KESIAPSIAGAAN PSIKOLOGIS DEWASA AKHIR DI DAERAH RAWAN BENCANA ERUPSI MERAPI

Authors

  • Willin Nur Cahyani Program Studi Psikologi, Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta
  • Triyono Triyono Program Studi Psikologi, Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta

DOI:

https://doi.org/10.51878/cendekia.v5i2.4728

Keywords:

Kesiapsiagaan Psikologis, Dewasa Akhir, Bencana Merapi

Abstract

Natural disasters such as the volcanic eruption in 2010 resulted in many victims and damage to existing infrastructure, leaving a significant psychological imprint on people's lives. In particular, people on the slopes of Mount Merapi in late adulthood generally begin to experience a decline in their psychological and physical condition. This research will examine the description of the psychological preparedness of late adults in facing the Merapi eruption disaster. This research uses a qualitative phenomenological approach, the technique used is snowball sampling by interviewing people aged 40-60 years, residing in the KRB III area, who have experience of the 2010 Merapi disaster. The results of this research show that psychological preparedness in late adulthood can help individuals to think clearly and rationally in disaster situations and there are factors that encourage psychological preparedness in late adulthood.

ABSTRAK
Peristiwa bencana alam seperti letusan gunung api tahun 2010 mengakibatkan banyaknya korban dan kerusakan infrastruktur yang ada, sehingga meninggalkan jejak psikologis yang signifikan dalam kehidupan. Khususnya masyarakat lereng Gunung Merapi di usia dewasa akhir yang umumnya mulai dihinggapi penurunan kondisi psikis dan fisik. Penelitian ini akan mengkaji mengenai gambaran kesiapsiagaan psikologis dewasa akhir dalam menghadapi bencana erupsi Merapi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif pendekatan fenomenologi, teknik yang digunakan snowball sampling dengan mewawancarai masyarakat berumur 40-60 tahun, berada di daerah KRB III, memiliki pengalaman bencana Merapi 2010. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kesiapsiagaan psikologis dewasa akhir dapat membantu individu  berpikir secara rasional dan jernih dalam situasi bencana dan terdapat faktor-faktor yang mendorong kesiapsiagaan psikologis dewasa akhir.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Andi, A. (2008). Construction workers perceptions toward safety culture. Civil Engineering Dimension, 10(1), 1–6.

Budhiana, J., et al. (2021). Hubungan pengetahuan masyarakat tentang kesiapsiagaan bencana dengan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana tsunami di Desa Bayah Barat wilayah kerja Puskesmas Bayah Kabupaten Lebak. Journal Health Society, 10(1), 76–84.

Evie, S., & Hasni, H. (2022). Faktor-faktor yang berhubungan dengan kesiapsiagaan keluarga dalam tanggap bencana tsunami. Poltekita : Jurnal Ilmu Kesehatan, 15(4), 409–418. https://doi.org/10.33860/jik.v15i4.828

Farooqui, M., et al. (2017). Transtorno do estresse pós-traumático: Complicação séria pós-terremoto. Trends in Psychiatry and Psychotherapy, 39(2), 135–143. https://doi.org/10.1590/2237-6089-2016-0029

Feriyanto, N. (2019). The effect of the quality of human development factors on the rate of economic growth in Yogyakarta Special Province. International Journal for Quality Research, 13(1).

Fitri, A. N. (2015). Perilaku tanggap bencana dalam program mitigasi bencana tanah longsor di Banjarnegara. Dialog Penanggulangan Bencana, 6(2), 95–105.

Grant, C. (2018). Disaster preparedness to reduce anxiety and post-disaster stress. K4D Helpdesk Report.

Hana, M. (2024). Lebar sempadan pantai di wilayah timur Teluk Lampung berdasarkan tingkat risiko bencana [Jenis publikasi tidak jelas, misal: Laporan Teknis atau Manuskrip tidak dipublikasikan].

Hutomo, C., et al. (2020). Mandate (credential) as mitigation culture on local community of Sindang Barang. ARTEKS : Jurnal Teknik Arsitektur, 5(1), 101–114. https://doi.org/10.30822/arteks.v5i1.283

Isnainiati, N., et al. (2014). Kajian mitigasi bencana erupsi Gunung Merapi di Kecamatan Cangkringan Kabupaten Sleman. Journal of Public Policy and Management Review, 3(3). https://doi.org/10.14710/jppmr.v3i3.5695

Jannah, A. M., & Sari, I. M. (2023). Gambaran kesiapsiagaan mayarakat menghadapi bencana gunung meletus di Dukuh Gebyog Samiran Selo Boyolali. SEHATMAS: Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat, 2(1), 54–62. https://doi.org/10.55123/sehatmas.v2i1.994

Kementerian Dalam Negeri. (n.d.). [Judul halaman spesifik yang dirujuk, misal: Beranda]. Diakses pada 24 April 2025, dari http://www.depdagri.go.id

Kurniawati, D. (2020). Komunikasi mitigasi bencana sebagai kewaspadaan masyarakat menghadapi bencana. JURNAL SIMBOLIKA: Research and Learning in Communication Study, 6(1), 51–58. https://doi.org/10.31289/simbollika.v6i1.3494

Kurniawan, Y., & Soeparno, K. (2021). Titen : The local wisdom of the Javanese community when facing natural disasters. INSANIAH: Online Journal of Language, Communication, and Humanities, 88–99.

LIPI-UNESCO/ISDR. (2006). Kajian kesiapsiagaan masyarakat dalam mengantisipasi bencana gempa bumi dan tsunami. [Informasi Penerbit jika berbeda dari penulis].

