ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik https://www.jurnalp4i.com/index.php/academia <p><strong>ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik</strong> diterbitkan 4 kali setahun (Februari, Mei, Agustus dan November) oleh Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I) yang berafiliasi dengan Perguruan Tinggi Indonesia. Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam inovasi riset akademik.<br /><strong>e-ISSN : 2807-1808 | p-ISSN : 2807-2294</strong></p> en-US randi.popo@gmail.com (Randi Pratama Murtikusuma, M.Pd) ardhysmart7@gmail.com (Dr. Muhamad suhardi, M.Pd) Sat, 03 Jan 2026 11:30:42 +0000 OJS 3.2.1.1 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 PEMETAAN KEBUTUHAN GAYA BELAJAR DAN MINAT BELAJAR ERA TRANSFORMASI DIGITAL PENDIDIKAN PADA SISWA KELAS VIII MATA PELAJARAN SKI DI MTsN https://www.jurnalp4i.com/index.php/academia/article/view/8660 <p><strong>ABSTRACT </strong></p> <p>The development of education in the digital era requires educators to gain a deep understanding of students’ learning characteristics in order to create effective and meaningful learning processes. In the context of Islamic Cultural History (SKI) learning at MTsN 1 Tuban, this study focuses on mapping the learning styles and learning interests of eighth-grade students, as well as examining the use of digital learning media in the instructional process. The study was designed using a qualitative descriptive approach, with data collected through in-depth interviews, participatory observation, and analysis of instructional documentation. The results indicate that students exhibit diverse learning styles, including visual, auditory, and kinesthetic, with visual learning being the most prominent. The use of digital learning media such as visual presentations, instructional videos, and interactive quizzes was shown to enhance students’ learning interest and engagement in SKI learning. Nevertheless, the implementation of digital learning continues to face several challenges, including limited availability of devices, internet connectivity constraints, and teachers’ readiness to systematically map students’ learning styles. This study concludes that digital-based mapping of learning styles and learning interests plays an important role as a foundation for designing differentiated and student-centered SKI learning in the era of digital transformation.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Perkembangan pendidikan di era digital menuntut pendidik untuk memahami secara mendalam karakteristik belajar peserta didik guna mewujudkan proses pembelajaran yang efektif dan bermakna. Dalam konteks pembelajaran SKI di MTsN 1 Tuban, penelitian ini difokuskan pada pemetaan gaya belajar dan minat belajar siswa kelas VIII serta kajian terhadap pemanfaatan media pembelajaran digital dalam proses pembelajaran. Penelitian ini dirancang menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan tahapan pengumpulan data meliputi wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan analisis dokumentasi pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberagaman gaya belajar siswa mencakup visual, auditorial, dan kinestetik, dengan gaya belajar visual sebagai kecenderungan yang paling menonjol. Penggunaan media pembelajaran digital, seperti presentasi visual, video pembelajaran, dan kuis interaktif, terbukti mampu meningkatkan minat serta keterlibatan siswa dalam pembelajaran SKI. Meskipun demikian, pelaksanaan pembelajaran digital masih menghadapi sejumlah kendala, antara lain keterbatasan perangkat, akses jaringan internet, serta kesiapan guru dalam melakukan pemetaan gaya belajar secara sistematis. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemetaan gaya belajar dan minat belajar berbasis digital berperan penting sebagai dasar perancangan pembelajaran SKI yang berdiferensiasi serta berorientasi pada peserta didik di era transformasi digital.</p> Rizkia Fifiqotul Imamah, Nurul lailatul Hidayah Copyright (c) 2026 Rizkia Fifiqotul Imamah, Nurul lailatul Hidayah https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://www.jurnalp4i.com/index.php/academia/article/view/8660 Sat, 03 Jan 2026 00:00:00 +0000 STUDI KEBUTUHAN DAN KONDISI TOILET UMUM DI TAMAN PRESTASI SURABAYA: TINJAUAN KUALITAS PELAYANAN DLH SEBAGAI DASAR PENGAWASAN KOMISI C DPRD https://www.jurnalp4i.com/index.php/academia/article/view/8860 <p><strong>ABSTRACT</strong></p> <p>Public toilets are basic infrastructure in green open spaces that affect visitor comfort, environmental health, and inclusivity. This study aims to: (1) map visitor needs related to public toilets at Taman Prestasi Surabaya; (2) assess existing conditions including physical aspects, cleanliness, accessibility, safety, and operations; (3) evaluate the quality of management services provided by the Environmental Agency (DLH) using the SERVQUAL framework; and (4) formulate relevant supervision indicators for Commission C of the Regional House of Representatives (DPRD). The study employed a mixed methods approach through structured observation, visitor perception surveys (expectations versus perceptions) based on SERVQUAL dimensions, and semi structured interviews. Data analysis was conducted using descriptive analysis, gap analysis (perception minus expectation), and qualitative thematic analysis. The study confirms that public toilet issues generally relate to daily maintenance, availability of consumable supplies, odor control, and responsiveness to complaints. The main recommendations include implementing cleanliness standard operating procedures based on visitation frequency, strengthening supporting facilities such as anti slip flooring, ventilation, and signage, establishing a documented rapid complaint channel, and applying measurable key performance indicators for the supervision of Commission C of the DPRD to support sustainable and accountable public service quality improvement.