RANCANGAN VFR ROUTE DI PERUM LPPNPI CABANG PEMBANTU PANGKALAN BUN
DOI:
https://doi.org/10.51878/cendekia.v5i1.4073Keywords:
Air Traffic Controller, Research and Development, VFR CorridorAbstract
The research aims to create a VFR Route plan that connects Iskandar Pangkalan Bun Airport and Tjilik Riwut Palangkaraya Airport. Research and Development methods in the development of level one with qualitative approach and descriptive exposure. Data collection techniques in the form of unstructured interviews, literature studies, and documentation studies. Data processing techniques use data reduction, data presentation, verification, and reference materials. Based on the data collected, it is known that flights from Pangkalan Bun to Palangkaraya do not have a VFR Route, while the number of VFR traffic flights both departure/arrival/overflying/training / local is quite a lot, coupled with waterbombing and patrol flights in special cases.
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan membuat rancangan VFR Route yang menghubungkan Bandar Udara Iskandar Pangkalan Bun dan Bandar Udara Tjilik Riwut Palangkaraya. Metode penelitain berupa Research and Development dalam pengembangan level satu dengan pendekatan secara kualitatif dan pemaparan secara deskriptif. Teknik pengumpulan data berupa wawancara tak berstruktur, studi literatur, dan studi dokumentasi. Teknik pengolahan data menggunakan reduksi data, penyajian data, verifikasi dan menggunakan bahan referensi. Berdasarkan data yang dikumpulkan, diketahui informasi bahwa penerbangan dari Pangkalan Bun menuju Palangkaraya tidak memiliki VFR Route, sedangkan jumlah penerbangan traffic VFR baik departure/ arrival/ overflying/ training/ local tergolong banyak, ditambah dengan waterbombing dan patrol flight
References
Aminarno, B. P. (2019). Metodologi penelitian ilmiah (Edisi revisi ke-3). Tangerang.
Anderson, R. (2019). Visual Navigation in Modern Aviation. Aviation Studies, 21(4), 312–328.
ATC Training Handbook. (2012). Visual flight rules (Rev 1.1).
International Civil Aviation Organization. (1984). Doc. 9426-AN/924: Air traffic services planning manual (First (Provisional) Edition).
International Civil Aviation Organization. (2005). Annex 11: Air traffic services (13th Edition).
International Civil Aviation Organization. (2005). Annex 2: Rules of the air (10th Edition).
International Civil Aviation Organization. (2009). Doc. 9906-AN/472: The quality assurance manual for flight procedure design Volume 1 (First Edition).
International Civil Aviation Organization. (2014). Doc. 8168-OPS/611: Aircraft operation Volume II (6th Edition).
International Civil Aviation Organization. (n.d.). Doc. 4444 Air Traffic Management: Objectives of air traffic services.
Johnson, A., et al. (2015). Designing Safe and Efficient Air Traffic Routes. Journal of Aviation Management, 12(3), 45–60.
Kementerian Perhubungan Republik Indonesia. (2009). Civil Aviation Safety Regulation Part 170: Air traffic rules.
Kementerian Perhubungan Republik Indonesia. Aeronautical information publication (Volume I, II, dan III).
Martinez, F., et al. (2020). Standard Operating Procedures in Air Traffic Management. Aerospace Research, 18(2), 123–139.
Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor 65 Tahun 2017 Tentang Peraturan Lalu Lintas Penerbangan (Air Traffic Rules).
Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor 94 Tahun 2015 Tentang Pengoperasian Pesawat Udara (General Operating and Flight Rules).
Smith, J., et al. (2021). Integrating IFR and VFR Operations in Busy Airspace. International Journal of Aeronautics, 14(6), 89–101.
Sugiyono, P. D. (2018). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2009 Tentang Penerbangan.















