://doi.org/10.31004/edukatif.v4i4.3513
Yankumara, K. (2020). The urgency of water for human life in science and Al Quran perceptive. Journal Intellectual Sufism Research (JISR), 3(1), 9. https://doi.org/10.52032/jisr.v3i1.85
Yusroh, Y., et al. (2025). Pengelolaan bendungan Sindangheula dalam persefektif tafsir ‘Ilmi: Integrasi nilai-nilai Al-Qur’an dengan konsep keberlanjutan sumber daya air. Jurnal Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (JIQTA), 4(1), 26–40. https://doi.org/10.36769/jiqta.v4i1.1045
Zaleha, S. (2024). Pembelajaran pendidikan agama Islam ramah lingkungan. Komprehensif, 2(1), 96–104.















