KEUNEUNONG DAN ADAPTASI PETANI PADI DI GAMPONG UJONG DRIEN KABUPATEN ACEH BARAT
DOI:
https://doi.org/10.51878/cendekia.v5i3.6182Keywords:
Keuneunong, adaptasi petani padi, kearifan lokal, perubahan iklim, Aceh BaratAbstract
Ujong Drien village, located in the Meureubo District, Aceh Barat Regency, is one of the farming communities that still maintains the local wisdom system in farming practices. Keuneunong, as a traditional calendar system of the Acehnese people, has been a generational guide for farmers in determining the ideal time for agricultural activities, particularly rice planting. This research aims to analyze the implementation of the keuneunong system as local wisdom in the adaptation of rice farmers in Ujong Drien village to face the challenges of climate change and agricultural modernization. This study uses a qualitative approach to understand the keuneunong practices and farmers' adaptation strategies. Data is collected through in-depth interviews with senior farmers, field observations of farming practices, and documentation of traditional knowledge still being practiced. The keuneunong system in Ujong Drien village shows unique characteristics as a nature observation-based calendar that includes 12 keuneunong (periods). Each keunenuong has specific indicators in the form of natural signs, animal behavior, and weather patterns that serve as guidelines for farmers in determining agricultural activities. Farmers' adaptation to climate change is carried out by integrating traditional keuneunong knowledge with modern weather information, adjusting rice varieties that are resilient to environmental stress, and modifying planting patterns according to changing climate conditions.
ABSTRAK
Desa Ujong Drien yang terletak di Kecamatan Meureubo, Kabupaten Aceh Barat, merupakan salah satu komunitas pertanian yang masih mempertahankan sistem kearifan lokal dalam praktik bercocok tanam. Keuneunong sebagai sistem penanggalan tradisional masyarakat Aceh, telah menjadi panduan turun-temurun bagi petani dalam menentukan waktu ideal untuk kegiatan pertanian, khususnya penanaman padi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi sistem keuneunong sebagai kearifan lokal dalam adaptasi petani padi di Desa Ujong Drien menghadapi tantangan perubahan iklim dan modernisasi pertanian. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif untuk memahami praktik keuneunong dan strategi adaptasi petani. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan petani senior, observasi lapangan terhadap praktik pertanian, dan dokumentasi pengetahuan tradisional yang masih dipraktikkan. Sistem keuneunong di Desa Ujong Drien menunjukkan karakteristik unik sebagai kalender berbasis pengamatan alam yang meliputi 12 keunong (periode). Setiap keuneunong memiliki indikator spesifik berupa tanda-tanda alam, perilaku binatang, dan pola cuaca yang menjadi pedoman petani dalam menentukan aktivitas pertanian. Adaptasi petani terhadap perubahan iklim dilakukan dengan mengintegrasikan pengetahuan keuneunong tradisional dengan informasi cuaca modern, penyesuaian varietas padi yang tahan terhadap cekaman lingkungan, dan modifikasi pola tanam sesuai dengan kondisi iklim yang berubah.
References
Airlangga, P., et al. (2018). Implementing backward chaining method in expert system to detect and treat rice, chilli, and corn plant’s pests and diseases. JITCE (Journal of Information Technology and Computer Engineering), 2(2), 21. https://doi.org/10.25077/jitce.2.02.21-25.2018
Amali, A., & Pertiwi, V. I. (2023). Digital economic transformation: In-depth analysis of smart economy in the implementation of smart village in Ketapang Village. Jurnal Ad Ministrare, 10(2), 367. https://doi.org/10.26858/ja.v10i2.56034
Amali, F., et al. (2021). Pengetahuan, persepsi, dan adaptasi petani padi sawah terhadap perubahan iklim di Kota Kendari. Jurnal Sosio Agribisnis, 6(1). https://doi.org/10.33772/jsa.v6i1.17230
