KOPI DALAM KONTEKS KEARIFAN LOKAL: SIMBOLISME DAN NILAI BUDAYA MASYARAKAT ACEH
DOI:
https://doi.org/10.51878/cendekia.v5i2.6134Keywords:
Kopi Aceh, Kearifan Lokal, Simbolisme BudayaAbstract
Coffee and Acehnese society are two inseparable entities. Coffee has become an integral part of the social and cultural life of the local community. This study aims to reveal the meaning of coffee in the context of local wisdom in Acehnese society through a qualitative approach using descriptive analysis methods. Data collection was conducted through a systematic literature review, including a review of textbooks, academic journals, and previous studies relevant to the research topic. The data obtained were then analyzed in depth to identify the philosophical values embedded in Aceh's coffee traditions. The results of the study show that coffee in Acehnese society is not merely a beverage (kuphi/kopi), but also encompasses the practices of serving and consuming it (jeumpet kuphi/ngopi) as well as the social spaces where these interactions take place (keude kuphi/kedai kopi). These three dimensions reflect the local wisdom of Acehnese society, which emphasizes traditional values, hospitality, friendliness, and social solidarity. These findings reinforce the argument that coffee is not merely a commodity but also a medium that strengthens social cohesion and cultural identity in the daily lives of Acehnese society.
ABSTRAK
Kopi dan masyarakat Aceh merupakan dua entitas yang tidak terpisahkan. Kopi telah menjadi bagian integral dalam kehidupan sosial-budaya masyarakat setempat. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap makna kopi dalam konteks kearifan lokal masyarakat Aceh melalui pendekatan kualitatif dengan metode analisis deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui tinjauan literatur sistematis yang mencakup studi pustaka terhadap buku-buku teks, jurnal akademik, dan penelitian terdahulu yang relevan dengan topik kajian. Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara mendalam untuk mengidentifikasi nilai-nilai filosofis yang terkandung dalam tradisi kopi Aceh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kopi dalam masyarakat Aceh tidak sekadar berfungsi sebagai minuman (kuphi/kopi), melainkan juga mencakup praktik penyajian dan konsumsinya (jeumpet kuphi/ngopi) serta ruang sosial tempat interaksi tersebut berlangsung (keude kuphi/kedai kopi). Ketiga dimensi ini merefleksikan kearifan lokal masyarakat Aceh yang mengedepankan nilai-nilai tradisi, kedermawanan (hospitality), keramahan (friendliness), dan solidaritas sosial (social solidarity). Temuan ini memperkuat argumen bahwa kopi bukan hanya sebagai komoditas, melainkan juga sebagai medium yang memperkuat kohesi sosial dan identitas kultural masyarakat Aceh dalam kehidupan sehari-hari.
Downloads
References
Aksana, N., Kisaca, B., M., Aydina, & Demirbuken, S. (2009). Symbolic Interaction Theory. Procedia Social and Behavioral Sciences, 1, 902–904.
Bahagia, Wibowo, R., Rifay, M., Pauziah, S., & Kartika, T. (2016). Tradition and Social Value of Drinking Coffee. Educatif: Jurnal Ilmu Pendidikan, 7(1), 3715–3721.
Baiquni (2018). Kopi, Minuman Untuk Perubahan Sosial: Refleksi dari Sudur Warung Kopi di Aceh. In S. Akmal & M. A. Fairusy (Eds.), De Atjehers: Dari Serambi Mekkah ke Serambi Kopi (pp. 43-49). Padeebooks.
Darmawati. (2019). Makna Kearifan Lokal Adat Peusijuk Masyarakat Aceh Kecamatan Sukamakmur Kabupaten Aceh Besar. Serambi Konstruktivis, 1(3), 28–34.
Faramita, V., & Hadinata, T. E.P. (2022). Coffee Gallery in Banda Aceh, Theme: Intangible Metaphors. Rumôh Journal of Architecture: University of Muhammadiyah Aceh, 12(1), 22-28.
Fatia, D., Nurwati, R.N., & Sekarningrum, B. (2020). Tradisi Maulid: Perkuat Solidaritas Masyarakat Aceh. Jurnal Pemikiran dan Penelitian Sosiologi, 5(1), 61-72.
Gularso, D., Purwoko, R.Y., Sujatmiko, Purwaningsih, W. I., & Ingtia, F.A.N. (2023). Developing a Local Genius Based Pocket Book for Character Strengthening Elementary School Students. Pegem Journal of Education and Instruction, 13(3), 304-313.
Hairumini, Setyowati, D. L., & Sanjoto, T. B. (2017). Kearifan Lokal Rumah Tradisional Aceh sebagai Warisan Budaya untuk Mitigasi Bencana Gempa dan Tsunami. Journal of Educational Social Studies, 6(1), 37-44.
Hamdani, A. G. (2015). Warung Kopi: Bursa Informasi Masyarakat Aceh (Analisis Teori Difusi Inovasi dan Two Step Flow). *Jurnal At-Tabayyun, 1*(1), 23-44.