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Toilet umum merupakan infrastruktur dasar pada ruang terbuka hijau yang mempengaruhi kenyamanan, kesehatan lingkungan, dan inklusivitas pengunjung. Penelitian ini bertujuan: (1) memetakan kebutuhan pengunjung terkait toilet umum di Taman Prestasi Surabaya; (2) menilai kondisi eksisting (fisik, kebersihan, aksesibilitas, keamanan, dan operasional); (3) mengevaluasi kualitas pelayanan pengelolaan oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) menggunakan kerangka SERVQUAL; serta (4) merumuskan indikator pengawasan yang relevan bagi Komisi C DPRD. Metode menggunakan <em>mixed methods</em> melalui observasi terstruktur, survei persepsi pengunjung (harapan vs persepsi) berbasis dimensi SERVQUAL, dan wawancara semi-terarah. Analisis dilakukan dengan deskriptif, <em>gap analysis</em> (persepsi minus harapan), serta tematik kualitatif. Studi menegaskan bahwa masalah toilet publik umumnya terletak pada pemeliharaan harian, ketersediaan bahan habis pakai, pengendalian bau, dan respons aduan. Rekomendasi utama meliputi SOP kebersihan berbasis frekuensi kunjungan, penguatan sarana pendukung (anti-slip, ventilasi, <em>signage</em>), penerapan kanal aduan cepat yang tercatat, serta KPI terukur untuk pengawasan Komisi C DPRD guna mendukung peningkatan kualitas layanan publik yang berkelanjutan dan akuntabel.</p> Leila Pangastuti Copyright (c) 2026 Leila Pangastuti https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://www.jurnalp4i.com/index.php/academia/article/view/8860 Tue, 13 Jan 2026 00:00:00 +0000 PENGARUH PERSONAL BRANDING PRABOWO SUBIANTO DALAM PEMILU 2024 TERHADAP MINAT PEMILIH GEN Z DI DAERAH KABUPATEN WONOSOBO https://www.jurnalp4i.com/index.php/academia/article/view/8980 <p><strong>ABSTRACT</strong></p> <p>The development of social media as a primary arena for political communication has transformed the way candidates build relationships with voters, particularly Generation Z who have grown up in a digital environment. This study aims to examine the influence of Prabowo Subianto’s personal branding on the voting intention of Generation Z in the 2024 Presidential Election in Wonosobo Regency. The research adopts a quantitative approach using a survey method involving 400 Generation Z respondents listed in the Permanent Voters List, with data collected through online questionnaires and analyzed using correlation tests, simple linear regression, and t-tests with the assistance of SPSS software. The results show that personal branding has a strong and statistically significant relationship with the voting intention of Generation Z, accounting for 59.3 percent of the variance in voting attitudes. These findings indicate that candidate images constructed through social media particularly those emphasizing emotional closeness, appealing visual presentation, and a more informal communication style are more effective in attracting and engaging young voters than conventional campaign approaches. Based on these results, the study confirms that personal branding is an important instrument in digital political communication strategies for strengthening the engagement and political participation of Generation Z. Overall, this research provides empirical contributions to the development of digital political communication studies and to the academic understanding of young voters’ behavior in contemporary elections.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Perkembangan media sosial sebagai ruang utama komunikasi politik telah mengubah cara kandidat membangun hubungan dengan pemilih, terutama Generasi Z yang tumbuh dalam lingkungan digital. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh personal branding Prabowo Subianto terhadap minat memilih Generasi Z pada Pemilihan Presiden 2024 di Kabupaten Wonosobo. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 400 responden Generasi Z yang tercantum dalam Daftar Pemilih Tetap, di mana data dikumpulkan melalui kuesioner daring dan dianalisis menggunakan uji korelasi, regresi linear sederhana, serta uji t berbantuan perangkat lunak SPSS. Hasil analisis menunjukkan bahwa personal branding memiliki hubungan yang kuat dan berpengaruh secara signifikan terhadap minat memilih Generasi Z, dengan kontribusi penjelasan sebesar 59,3 persen terhadap variasi sikap memilih. Temuan ini memperlihatkan bahwa citra kandidat yang dibangun melalui media sosial, khususnya yang menonjolkan kedekatan emosional, visualisasi yang menarik, serta gaya komunikasi yang lebih informal, lebih efektif dalam membangun ketertarikan politik pemilih muda dibandingkan pendekatan kampanye konvensional. Berdasarkan hasil tersebut, penelitian ini menegaskan bahwa personal branding merupakan instrumen penting dalam strategi komunikasi politik digital untuk memperkuat keterlibatan dan partisipasi politik Generasi Z. Secara keseluruhan, hasil penelitian ini memberikan kontribusi empiris bagi pengembangan kajian komunikasi politik digital serta pemahaman akademik mengenai perilaku pemilih muda dalam konteks pemilu modern.