ANALISIS SEMANTIK PIDATO KAMPANYE PASANGAN CALON BUPATI DAN WAKIL BUPATI DELI SERDANG DI PILKADA 2024
DOI:
https://doi.org/10.51878/cendekia.v5i2.5711Keywords:
Semantik, Makna Denotatif, Makna Konotatif, Gaya Bahasa, Pidato KampanyeAbstract
Political speeches are not merely tools of communication but also strategic means of shaping public opinion. The choice of diction, discourse structure, and language style in political speeches plays a vital role in constructing the image of candidates and influencing public perception. Semantic analysis of campaign speeches becomes a significant aspect in understanding how language is employed as a tool of political persuasion. This study aims to analyze the denotative and connotative meanings, language styles, as well as the messages and values contained in the campaign speeches of three candidate pairs for Regent and Vice Regent of Deli Serdang in the 2024 regional election. The research method used is descriptive qualitative with semantic and discourse analysis techniques. The data source consists of campaign speech transcripts obtained from official video documentation of the candidate pairs. The results show that all three candidate pairs use denotative meanings to convey explicit information related to their work programs and connotative meanings to build their public image and emotional connection with voters. The language styles used include metaphors, repetition, hyperbole, and euphemism, which enhance the persuasive power of political messages. The values emphasized in the speeches reflect the candidates' vision and character, such as justice, honesty, and religiosity. The findings also indicate that campaign speeches are highly relevant as learning materials in Bahasa Indonesia classes, particularly in enhancing students' critical literacy skills in understanding persuasive texts and meaning structures. This research is expected to contribute to the field of linguistics, especially in the areas of semantics and language education.
ABSTRAK
Pidato politik tidak hanya sekadar alat komunikasi, tetapi juga merupakan strategi dalam membentuk opini publik. Pemilihan diksi, struktur wacana, dan gaya bahasa dalam pidato politik memiliki peran penting dalam membangun citra calon serta mempengaruhi persepsi masyarakat. Analisis semantik terhadap pidato kampanye menjadi aspek yang signifikan dalam memahami bagaimana bahasa digunakan sebagai alat persuasi politik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis makna denotatif dan konotatif, gaya bahasa, serta pesan dan nilai dalam pidato kampanye tiga pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Deli Serdang pada Pilkada 2024. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik analisis semantik dan wacana. Sumber data berupa transkrip pidato kampanye yang diperoleh dari dokumentasi video resmi pasangan calon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga pasangan calon menggunakan makna denotatif untuk menyampaikan informasi eksplisit terkait program kerja, dan makna konotatif untuk membentuk citra dan membangun koneksi emosional dengan pemilih. Gaya bahasa yang digunakan mencakup metafora, repetisi, hiperbola, dan eufemisme, yang memperkuat daya persuasi pesan politik. Nilai-nilai yang dikedepankan dalam pidato mencerminkan visi dan karakter pasangan calon, seperti keadilan, kejujuran, dan religiusitas. Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa pidato kampanye memiliki relevansi tinggi sebagai bahan ajar Bahasa Indonesia untuk meningkatkan kemampuan literasi kritis siswa dalam memahami teks persuasif dan struktur makna. Penelitian ini diharapkan memberikan kontribusi terhadap kajian linguistik, khususnya dalam bidang semantik dan pendidikan bahasa.
Downloads
References
Aripradono, H. W. (2020). Penerapan komunikasi digital storytelling pada media sosial Instagram. Teknika, 9(2), 121. https://doi.org/10.34148/teknika.v9i2.298
Chaer, A. (2012). Semantik: Pengantar umum. Rineka Cipta.
Ferdiansyah, R., & Chantikha, S. N. D. (2024). Dua momen sakral dalam acara pelantikan Presiden Prabowo Subianto: Hegemoni ruang-waktu, propaganda politik humanisme Palestina, dan wacana kritis Van Dijk.
Fitriani, R., & Damanik, E. (2020). Retorika agama dalam pidato politik. Jurnal Komunikasi Islam, 10(2), 205.