Heppi, Y.W., Fadhil, R., & Safrizal. (2022). Karakteristik Sensori Citarasa Kopi Arabika Gayo Organik pada Berbagai Ketinggian Penanaman (Sensory Characteristics of Organic Gayo Arabica Coffee Taste at Various Planting Heights). Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian, 7(2), 2615-2878.
Indonesia Kaya. (2024, 6 Juni). Tradisi Minum Kopi Yang Menjadi Gaya Hidup di Aceh. Pustaka Indonesia. https://indonesiakaya.com/pustaka-indonesia/tradisi-minum-kopi-yang-menjadi-gaya-hidup-di-aceh/
Iswanto, S., Zulfan, Z., & Suryana, N. (2020). Gayo Higland Takegon From 1904 to 1942: A Historical Analysis of Coffee Plantations at the Era of Dutch Colonialism. Paramita Historical Studies Journal, 30(1), 69-89.
Jelajah Kompas. (2017, 18 Mei). Sengkewe Napas Hidup Orang Gayo. Kopi Nusantara. https://jelajah.kompas.id/kopi-nusantara/baca/sengkewe-napas-hidup-orang-gayo/
Kembaren, E.T., Tanjung, A.F., & Akbar, K. (2023). Dampak Pandemi Covid 19 Terhadap Kondisi Wisata Kuliner Kopi dan Masyarakat Yang Berprofesi Sebagai Petani Kopi di Aceh (The Impact of The Covid 19 Pandemic on The Condition of Coffee Culinary Tourism and People Who Work As Coffee Farmers in Central Aceh). Agrita, 5(2), 144-154.
Khairani, C. (2016). Achenese Social Interaction Process in Coffee Shops. Academic Research International, 7(1), 135-143.
Nescafe. (2022, 23 Agustus). Mengenal Karakteristik Kopi Gayo. Budaya Kopi. https://www.nescafe.com/id/artikel/mengenal-karakteristik-kopi-gayo
Purba, P., Sukartiko, A. C., & Ainuri, M. (2020). Analisis Mutu FISIK Dan Citarasa Kopi Indikasi Geografis Arabika Gayo Berdasarkan Ketinggian Tempat Analysis of Physical Quality and Flavor of Gayo Arabica Coffee Geographical Indications Based on The Altitude. Jurnal Tanaman Industri dan Penyengar (Journal Industrial and Beverage Crops), 7(2), 83-92.
Purwati, Sauri, S., & Faiz, A. (2021). Analisis Istilah Kampus Ilmiah, Religius, dan Edukatif dalam Tinjauan Teori Realms of Meaning Karya Phenix. Edukatif : Jurnal Ilmu Pendidikan, 3(4), 1724–1733.
Putra, R. S. (2018). Kopi Dan Warung Kopi di Meulaboh Dalam Lintas Sejarah Dan Budaya. In S. Akmal & M. A. Fairusy (Eds.), De Atjehers: Dari Serambi Mekkah ke Serambi Kopi (pp. 22-42). Padeebooks.
Rachmatsyah, Sukirno, & Usman. (2022). Integration of Character Education Values for Students through Learning Peusijuek traditions based on Local Wisdom. Al-Ishlah: Jurnal Pendidikan, 15(1), 1119-1126.
Ramadhani, I. (2018). Arabika Gayo di Kutaradja. In S. Akmal & M. A. Fairusy (Eds.), De Atjehers: Dari Serambi Mekkah ke Serambi Kopi (pp. 43-49). Padeebooks.
Sofyan, Z. (2018). Menyeduh Cerita Ke Dalam Secangkir Kopi Aceh. In S. Akmal & M. A. Fairusy (Eds.), De Atjehers: Dari Serambi Mekkah ke Serambi Kopi (pp. 129-136). Padeebooks.
Sugiyono. (2016). Metode Penelitian Pendidikan. Jakarta: Prenada Media
Taqwadin, D. A. (2018). COFFE PEACEBUILDING: Kuphi & Potensi Rekontruksi Modal Sosial di Aceh. In S. Akmal & M. A. Fairusy (Eds.), De Atjehers: Dari Serambi Mekkah ke Serambi Kopi (pp. 165-188). Padeebooks.
Taqwadin, D. A., Sulaiman, A.N., Akmal, S. (2019). Potensi Budaya Minum Kopi (Ngopi) Dalam Membangun Koeksistensi Masyarakat Aceh Paska Konflik. Jurnal Ilmiah Islam Futura, 9(1), 86-102.
Wibowo, A. B. (2014). Kebiasaan Minum Kopi di Warung Kopi/Cafee: Diskusi Budaya dan Politik Masyarakat Aceh. Buletin Haba, 70, 1-11.
Zulfikar, T. (2018). Identitas Aceh Dalam Segelas Kopi. In S. Akmal & M. A. Fairusy (Eds.), De Atjehers: Dari Serambi Mekkah ke Serambi Kopi (pp. 2-21). Padeebooks.















