KETIDAKPASTIAN PDSS DAN IMPLIKASINYA TERHADAP KURIKULUM 2025

Authors

  • Aisyah Nabila Program Studi Pendidikan Agama Islam Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang
  • Agustina Dwiyanti Program Studi Pendidikan Agama Islam Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang
  • Dzaki Permana Program Studi Pendidikan Agama Islam Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang
  • Siti Mariyah Program Studi Pendidikan Agama Islam Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

DOI:

https://doi.org/10.51878/cendekia.v5i2.4749

Keywords:

PDSS, Kurikulum 2025, Kebijakan Pendidikan

Abstract

This study examines the implementation of inclusive education within the Merdeka Curriculum framework and the challenges of implementing the 2025 Curriculum, using a descriptive qualitative method based on literature studies. The main findings identify the uncertainty of the School and Student Database (PDSS) system as a serious obstacle to the 2025 Curriculum, including issues of validity, input, and data updates that hinder accountability and data-based decision making, including university selection. The implication is that the goal of the 2025 Curriculum to realize flexible, differentiated, and inclusive learning is threatened to fail to be achieved optimally without the support of strong and reliable data infrastructure. It is concluded that education data reform is a crucial urgency. Recommendations are emphasized on strengthening the PDSS system through integrated technology, operator training, periodic data monitoring, and aligning data policies with curriculum policies to ensure the success of the proposed education reform.

ABSTRAK
Penelitian ini mengkaji implementasi pendidikan inklusif dalam kerangka Kurikulum Merdeka serta tantangan implementasi Kurikulum 2025, menggunakan metode kualitatif deskriptif berbasis studi literatur. Temuan utama mengidentifikasi ketidakpastian sistem Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS) sebagai kendala serius bagi Kurikulum 2025, mencakup masalah validitas, input, dan pembaruan data yang menghambat akuntabilitas serta pengambilan keputusan berbasis data, termasuk seleksi perguruan tinggi. Implikasinya, tujuan Kurikulum 2025 untuk mewujudkan pembelajaran yang fleksibel, terdiferensiasi, dan inklusif terancam gagal tercapai secara optimal tanpa dukungan infrastruktur data yang kuat dan terpercaya. Disimpulkan bahwa reformasi data pendidikan menjadi urgensi krusial. Rekomendasi ditekankan pada penguatan sistem PDSS melalui teknologi terintegrasi, pelatihan operator, pemantauan data secara berkala, serta penyelarasan kebijakan data dengan kebijakan kurikulum untuk menjamin keberhasilan reformasi pendidikan yang diusung.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Abdurahmansyah. (2022). Pendidikan Islam inklusif: Nilai-nilai universal dalam kurikulum. Jurnal Studi Keislaman, UIN Raden Fatah Palembang, 5(1), 39–48.

Arifa, F. N. (2020). Tantangan pelaksanaan pembelajaran daring guru sekolah dasar di masa pandemi COVID-19. Jurnal Pendidikan Dasar, 11(1), 59–70. https://doi.org/10.21009/JPD.011.06

Astuti, D., & Putri, N. (2024). Nilai-nilai Islam dan pendidikan inklusif dalam perspektif kebijakan sekolah. Jurnal Pendidikan Kebutuhan Khusus, 9(1), 34–45.

Dian, P. et al. (2023). Pra-implementasi Kurikulum Merdeka di madrasah: Perencanaan dan kesiapan sumber daya. UPI Press.