Ambali, D. P. P., & Lolo, J. A. (2020). Analisis potensi teknologi pemanen kabut (fog harvesting) sebagai alternatif sumber daya air terbarukan di Kabupaten Toraja Utara (Studi kasus: Desa Benteng Mamullu, Kecamatan Kapalapitu). Journal Dynamic Saint, 4(2), 822. https://doi.org/10.47178/dynamicsaint.v4i2.884
Arnawa, I. K. (2021). Pengembangan sentra produksi pertanian di Desa Ayunan Kabupaten Badung. Jurnal Aplikasi Dan Inovasi Iptek (JASINTEK), 3(1), 34. https://doi.org/10.52232/jasintek.v3i1.70
Aziz, N. A., et al. (2021). The molluscicidal effect of the stem extracts of Tinospora crispa in controlling the golden apple snail Pomacea canaliculata. Jurnal Teknologi, 83(6), 35. https://doi.org/10.11113/jurnalteknologi.v83.16779
Duakajui, N. N., et al. (2022). Analisis ekonomi pendapatan usaha perkebunan kelapa sawit (Elais gueneensis J) Desa Sukomulyo Kecamatan Sepaku Kabupaten Penajam Paser Utara. Paradigma Agribisnis, 4(2), 84. https://doi.org/10.33603/jpa.v4i2.6790
Fatimah, I. N., et al. (2020). Ethnoecology of paddy-fish integrative farming (minapadi) in Lampegan Village, West Java, Indonesia. Biodiversitas Journal of Biological Diversity, 21(9). https://doi.org/10.13057/biodiv/d210961
Ilham, R. N., et al. (2021). Survey of leading commodities of Aceh Province as academic effort to join and build the country. Irpitage Journal, 1(1), 13. https://doi.org/10.54443/irpitage.v1i1.19
Khairullah, I. (2020). Indigenous knowledge cultivation of local rice varieties “Siam Mutiara” and “Siam Saba” at tidal swampland. BIO Web of Conferences, 20, 01007. https://doi.org/10.1051/bioconf/20202001007
Kurniawati, U. F., et al. (2020). Institutional assesment through climate and disaster resilience initiative in Surabaya. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, 562(1), 012025. https://doi.org/10.1088/1755-1315/562/1/012025
Major, D. J., et al. (2021). Climate change impacts on corn heat unit for the Canadian Prairie provinces. Agronomy Journal, 113(2), 1852. https://doi.org/10.1002/agj2.20574
Mariyani, S., et al. (2019). Resilience of rainfed lowland farming communities on the threat of food insecurity due to climate change (a case in South Lampung). Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan, 7(3), 236. https://doi.org/10.22500/sodality.v7i3.27390
Mokolensang, J. F., & Manu, L. (2021). Budidaya ikan lele (Clarias gariepinus) sistim bioflok skala rumah tangga. E-Journal Budidaya Perairan, 9(1). https://doi.org/10.35800/bdp.9.1.2021.32571
Rahman, N. F., et al. (2021). Analisis penggunaan combine harvester terhadap pendapatan petani dari usahatani padi di Desa Lambunot Kecamatan Simpang Tiga Kabupaten Aceh Besar. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian, 6(4), 204. https://doi.org/10.17969/jimfp.v6i4.18238
Rahmawati, E., et al. (2020). Analisis faktor yang mempengaruhi produksi padi sawah di Desa Sebulu Ilir Kecamatan Sebulu Kabupaten Kutai Kartanegara. Rawa Sains: Jurnal Sains STIPER Amuntai, 9(2), 740. https://doi.org/10.36589/rs.v9i2.100
Salampessy, Y. L. A., et al. (2018). Menakar kapasitas adaptasi perubahan iklim petani padi sawah di Pasuruan. Jurnal Ilmu Lingkungan, 16(1), 25–34.
Suartika, G. A. M. (2021). Editorial: Perubahan iklim, pemanasan global, dan kualitas lingkungan terbangun. Ruang-Space: Jurnal Lingkungan Binaan (Space Journal of the Built Environment), 8(2), 91. https://doi.org/10.24843/jrs.2021.v08.i02.p01
Suparmini, S., et al. (2015). Pelestarian lingkungan masyarakat Baduy berbasis kearifan lokal. Jurnal Penelitian Humaniora, 18(1). https://doi.org/10.21831/hum.v18i1.3180
Sutrisno, I. H., et al. (2020). Documentation of ritual plants used among the Aceh tribe in Peureulak, East Aceh District, Indonesia. Biodiversitas Journal of Biological Diversity, 21(11). https://doi.org/10.13057/biodiv/d211102
Wahyudi, A., & Muflihah, T. (2022). Penguatan ekonomi keluarga di masa pandemi melalui Kelompok Wanita Tani (KWT) organik di Desa Weru Kabupaten Jombang. Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat, 1(1), 82. https://doi.org/10.33086/snpm.v1i1.780















