IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI UNTUK MENGAKOMODASI KEBUTUHAN PSIKOSOSIAL ANAK SLOW LEARNER DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA KELAS IV

Authors

  • Milka Fajar Wati Program Studi Magister Pendidikan Luar Biasa, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Yogyakarta, Indonesia
  • Rendy Roos Handoyo Program Studi Magister Pendidikan Luar Biasa, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Yogyakarta, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.51878/academia.v6i3.13872

Keywords:

pembelajaran berdiferensiasi, akomodasi pembelajaran, kebutuhan psikososial, slow learner, pembelajaran matematika

Abstract

Mathematics learning in inclusive elementary schools remains challenging for slow learner students because mathematical concepts are abstract, hierarchical, and require logical thinking. Previous studies have primarily examined either the effectiveness of differentiated instruction or academic accommodations separately, while limited attention has been given to integrating differentiated learning with learning accommodations to address the psychosocial needs of slow learner students in mathematics classrooms. This study aimed to describe: (1) the implementation of differentiated learning in the learning process and learning environment, and (2) learning accommodations provided to support the psychosocial needs of Grade IV slow learner students at SDN 007 Sangkulirang. A qualitative descriptive case study design was employed. The participants consisted of one Grade IV teacher and three slow learner students. Data were collected through classroom observations, semi-structured interviews, and documentation. Data credibility was ensured through source and technique triangulation, while analysis followed an interactive model involving data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings reveal that successful inclusive mathematics learning is determined not only by the implementation of differentiated instruction but also by the synergy between differentiated learning processes, an inclusive learning environment, and learning accommodations that address students' psychosocial needs. This synergy was reflected through the use of concrete learning media, repeated instruction, individualized guidance, flexible grouping, a safe classroom environment, simplified learning materials, modified assessment, extended learning time, and gradual scaffolding. These integrated practices enhanced students' self-confidence, learning motivation, active participation, and social engagement. The novelty of this study lies in proposing an integrated implementation model that combines differentiated learning and learning accommodations based on the psychosocial needs of slow learner students in inclusive elementary mathematics education.

ABSTRAK

Pembelajaran matematika di sekolah dasar inklusif masih menghadapi tantangan dalam memenuhi kebutuhan belajar siswa slow learner karena materi bersifat abstrak, hierarkis, dan menuntut kemampuan berpikir logis. Berbagai penelitian sebelumnya umumnya berfokus pada efektivitas strategi pembelajaran berdiferensiasi atau akomodasi akademik secara terpisah, sedangkan kajian yang mengintegrasikan implementasi pembelajaran berdiferensiasi dengan akomodasi pembelajaran dalam memenuhi kebutuhan psikososial siswa slow learner pada pembelajaran matematika masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) implementasi pembelajaran berdiferensiasi pada proses dan lingkungan pembelajaran matematika, serta (2) bentuk akomodasi pembelajaran dalam memenuhi kebutuhan psikososial siswa slow learner kelas IV di SDN 007 Sangkulirang. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus deskriptif. Subjek penelitian terdiri atas seorang guru kelas IV dan tiga siswa slow learner. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi. Keabsahan data dilakukan melalui triangulasi sumber dan triangulasi teknik, sedangkan analisis data menggunakan model interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan pembelajaran matematika yang inklusif tidak hanya ditentukan oleh penerapan pembelajaran berdiferensiasi, tetapi juga oleh sinergi antara diferensiasi proses, pengelolaan lingkungan belajar, dan akomodasi pembelajaran yang berorientasi pada kebutuhan psikososial siswa. Implementasi tersebut diwujudkan melalui penggunaan media konkret, pengulangan materi, bimbingan individual, pengelompokan belajar yang fleksibel, lingkungan belajar yang aman, penyederhanaan materi, penyesuaian asesmen, pemberian waktu tambahan, serta scaffolding bertahap. Sinergi strategi tersebut terbukti meningkatkan kepercayaan diri, motivasi belajar, partisipasi aktif, dan keterlibatan sosial siswa dalam pembelajaran matematika. Kebaruan penelitian ini terletak pada penyajian model implementasi yang mengintegrasikan pembelajaran berdiferensiasi dengan akomodasi pembelajaran berbasis kebutuhan psikososial siswa slow learner dalam konteks pembelajaran matematika di sekolah dasar inklusif.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Saputra, Y. A., & Rizki Susilowati, A. (2023). Pembelajaran berdiferensiasi terhadap peningkatan hasil belajar peserta didik gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktivitas (GPPH). Jurnal Didaktika Pendidikan Dasar, 7(2), 743–758. https://doi.org/10.26811/didaktika.v7i2.1152