</p> Khoirul Hidayat Copyright (c) 2026 Khoirul Hidayat https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://www.jurnalp4i.com/index.php/academia/article/view/8980 Thu, 15 Jan 2026 00:00:00 +0000 POTENSI DAN TANTANGAN PROGRAM SEKOLAH RAKYAT DALAM KONTEKS PENCAPAIAN SDGS PENDIDIKAN DI INDONESIA https://www.jurnalp4i.com/index.php/academia/article/view/8965 <p>The achievement of the fourth Sustainable Development Goal (SDG), regarding quality education, in Indonesia is still faced with disparities in accessibility, especially for marginalized groups who are difficult to reach by the formal system. This study focuses on an in-depth analysis of the potential and challenges of the People's School Program as a grassroots initiative to bridge this educational gap. Using a descriptive qualitative approach that integrates literature studies and field observations, the study evaluates the program's effectiveness in providing inclusive education services. The study findings indicate that People's Schools have significant potential to reduce financial barriers and increase independent learning participation by 25%, primarily driven by strong parental support. However, the sustainability of this program is still hampered by funding uncertainty, lack of curriculum standardization, and the qualifications of volunteer teachers who have not been certified. The main conclusion confirms that People's Schools function as a strategic complement to formal education, which requires strengthening legitimacy through cross-sector collaboration between the government and the private sector. In addition, the integration of digital learning technology is recommended as an adaptive solution to overcome geographical barriers and increase graduate competitiveness to achieve equitable and inclusive national education.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Pencapaian <em>Sustainable Development Goals</em> (SDGs) poin keempat mengenai pendidikan berkualitas di Indonesia masih dihadapkan pada disparitas aksesibilitas, khususnya bagi kelompok masyarakat marginal yang sulit terjangkau sistem formal. Penelitian ini berfokus pada analisis mendalam mengenai potensi dan tantangan Program Sekolah Rakyat sebagai inisiatif akar rumput dalam menjembatani kesenjangan pendidikan tersebut. Melalui pendekatan kualitatif deskriptif yang mengintegrasikan studi pustaka dan observasi lapangan, penelitian mengevaluasi efektivitas program dalam memberikan layanan pendidikan inklusif. Temuan studi menunjukkan bahwa Sekolah Rakyat memiliki potensi signifikan dalam mereduksi hambatan finansial dan meningkatkan partisipasi belajar mandiri sebesar 25%, terutama didorong oleh dukungan kuat dari orang tua. Namun, keberlanjutan program ini masih terkendala oleh ketidakpastian pendanaan, minimnya standarisasi kurikulum, serta kualifikasi tenaga pengajar sukarela yang belum tersertifikasi. Simpulan utama menegaskan bahwa Sekolah Rakyat berfungsi sebagai komplemen strategis bagi pendidikan formal yang memerlukan penguatan legitimasi melalui kolaborasi lintas sektor antara pemerintah dan swasta. Selain itu, integrasi teknologi pembelajaran digital direkomendasikan sebagai solusi adaptif untuk mengatasi hambatan geografis dan meningkatkan daya saing lulusan demi tercapainya pemerataan pendidikan nasional yang inklusif.</p> <p> </p> Rohani Rohani, Elysa Akbariah, Maisyaroh Maisyaroh, Eva Novaria Copyright (c) 2026 Rohani Rohani, Elysa Akbariah, Maisyaroh Maisyaroh, Eva Novaria https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://www.jurnalp4i.com/index.php/academia/article/view/8965 Thu, 15 Jan 2026 00:00:00 +0000 PERAN KOPERASI MERAH PUTIH SEBAGAI OFFTAKER PRODUK PERTANIAN LOKAL UNTUK STABILISASI HARGA https://www.jurnalp4i.com/index.php/academia/article/view/8966 <p>Agricultural commodity price volatility is a persistent structural problem in Indonesia, often detrimental to farmers due to the dominance of middlemen and long distribution chains. This study focuses on analyzing the effectiveness of the Red and White Village/Sub-district Cooperative (KMP) program as an institutional solution that acts as an offtaker or standby buyer to stabilize prices at the producer level. Using a descriptive qualitative approach through a study of pilot project evaluation documents in West Java and an analysis of supply chain management literature, this study examines the mechanisms of planting contracts, stock management, and financing facilitation. The study findings indicate that the KMP intervention significantly reduced the supply chain from 5–7 layers to 2–3 layers, which directly impacted the selling price at the farm level by 10–20% compared to the free market price during the main harvest. The forward contract mechanism proved effective in providing certainty of market absorption and transferring price risk from farmers to the cooperative. It concluded that KMP plays a vital role in transforming the agricultural ecosystem and controlling food inflation, but the sustainability of this model is highly dependent on support for access to affordable capital and the integration of digital technology for operational efficiency.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Volatilitas harga komoditas pertanian menjadi masalah struktural yang persisten di Indonesia, sering kali merugikan petani akibat dominasi tengkulak dan panjangnya rantai distribusi. Penelitian ini berfokus pada analisis efektivitas program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KMP) sebagai solusi kelembagaan yang berperan sebagai <em>offtaker</em> atau pembeli siaga guna menstabilkan harga di tingkat produsen. