PENGARUH LINGKUNGAN DAN DUKUNGAN KELUARGA TERHADAP KEMAMPUAN INTERAKSI SOSIAL ANAK AUTISME SPECTRUM DISORDER (ASD) UMUR 6-12 TAHUN DI SURAKARTA
DOI:
https://doi.org/10.51878/cendekia.v5i2.4706Keywords:
Autisme Spectrum Disorder, Interaksi Sosial, Lingkungan, Dukungan KeluargaAbstract
This study aims to analyze the influence of environment and family support on the social interaction abilities of children with ASD aged 6-12 years in Surakarta. This research employed a quantitative method with a correlational design. The study sample consisted of 30 children with ASD enrolled in Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) Surakarta and the Center for Disability Services and Inclusive Education (PLDPI) Surakarta. Data collection was conducted using a validated and reliable questionnaire covering environmental factors, family support, and social interaction. Data analysis was performed using the Spearman Rank statistical test. The study results indicated that 63.3% of respondents had a good environment, 56.7% received good family support, and 66.7% had social interaction in the moderate category. Hypothesis testing showed a significant relationship between the environment and social interaction (? = 0.002, r = 0.536) as well as between family support and social interaction (? = 0.013, r = 0.446), with a moderate strength and positive correlation. The findings suggest that the better the environment and family support, the better the social interaction abilities of children with ASD. Therefore, increasing family awareness and optimizing a supportive environment are essential to fostering the social development of children with ASD. Interventions involving parents, educators, and speech therapists are necessary to help children with ASD enhance their social skills and adapt to their surroundings.
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh lingkungan dan dukungan keluarga terhadap kemampuan interaksi sosial anak ASD usia 6-12 tahun di Surakarta. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain korelasional. Sampel penelitian terdiri dari 30 anak ASD yang bersekolah di Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) Surakarta dan Pusat Layanan Disabilitas dan Pendidikan Inklusif (PLDPI) Surakarta. Pengambilan data dilakukan menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, mencakup variabel lingkungan, dukungan keluarga, dan interaksi sosial. Analisis data dilakukan menggunakan uji statistik Spearman Rank’s. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 63,3% responden memiliki lingkungan yang baik, 56,7% memperoleh dukungan keluarga yang baik, dan 66,7% memiliki interaksi sosial dalam kategori cukup. Uji hipotesis menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara lingkungan dengan interaksi sosial (? = 0,002, r = 0,536) serta dukungan keluarga dengan interaksi sosial (? = 0,013, r = 0,446), dengan kekuatan hubungan sedang dan arah hubungan positif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin baik lingkungan dan dukungan keluarga, semakin baik pula kemampuan interaksi sosial anak ASD. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan kesadaran keluarga dan optimalisasi lingkungan yang suportif untuk mendukung perkembangan sosial anak ASD. Intervensi yang melibatkan orang tua, pendidik, dan terapis wicara sangat diperlukan untuk membantu anak ASD dalam meningkatkan keterampilan sosial dan beradaptasi dengan lingkungan sekitarnya.
Downloads
References
Harahap, S. R. (2020). Proses interaksi sosial di tengah pandemi virus COVID-19. Al-Hikmah Media Dakwah, Komunikasi, Sosial Dan Kebudayaan, 11(1), 45–53. https://doi.org/10.32505/hikmah.v11i1.1837
Hidayat, A. L., & Ramadhana, M. R. (2021). Peran komunikasi keluarga dalam kemandirian anak berkebutuhan khusus tuna grahita di Yayasan Rumah Bersama [The role of family communication in independence children’s special need for mentally disabled at Yayasan Rumah Bersama]. Jurnal Ilmu Komunikasi, 4(1), 110–121. http://ejournal.iai-tabah.ac.id/index.php/Almurtaja/article/view/1793/1113
Indiyana, A., et al. (2021). Hubungan antara parental awareness dengan kemandirian ADL (Activity Daily Living) pada anak autis di SLB YPAC Prof. Dr. Soeharsono Surakarta. [Naskah tidak dipublikasikan/skripsi, Universitas Kusuma Husada]. http://eprints.ukh.ac.id
Iskandar, S., & Indaryani, I. (2020). Peningkatan kemampuan interaksi sosial pada anak autis melalui terapi bermain assosiatif. JHES (Journal of Health Studies), 4(2), 12–18. https://doi.org/10.31101/jhes.1048
Nisrina, N., et al. (2019). Laptop sebagai media pembelajaran interaktif berbasis teknologi informasi di sekolah dasar. In Prosiding Seminar Nasional Program Pascasarjana Universitas PGRI Palembang.
Nurhayati, S., et al. (2023). Dukungan keluarga dalam merawat anak berkebutuhan khusus: Literature review. JIIP - Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, 6(11), 8606–8614. https://doi.org/10.54371/jiip.v6i11.3149
Nurgiyantoro, B., & Efendi, A. (2017). Psikolinguistik: Pengantar pemahaman bahasa anak. Gadjah Mada University Press.
Rahmawati, D. (2016). Interaksi sosial anak dengan Autism Spectrum Disorder di lingkungan sekolah inklusif. Jurnal Pendidikan Khusus, 12(2), 45–58.
Santrock, J. W. (2021). Life-span development (18th ed.). McGraw-Hill.
Saragih, R., et al. (2016). Peran dukungan keluarga dalam perkembangan sosial anak dengan ASD. Jurnal Psikologi Anak, 4(1), 33–45.
Sarlito, W. S., & Martini, F. (2019). Psikologi sosial: Teori dan aplikasi. RajaGrafindo Persada.
Schunk, D. H., & Usher, E. L. (2012). Social cognitive theory and motivation. In R. M. Ryan (Ed.), The Oxford handbook of human motivation (pp. 11–26). Oxford University
Setyawan, D. A. (2022). Buku ajar statistika kesehatan analisis bivariat pada hipotesis penelitian (Vol. 2).
Sidik, J. (2014). Gambaran dukungan keluarga yang memiliki anak berkebutuhan khusus di sekolah khusus kota tangerang selatan.
Sinaga, W., et al. (2022). Faktor interaksi sosial pada anak autis di Pusat Layanan Autis. Journal of Telenursing (JOTING), 4(2), 636–645. https://doi.org/10.31539/joting.v4i2.4295
Sipahutar, I. E., & Agustin, N. P. M. E. (2016). Dukungan keluarga dalam merawat anak autis. Jurnal Gema Keperawatan, 9(2), 156–161.
Sitompul, B. L., & Martini, R. D. (2021). Kemampuan identifikasi dini anak berkebutuhan khusus di PAUD. Jurnal Pendidikan Tambusai, 5(3), 7075–7080.
Syaputri, E., & Afriza, R. (2022). Peran orang tua dalam tumbuh kembang anak berkebutuhan khusus (autisme). Educativo: Jurnal Pendidikan, 1(2), 559–564. https://doi.org/10.56248/educativo.v1i2.78
Tahsa, A., & Ekawati, D. (2021). Dampak keterlibatan orang tua terhadap kemampuan interaksi sosial anak ASD. Jurnal Pendidikan dan Perkembangan Anak, 8(1), 21–36.