Baharullah, R., & Husniati, A. (2024). Learning difficulties of slow learner students. International Journal on Emerging Mathematics Education, 8(2), 119–130. http://dx.doi.org/10.12928/ijeme.v8i2.30905

Bahri, S., Nurhayati, S., & Syifandini, Y. (2022). Analisis kesulitan belajar dan self confidence anak berkebutuhan khusus slow learner dalam pembelajaran matematika kelas tinggi. Masaliq, 2(5), 623–632. https://doi.org/10.58578/masaliq.v2i5.539

Ernawati, A., Sumiati, C., Hendrayana, S. P., Pertiwi, H., & Yunitasari, S. E. (2023). Optimalisasi pembelajaran untuk anak slow learner. Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, 6(6), 3767–3772. https://doi.org/10.54371/jiip.v6i6.2091

Felipus, I., & Amseke, F. V. (2024). The influence of social support and school well-being on student achievement motivation. Al-Qalbu: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Sains, 2(1), 14–20. https://doi.org/10.59896/qalbu.v2i1.61

Firdausyi, M. F. (2024). Mutu pendidikan inklusif bagi anak berkebutuhan khusus. Educatus: Jurnal Pendidikan, 2(2), 9–15. https://doi.org/10.69914/educatus.v2i2.12

Handayani, P., Wardhani, P. A., & Wardatussa’idah, I. (2024). Analisis penerapan pembelajaran berdiferensiasi pada peserta didik slow learner dalam belajar matematika. Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 9(2), 6147–6159.

Isnaini, Y. F., Minsih, M., Widyasari, C., & Helzi, H. (2025). Differentiated learning strategies by Guru Penggerak: Accommodating the needs of slow learner in primary school. Al-Ishlah: Jurnal Pendidikan, 17(3), 5174–5184. https://doi.org/10.35445/alishlah.v17i3.7052

Jinlong, L. (2024). Differentiated instruction strategies based on teaching difficulty analysis. Frontiers in Educational Research, 7(6), 16–27. https://doi.org/10.25236/fer.2024.070603

Ma’idah, Y., Ekawati, R., & Arifin, S. (2025). Strategi pembelajaran terdiferensiasi untuk siswa slow learner dalam setting pendidikan inklusi. Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 10(4), 476–495. https://doi.org/10.23969/jp.v10i04.37126

Marlina, S. P. (2021). Panduan pelaksanaan model pembelajaran berdiferensiasi di sekolah inklusif. CV Afifa Utama.

Meilani, A., & Meiliasari. (2025). Systematic literature review: Kemampuan pemecahan masalah matematis peserta didik dalam pembelajaran matematika. Jurnal PEKA (Pendidikan Matematika), 9(1), 163–170. https://doi.org/10.37150/ftdz9c29

Mumpuniarti, Mahabbati, A., & Handoyo, R. R. (2023). Diferensiasi pembelajaran: Pengelolaan pembelajaran untuk siswa yang beragam. UNY Press.