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui studi dokumen evaluasi <em>pilot project</em> di Jawa Barat serta analisis literatur manajemen rantai pasok, penelitian ini menelaah mekanisme kontrak tanam, pengelolaan stok, dan fasilitasi pembiayaan. Temuan studi menunjukkan bahwa intervensi KMP mampu memangkas rantai pasok secara signifikan dari 5–7 lapis menjadi 2–3 lapis, yang berdampak langsung pada peningkatan harga jual di tingkat petani sebesar 10–20% dibandingkan harga pasar bebas saat panen raya. Mekanisme <em>forward contract</em> terbukti efektif dalam memberikan kepastian serapan pasar dan mentransfer risiko harga dari petani kepada koperasi. Disimpulkan bahwa KMP memiliki peran vital dalam mentransformasi ekosistem pertanian dan mengendalikan inflasi pangan, namun keberlanjutan model ini sangat bergantung pada dukungan akses permodalan murah serta integrasi teknologi digital untuk efisiensi operasional.</p> <p> </p> Ahmad Nuroni, Ahmadi Ahmadi, Eva Novaria Copyright (c) 2026 Ahmad Nuroni, Ahmadi Ahmadi, Eva Novaria https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://www.jurnalp4i.com/index.php/academia/article/view/8966 Thu, 15 Jan 2026 00:00:00 +0000 IMPLEMENTASI STRATEGI PEMBELAJARAN AKTIF DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR MAHASISWA PADA JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM UIN SYAHADA https://www.jurnalp4i.com/index.php/academia/article/view/9060 <p>This research aims to examine the implementation of active learning strategies in improving students’ learning motivation at the Department of Islamic Education, Universitas Islam Negeri Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan. The background of this study is the low level of learning motivation among students, which is influenced by conventional teaching methods that tend to be lecturer-centered and less interactive. This study employs a qualitative descriptive approach with data collected through observation, interviews, and documentation. The research subjects consist of lecturers and students of the Islamic Education Department. Data analysis is conducted through data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results of the study indicate that the implementation of active learning strategies, such as group discussions, question and answer sessions, presentations, and problem-based activities, can significantly enhance students’ learning motivation. Students become more actively involved in the learning process, show greater enthusiasm, demonstrate increased confidence in expressing opinions, and develop better critical thinking skills. In addition, active learning creates a more engaging and collaborative classroom atmosphere, which positively influences students’ interest and responsibility toward learning. Therefore, the implementation of active learning strategies is considered effective in increasing students’ learning motivation and can be used as an alternative approach to improve the quality of learning in Islamic higher education institutions.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi strategi pembelajaran aktif dalam meningkatkan motivasi belajar mahasiswa pada Jurusan Pendidikan Agama Islam Universitas Islam Negeri Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan. Latar belakang penelitian ini adalah rendahnya motivasi belajar mahasiswa yang disebabkan oleh penerapan pembelajaran konvensional yang cenderung berpusat pada dosen dan kurang melibatkan mahasiswa secara aktif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian meliputi dosen dan mahasiswa Jurusan Pendidikan Agama Islam. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan strategi pembelajaran aktif, seperti diskusi kelompok, tanya jawab, presentasi, dan pembelajaran berbasis masalah, mampu meningkatkan motivasi belajar mahasiswa secara signifikan. Mahasiswa menjadi lebih aktif dalam proses pembelajaran, menunjukkan antusiasme yang tinggi, berani mengemukakan pendapat, serta memiliki kemampuan berpikir kritis yang lebih baik. Selain itu, pembelajaran aktif menciptakan suasana kelas yang lebih interaktif dan kolaboratif sehingga meningkatkan minat dan tanggung jawab mahasiswa terhadap pembelajaran. Dengan demikian, strategi pembelajaran aktif terbukti efektif dalam meningkatkan motivasi belajar mahasiswa dan dapat dijadikan alternatif untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di perguruan tinggi Islam.</p> Nur Syahbani Nasution, Zahra Pane, Sulham Efendi Hasibuan Copyright (c) 2026 Nur Syahbani Nasution, Zahra Pane, Sulham Efendi Hasibuan https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://www.jurnalp4i.com/index.php/academia/article/view/9060 Sat, 24 Jan 2026 00:00:00 +0000 DAKWAH DAN KONDISI UMAT ISLAM DI ERA KONTEMPORER https://www.jurnalp4i.com/index.php/academia/article/view/9021 <p>This study examines the relationship between da’wah and the condition of the Muslim community in the contemporary era, which is characterized by social change, advances in digital technology, and shifts in societal patterns of thought. The development of digital media has transformed da’wah from conventional methods into more open and flexible forms that extend into virtual spaces such as social media and online platforms. This research employs a descriptive qualitative approach through literature review and observation of emerging digital da’wah phenomena in society. The findings indicate that da’wah and the development of the Muslim community have a reciprocal relationship that mutually influences one another. Modern challenges, including information overload, changing lifestyles, and identity crises, require da’wah to be adaptive, dialogical, and contextual. At the same time, innovations in digital da’wah shape patterns of religious practice, particularly among younger generations. This study affirms that da’wah functions not only as a means of conveying Islamic teachings but also as a medium for fostering social awareness, strengthening Islamic identity, and providing moral guidance for Muslims amid global dynamics.