Gunadi, G., et al. (2022). The analysis of 21st century learning implementation and competency achievement of junior high school students in 3T regions. Innovative Journal of Curriculum and Educational Technology, 11(1), 10. https://doi.org/10.15294/ijcet.v11i1.44847
Gyeltshen, D. (2021). Political marketing plan for aspiring national council candidature. International Journal of Engineering Applied Sciences and Technology, 6(2). https://doi.org/10.33564/ijeast.2021.v06i02.019
Habibi, M., & Suswanta, S. (2019). Politics discretionary fund budget of regional income and expenditure before and election in 2015 in Samarinda City. Journal of Governance and Public Policy, 6(1). https://doi.org/10.18196/jgpp.61106
Indrayani, R. (2018). Strategi bahasa humor dalam pidato politik. Jurnal Stilistika, 11(1), 34.
Kemendikbud. (2021). Capaian pembelajaran Bahasa Indonesia Fase E dan F SMA/SMK. Pusat Kurikulum dan Perbukuan.
Khajavi, Y., & Rasti, A. (2020). A discourse analytic investigation into politicians’ use of rhetorical and persuasive strategies: The case of US election speeches. Cogent Arts and Humanities, 7(1), 1740051. https://doi.org/10.1080/23311983.2020.1740051
Kriyantono, R. (2017). Teori-teori public relations perspektif Barat & lokal: Aplikasi penelitian & praktik. Kencana.
Muhtarullah. (2021). Pronuntiatio Bapak Presiden Jokowi saat kampanye Presiden 2019 [Tesis tidak diterbitkan]. Institut Agama Islam Negeri Madura.
Nugraheni, R., & Hidayat, D. (2022). Literasi kritis dalam pembelajaran Bahasa Indonesia. Jurnal Edukasi Bahasa, 10(1), 45.
Nursaid, A. (2021). Politik lokal dan bahasa budaya: Pendekatan sosiolinguistik. Jurnal Sosiologi Reflektif, 15(1), 111.
Poulus, D., & Exley, B. (2018). Critical literacy for culturally diverse teenagers: “I’ve learned something that is actually useful.” Journal of Adolescent & Adult Literacy, 62(3), 271. https://doi.org/10.1002/jaal.886
Rahman, M. A., et al. (2022). Prospect and promise in integrating multiliteracy pedagogy in the English language classroom in Indonesia. ETERNAL (English Teaching Learning and Research Journal), 8(1), 34. https://doi.org/10.24252/eternal.v81.2022.a3
Ramadhan, M. R., & Diana, H. A. (2022). Analisis level kemampuan pemahaman matematis dan metakognitif siswa SMP. RANGE Jurnal Pendidikan Matematika, 4(1), 13. https://doi.org/10.32938/jpm.v4i1.2221
Rizal, T. M., & Sari, M. (2022). Makna nisy?n dalam Al-Qur’an kajian semiotika Charles Sanders Pierce. REVELATIA Jurnal Ilmu Al-Qur`an Dan Tafsir, 3(1), 1–17. https://doi.org/10.19105/revelatia.v3i1.5783
Rukayah, A., & Kusuma, Y. (2020). Pemanfaatan teks otentik dalam pembelajaran Bahasa Indonesia. Bahasa Dan Sastra, 23(1), 21.
Santosa, R. (2017). Analisis wacana: Teori, metode, dan penerapan pada wacana media. UNS Press.
Silaswati, D. (2019). Analisis wacana kritis dalam pengkajian wacana. METAMORFOSIS | Jurnal Bahasa, Sastra Indonesia Dan Pengajarannya, 12(1), 1–10. https://doi.org/10.55222/metamorfosis.v12i1.124
Syahrial, & Puspitasari, S. (2021). Repetisi dalam pidato politik pemilihan umum: Kajian retorika. Bahasa Dan Seni, 49(2), 99.
Wajiran. (2024). Metode penelitian sastra: Sebuah pengantar. Uwais Inspirasi Indonesia.
Wijana, I. D. P. (2016). Fungsi humor dalam wacana politik Indonesia. Jurnal Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik, 20(1), 53.