Efendi, M. et al. (2018). Aksesibilitas fisik sekolah penyelenggara pendidikan inklusif jenjang sekolah dasar. Jurnal Ortopedagogia, 4(2), 86–91. https://doi.org/10.17977/um031v4i22018p086

Fitria, H. et al. (2022). Dampak perubahan kebijakan pendidikan terhadap kinerja guru. Jurnal Iqra' : Kajian Ilmu Pendidikan, 7(2), 198–209. https://doi.org/10.25217/ji.v7i2.2116

Hamid, M. A. et al. (2020). Kesiapan guru dalam pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi untuk pembelajaran di era revolusi industri 4.0. Jurnal Petik, 6(1), 41–49. https://doi.org/10.31980/jpetik.v6i1.687

Hidayat, T., & Sari, E. (2022). Implementasi Penguatan Profil Pelajar Pancasila dalam membangun karakter siswa di sekolah dasar. Jurnal Basicedu, 6(4), 5848–5858. https://doi.org/10.31004/basicedu.v6i4.3120

Katz, J. (2013). The three block model of universal design for learning (UDL): Engaging students in inclusive education. Canadian Journal of Education / Revue Canadienne de l'éducation, 36(1), 153–194.

Lestari, N. D. (2022). Analisis kendala guru dalam pengisian PDSS di era Kurikulum Merdeka. Jurnal Pendidikan dan Teknologi, 4(1), 45–58.

Mulia, C. P. et al. (2023). The role of school culture in fostering inclusive education: A systematic literature review. Sustainability, 15(6), Article 5300. https://doi.org/10.3390/su15065300

Mutmainnah, R. (2023). Pemberdayaan siswa disabilitas dalam ekstrakurikuler sekolah. Jurnal Pendidikan Inklusif, 9(2), 83–91.

Prasetya, H. A. (2023). Sinkronisasi sistem Dapodik dan PDSS: Studi kasus pada sekolah negeri di Indonesia. Jurnal Teknologi Pendidikan Modern, 5(2), 73–86.

Purwanto, A. et al. (2021). Education management research review: Challenges and opportunities for future research (Bibliometric studies). International Journal of Social and Management Studies, 2(4), 89–100. https://doi.org/10.5555/ijosmas.v2i4.50

Rahmawati, Y., & Kwen, B. H. (2018). Indonesian curriculum reform in practice: Challenges of implementing the 2013 curriculum. ECNU Review of Education, 1(1), 1–17. https://doi.org/10.30926/ecnuroe2018010101

Ramadhani, R. (2023). Inovasi teknologi dalam pendidikan inklusif untuk mendukung SDGs 2030. Prosiding UNIPAR.

Retnawati, H. et al. (2018). Teachers' knowledge about higher-order thinking skills and its learning strategy. Problems of Education in the 21st Century, 76(2), 215–230. https://doi.org/10.33225/pec/18.76.215

Setiawan, B., & Sulistiyo, U. (2021). Exploring teacher participation in technology-enhanced language learning professional development programs. Studies in English Language and Education, 8(1), 353–371. https://doi.org/10.24815/siele.v8i1.18357

Suprayogi, U. et al. (2022). Implementasi pembelajaran berdiferensiasi untuk meningkatkan hasil belajar siswa sekolah dasar. Edukatif: Jurnal Ilmu Pendidikan, 4(4), 5799–5808. https://doi.org/10.31004/edukatif.v4i4.3275

Suryani, N. (2018). Pengembangan profesionalisme guru berkelanjutan berbasis teknologi informasi dan komunikasi di era digital. Jurnal Kependidikan: Penelitian Inovasi Pembelajaran, 2(2), 389–402. https://doi.org/10.21831/jk.v2i2.20502

Wijaya, T. T. et al. (2019). Public trust in educational institutions: A systematic literature review. Educational Sciences: Theory & Practice, 19(4), 136–151. https://doi.org/10.12738/estp.2019.4.009

Wiyono, B. B., & Hisyam, Z. (2022). The alignment of competency-based curriculum, instructional process, and assessment system in vocational high schools. World Journal on Educational Technology: Current Issues, 14(1), 221–234. https://doi.org/10.18844/wjet.v14i1.6774

Downloads

Published

2025-04-28

How to Cite

Nabila, A., Dwiyanti, A. ., Permana, D. ., & Mariyah, S. . (2025). KETIDAKPASTIAN PDSS DAN IMPLIKASINYA TERHADAP KURIKULUM 2025. CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan , 5(2), 605-613. https://doi.org/10.51878/cendekia.v5i2.4749

Issue

Section

Articles