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Penelitian ini membahas keterkaitan antara dakwah dan kondisi umat Islam di era kontemporer yang ditandai oleh perubahan sosial, kemajuan teknologi digital, serta pergeseran pola pikir masyarakat. Perkembangan media digital telah mengubah wajah dakwah dari metode konvensional menjadi lebih terbuka, fleksibel, dan menjangkau ruang virtual seperti media sosial dan platform daring. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui studi pustaka dan pengamatan terhadap fenomena dakwah digital yang berkembang di masyarakat. Hasil kajian menunjukkan bahwa dakwah dan perkembangan umat Islam memiliki hubungan timbal balik yang saling memengaruhi. Tantangan modern, seperti banjir informasi, perubahan gaya hidup, dan krisis identitas, menuntut dakwah yang adaptif, dialogis, dan kontekstual. Di sisi lain, inovasi dakwah di ruang digital turut membentuk pola keberagamaan umat, khususnya generasi muda. Penelitian ini menegaskan bahwa dakwah tidak hanya berfungsi sebagai sarana penyampaian ajaran Islam, tetapi juga sebagai media pembinaan kesadaran sosial, penguatan identitas keislaman, dan penuntun moral umat di tengah dinamika global.</p> Sulham Efendi Hasibuan, Ayu Riskia, Sopiah Sopiah Copyright (c) 2026 Sulham Efendi Hasibuan, Ayu Riskia, Sopiah Sopiah https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://www.jurnalp4i.com/index.php/academia/article/view/9021 Tue, 27 Jan 2026 00:00:00 +0000 PERAN BIDANG PENGENDALIAN PENDUDUK DALAM MENGATASI ISU-ISU KEPENDUDUKAN DI KABUPATEN SIDOARJO https://www.jurnalp4i.com/index.php/academia/article/view/9181 <p><strong>ABSTRACT </strong></p> <p>Population density is increasing due to the ever-growing human population. Because of its large population, so is the significant increase in population in Sidoarjo Regency which has occurred when compared to the last few years. The very high growth rate is a problem that can affect many aspects of life, namely economic, social and educational aspects. The purpose of this study is to analyze and describe the role of the population control sector in overcoming population issues in Sidoarjo Regency. The research used in this study is descriptive analysis with a qualitative approach. The results of this study indicate that population issues that occur include the quality of human resources, getting married at a young age, and the impact of urbanization. Urbanization can reduce population density in villages, improve family welfare through remittances from migrants, and encourage development and knowledge transfer in villages. In cities, urbanization meets the need for labor, improving the quality of human resources, and encouraging economic progress and the development of social and industrial facilities.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Kepadatan penduduk semakin meningkat karena populasi manusia yang terus berkembang. Karena jumlah penduduknya yang besar, begitu juga dengan peningkatan jumlah penduduk yang cukup besar di kabupaten Sidoarjo yang telah terjadi jika dibandingkan dengan beberapa tahun terakhir. Tingkat pertumbuhan yang sangat tinggi merupakan masalah yang dapat mempengaruhi banyak aspek kehidupan yaitu aspek ekonomi, sosial dan juga pendidikan Tujuan penelitian ini adalah menganalisis dan mendeskripsikan peran bidang pengendalian kependudukan dalam mengatasi isu-isu kependudukan di Kabupaten Sidoarjo. Penelitian yang di gunakan dalam adalah analisis deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa isu-isu kependudukan yang terjadi di antara lain yaitu kualitas sumber daya manusia, menikah di usia muda, dan dampak urbanisasi. urbanisasi dapat mengurangi kepadatan penduduk di desa, meningkatkan kesejahteraan keluarga melalui remitansi dari perantau, serta mendorong pembangunan dan transfer pengetahuan di desa. Di kota, urbanisasi memenuhi kebutuhan tenaga kerja, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, dan mendorong kemajuan ekonomi serta perkembangan fasilitas sosial dan industri.