ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik https://www.jurnalp4i.com/index.php/academia <p><strong>ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik</strong> diterbitkan 4 kali setahun (Februari, Mei, Agustus dan November) oleh Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I) yang berafiliasi dengan Perguruan Tinggi Indonesia. Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam inovasi riset akademik.<br /><strong>e-ISSN : 2807-1808 | p-ISSN : 2807-2294</strong></p> en-US randi.popo@gmail.com (Randi Pratama Murtikusuma, M.Pd) ardhysmart7@gmail.com (Dr. Muhamad suhardi, M.Pd) Fri, 06 Mar 2026 00:00:00 +0000 OJS 3.2.1.1 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 REPRESENTATION OF WOMEN IN SHAMPOO ADVERTISEMENTS https://www.jurnalp4i.com/index.php/academia/article/view/9453 <p><strong>ABSTRACT</strong></p> <p>This study examines the representation of women in shampoo advertisements through a semiotic analysis of three popular brands: Sunsilk, Clear, and Pantene. Drawing on Roland Barthes’ framework, the research analyzes denotative, connotative, and ideological meanings embedded in the visual and verbal elements of the advertisements. The findings show that all three brands consistently portray women with idealized hair, which is healthy, shiny, strong, and problem-free, positioning hair as a key marker of femininity, confidence, and social value. While Sunsilk emphasizes lifestyle and self-expression, Clear highlights strength and resilience, and Pantene promotes efficiency through an all-in-one solution, these differences operate within the same ideological framework. The advertisements reproduce dominant beauty myths that associate women’s self-worth with physical appearance and continuous body management. Although some narratives adopt the language of empowerment or practicality, such strategies remain embedded within commercial and consumerist logics. This study argues that shampoo advertisements function not only as promotional media but also as ideological texts that normalize narrow beauty standards and present product consumption as the primary pathway to confidence, empowerment, and social acceptance.</p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Penelitian ini mengkaji representasi perempuan dalam iklan sampo melalui analisis semiotika terhadap tiga merek populer: Sunsilk, Clear, dan Pantene. Dengan menggunakan kerangka Roland Barthes, penelitian ini menganalisis makna denotatif, konotatif, dan ideologis yang terkandung dalam elemen visual dan verbal iklan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga merek tersebut secara konsisten menampilkan perempuan dengan rambut yang diidealkan, yaitu sehat, berkilau, kuat, dan bebas masalah, serta memposisikan rambut sebagai penanda utama feminitas, kepercayaan diri, dan nilai sosial. Meskipun Sunsilk menekankan gaya hidup dan ekspresi diri, Clear menonjolkan kekuatan dan ketahanan, serta Pantene mempromosikan efisiensi melalui solusi <em>all-in-one</em>, perbedaan tersebut tetap beroperasi dalam kerangka ideologis yang sama. Iklan-iklan tersebut mereproduksi mitos kecantikan dominan yang mengaitkan harga diri perempuan dengan penampilan fisik dan pengelolaan tubuh secara terus-menerus. Meskipun beberapa narasi mengadopsi bahasa pemberdayaan atau kepraktisan, strategi tersebut tetap tertanam dalam logika komersial dan konsumerisme. Penelitian ini berpendapat bahwa iklan sampo tidak hanya berfungsi sebagai media promosi, tetapi juga sebagai teks ideologis yang menormalisasi standar kecantikan yang sempit dan menghadirkan konsumsi produk sebagai jalan utama menuju kepercayaan diri, pemberdayaan, dan penerimaan sosial.</p> Novitasari Siagian, Esterlita Mandalahi, Grace Shinta Wulandari Siregar, Charli Marbun, Vivi Novalia Sitinjak Copyright (c) 2026 Novitasari Siagian, Esterlita Mandalahi, Grace Shinta Wulandari Siregar, Charli Marbun, Vivi Novalia Sitinjak https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://www.jurnalp4i.com/index.php/academia/article/view/9453 Fri, 06 Mar 2026 00:00:00 +0000