Nasution, M. F. R., Dewi, S. S., & Fadilah, R. (2024). The influence of social support on students' academic resilience through self-efficacy. Jurnal Psikologi Terapan dan Pendidikan, 6(2), 161–170. https://elibrary.ru/item.asp?id=81786364

Novi Nurdian, & Novi Suma Setyawati. (2025). Dukungan sekolah dalam mengembangkan aspek sosial emosional anak slow learner. Jurnal Studi Pendidikan Anak Usia Dini, 1(2), 45–51. https://doi.org/10.58540/jspaud.v1i2.969

Noviyanti, A., & Kumalasari, D. (2024). Peran school well-being terhadap motivasi sekolah siswa sekolah menengah. Psikogenesis. https://doi.org/10.24854/jps.v8i1.1228

Nurrokhmah, W., Martono, N., Kurniawan, A., & Puspitasari, E. (2025). Hubungan dukungan keluarga dan persepsi kesuksesan dengan motivasi berprestasi siswa SMA. SOSIOHUMANIORA: Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial dan Humaniora, 11(1), 52–74. https://jurnal.ustjogja.ac.id/index.php/sosio/article/view/18173

Reeve, J., & Cheon, S. H. (2021). Autonomy-supportive teaching: Its malleability, benefits, and potential to improve educational practice. Educational Psychologist, 56(1), 54–77.

Ryan, R. M., & Deci, E. L. (2024). Self-determination theory. In Encyclopedia of Quality of Life and Well-Being Research (pp. 6229–6235). Springer.

Sakiinatullaila, N., Priyanto, M., Fajar, W., & Ibrahim, I. (2020). Penyebab kesulitan belajar matematika anak berkebutuhan khusus tipe slow learner. Jurnal Pendidikan Matematika (Kudus), 3(2), 151–162.

Saragih, D. E., Fitriani, Y., & Rochyadi, E. (2024). Asesmen pendidikan pada anak dengan slow learner. Jurnal Inovasi, Evaluasi dan Pengembangan Pembelajaran, 4(3), 363–370. https://doi.org/10.54371/jiepp.v4i3.528

Tantri, N. M. (2024). Pengaruh lingkungan belajar terhadap kemandirian anak slow learner di sekolah dasar. Jurnal Hasil Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran, 8(1), 45–53.

Tomlinson, C. A., & Imbeau, M. B. (2023). Leading and managing a differentiated classroom. ASCD.

Tomlinson, C. A., & Moon, T. R. (2022). Assessment and student success in a differentiated classroom. Journal of Advanced Academics, 33(2), 111–134. https://doi.org/10.1177/1932202X221087833

UNESCO. (2020). Global education monitoring report 2020: Inclusion and education—All means all. UNESCO.

Van de Walle, J. A., Karp, K. S., & Bay-Williams, J. M. (2020). Elementary and middle school mathematics. Pearson.

Wanabuliandari, S., Wardono, Susilo, B. E., Bintoro, H. S., & Mariani, S. (2025). A systematic literature review on slow learners' problem-solving in mathematics education. International Journal of Learning, Teaching and Educational Research, 24(3), 699–724. https://doi.org/10.26803/ijlter.24.3.33

Wardani, K., & Darmawan, P. (2024). Pembelajaran berdiferensiasi sebagai pendekatan keragaman peserta didik untuk memenuhi target kurikulum. Jurnal Cerdik: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran, 3(2), 165–171. https://jurnalcerdik.ub.ac.id/index.php/jurnalcerdik/article/view/236/71

Wulandari, P., & Safitri, D. (2024). Penyelenggaraan pendidikan inklusif dan kaitannya dengan interaksi sosial siswa berkebutuhan khusus. JICN: Jurnal Intelek dan Cendekiawan Nusantara, 2, 744–752.

Downloads

Published

2026-07-30

How to Cite

Wati, M. F., & Handoyo, R. R. (2026). IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI UNTUK MENGAKOMODASI KEBUTUHAN PSIKOSOSIAL ANAK SLOW LEARNER DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA KELAS IV . ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik, 6(3), 2452–2462. https://doi.org/10.51878/academia.v6i3.13872

Issue

Section

Articles