</p> Zainita Salma Nasywa, Siti Azizah Copyright (c) 2026 Zainita Salma Nasywa, Siti Azizah https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://www.jurnalp4i.com/index.php/academia/article/view/9181 Thu, 29 Jan 2026 00:00:00 +0000 PEREMPUAN TANGGUH, AGEN PERUBAHAN: PERAN STRATEGIS DI BPBD JAWA TIMUR https://www.jurnalp4i.com/index.php/academia/article/view/9182 <p><strong>ABSTRACT </strong></p> <p>The issue of gender equality in disaster management institutions remains a challenge, although the role of women is beginning to be recognized in emergency response. This study aims to examine the strategic roles and obstacles faced by female employees at the Regional Disaster Management Agency (BPBD) of East Java Province. Using a descriptive qualitative approach, informants in this study consisted of female employees directly involved in the field as well as staffing officials. Data collection techniques were conducted through in-depth interviews, direct observation, and documentation analysis. The results showed that women are actively involved in all phases of disaster management, starting from the pre-disaster stage, emergency response, to post-disaster recovery. Their contributions include policy formulation, community education, logistics coordination, psychosocial support, and social reconstruction. However, they face challenges such as biological constraints, cultural stereotypes that underestimate women's capacity, and the double burden of work and domestic responsibilities. Nevertheless, female employees in BPBD Jatim demonstrate resilience and leadership capacity, and are able to become agents of change in the work environment and community. Their involvement increases the inclusiveness and effectiveness of disaster programs, especially in reaching vulnerable groups such as children, the elderly, and pregnant women. This research emphasizes the importance of gender mainstreaming in disaster governance as well as the need for institutional support through gender-sensitive policies and equitable division of tasks.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Isu kesetaraan gender dalam kelembagaan penanggulangan bencana masih menjadi tantangan, meskipun peran perempuan mulai diakui dalam respons darurat. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran strategis serta hambatan yang dihadapi oleh pegawai perempuan di Badan Penanggulabngan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Timur. Dengan pendekatan kualitatif deskriptif, informan dalam penelitian ini terdiri ats pegawai perempuan yang terlibat langsung di lapangan serta pejabat kepegawaian. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi langsung, dan analisis dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perempuan dilibatkan secara aktif dalam seluruh fase penanggulangan bencana, mulai dari tahap prabencana, tanggap darurat, hingga pemulihan pasca bencana. Kontribusi mereka mencakup perumusan kebijakan, edukasi masyarakat, koordinasi logistik, dukungan psikososial, serta rekonstruksi sosial. Namun, terdapat berbagai tantangan yang mereka hadapi, seperti kendala biologis, stereotip budaya yang meremehkan kapasitas perempuan, serta beban ganda antara pekerjaan dan tanggung jawab domestik. Mesikupn demikian, pegawai perempuan di BPBD Jatim menunjukkan ketangguhan dan kapasitas kepemimpinan, serta mampu menjadi agen perubahan di lingkungan kerja dan masyarakat. Keterlibatan mereka meningkatkan inklusivitas dan efektivitas program kebencanaan, khususnya dalam menjangkau kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan ibu hamil. Penelitian ini menekankan pentingnya pengarustamaan gender dalam tata kelola bencana serta perlunya dukungan kelembagaan melalui kebijakan yang sensitif gender dan pembagian tugas yang adil</p> Aulia Midya Priandini, Dwi Setianingsih Copyright (c) 2026 Aulia Midya Priandini, Dwi Setianingsih https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://www.jurnalp4i.com/index.php/academia/article/view/9182 Thu, 29 Jan 2026 00:00:00 +0000 PERAN DOSEN PEMBIMBING AKADEMIK DALAM MENINGKATKAN KEDISIPLINAN AKADEMIK MAHASISWA DI UIN SYAHADA https://www.jurnalp4i.com/index.php/academia/article/view/9134 <p>Academic discipline is an important aspect in the success of students' studies in higher education, which includes attendance at lectures, timely submission of assignments, administrative compliance, and understanding of academic ethics. Academic Advisors (PA) have a strategic role in helping students adjust to these academic demands. This study aims to analyze the role of PA in improving the academic discipline of students at the State Islamic University (UIN) Syekh Ali Hasan Ahmad Addary (Syahada). The study uses a descriptive qualitative approach with data collection techniques through in-depth interviews, observations, and documentation studies. The research subjects consisted of two PA lecturers, ten students, and two academic staff. The results show that PA carries out five main functions, namely: (1) consultative, through guidance in preparing KRS (Study Plan Plan), selecting courses, and solving academic problems; (2) motivational, in the form of encouragement to increase learning enthusiasm and discipline awareness; (3) monitoring, through monitoring student attendance, grades, and study progress; (4) preventive, by providing direction and early warnings to prevent the emergence of academic problems; and (5) evaluative, through reviewing study results and academic planning each semester. These roles have been proven to help improve student discipline in aspects such as attendance, assignment submission, academic administration, and understanding of academic ethics. However, the implementation of academic advisor guidance still faces several obstacles, such as limited meeting frequency, a high advisor-to-student ratio, and low awareness among some students. This research confirms the crucial role of advisors in fostering student academic discipline, although improvements to the system and guidance intensity are needed to optimize results.