Lubis, I. R., & Agustini, L. J. (2018). Efektivitas gratitude training untuk meningkatkan subjective well-being pada remaja di panti asuhan [The effectiveness of gratitude training for improving the subjective well-being of adolescents at the orphanage]. Jurnal Psikogenesis, 6(2).

Malkina-Pykh, I. G., & Pykh, Y. A. (2013). An integrated model of psychological preparedness for threat and impacts of climate change disasters. WIT Transactions on the Built Environment, 133, 121–132. https://doi.org/10.2495/DMAN130121

Mamesah, N. F. A., et al. (2018). Gambaran tingkat kecemasan pada warga yang tinggal di daerah rawan longsor di Kelurahan Ranomuut Kota Manado. Jurnal E-Biomedik, 6(2), 141–144. https://doi.org/10.35790/ebm.6.2.2018.22108

Mishra, S., & Mazumdar, S. (2015). Psychology of disaster preparedness. Ecopsychology, 7(4), 211–223. https://doi.org/10.1089/eco.2015.0006

Nasution, A. F. (2023). Metode penelitian kualitatif. CV. Harfa Creative.

Nugroho, A. (2018). Pengembangan model pembelajaran mitigasi bencana gunung meletus di sekolah dasar lereng Gunung Slamet. Jurnal Pengabdian Masyarakat Multidisiplin, 1(2), 131–137. https://doi.org/10.36341/jpm.v1i2.413

Perry, R. W., & Lindell, M. K. (2008). Volcanic risk perception and adjustment in a multi-hazard environment. Journal of Volcanology and Geothermal Research, 172(3–4), 170–178. https://doi.org/10.1016/j.jvolgeores.2007.12.006

Pugu, M. R. (2023). Disaster mitigation and human security study: Jayapura City community on earthquake disaster mitigation perspectives. International Journal of Social Service and Research, 3(2), 518–522. https://doi.org/10.46799/ijssr.v3i2.274

Rahil, N. H., et al. (2019). Analisis faktor yang berhubungan dengan kesiapsiagaan civitas akademika dalam menghadapi gempa bumi di Universitas Respati Yogyakarta. Prosiding Seminar Nasional Universitas Respati Yogyakarta, 312–319.

Rusmiyati, C., & Hikmawati, E. (2012). Penanganan dampak sosial psikologis korban bencana Merapi. Sosio Informa, 17(2), 97–110. https://doi.org/10.33007/inf.v17i2.96

Sadeka, S., et al. (2015). Social capital and disaster preparedness: Conceptual framework and linkages. Journal of the Social Science Research, 3(1), 178–188. https://doi.org/10.13140/RG.2.1.2664.9767

Sanger, A. S. C., & Indra Nurpatria, N. (2019). Comparing men’s and women’s psychological preparedness in Cangkringan for Mount Merapi volcanic eruptions. KnE Life Sciences, 4(10), Article 311. https://doi.org/10.18502/kls.v4i10.3734

Scolobig, A., et al. (2012). The missing link between flood risk awareness and preparedness: Findings from case studies in an Alpine Region. Natural Hazards, 63(2), 499–520. https://doi.org/10.1007/s11069-012-0161-1

Sejati, P. M. (2015). Pengembangan buku teks tentang mitigasi bencana erupsi gunung api dalam pembelajaran ipa kelas iv sd Negeri Kiyaran 2 Sleman Yogyakarta [Skripsi Sarjana, Universitas Negeri Yogyakarta].

Shofia, L. A., et al. (2024). The contribution of psychological factors on Jakarta’s communities disaster preparedness in facing the drowning threats. Media Ilmu Kesehatan, 13(1), 38–50. https://doi.org/10.30989/mik.v13i1.1294

Shultz, J. M., et al. (2013). Psychological impacts of natural disasters. In [Nama Editor/Eds. (jika ada)], Encyclopedia of Earth Sciences Series (hlm. 779–791). Springer. https://doi.org/10.1007/978-1-4020-4399-4_279

Sukandar, R. O. (2023). Analisis gatekeeping produksi serial reportase Project Multatuli dalam perspektif jurnalisme publik [Skripsi Sarjana, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta].

Suleman, S. A., & Apsari, N. C. (2017). Peran stakeholder dalam manajemen bencana banjir. Prosiding Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat, 4(1), Article 53. https://doi.org/10.24198/jppm.v4i1.14210

Supriandi. (2020). [Judul Artikel Sebenarnya Dibutuhkan, "0,049 yang artinya P" bukan judul]. Journal of Health Research, 3(1), 28–41.

Susilo, B. (2021). Mengenal iklim dan cuaca di Indonesia. Diva Press.

Suswanti, S. (2021). Kesiapsiagaan Desa Joho Kecamatan Prambanan dalam menghadapi bencana angin [Jenis publikasi tidak jelas, misal: Laporan atau Manuskrip tidak dipublikasikan].

Zulch, H. (2019). Psychological preparedness for natural hazards – Improving disaster preparedness policy and practice. Griffith University School of Psychology Revue.

Zuliani, H., & Hariyanto, S. (2021). Pengetahuan, sikap, dan kesiapsiagaan kader siaga bencana dalam menghadapi bencana banjir. Jurnal EDUnursing, 5(1), 77–86. http://journal.unipdu.ac.id

Downloads

Published

2025-04-28

How to Cite

Cahyani, W. N., & Triyono, T. (2025). KESIAPSIAGAAN PSIKOLOGIS DEWASA AKHIR DI DAERAH RAWAN BENCANA ERUPSI MERAPI . CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan , 5(2), 622-635. https://doi.org/10.51878/cendekia.v5i2.4728

Issue

Section

Articles