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Kedisiplinan akademik merupakan aspek penting dalam keberhasilan studi mahasiswa di perguruan tinggi, yang mencakup kehadiran dalam perkuliahan, ketepatan pengumpulan tugas, kepatuhan administratif, serta pemahaman terhadap etika akademik. Dosen Pembimbing Akademik (PA) memiliki peran strategis dalam membantu mahasiswa menyesuaikan diri dengan tuntutan akademik tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran PA dalam meningkatkan kedisiplinan akademik mahasiswa di Universitas Islam Negeri (UIN) Syekh Ali Hasan Ahmad Addary (Syahada). Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi. Subjek penelitian terdiri dari dua dosen PA, sepuluh mahasiswa, dan dua staf bagian akademik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PA menjalankan lima fungsi utama, yaitu: (1) konsultatif, melalui bimbingan dalam penyusunan KRS, pemilihan mata kuliah, dan penyelesaian masalah akademik; (2) motivatif, berupa dorongan untuk meningkatkan semangat belajar serta kesadaran disiplin; (3) monitoring, melalui pemantauan presensi, nilai, dan perkembangan studi mahasiswa; (4) preventif, dengan memberikan arahan dan peringatan dini untuk mencegah munculnya masalah akademik; dan (5) evaluatif, melalui peninjauan hasil studi dan perencanaan akademik setiap semester. Peran-peran tersebut terbukti membantu meningkatkan kedisiplinan mahasiswa dalam aspek kehadiran, pengumpulan tugas, ketertiban administrasi akademik, dan pemahaman etika akademik. Namun, pelaksanaan bimbingan PA masih menghadapi beberapa kendala, seperti keterbatasan intensitas pertemuan, rasio PA–mahasiswa yang tinggi, dan rendahnya kesadaran sebagian mahasiswa. Penelitian ini menegaskan bahwa peran PA sangat penting dalam membentuk kedisiplinan akademik mahasiswa, meskipun diperlukan perbaikan sistem dan intensitas bimbingan agar hasilnya lebih optimal.</p> Halimah Sakdiyah, Reza Afrila, Sulham Efendi Hasibuan Copyright (c) 2026 Halimah Sakdiyah, Reza Afrila, Sulham Efendi Hasibuan https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://www.jurnalp4i.com/index.php/academia/article/view/9134 Fri, 30 Jan 2026 00:00:00 +0000 PENDIDIKAN PRANIKAH DALAM PERSPEKTIF FIKIH MUNAKAHAT SEBAGAI UPAYA MEWUJUDKAN KELUARGA SAKINAH https://www.jurnalp4i.com/index.php/academia/article/view/9140 <p>Marriage in Islamic teachings is a sacred covenant (mitsaqan ghalizha) with the noble aim of establishing a family characterized by tranquility (sakinah), affection (mawaddah), and mercy (rahmah). In modern society, many married couples face various household problems due to a lack of understanding of the principles, rights, and obligations prescribed by Islamic law. This situation highlights the significance of premarital education as an essential preparation that provides knowledge, spiritual reinforcement, and emotional readiness for prospective spouses. This study seeks to elaborate on the concept of premarital education from the perspective of fiqh al-munakahat and to analyze its implementation in contemporary life. The research employs a qualitative approach with a descriptive-analytical method, using literature review from both classical and modern fiqh sources. The findings indicate that premarital education in fiqh al-munakahat not only focuses on the legality of the marriage contract but also emphasizes moral development, responsibility, and awareness of each partner’s role within the household. Therefore, the application of premarital education based on the principles of fiqh al-munakahat plays a vital role in shaping harmonious, ethical Muslim families grounded in Islamic values and oriented toward the realization of a sakinah family.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Pernikahan dalam ajaran Islam merupakan sebuah perjanjian agung (mitsaqan ghalizha) yang memiliki tujuan luhur untuk membangun keluarga yang sakinah, mawaddah, dan rahmah. Dalam realitas masyarakat modern, banyak pasangan suami istri mengalami berbagai persoalan rumah tangga karena minimnya pemahaman terhadap prinsip dan kewajiban yang diatur dalam syariat Islam. Kondisi tersebut menegaskan pentingnya pelaksanaan pendidikan pranikah sebagai sarana pembekalan ilmu, pemantapan spiritual, serta kesiapan emosional bagi calon pasangan. Penelitian ini berupaya menguraikan konsep pendidikan pranikah dari perspektif fikih munakahat dan mengkaji penerapannya dalam konteks kehidupan masa kini. Pendekatan penelitian yang digunakan bersifat kualitatif dengan metode deskriptif analitis melalui telaah literatur terhadap kitab-kitab fikih klasik maupun modern. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendidikan pranikah menurut fikih munakahat tidak sebatas membahas aspek hukum akad nikah, tetapi juga menekankan pembentukan akhlak, tanggung jawab, dan kesadaran terhadap peran masing-masing dalam rumah tangga. Dengan demikian, penerapan pendidikan pranikah berdasarkan nilai-nilai fikih munakahat berperan penting dalam membentuk generasi keluarga muslim yang harmonis, berakhlak, serta berlandaskan prinsip-prinsip Islam menuju terwujudnya keluarga sakinah.</p> Nur Khadijah Pasaribu, Siti Halima, Ramadhani Safitri Tanjung, Sulham Efendi Hasibuan Copyright (c) 2026 Nur Khadijah Pasaribu, Siti Halima, Ramadhani Safitri Tanjung, Sulham Efendi Hasibuan https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://www.jurnalp4i.com/index.php/academia/article/view/9140 Fri, 30 Jan 2026 00:00:00 +0000 TALAK DALAM PERNIKAHAN PERSPEKTIF HUKUM ISLAM: KAJIAN DEFINISI, HUKUM, SYARAT, DAN HIKMAHNYA https://www.jurnalp4i.com/index.php/academia/article/view/9136 <p>This study examines the concept of talaq in marriage from the perspective of Islamic law, focusing on its definition, legal basis, conditions, types, and underlying wisdom. Talaq is understood as a last resort permitted by Sharia when the marital relationship can no longer be maintained harmoniously. The research employs a literature review method by analyzing classical fiqh texts, scholarly fatwas, and relevant contemporary academic journals. The findings indicate that talaq is legally permissible (mubah), but its implementation is restricted by specific requirements, such as being carried out by a sane and conscious husband, without coercion, and in accordance with Islamic legal procedures. Talaq has several forms, including raj’i, ba’in, sunnah, bid’i, and kinayah, each of which carries different legal consequences. In addition to serving as a conflict resolution mechanism, talaq contains wisdom in the form of justice, protection for the oppressed party, and moral lessons for spouses. With proper understanding, talaq is expected to be practiced wisely, fairly, and in a manner that preserves family welfare and social order.</p> <h3>Abstrak</h3> <p>Penelitian ini mengkaji konsep talak dalam pernikahan menurut perspektif hukum Islam dengan menekankan pada aspek definisi, dasar hukum, syarat, macam-macam, serta hikmah yang terkandung di dalamnya. Talak dipahami sebagai jalan terakhir yang dibenarkan syariat apabila hubungan suami istri tidak lagi dapat dipertahankan secara harmonis. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan menelaah kitab fiqh klasik, fatwa ulama, serta jurnal ilmiah kontemporer yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa talak memiliki hukum mubah, namun pelaksanaannya dibatasi oleh syarat tertentu, seperti dilakukan oleh suami yang berakal, sadar, tanpa paksaan, dan sesuai dengan prosedur syariat. Talak juga memiliki beberapa bentuk, antara lain talak raj’i, talak ba’in, talak sunnah, talak bid’i, dan talak kinayah, yang masing-masing memiliki konsekuensi hukum berbeda. Selain sebagai mekanisme penyelesaian konflik, talak mengandung hikmah berupa keadilan, perlindungan bagi pihak yang terzalimi, serta pembelajaran moral bagi pasangan. Dengan pemahaman yang tepat, talak diharapkan dapat dilaksanakan secara bijaksana, adil, dan tetap menjaga kemaslahatan keluarga serta ketertiban sosial.</p> Abawiyah Abawiyah, Anisa Reza, Jazilah Hanun Lubis, Yulia Amanda, Sulham Efendi Hasibuan Copyright (c) 2026 Abawiyah Abawiyah, Anisa Reza, Jazilah Hanun Lubis, Yulia Amanda, Sulham Efendi Hasibuan https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://www.jurnalp4i.com/index.php/academia/article/view/9136 Sat, 31 Jan 2026 00:00:00 +0000 KONSEP MUHARRAMAT DALAM HUKUM KELUARGA ISLAM: KATEGORISASI, DASAR HUKUM, DAN RELEVANSINYA DI ERA KONTEMPORER https://www.jurnalp4i.com/index.php/academia/article/view/9155 <p>This study aims to examine the concept of muharramat in Islamic family law by emphasizing its categorization, legal foundations, and relevance in the contemporary era. Muharramat refers to Islamic legal provisions that regulate marriage prohibitions toward certain women in order to preserve honor, lineage purity, and family harmony. This research employs a qualitative approach with a library research method, in which data are obtained from the Qur’an, the Prophet’s Hadith, classical and contemporary fiqh literature, and Indonesian legal regulations. Data collection is conducted through documentation, while data analysis uses content analysis by reducing, classifying, interpreting, and synthesizing data based on the research focus. The findings indicate that muharramat is divided into two main categories: mahram mu’abbad (permanent prohibition) and mahram mu’aqqat (temporary prohibition), which are based on lineage, marriage, and breastfeeding relationships. These provisions have strong theological foundations and high social relevance, particularly in maintaining genetic health, preventing family conflict, and building a harmonious family order in accordance with Islamic principles and national law.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep muharramat dalam hukum keluarga Islam dengan menekankan pada aspek kategorisasi, dasar hukum, dan relevansinya di era kontemporer. Muharramat merupakan ketentuan syariat yang mengatur larangan pernikahan terhadap perempuan tertentu guna menjaga kehormatan, kemurnian nasab, serta keharmonisan hubungan keluarga. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan, di mana data diperoleh dari Al-Qur’an, hadis Nabi SAW, kitab-kitab fikih klasik dan kontemporer, serta peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan analisis isi dengan cara mereduksi, mengelompokkan, menafsirkan, dan mensintesis data berdasarkan fokus penelitian. Hasil kajian menunjukkan bahwa muharramat terbagi menjadi dua kategori utama, yaitu mahram mu’abbad sebagai larangan permanen dan mahram mu’aqqat sebagai larangan sementara, yang didasarkan pada hubungan nasab, pernikahan, dan persusuan. Ketentuan ini memiliki landasan teologis yang kuat serta relevansi sosial yang tinggi dalam menjaga kesehatan genetik, mencegah konflik keluarga, dan membangun tatanan keluarga yang harmonis sesuai prinsip syariah dan hukum nasional.</p> Apriani Apriani, Nur Dzakiyyah Putri Hasbi, Nur Amina Harahap, Maisarah Maisarah, Sulham Efendi Hasibuan Copyright (c) 2026 Apriani Apriani, Nur Dzakiyyah Putri Hasbi, Nur Amina Harahap, Maisarah Maisarah, Sulham Efendi Hasibuan https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://www.jurnalp4i.com/index.php/academia/article/view/9155 Sat, 31 Jan 2026 00:00:00 +0000